Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Polemik Dewas PDAM Masuk Babak Baru, DPRD Kab Malang Segera Hearing

Ketua DPD LIRA Malang Raya, M. Zuhdy Achmadi.

Malang Post – Polemik perekrutan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang terus berlanjut. Bahkan, segera memasuki babak baru. Dari informasi yang dihimpun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan segera menggelar hearing. 

Dalam hearing yang kabarnya akan digelar pada minggu pertama bulan Juli ini, rencananya DPRD Kabupaten Malang akan menghadirkan semua pihak yang dinilai kapabel dalam polemik ini. Mulai DPRD Kabupaten Malang, Ketua Dewas Perumda Tirta Kanjuruhan, Panitia Seleksi (Pansel) perekrutan Dewas, Bagian Perekonomian, Perwakilan Direksi Perumda Tirta Kanjuruhan dan pihak Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang Raya. 

Baca Juga ----------------------------

“Setelah kami bertanya kepada Ketua DPRD (Kabupaten Malang), atas desakan dari semua pihak baik dari LIRA pusat maupun masyarakat. Yang disampaikan (Ketua DPRD) sudah didisposisikan ke Komisi II. Kabarnya akan digelar hearing pada minggu pertama bulan Juli,” ujar Ketua DPD LIRA Malang Raya, M.Zuhdy Achmadi, Minggu (27/6/2021).

Sedangkan sebelumnya, pria yang akrab disapa Didik ini mengaku bahwa pihaknya mendapat desakan dari sejumlah pihak. Baik dari pihak internal LIRA maupun sejumlah masyarakat. Apalagi setelah adanya sejumlah temuan fakta baru.

“Pertama, terkait pansel yang kabarnya juga melibatkan akademisi dari salah satu Perguruan Tinggi di kota Malang. Setelah kami telusuri, ternyata pihak kampus tersebut menyatakan dalam tahun 2020-2021 belum ada permintaan yang masuk dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk menjadi pansel,” jelas Didik. 

Selain itu dari informasi yang dihimpun oleh LIRA, di dalam perekrutan Dewas tersebut sangat tidak benar jika peserta atau bahkan nama yang akhirnya terpilihi menjadi Dewas tidak wajib untuk berkompetensi di bidangnya. Dalam hal ini tentu terkait jalannya Perumda Tirta Kanjuruhan. 

“Di dalam perekrutan itu, setelah kita bersurat, pada 31 Mei 2021 lalu dibalas oleh Pemkab Malang. Disitu juga dijelaskan ada UKK, atau Uji Kompetensi dan Kelayakan.

Ya kan aneh, kalau ada UKK tapi yang bersangkutan tidak harus berkompetensi.

Selain itu, pihak pansel juga harus menghadirkan tim sendiri untuk proses UKK kepada peserta,” jelas Didik. 

Selain itu, masih berdasarkan surat yang sama, yakni surat bernomor 539/4344/35.07.021/2021 perihal Klarifikasi Pengangkatan Dewan Pengawas Perumda Tirta Kanjuruhan Dari Unsur Independent, menurut Didik surat tersebut tidak bisa menjawab surat yang dikirimkan LIRA soal perekrutan Dewas itu sendiri.

“Memang perihalnya klarifikasi. Menurut kami itu bukan klarifikasi melainkan sekedar penyampaian pengumuman atau cerita. Klarifikasi itu harusnya disertai data. Ini tidak menjawab surat yang kami kirimkan. Yang intinya, memang kami mempertanyakan bagaiamana kok tiba-tiba ada SK (Surat Keputusan) tentang penetapan Dewas dari jalur independent. Terutama tidak ada data yang detil di dalamnya,” jelas Didik. 

Sementara itu, pada intinya, LIRA menginginkan adanya suatu proses roda pemerintahan yang berjalan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang ada. Termasuk di dalamnya, sebagai contoh adalah proses perekrutan Dewas. 

“Intinya kami ingin ada proses yang jelas. Kalau memang yang bersangkutan terpilih dengan proses yang sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada, akan saya beri ucapan selamat juga. Makanya, dalam hearing nanti, saya meminta agar semua pihak yang dinilai terlibat dalam perekrutan ini dihadirkan. Mulai dari Ketua Dewas, Pansel, bagian Perekonomian, Akademisi dan satu orang dari Perumda Tirta Kanjuruhan,” pungkasnya.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...