Connect with us

Hi, what are you looking for?

Arema

Sikap Arema Terhadap Penundaan Kompetisi, Dukung Vaksinasi Massal

KADIT ODIS: Pelatih Arema, Eduardo Almeida, saat membaca draf jadwal kompetisi Liga 1 2021. Sayangnya even itu harus kembali tertunda karena Corona. (Arema Media Official)

Malang Post – Kick off kompetisi Liga 1 2021, resmi ditunda. Dari jadwal semula 9 Juli, menjadi akhir Juli 2021. Itu pun dengan harapan, Covid-19 sudah bisa ‘dijinakkan’. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi  pun tak memungkiri, ada konsekuensi dari keputusan ini. Klub dipastikan bakal mengalami kerugian. Mengingat semuanya sudah melakukan persiapan, untuk kembali mengarungi kompetisi.

Kejadian seperti ini pernah dialami klub Liga 1 dan Liga 2. Saat ada gagasan melanjutkan kompetisi musim 2020. Beberapa hari jelang penyelenggaraan, izin keramaian dari Kepolisian tidak terbit.

Baca Juga ----------------------------

Guna menghindari adanya masalah dan keberatan klub, PSSI meminta operator kompetisi PT Liga Indonesia, untuk berkoordinasi dengan klub secepat mungkin.

‘’Tentu akan ada konsekuensinya. Diharapkan PT LIB untuk berembuk dengan klub. Diskusi juga hal apa yang dilakukan ke depan,’’ kata Yunus Nusi dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021) kemarin sore.


Pertanyaan kemudian, apakah PT LIB kemungkinan memberi kompensasi atas kerugian yang dialami klub? Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno tak mau terlalu jauh memikirkannya.

Dia berpatokan terhadap surat dari Satgas Covid-19, yang meminta penundaan sampai akhir Juli 2021. Yang dianggap masih sama saja dalam periode rencana awal mereka.

‘’Kita berharap kompetisi bisa berjalan pada Juli. Sesuai surat izin yang diberikan Mabes Polri. Kita sudah sampaikan akan gelar Liga 1 dan Liga 2 dari Juli 2021 sampai Maret 2022. Harapan kita, bisa tetap digelar pada Juli. Terkait kompensasi baru bisa disikapi setelah bertemu dan diskusi dengan klub,’’ imbuhnya.

Keputusan penundaan kompetisi Liga 1 2021, disikapi dengan bijak oleh manajemen Arema FC. Manajemen tim Singo Edan ini, lebih memilih untuk membantu upaya pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi.

‘’Opsi penundaan hingga akhir Juli 2021, adalah sebagai bentuk upaya bersama klub dan elemen masyarakat, untuk menekan laju peningkatan angka positif covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bentuk upaya yang bisa kita lakukan, adalah dengan mendukung penuh pemerintah yang akan mengadakan program vaksin massal,’’ ungkap Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Usaha yang dilakukan oleh Arema FC, kata dia, sejalan dengan pernyataan PT LIB yang memiliki skema, kompetisi akan digelar pada 23 atau 30 Juli 2021. Dengan syarat, angka Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan.

‘’Berikutnya kami mendorong kepada PSSI dan PT LIB, agar membuka akses vaksin terhadap pelaku sepak bola. Baik itu pemain, official maupun pihak-pihak yang terlibat di kompetisi,’’ jelasnya.

Akses vaksin ini, seperti halnya ketika momentum Piala Menpora 2021, yang mewajibkan seluruh pihak yang terlibat untuk mengikuti program vaksinasi.

‘’Momentum Liga 1 2021, juga harus disambut dengan kampanye vaksinasi. Hal ini sekaligus untuk meyakinkan masyarakat, bahwa vaksin adalah aman dan berfungsi untuk menekan penyebaran Covid-19,’’ papar pria kelahiran Banyuwangi ini.

Sementara itu, terkait indikasi adanya pemain yang terpapar Covid-19, setelah menjalani vaksinasi, Sudarmaji mengungkapkan, hal penting lainnya adalah menerapkan pola hidup baru yang lebih sehat dan sesuai protokol kesehatan.

‘’Bagaimanapun kita harus menerapkan pola hidup baru yang mengedepankan protokol kesehatan,’’ jelas Sudarmaji.

Arema FC sendiri selama ini terlibat aktif dalam gerakan massal, Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC), yang gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan upaya pencegahan mewabahnya Covid-19 secara massif.

Karena jika gerakan massal untuk mendukung vaksinasi tersebut bisa dilangsungkan secepatnya, paling tidak pada akhir Juli nanti, diharapkan sudah ada efeknya. Terhadap kondisi pandemi Covid-19. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...