Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sekda Kabupaten Malang Pastikan Tiap Kecamatan Siapkan Safe House

Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.

Malang Post  – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat memastikan, saat ini setiap kecamatan sudah menyiapkan safe house masing-masing. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terus meningkatnya bed occupancy rate (BOR) akibat kasus Covid-19. 

Kepastian disampaikan usai pihaknya meninjau sejumlah titik yang nantinya akan dijadikan safe house. Wahyu menjelaskan, beberapa hal juga perlu diperhatikan. Sebelum memutuskan sebuah tempat dijadikan Safe House. 

Baca Juga ----------------------------

“Tadi siang sudah kita tinjau. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti jumlah TT (tempat tidur)nya. Jaraknya dari Puskesmas yang tidak terlalu jauh dan beberapa kelengkapan alatnya. Jadi memang sudah siap. Rata-rata di sekolah,” ujar Wahyu, Minggu (11/7/2021). 

Wahyu menjelaskan, nantinya safe house ini akan digunakan bagi pasien yang cenderung gejala sedang menuju ringan. Sebab, untuk pasien yang sedang dan berat, diupayakan terfasilitasi perawatannya di Rumah Sakit (RS).

Dalam satu Safe House diupayakan menampung hingga 50 pasien covid. Namun, untuk daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang lebih tinggi, safe house disiapkan untuk dapat menampung minimal 100 pasien. 

“Rencananya tadi dicek sama Forkopimda. Minimal 50. Tapi kalo di daerah yang lebih padat, itu diupayakan 100. Seperti di Kepanjen, Karangploso dan Singosari,” terang Wahyu.

Selain itu, mengingat penyebaran covid yang masih terus melonjak, Wahyu menyebut bahwa Bupati Malang HM Sanusi sudah minta agar setiap RS bisa menambah jumlah TT nya. Penambahannya sekitar 10 % hingga 30 %. Sebab, BOR di Kabupaten Malang untuk pasien covid juga masih tinggi. Bahkan hampir menyentuh angka 100 persen. 

“BOR-nya masih tinggi. Hampir menyentuh 100 persen. Makanya, saat ini sudah diminta oleh Pak Bupati  Agar ada penambahan TT di setiap rumah sakit. Penambahannya sekitar 10 hingga 30 persen,” jelas alumni ITN Malang ini. 

Untuk itu, dengan safe house yang disiapkan di setiap kecamatan ini, pihaknya berharap penangan lebih fokus. Mengingat juga, kondisi geografis di Kabupaten Malang yang menyebabkan beberapa pemukiman warga memiliki jarak yang jauh dengan fasilitas umum seperti Puskesmas. 

“Harapannya biar bisa lebih fokus dan penanganannya juga cepat. Kalau petugas (Satgas Covid-19) nya harus keliling ke desa-desa, terkendala jarak yang terlalu jauh. Kalau begini (safe house) kan bisa lebih fokus harapannya. Karena safe house ini juga disiapkan untuk pasien covid menengah dan ringan,” pungkasnya.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Patroli gabungan pendisiplinan PPKM Darurat, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 terus digencarkan. Rabu (14/7/2021) pagi, patroli dipimpin Kasi Opsdal...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang Raya kembali mengajukan permohonan audiensi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

Malang Raya

Malang Post – Personel Satlantas Polres Malang mengajak para pengendara untuk mengheningkan cipta, Sabtu (10/7/2021) siang. Hal tersebut dilakukan di sekitar simpang empat Kepanjen,...

headline

Malang Post – Bansos bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak PPKM Darurat di Kota Malang mulai disalurkan.  Sabtu (10/7/ 2021) pagi, PKL dari...

headline

 Malang Post –  Program vaksinasi Covid-19 untuk mempercepat kekebalan kelompok atau herd immunity terus dilakukan.  Jumat (9/7/2021), giliran 50 warga Klojen yang mengikuti vaksinasi...

headline

Malang Post – Jumat (8/7/2021), patroli gabungan pendisiplinan PPKM Darurat, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kembali digelar di sejumlah titik di Kota...

headline

Malang Post — Melonjaknya angka positif Covid-19 menyebabkan kebutuhan obat potensial dan dipakai terapi Covid-19 melonjak. Tingginya permintaan obat dikhawatirkan dimanfaatkan sebagian pelaku usaha...

headline

Malang Post —  Hari ke lima penerapan PPKM Darurat, Kota Batu malah terjun bebas ke zona merah persebaran Covid-19. Status ini diketahui dari rilis...