Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Kota Malang Galakkan Pertanian Perkotaan Mulai RT/RW

Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji S.Sos MM penggerak urban farming. (joffa)

Malang Post – TP PKK Kota Malang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggalakkan program urban farming atau pertanian perkotaan. Saat ini, urban farming hingga ke tingkat RT/RW. Ini sebagai upaya menghasilkan produk sayur-mayur yang sehat sekaligus sebagai ketahanan pangan keluarga.

“Program urban farming mempunyai berbagai kontribusi positif terhadap lingkungan. Pertama, memiliki nilai ekologi untuk membuat ruang terbuka hijau di perkotaan,” ujar Plt Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni SH MM, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga ----------------------------

Kedua, urban farming merupakan kegiatan produktif untuk memanfaatkan ruang terbuka serta sebagai optimalisasi lahan pekarangan dan lahan kosong sekitar rumah. Ketiga, dapat membantu merestorasi lingkungan. Keempat, dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Selain sebagai upaya pemanfaatan ruang terbuka atau berorientasi pada menanam di lahan kecil, urban farming juga bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Sehingga urban farming juga menjadi salah satu inovasi atau terobosan untuk pemenuhan ketahanan dan keamanan pangan di Kota Malang.

“Dispangtan juga sedang mengadakan lomba urban farming kelompok dasa wisma di kelurahan dan kelompok perangkat daerah. Sudah mulai penjurian sejak 24 Mei hingga 21 Juni 2021 nanti,” pungkasnya.

Kota Malang juga mempunyai misi mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif dan keterpaduan. Pembangunan diprioritaskan pada peningkatan produktivitas dan daya saing daerah, serta kesejahteraan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur, daya dukung kota yang terpadu dan berkelanjutan, tertib penataan ruang serta berwawasan lingkungan.

Misi kedua Kota Malang, yakni mempunyai tujuan terwujudnya produktivitas dan daya saing daerah yang merata serta berkelanjutan. Salah satu sasarannya adalah meningkatnya kualitas kemanfaatan tata ruang dan lingkungan hidup.

“Dispangtan dalam hal ini turut membuat program-program yang berorientasi pada lingkungan hidup dalam subsektor tanaman, perikanan dan peternakan,” ungkapnya.

Payung hukum yang mendasari program-program tersebut, di antaranya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang, Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Bagian Wilayah Perkotaan Malang Utara, serta Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Bagian Wilayah Perkotaan Barat.

Sebagai informasi, bahwa lahan sawah di Kota Malang kurang lebih 995 ha. Jumlah produktivitas padi tahun 2020 sebesar 74,45 kw/ha, sedangkan produksinya 17.094 ton. Untuk produktivitas jagung pada tahun 2020 sebesar 61,17 kw/ha dengan produksi 587 ton. Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan, Pemerintah Kota Malang gencar menggerakkan diversifikasi (penganeka ragaman) pangan guna mengurangi ketergantungan terhadap beras serta optimalisasi lahan pekarangan.

Selain program pemerintah pusat dan provinsi, melalui APBD Kota Malang juga terdapat alokasi anggaran untuk optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui bantuan sarana produksi (Saprodi) pertanian untuk masyarakat.

“Pada tahun 2020 terdapat beberapa kelompok penerima manfaat, yaitu Kelompok Tani Madyatama, Poktan Tanisari, Kelompok PKK RW 07, KWT Tani Mulyo I, Kelompok PKK RW 02, Gapoktan Unggul Makmur, Poktan Makaryo 1 dan Poktan Nusa Indah,” ujar Sri Winarni.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Malang sekaligus penggerak urban farming Widayati Sutiaji, S.Sos., MM mengatakan. Urban farming merupakan gagasan dari PKK sehingga pihaknya akan mengawal urban farming berjaya di Kota Malang. Karena manfaatnya yang sangat luar biasa.

“Jadi, urban farming ini harus tetap eksis dan bekerja sama dengan Dispangtan Kota Malang. Kami melakukan pembinaan dan turun langsung ke lapangan,” ujar Widayati.

Melalui urban farming ini, tidak hanya mendapatkan nutrisi sehat untuk keluarga. Tetapi bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur serta membudayakan gotong-royong. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Pendidikan

Malang Post – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Mulai dari tingkat pusat maupun di daerah. Tak ketinggalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ikut andil melakukan...

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan cara efektif. Menyediakan air minum kualitas aman (siap diminum) dan tidak...