Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Pemkab Malang Tunggu Janji BNPB soal Bantuan Gempa

Salah satu kondisi rumah warga di Desa Wirotaman Kecamatan Ampelgading yang rusak akibat gempa.

Malang Post – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih menunggu kepastian terkait bantuan bagi korban gempa yang telah dijanjikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut sudah dinantikan oleh masyarakat korban gempa. 

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari BNPB. Terkait kapan bantuan perbaikan ratusan rumah yang terdampak gempa itu akan didistribusikan. 

Baca Juga ----------------------------

“Sejauh ini kami masih menunggu bantuan dari BNPB. Karena itu dari pusat semua,” ujar Sanusi.

Saat ini, pendataan terhadap rumah yang rusak akibat gempa juga sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Sanusi menyebutkan, data tersebut juga telah dikirim ke BNPB. Yang dalam hal ini bertindak sebagai leading sector. 

 Bupati Malang, HM Sanusi.

“Data nya sudah terkirim kesana (BNPB), tapi kami masih menunggu juga kapan akan diberikan bantuan itu,” imbuh Sanusi. 

Sementara itu, saat ini Pemkab Malang berharap kesabaran masyarakat korban gempa. Karena pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin agar bantuan bisa diberikan. 

“Sementara masyarakat ya tinggal di Huntara (hunian sementara) itu,” terangnya. 

Lanjut Sanusi, ada sekitar 300 huntara yang telah diajukan untuk segera dibangun. Hal itu telah ia konfirmasikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. 

“Jadi di semua kecamatan yang terdampak sudah didata dan diajukan untuk dibangun huntara, seperti Kecamatan Tirtoyudo, Ampelgading, Dampit, Sumawe,” kata dia. 

Sementara untuk anggarannya, Sanusi mengatakan bahwa leading sektor pembiayaan huntara adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Namun, sistem pembangunan huntara adalah knockdown. 

“Anggarannya sekitar Rp 2,2 juta per huntara. Nah kalau sistemnya itu, jadi jika sudah dibangun rumahnya, akan disimpan oleh BPBD untuk dibuat persiapan jika ada bencana lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah masyarakat menyesalkan proses penyaluran bantuan dari Pemkab Malang yang terkesan lamban. Pasalnya, juga tidak sedikit rumah rusak akibat gempa pada Sabtu 10 April 2021 lalu yang belum diperbaiki.

Sejumlah warga mengaku tidak punya biaya untuk memperbaiki rumahnya yang ambruk akibat gempa. Bahkan, juga ada beberapa mengaku yang kebingungan jika akan memperbaiki rumahnya sendiri.

“Kalau mau kita perbaiki sendiri, takutnya kita nanti dikira mampu. Padahal, jika mau kami perbaiki sendiri, kami juga pinjam uang sana sini,” ujar salah seorang warga Desa Wirotaman Kecamatan Ampelgading. 

Sementara itu, saat ini memang sudah ada beberapa unit huntara yang ditemui. Namun ternyata, huntara tersebut adalah bantuan dari pihak lain di luar Pemkab Malang. Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan menyebut bahwa tidak dipungkiri, jika keberadaan bantuan dari pihak luar sangat membantu proses pemulihan.

“Bantuan dari pihak lain itu sangat membantu. Namun memang kalau bantuan dari anggaran pemerintah, harus ada mekanisme dan prosedur yang dilalui. Kemarin juga sempat ada kendala pada proses verifikasi saat pendataan,” pungkas Bambang.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kemenangan besar diraih tim Arema FC Women. Tak tanggung-tanggung 26-0, pada laga pembuka  turnamen Women Open Sriwijaya FC Championship 2021, Minggu (13/6/2021). Bahkan...

Arema

Malang Post – Jelang 25 hari kick off kompetisi Liga 1-2021/2022, kubu Arema FC justru harus kehilangan satu dari tiga asisten pelatihnya, pekan depan. Padahal head coach anyar tim...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana telah mengklaim. Segera mendaratkan satu pemain bertahan. Dengan label tim nasional. Bahkan Crazy Rich dari Malang...

News

Malang Post – Tabrakan Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 di Jl Ki Ageng Gribig depan toko Kue Lumpur Bakar Kota Malang, menggegerkan warga sekitar. Pikap yang...

Pendidikan

Malang Post – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah meluncurkan Program Kampus Merdeka untuk perguruan tinggi. Mendukung kebijakan tersebut, Universitas Negeri Malang (UM)...

News

Malang Post –  Usai antar istri berangkat kerja, seorang Ketua RT tertabrak KA Matarmaja di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jl  Zaenal Zakse...

News

Malang Post –  Usai tangani orang tertabrak kereta api, Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf, Minggu (13/6/2021) siang, baru saja masuk halaman Polsek, langsung berlari ke...

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang yakin proyek pembangunan tol Malang-Kepanjen dimulai 2022. Apalagi, saat ini, proyek tersebut masih akan dibahas persiapan pembebasan lahannya oleh...