Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

View Pantai JLS Terganggu Warung

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.

Malang Post – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menilai keberadaan warung-warung di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) menutupi panorama pantai. Sehingga mengganggu pemandangan pantai. 

“Saat ini di JLS mulai banyak bermunculan hunian dan bedak-bedak di pinggir jalan. Itu merusak pemandangan pantai,” ujar Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara. 

Baca Juga ----------------------------

Lebih lanjut ia menilai, munculnya rumah dan warung-warung itu dapat menyurutkan niat wisatawan berkunjung ke pantai di sepanjang JLS. Sebab, biasanya tanpa harus masuk ke lokasi wisata pantai, di beberapa titik tertentu, wisatawan sudah bisa menikmati panorama pantai hanya dengan melintasi JLS. 

Beberapa warung dan rumah yang berdiri di sekitar JLS Kabupaten Malang.

“Saat ini viewnya mulai ketutupan rumah dan bedak. Wisatawan ke pantai ‘kan ingin lihat pandangan air/pantai. Jangan sampai viewnya itu view rumah. Sekarang kan sudah ketutupan itu beberapa. Biasanya tampak laut sekarang tampak rumah. Kita ini tujuannya menyamankan wisatawan. Mereka (wisatawan) mencari pantai ternyata sampai di sana yang dilihat bedak ‘kan ya jangan sampai,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Made, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Perhutani tentang batas-batas tanah milik negara dan yang bukan. 

“Kita lihat dulu, kita harus koordinasi dengan yang punya tanah. Camat-camat yang yang bersinggungan langsung dengan JLS kita ajak koordinasi juga. Agar bisa dilakukan pembongkaran bedak atau hunian yang menghalangi view pantai itu. Harus ditata mulai sekarang jangan sampai rusak,” terangnya.

Lebih lanjut Made mengajak masyarakat untuk ikut menata letak bangunan hunian atau warung agar tidak menggangu pemandangan pantai, percuma jika bedak-bedak dan hunian banyak dibangun di pinggir, jika wisatawan akan memilih lanjut terus jika viewnya terlihat tidak bagus.

“Yang kita promosikan itu keindahan pantai, jika JLS itu terkoneksi dengan Trenggalek, akan banyak wisatawan, tapi lewat saja dan gak berhenti yang rugi siapa?. Wisatawan gak masalah kok jalan satu kilometer yang penting indah. Kalau dekat dengan pantai nanti banyak ruko ya gak ada bedanya sama di perkotaan,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu wisatawan asal Kota Malang, Warsidi mengataakan hal serupa. Menurutnya, meskipun terkesan mengganggu pemandangan, namun keberadaan warung tersebut juga ada nilai plusnya. 

“Jalanan menjadi tidak terlalu sepi-sepi amat. Ya mungkin kalau masyarakat sekitar sini yang melintas sudah biasa dengan kondisi yang begini. Kalau wisatawan dari luar Malang, mungkin saja juga butuh keberadaan warung seperti itu. Atau mungkin warungnya bisa ditata, biar rapi dan enggak merusak pemandangan,” ujarnya. 

Sementara itu, hal berbeda disampaikan wisatawan lain asal Kediri Jawa Timur, Hidayat. Menurutnya sebagai wisatawan dari luar daerah, keberadaan warung dan penjual itu cukup membantu. Apalagi untuk dirinya yang lebih sering berwisata dengan menggunakan motor besar atau melakukan turing.

“Saya biasanya kalau turing kan rame-rame bermotor. Biasanya kalau memang lagi males masuk ke lokasi wisata pantai, ya kami sekedar nongkrong aja di pinggir jalan, cari warung. Apalagi pas malem, kan pernah ada warung yang buka pas malem. Meskipun gak malem-malem banget,” ujar Hidayat.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pembangunan jembatan Srigonco di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang terus dimatangkan finishingnya. Agar dapat segera dimanfaatkan. Jembatan ini, merupakan akses yang dibangun untuk mempermudah...

Malang Raya

Malang Post – Pelaksanaan program vaksibasi massal yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mendapat respon positif masyarakat. Ini dilihat dari banyaknya warga yang datang...

Socialnet

Malang Post – Lembaga Studi CISSReC menyebutkan sebanyak 8.797.669 data kependudukan warga Indonesia bocor di situs web para hacker. Mirisnya, data yang paling banyak...

headline

Malang Post –  Terkait temuan mayat tinggal tulang belulang, Kapolsek Poncokusumo AKP Marsono hingga kini belum menerima laporan warga yang kehilangan kerabat. Begitu juga...

Malang Raya

Malang Post – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang segera menuntaskan pendataan rumah rusak akibat gempa beberapa waktu...

headline

Malang Post – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mulai menyiapkan diri untuk mengantisipasi gempa bumi dan tsunami di wilayah selatan Jawa. Salah...

headline

Malang Post – Tidak ada asap tidak akan ada api. Begitu sebaliknya. Hingga Minggu (6/6/2021) polisi masih mencari penyebab kebakaran di Jl Abdillah Gang 3,...

Malang Raya

Malang Post – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang terpaksa mengurangi sejumlah program atau kegiatannya. Terutama program yang dinilai kurang urgent. Salah satu yang mengalami penyesuaian...