Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Pemkot Malang Pertimbangkan Penerapan Jam Malam

Malang Post – Pemerintah pusat kembali membuat kebijakan memperketat aturan terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Salah satunya jam operasional pusat keramaian dibatasi hingga pukul 20.00. Kebijakan tersebut diberlakukan Selasa (22/6/2021). Guna mengendalikan penyebaran Covid-19 yang sedang meningkat akhir-akhir ini.

Menanggapi hal tersebut,  Walikota Malang, Sutiaji belum memutuskan untuk memberlakukan penerapan jam malam. Meski status Kota Malang di zona orange. Penerapan jam malam bisa dilaksanakan, ketika suatu daerah berada dalam zona merah Covid-19. 

Baca Juga ----------------------------

“Di kami (Kota Malang) belum waktunya jam malam. Inshaallah saya akan telepon Dirjen Kemendagri untuk membicarakan soal ini,” kata Sutiaji, Selasa (22/6/2021).

Alasan belum memberlakukan jam malam ini, karena perkembangan penambahan jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang fluktuatif atau belum stabil. Kemudian alasan lainnya ialah dipacu pertumbuhan ekonomi di Kota Malang harus meningkat pada periode triwulan II. 

“Karena satu sisi kami dipacu agar pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II ini harus 70 persen. Jadi belum untuk jam malam. Cuma nanti kami akan melaksanakan operasi gabung bersama TNI-Polri,” pungkasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan penambahan jumlah kasus Covid-19, Sutiaji mengatakan bahwa penambahan kasus kini bisa dikendalikan meskipun fluktuatif.

Pihaknya juga meminta, setiap terjadi penambahan jumlah kasus agar tidak dilebih-lebihkan. Sehingga membuat kecemasan di masyarakat. 

“Jangan menjadikan kita itu berlebihan. Jadi kita tetap waspada dan menjaga jarak, dan menggunakan masker,” ucapnya. 

Sebagai informasi, pengetatan PPKM Mikro ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Hal itu disampaikan oleh Menko Bidang Perekonomian sekaligus Ketua KCPPEN Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual seusai rapat terbatas, Senin (21/6/2021). (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...