Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Soal Sawit, Pemkab Malang Harus Transparan, Jangan Asal Investasi

Daniel Rohi, anggota Komisi B bidang perekonomian DPRD Provinsi Jawa Timur.

Malang Post – Rencana Pemkab Malang yang akan membuka perkebunan sawit sekitar 60 hektar di Malang Selatan menuai protes dari berbagai kalangan. Ini juga menjadi perhatian legislator DPRD Jawa Timur. Meminta Pemkab lebih selektif dan transparan kepada masyarakat, dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan invetasi dan lingkungan.

Anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Jawa Timur, Daniel Rohi menyatakan. Terjadinya pro dan kontra seperti ini, akibat dialog tidak terjalin dengan baik antara pemerintah setempat dan masyarakat. Menurutnya jika ada lahan yang bisa dimaksimalkan dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat, kenapa harus terjadi penolakan. Selama realisasinya mempertimbangkan berbagai hal, salah satunya dampak jangka panjang yang ditimbulkan.

Baca Juga ----------------------------

“Selama bisa bermanfaat dan memiliki potensi pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat, perlu dimaksimalkan setiap peluang investasi. Termasuk diantaranya tidak mensubtitusi lahan produktif dan minim dampak lingkungan. Pemerintah harus duduk bersama dengan berbagai pihak untuk menjelaskan kebijakan ini. Agar memiliki persamaan persepsi sehingga penolakan bisa di minimalisir”, jelas Daniel Rohi.

Legislator PDI Perjuangan ini menambahkan. Masyarakat juga diminta tenang dalam menyikapi berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Karena diyakini telah melalui berbagai kajian dan mekanisme sesuai perundangan yang berlaku.

“Masyarakat jangan asal main tolak. Setidaknya dialog dulu dengan pemerintah. Agar berbagai informasi yang belum tersampaikan bisa diperoleh. Baru kemudian bisa memberikan masukan kepada pemerintah untuk membuat kebijakan yang pro kepada masyarakat dan lingkungan”, tambah Daniel Rohi.  

Seperti diketahui, rencana pembukaan perkebunan sawit di Kabupaten Malang terus menuai kritik. Salah satunya dari Aliansi Selamatkan Lingkungan Malang Selatan (Aslimas). Gabungan dari berbagai lembaga konservasi lingkungan seperti WALHI, MCW dan lainnya. Mereka menilai dampak pengembangan tanaman sawit bisa merusak lingkungan dan tidak memiliki nilai ekonomis. Karena sebelumnya gagal total tahun 2012-2015. Produksinya minim, hasil rendah yang membuat petani menyerah. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...