Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Kuasa Hukum Jeffrey Owner Nine House: Tak Ada Kata Kebal Hukum, Mia Selewengkan Uang

Indri Hapsari, kuasa hukum JF memberikan keterangan pada wartawan di The Nine House, Jl Tangkuban Perahu, Kota Malang. (Istimewa)

Malang Post – Indri Hapsari, kuasa hukum Jeffrey Permana owner Nine House Kitchen Alfresco, Selasa (29/6/2021) sore, menyampaikan perimbangan berita media terkait kasus dugaan penganiayaan. Dia ditemani Chef Chandra Yudasswara. Menegaskan telah melaporkan Mia terkait dugaan penggelapan uang. 

“Kami hanya minta pemberitaan berimbang. Tidak benar klien kami mengatakan kebal hukum. Saya pertegas juga. Tidak ada penganiayaan maupun pengeroyokan,” ujar Indri Hapsari kepada sejumlah wartawan. 

Baca Juga ----------------------------

Menurutnya, kliennya saat itu selesai operasi sedot lemak di pinggang. Sehingga tidak dapat berdiri atau menganiaya Mia Trisanti. Ia menyangsikan darimana luka dialami Mia. 

 “Luka itu dari mana? Kami tidak tahu, yang jelas klien kami tidak pernah melakukan pemukulan. Saat itu, klien kami habis operasi sedot lemak di bagian pinggang,” ungkap Indri. 

Indri juga mengungkapkan, tidak ada payung seperti disebut-sebut dalam media atau pengakuan Mia. Tidak ada pula perampasan ponsel. Saat kejadian, lokasinya di ruangan Jeffrey. Ada banyak saksi. 

“Soal perkataan katanya kebal hukum itu, saya tidak tahu Mia mengada-ada atau tidak. Namun Jefri disaksikan banyak pegawainya tidak pernah mengatakan kebal hukum,” urainya. 

Sementara itu, stakeholder The Nine dan Nine House Kitchen Alfresco, Chef Chandra Yudasswara menyebutkan. Pihaknya telah melaporkan dugaan kasus penggelapan Mia ke Polresta Malang Kota. 

Pelapornya, Andre Setyawan (Humas The Nine dan Nine House Kitchen Alfresco). Mia diduga menyalahgunakan jabatannya sebagai karyawan purchasing. Dugaan penggelapan itu, berlangsung bulan Maret 2021 hingga Juni 2021 di Restoran Nine House, Jl Tangkuban Perahu, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Keterangan saksi dan bukti telah disampaikan pada penyidik Polresta Malang. Modusnya membuat invoice atau nota palsu. Dugaan penggelapan dalam pembelian bahan makanan itu, kini masuk ranah penyidikan. 

“Kenapa saya bilang palsu, karena nota itu dirancang Mia sendiri dengan harga yang tidak sesuai dari yang seharusnya ditentukan supplier,” jelas Indri. (yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post —  Saat Pandemi Covid-19 ini, terdapat tiga peran penting Polri, yaitu Pengawasan, Pencegahan dan Percepatan Vaksinasi. Panic Button On Hand (PBOH) milik...

Malang Raya

Malang Post —  Keberadaan warga lanjut usia (lansia) turut menjadi perhatian Pemkot Malang. Upaya dalam pemenuhan hak-hak hingga fasilitas lansia terus digencarkan guna mewujudkan...

Wisata

Malang Post —  Selalu dikenal dengan misi mengangkat kembali sejarah Indonesia yang terlupakan, Tugu Hotels & Restaurant telah menjadi ikon dunia pariwisata Indonesia di...

Malang Raya

Malang Post – Babinsa Kelurahan Pandanwangi Pelda Slamet dan Serka Suyitno memberangkatkan relawan menuju Semeru. Relawan tersebut berasal dari warga Pandanwangi yang bertugas mengantarkan...

Malang Raya

Malang Post – Lanal Malang menghelat serbuan vaksin di RW 09 Kelurahan Oro Oro Dowo Kecamatan Klojen. Selasa (7/12), tim nakes dari Lanal Malang...

Malang Raya

Malang Post – Selasa 7 Desember 2021, tim vaksinasi di Kota Malang menggelar penyuntikan di kawasan RW 04 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang....

News

Malang Post — Sejumlah penambang pasir berhasil menyelamatkan saat lahar dingin mengaliri sungai dekat Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Ada 1 sopir...

Malang Raya

Malang Post — Beberapa waktu lalu, rencana pembangunan cold storage senilai Rp 16 miliar di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu disoal dewan. Kini pembangunan cold storage...