Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kriminal

Ditetapkan Tersangka, Gus Idris Berupaya Islah

Idris Al Marbawi atau Gus Idris saat hendak memasuki ruang pemeriksaan di Mapolres Malang.

Malang Post – Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Malang, Zulham Mubarak mengapresiasi Satreskrim Polres Malang. Terkait penetapan Idris Al Marbawi sebagai tersangka atas kasus konten video penembakan dirinya. 

Dalam video yang diunggah akun youtube bernama Gus Idris Official (GIO) tersebut, memperlihatkan adegan penembakan oleh oknum tak dikenal. Korbannya Idris Al Marbawi, atau nisa disapa Gus Idris. 

Baca Juga ----------------------------

Video ini, akhirnya viral. Setelah diunggah awal Maret 2021. Mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Baik masyarakat hingga kalangan ulama. Bahkan tidak sedikit yang mengecam, setelah yang bersangkutan mengaku bahwa video tersebut hanya sebuah konten. 

“Sangat saya apresiasi kerja kerasnya (Kepolisian). Apalagi sampai ke Bareskrim (Mabes Polri) untuk gelar perkara. Ini effort luar biasa dari kawan-kawan Polres yang tanggap dan taktis terhadap isu sosial kemasyarakatan,” ujar Zulham melalui pesan singkat, Senin (5/7/2021) malam. 

Ia menyerahkan proses hukum sepenuhnya pada pihak kepolisian. Meskipun, di sela waktu penetapan Gus Idris sebagai tersangka, beredar video permintaan maafnya. Kepada pihak-pihak yang dinilai dirugikan atas video penembakan tersebut. 

“Itu substansi yang menjadi wewenang penyidik. Kami menghormati proses penyidikan. Jadi soal diakui atau tidak terkait video hoax itu, biar kepolisian yang memutuskan,” terang Zulham. 

Sekretaris LTN-NU Kabupaten Malang, Zulham Mubarok.

“Pada intinya tidak ada niat apapun dari kami selain membela kepentingan umat yang sempat gaduh. Karena mengira benar-benar ada ulama ditembak,” imbuhnya. 

Meski saat ini proses hukum sedang berjalan, Zulham mengaku, sebagai santri Nahdlatul Ulama (NU) pihaknya siap menerima permohonan maaf dan berdamai. 

“Pada intinya sikap-sikap kami sebagai santri NU adalah siap menerima permintaan maaf dan berdamai. Tapi proses hukum tetap kami serahkan ke kepolisian,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ditemui di Polres Malang, Selasa (6/7/2021), Gus Idris mengatakan. Pihaknya akan melakukan upaya untuk islah, atau perdamaian. 

“Ya kedatangan ini untuk mediasi. Kami akan berupaya untuk islah. Kepada semua pelapor,” ujarnya singkat saat akan memasuki ruang pemeriksaan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Sasaran rasda yaitu 120 orang warga pra sejahtera Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun kota Malang. Penyerahan rasda tersebut terlaksana di e-warung Amanah...

Pendidikan

Malang Post – Peringati dies natalis yang ke 36 tahun, prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar webinar nasional bertema Potensi Sektor Pertanian dan...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Islam Malang kembali menjalin kerjasama kesepahaman dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri. Kali ini menggandeng Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)...

Malang Raya

Malang Post – Kamis malam (25/11), tim gabungan di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang melaksanakan penegakan tersebut. Tim gabungan ini terdiri dari anggota Polsek Kedungkandang...

Malang Raya

Malang Post – Untuk menjalin keakraban dengan mitra karib dan masyarakat di wilayah, Kodim 0833/Kota Malang, menggelar kegiatan Pembinaan Jaring Mitra Karib Kodim 0833...

News

Malang Post — Pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, secara resmi melepas kontingen mahasiswa untuk mengikuti ajang final Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi...

Malang Raya

Malang Post — Ketua PCNU Kabupaten Malang, Dr Umar Usman, Kamis (25/11/2021) siang bersama rombongan mengunjungi Polres Malang. Silaturahmi ini, disambut langsung Kapolres Malang AKBP...

Pendidikan

Malang Post — Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2021 adalah program pertukaran mahasiswa selama satu semester dari satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya. Memberikan...