Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Potensi Gempa dan Tsunami, BMKG Imbau Siapkan Antisipasi

Kepala BMKG Malang, Ma'muri

Malang Post – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Timur, agar mulai membuat antisipasi sedini mungkin untuk masyarakat. Khususnya, bagi daerah yang berada di sekitar perairan pantai selatan. 

Hal itu mengingat adanya potensi gempa bumi bermagnitudo 8,7 dan gelombang tsunami 29 meter di wilayah perairan selatan Pulau Jawa. Antisipasi tersebut seperti pembuatan jalur evakuasi. Khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir. 

Baca Juga ----------------------------

“Antipasi itu berupa pembuatan jalur evakuasi bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai selatan. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi, masyarakat sudah tahu jalur evakuasinya,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, Minggu (6/6/2021).

Harapannya, jika sewaktu-waktu potensi bencana itu benar terjadi, masyarakat sudah ada kesiapan untuk mengevakuasi. Sebelum datang bantuan dari petugas. Selain menyediakan jalur evakuasi, Pemerintah Daerah juga diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait kapan harus evakuasi mandiri apabila terjadi gempa bumi.

“Kalau masih menunggu petugas pasti akan terkendala. Misalnya dari perlengkapan. Belum jika terkendala jaringan. Ba orgi masyarakat pesisir pantai, apabila terjadi gempa bumi agak lama dengan getaran besar, maka segeralah lari ke dataran yang lebih tinggi. Untuk antisipasi terjadinya tsunami,” katanya.

Selain itu, Ma’muri juga mengingatkan apabila masyarakat hendak membangun rumah, maka sebaiknya mengikuti arsitektur rumah lokal jawa jaman dulu. Salah satunya, rumah dengan 4 tiang. Untuk setiap sudut rumah.

“Kalau dulu, rumah jawa kan selalu ada tiang 4 buah di setiap sudut rumah. Nah, jika terjadi gempa bumi maka tiang itu akan saling menguatkan,” imbuh dia.

Struktur bangunan semacam itu, saat ini memang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat. 

“Terbukti rumah yang abruk pada gempa bumi 10 April dan 21 Mei lalu mayoritas rumah yang struktur bangunannya tidak tahan gempa bumi,” tegasnya.

Sementara itu, terkait potensi gempa bermagnitudo 8,7 dan tsunami 29 meter, Ma’muri menjelaskan bahwa hal itu dikarenakan wilayah selatan Jawa merupakan tempat bertemunya Lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Namun begitu, dia menegaskan bahwa hal itu adalah potensi. Artinya, bisa terjadi dan bisa saja tidak terjadi.

“Pertemuan Lempeng itu memanjang dari Barat Pulau Sumatera sampai Selatan Jawa. Pertemuan lempeng ini terjadi karena adanya arus konveksi yang disebabkan oleh Panas Bumi. Potensi ini memang tidak bisa kita pastikan kapan terjadinya.”

“Karena memang sejauh ini belum ada teknologi yang bisa memastikan kapan gempa bumi terjadi dan kekuatan berapa yang akan terjadi. Namun untuk Tsunami yang terjadi karena gempa bumi BMKG dapat menghitung perkiraan kapan Tsunaminya sampai ke Pantai. Tapi itu juga dihitung setelah terjadinya gempa bumi,” jelasnya.

Berkaca dari hal itu, menurut Ma’muri, gempa bumi di wilayah selatan Jawa memang hampir setiap hari terjadi. Meski tidak selalu bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Hal itu juga diakibatkan karena memang ada pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia di wilayah selatan Jawa,” pungkasnya.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post — Brakkk!!!! Mobil Box N 9187 TI, Senin (18/10/2021) pukul 14.45 WIB menabrak teras rumah warga di Jl Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Teras...

News

Malang Post — Dua korban luka parah akibat tabrakan, Minggu (17/10/2021) siang di Jl Raya Wendit Timur Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tabrakan ini melibatkan...

News

Malang Post — Diduga depresi masalah ekonomi, seorang penjual bakso Bareng, mengakhiri hidupnya. Senin (18/10/2021) siang, korban ditemukan tidak bernyawa di belakang gedung Kartini atau...

Malang Raya

Malang Post – Hari ini, Senin (18/10), ada ratusan warga di sejumlah lokasi yang menerima suntikan vaksin. Pertama, vaksinasi di balai RW 02 Kel...

Malang Raya

Malang Post – Tim gabungan penanganan covid-19 di Kota Malang tidak henti-hentinya menggelar operasi yustisi untuk mengingatkan adanya PPKM level II. Minggu, 17 Oktober...

headline

Wujudkan Harapan Warga, Dorong Indonesia Bangkit Malang Post – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meraskan sendiri menginap di home stay Desa...

Malang Raya

Malang Post – Letak geografis dan topografi Desa Oro-oro Ombo yang berada di sebelah selatan lereng Gunung Panderman, menawarkan panorama Kota Batu nan indah...

Pendidikan

Malang Post – Tax Innovation (Tax-i) Competition 2021 merupakan event tingkat nasional terbaru yang diselenggarakan oleh Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM)....