Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Malang Kondusif, Malang Toleran

Walikota Malang, Drs H Sutiaji saat menjadi narasumber dalam seminar dengan tema Stategi Percepatan Penanganan Kebijakan Diskriminatif atas nama Otonomi Daerah Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia melalui Zoom Meeting di Ruang Kerja Balai Kota

Malang Post – Seminar dengan tema Stategi Percepatan Penanganan Kebijakan Diskriminatif atas nama Otonomi Daerah Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, dilakukan melalui zoom meeting. Bertempat di Ruang Kerja Balai Kota, Kamis (10/6/2021). 

Walikota Malang, Drs H Sutiaji mendapat kepercayaan menjadi narasumber dari pemerintah pusat. Ia menyebutkan, praktik diskriminatif masih terjadi di berbagai belahan bumi.

Baca Juga ----------------------------

Termasuk dalam era otonomi daerah di Indonesia. Selain faktor perbedaan tafsir, berkembangnya polarisasi dalam politik dan serbuan digital seringkali menambah pelik pemecahan masalah. 

“Begitu banyak tantangan hadir di era digital saat ini termasuk pandemi. Perubahan cara hidup, hoaks, ancaman lunturnya budaya, dan lain-lain. Sehingga terjadi disrupsi di semua sektor kehidupan termasuk tumbuhnya benih diskriminasi. Namun sejatinya tidak ada satu ajaran agamapun yang membenarkan diskriminasi,” ungkapnya.

Kota Malang sejak dulu telah memiliki lingkungan sosial kondusif. Turut melahirkan ekosistem pembangunan. Sehat (tentram dan damai) dan menjadi daya tarik bagi ratusan ribu pendatang.

Mahasiswa maupun pekerja dari berbagai daerah sehingga sering menjadi barometer toleransi nasional. 

“Malang kondusif, sangat kondusif. Forum Kerukunan umat beragama dan Bakesbangpol juga menyebutkan bahwa Malang sangat toleran. Alhamdulillah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Malang terus menurun dan semua tertangani.”

“Lalu untuk capaian indeks pembangunan gender Kota Malang meningkat. Cukup tinggi secara komparatif dengan Kota atau Kabupaten lain di Jawa Timur yaitu di tahun 2018 sebesar 94,71 lalu ditahun 2019 ada di 94,72,” papar Sutiaji.

Sedangkan untuk capaian indeks pemberdayaan gender Kota Malang, juga meningkat signifikan. Cukup tinggi secara komparatif dengan kota dan kabupaten lain di Jawa Timur.

Pada 2018 sebesar 71,05 kemudian pada 2019 meningkat menjadi 78,11. 

“Untuk strategi kunci mencegah diskriminasi yaitu komimen daerah, literasi, dialog, peran serta tokoh agama, masyarakat, akademisi, reorientasi kurikulum dan dukungan media,” jelas Sutiaji.

Komitmen daerah yang jelas dan nyata tersurat dalam misi ketiga RPJMD 2018-2023.

Mewujudkan kota yang rukun dan toleran berazaskan keberagaman dan keberpihakan masyarakat rentan dan gender serta penguatan regulasi daerah. 

Pemerintah Kota Malang juga aktif mendorong literasi birokrasi maupun tokoh pelopor melalui berbagi pelatihan. Selain itu perpustakaan kota didorong memperkaya koleksi buku dengan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan lainnya. 

“Insya allah nafas Pancasila selaras dengan upaya mereduksi diskriminasi. Tentu tidak bisa abai pada teknologi, Pemkot Malang berupaya mereduksi diskriminasi dengan membangun sistem informasi perempuan, sms center dan pengaduan kekerasan perempuan dan anak.”

“Sehingga sangat penting untuk membuka pintu silaturahmi antar beragam pemikiran dengan mengutamakan musyawarah bukan silang pendapat di media sosial,” tambahnya.

Upaya lain untuk mereduksi diskriminasi adalah membangun ruang suara dalam pembangunan bagi kelompok rentan melalui musrenbang tematik. Sinergi merupakan kunci menjaga kondusifitas Kota Malang. Selain itu peran serta masyarakat juga mutlak diperlukan dan Pemkot Malang aktif mewadahi. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Penanganan korban gempa di Kabupaten Malang yang terjadi Sabtu 10 April 2021 hingga kini masih berlanjut. Saat ini Pemkab Malang masih melakukan...

Pendidikan

Malang Post – Peluang bisnis diluar negeri sudah saatnya dikembangkan. Maka informasi dan data terkait, punya arti penting. Menjadi dasar pengetahuan pengembangan. Dalam rangka itu,...

headline

Malang Post – Serah terima jabatan (sertijab) Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung beda. Cukup singkat. Dilakukan hybrid atau gabungan daring (dalam jaringan) dan...

Dahlan Iskan

SAYA menghubungi beberapa pengusaha besar. Apakah mereka ”tersinggung” oleh Aki. Terutama setelah Aki –begitu Akidi Tio biasa dipanggil–  tiba-tiba menyumbang Rp 2 triliun kepada...

Malang Raya

Malang Post – PMII Kota Malang, Kamis (29/7/2021) melakukan audiensi dengan Walikota Malang, Drs H Sutiaji. Terkait penerapan PPKM Level 4 di Kota Malang. Berlangsung...

Pendidikan

Malang Post – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melakukan Pengabdian Masyarakat. Memberikan bantuan 800 paket sembako dan paket kesehatan. Sasarannya, beberapa panti asuhan yang tersebar...

headline

Malang Post – PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) melanjutkan lagi program berbagi. Sasarannya masih warga yang terdampak pandemi Covid. Agar membantu meringankan beban warga. Khususnya...

Kuliner

Malang Post – Kondisipandemi Covid-19 belum usai. Saat ini pemerintah menggeber vaksinasi. Namun, masih ada masyarakat yang enggan vaksin dengan berbagai alasan. Fakta ini ternyata memunculkan...