Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Hoax Vaksinasi di Kabupaten Malang Close

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo

Malang Post – Dinkes Kabupaten Malang melakukan beberapa evaluasi pada pelaksanaan vaksinasi massal yang dimulai Rabu (9/6/2021). Itu ditegaskan Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, Rabu (16/6/2021) siang. 

Salah satunya untuk mematangkan kesiapan petugas vaksinasi yang bertugas di lapangan. Hal itu juga sebagai antisipasi membeludaknya masyarakat yang sangat berantusias untuk divaksin pada prograk vaksinasi massal ini. 

Baca Juga ----------------------------

“Tetap, vaksinasi terus dilakukan. Yang berhenti itu vaksinasi massal. Nanti mungkin tetap kita laksanakan, tapi perlu dievaluasi lagi. Terutama terkait kedisiplinan petugas tidak prokes. Kita lakukan persiapan lagi. Supaya tidak membeludak dalam satu waktu,” ujar Arbani kepada City Guide FM 911. 

Arbani menjelaskan, yang menjadi sasaran dalam masa vaksinasi saat ini adalah diprioritaskan bagi pra lansia (lanjut usia) dan lansia). Sedangkan untuk pelayanan publik, vaksinasi tetap dilakukan melalui faskes. 

“Jadi sasarannya, pra-lansia, lansia dan pelayanan publik. Tidak close kita. Closenya itu yang vaksinasi massal saja. Di Puskesmas tetap melayani (vaksinasi) untuk pra-lansia, lansia plus pelayan publik. Sedangkan untuk masyarakat umum di bawah usia 50, nanti pada prioritas selanjutnya,” terang Arbani. 

Namun begitu, berdasarkan aturan yang ada, bagi masyarakat umum yang berusia di bawah 50 tahun, tetap bisa disegerakan untuk divaksin. Asalkan, yang bersangkutan membawa dua orang lansia untuk divaksin. 

“Jadi 1:2. Artinya, jika ada orang berusia di bawah 50 tahun membawa dua orang lansia, bisa disegerakan untuk turut divaksin. Tanpa harus menunggu masa vaksinasi bagi prioritas selanjutnya,” tegas Arbani. 

Ia menjelaskan, di Kabupaten Malang sudah ada 64 fasilitas kesehatan (faskes) yang sudah terverifikasi sebagai tempat vaksinasi. Diantaranya Puskesmas hingga rumah sakit swasta. 

Sementara itu, dirinya menegaskan bahwa hingga saat ini, proses vaksinasi di Kabupaten Malang masih berjalan. Sehingga dia mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh kabar hoax yang menyebut bahwa vaksinasi di Kabupaten Malang dinyatakan close. 

“Jadi tolong, yang menyebut (vaksinasi) close, itu hoax. Tetap berjalan dengan prioritas pra-lansia dan lansia plus pelayan publik. Dan itu masih berjalan di 64 faskes di Kabupaten Malang yang sudah terverifikasi untuk vaksinasi,” pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...