Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Pentingnya Edukasi Agar Kasus Pelecehan Seks Tak Kembali Terjadi

Salma Safitri

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak-anak. 

Konsultan P2TP2A Kota Batu, Salma Safitri menjelaskan. Hal tersebut terjadi karena tersangka masih sangat minim pengetahuan mengenai resiko yang diperbuat terhadap kondisi anak. Oleh karena itu, agar kasus tersebut tak kembali berulang, maka harus digalakkan tindakan pencegahan seluas-luasnya. 

Baca Juga ----------------------------

“Tanpa tindakan pencegahan, maka penanganan kasus ini hanya akan seperti petugas pemadam kebakaran. Karena kasus sudah keluar, baru ditangani,” ujar Salma.

Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan edukasi baik kepada anak dan orang tuanya. 

“Untuk edukasi anak, mereka harus diberitahu tentang sentuhan-sentuhan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Siapa yang boleh menyentuh dan siapa yang tidak juga harus diberitahu. Sehingga anak-anak bisa melindungi diri,” jelasnya. 

Tak hanya itu saja, orang tua juga harus turut diedukasi tentang hal tersebut. Edukasi kepada keduanya juga harus berjalan secara terus menerus dan rutin. 

“Di Kota Batu juga sudah dilakukan edukasi seperti itu. Namun saya rasa masih sangat kurang. Karena dalam satu tahun hanya dilakukan satu kali di salah satu desa. Bahkan audiens  yang datang juga sangat sedikit. Sehingga sangat-sangat tidak maksimal,” terangnya. 

Menurutnya, agar edukasi tersebut berjalan dengan maksimal, harus dilakukan di semua desa/kelurahan yang ada di Kota Batu. Bahkan kalau bisa hingga menyentuh tingkat RT. Selain itu juga harus dilakukan secara masif dan tidak terpotong-potong. 

Lebih lanjut, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan turun untung mendampingi pemilihan kondisi psikologi ke enam anak yang mendapat pelecehan seksual dari seorang tukang jahit tersebut. 

“Kami akan segera melakukan pendampingan psikologi untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak tersebut. Untuk waktu penyembuhan tergantung dari kondisi anak. Ada yang sembuh dalam hitungan bulan dan ada juga yang prosesnya lama,” tandasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Pendidikan

Malang Post – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Mulai dari tingkat pusat maupun di daerah. Tak ketinggalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ikut andil melakukan...

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...