Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Yakin Ada Dugaan Penyelewengan BPNT Desa Selorejo, MCW Minta Jaksa Investigasi

Koordinator MCW Atha Nursasi bersama Kepala Program Monitoring Hukum dan Peradilan MCW Raymond Tobing.

Malang Post – Malang Corruption Watch (MCW) meyakini benar ada dugaan penyelewengan pada penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. MCW melihat ada beberapa hal yang dinilai menegaskan bahwa benar terjadi dugaan penyelewengan. 

Salah satunya ada mekanisme pencairannya yang seharusnya melalui sistem e-Warong malah dialihkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut Koordinator MCW Atha Nursasi, hal itu jelas bertentangan dengan Peraturan Menteri Permensos nomor 11 tahun 2018. Disebutkan, penyaluran BPNT kepada keluarga penerima manfaat (KPM) harus menggunakan sistem e-Warong. 

Baca Juga ----------------------------

“Ini sudah diatur semuanya melalui Kementerian Sosial oleh Pemerintah Pusat. Bekerja sama dengan pihak Perbankan, hingga menggunakan sistem e-Warong. Semuanya berbasis elektronik. Sebenarnya, sudah hampir tidak mungkin ada celah untuk melakukan penyelewengan,” ujar Atha saat ditemui Kamis (24/6/2021) siang. 

Selain itu MCW berpendapat, berdasarkan fakta yang dihimpun di lapangan terkait mekanisme penyaluran BPNT di Selorejo tersebut sudah tidak sesuai dengan Permensos nomor 11 tahun 2018. 

“Sehingga secara formil aturan yang ada, itu sudah cacat,” terangnya.
Menurutnya, hal itu sudah cukup menjelaskan ada dugaan penyelewengan pada penyaluran BPNT tersebut. Bahkan menurutnya, mekanisme itu sungguh berbeda dengan program bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Desa (Pemdes).

“Kalau bansos dari Pemdes untuk Covid-19, itu juga bergantung pada refocusing anggaran. Artinya, ada mekanisme tersendiri. Sehingga Kemendes memberikan instruksi dan instrumen agar Pemdes bisa memberikan bansos,” imbuh Atha. 

Hal lain yang meyakinkannya adalah, sejak program BPNT ini resmi digulirkan di Kabupaten Malang, mekanisme yang digunakan adalah sesuai dengan sistem e-Warong. Namun menjelang akhir tahun 2020, dari data yang ia himpun, Pemdes Selorejo mengalihkan mekanisme pencairannya melalui BUMDes. 

“Jadi sejak beberapa bulan lalu, ada sebanyak 60 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kartu ATM BPNT nya diminta serta dilengkapi nomor pinnya. Bilangnya (Pemdes) saat itu berdasarkan keterangan warga, pencairan dialihkan melalui BUMDes. Hal itu berlangsung selama beberapa bulan, hingga akhirnya warga sadar bahwa volume bantuan yang turun itu berangsur berkurang,” jelas dia. 

MCW berharap ada tindak lanjut dari Kejaksaan untuk melakukan investigasi. Sehingga, dugaan tersebut bisa segera ada titik terang.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...