Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Temuan 4 Proyek Miliaran Tanpa Tender, FKB: Itu Bencana Tahun 2020

MENGUNGGAH 1 / 1 – Proyek bencana tahun 2020 yang terjadi di Situbondo. (foto Zainulah).jpeg DETIL LAMPIRAN Proyek bencana tahun 2020 yang terjadi di Situbondo. (foto: zainulah)

AMEG- Temuan Komisi III DPRD Situbondo atas dugaan 4 proyek bencana bernilai miliaran rupiah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mendapat tanggapan keras dari wakil rakyat. 

Muhammad Badri, anggota dewan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menilai itu kegiatan yang salah, jika dikaitkan dengan keadaan darurat bencana.

Baca Juga ----------------------------

Ia mempertanyakan, darurat bencana apa yang telah terjadi di Situbondo tahun 2021 ini. Sehingga Dinas PUPR berani melaksanakan sistem kontrak cost plus fee, yang hanya mengacu pada Peraturan LPJK.

“Padahal bencana yang terjadi itu tahun 2020 lalu, Sehingga Bupati bisa membuat keputusan keadaan darurat. Tapi ini kan tak jelas dasarnya,” ungkap Badri, panggilan akrabnya.

Badri menilai kegiatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan yang salah. Sebab dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penanggulangan Bencana, tidak mengatur seperti itu. 

“Mestinya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) melakukan kegiatan bencana langsung. Yakni 1, 2 atau 3 hari setelah kejadian bencana.

Tetapi ini yang dikerjakan di 4 titik, sudah rusak sejak Tahun 2020 lalu dan awal 2021. Itu artinya, sudah satu bulan lebih kejadiannya,” paparnya.

Lebih rinci dijelaskan, kegiatan perbaikan talang SAL II Bantal Desa Parante. “Setelah saya cek papan kegiatan, keterangannya tidak lengkap. Yakni, tidak ada tanggal mulainya serta berakhirnya pelaksanaan pekerjaan.” ungkapnya. 

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Situbondo, Hariyadi Tedjo Laksono, mengaku belum ada pengajuan pencairan uang muka atas kegiatan 4 proyek bencana bernilai miliaran rupiah tersebut. 

Artinya, kegiatan tersebut dikerjakan menggunakan uang pribadi kontraktor pelaksana. “Belum ada pengajuan pencairan dalam kegiatan itu,” kata Hariyadi singkat. (ir)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Nasional

AMEG – DPRD Situbondo, menemukan 4 kegiatan paket proyek yang diduga menyalahi prosedur pelaksanaan. Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD yang membidangi infrastruktur...

News

AMEG- Keterlambatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2021 di semua Desa di Situbondo, bukanlah kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tetapi ranah...

News

AMEG- Manager Pusat Perbelanjaan Karya Darma Sentosa (KDS), Andi Irawan buka suara terkait perubahan rekayasa arus lalulintas dua arah di Situbondo.  Tokonya kini menjadi...

News

AMEG – Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Situbondo, Sruwi, selaku pengguna anggaran membantah keras bahwa rehabilitasi sejumlah fasilitas di pendopo bupati dipecah untuk...

News

AMEG – Grand Opening Korpri Mart yang bekerjasama dengan KSU Bakti Praja dan Bank Jatim, tak dihadiri Bupati Situbondo, Karna Suswandi. Padahal digagas Aparatur...

News

AMEG – Forum Lalu Lintas Kabupaten Situbondo dengan dipimpin KBO Satlantas, Iptu Teguh Santoso, melakukan survei di sejumlah titik lokasi perubahan jalur satu arah...

News

Penulis : Syamsuri, Zainullah AMEG – Pembongkaran enam titik taman segitiga di pertigaan Kota Situbondo, tanpa melalui mekanisme penghapusan aset. Kuat dugaan pembongkaran taman...

News

Penulis : Syamsuri, Zainullah AMEG – Rencana perubahan rekayasa arus lalu lintas di ruas jalan Kota Situbondo mulai menuai polemik. Sebab,kebijakan arus lalu lintas...