Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Polemik BPNT Selorejo, Sejumlah Warga Mulai Dimintai Keterangan

Salah satu warga Desa Selorejo menunjukan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan untuk mencairkan BPNT.

Malang Post – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen Kabupaten Malang mulai melakukan penyelidikan atas kasus dugaan pemotongan bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Kamis (24/6/2021) sejumlah warga Desa Selorejo datang ke Kantor Kejari Kabupaten Malang untuk dimintai sejumlah keterangan. 

Tentunya, warga yang dipanggil tersebut merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merasa menjadi korban atas dugaan pemotongan BPNT tersebut. Dari pantauan di lapangan, setidaknya ada 6 orang warga yang datang ke Kantor Kejari Kabupaten Malang. 

Baca Juga ----------------------------

Kedatangan sejumlah warga ini juga didampingi oleh Malang Corruption Watch (MCW). Mereka terlihat stand by mulai sekitar pukul 09.10 dan menjalani pemeriksaan sekitar pukul 11.00.

“Tadi saya ditanyai soal dugaan kasus pemotongan BPNT itu. Juga soal Program Keluarga Harapan (PKH),” ucap salah satu saksi berinisial M, warga Desa Selorejo, Kacamatan Dau, usai dimintai keterangan pada Kamis (24/6/2021). 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, lanjutnya, berkutat soal PKH. Sementara mengingat BPNT dan PKH merupakan program yang berbeda, maka selanjutnya akan dikembangkan lagi ke saksi lain. 

“Pertanyaannya soal PKH, itu saja. Katanya nanti pihak kejaksaan akan memanggil pendamping PKH Desa Selorejo,” pungkasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Wakil Bupati Malang, H Didik Gatot Subroto, menunggu hasil dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) atas adanya kasus dugaan pemotongan BPNT di Desa Selorejo, Kecamatan Dau.

Karena, dalam kasus tersebut disinyalir ada instruksi dan pengkondisian oleh Aparat Desa agar mengumpulkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan warga diminta menulis PIN pada bagian putih KKS, seperti yang dirilis Malang Coruption Watch (MCW) beberapa hari lalu.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...