Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

PT KAI Silahkan Pemkab Manfaatkan Lahan Eks Lokalisasi Girun

ALIH FUNGSI: Deputi Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Maryanto, saat secara simbolis menertibkan bangunan di eks lokalisasi Girun.

AMEG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbolehkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, untuk memanfaatkan lahan eks lokalisasi Girun. Yang terletak di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Terlebih setelah puluhan bangunan yang ada di lahan tersebut, sudah dibongkar pada Sabtu (8/5/2021). 

Hal itu disampaikan Deputi Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Maryanto. Karena lahan seluas 2.600 m² tersebut, aset milik PT KAI. Yang selama ini didirikan bangunan liar dan dimanfaatkan untuk bisnis esek-esek.

Baca Juga ----------------------------

“Silahkan kalau Pemda ingin memanfaatkan. Tentu butuh komunikasi intens ya. Kan lahan disini menjadi aset aktiva tetap PT. KAI. Jika ingin dimanfaatkan, perlu diurus segala urusan administrasinya,” ujar Maryanto, Sabtu (8/5/2021) pagi.

Artinya, PT KAI mensupport Pemkab Malang, untuk dapat memanfaatkan lahan tersebut. Sementara PT KAI lebih kepada faislitator lahan. 

“Sementara ini, belum ada pengajuan. Tentu akan ada komunikasi lebih lanjut. Namun untuk pengembangan dari kami (PT KAI) sendiri, masih belum. Jadi sebenarnya lebih kepada kebutuhan Pemda, karena yang tahu kebutuhannya kan Pemda juga. Mau dimanfaatkan seperti apa oleh Pemda. Yang penting tidak keluar dari aturan yang ada,” tegas Maryanto. 

Sebelumnya lahan tersebut sudah lama dikenal sebagai lokalisasi Girun. Keberadaannya sebagai bisnis esek-esek pun, sempat meresahkan sejumlah pihak.

Pada 2017 lalu, lokalisasi tersebut resmi ditutup dan dilarang beroperasi. Namun kenyataanya, praktik bisnis esek-esek masih berlangsung secara terselubung. 

Hingga akhirnya, PT KAI mengambil langkah untuk menertibkan 23 bangunan, yang berdiri di atas lahan tersebut. Yang didahului pengiriman tiga kali surat peringatan, kepada pemilik bangunan. 

Pembongkaran didasarkan pada Perda Kabupaten Malang Nomor 11 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Keputusan Bupati Malang Nomor 2 tahun 2004 tentang Larangan Penyelenggaraan Perjudian dan Lokalisasi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang dan Instruksi Bupati Malang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Larangan Beroperasi Bagi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post — Brakkk!!!! Mobil Box N 9187 TI, Senin (18/10/2021) pukul 14.45 WIB menabrak teras rumah warga di Jl Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Teras...

News

Malang Post — Dua korban luka parah akibat tabrakan, Minggu (17/10/2021) siang di Jl Raya Wendit Timur Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tabrakan ini melibatkan...

News

Malang Post — Diduga depresi masalah ekonomi, seorang penjual bakso Bareng, mengakhiri hidupnya. Senin (18/10/2021) siang, korban ditemukan tidak bernyawa di belakang gedung Kartini atau...

Malang Raya

Malang Post – Hari ini, Senin (18/10), ada ratusan warga di sejumlah lokasi yang menerima suntikan vaksin. Pertama, vaksinasi di balai RW 02 Kel...

Malang Raya

Malang Post – Tim gabungan penanganan covid-19 di Kota Malang tidak henti-hentinya menggelar operasi yustisi untuk mengingatkan adanya PPKM level II. Minggu, 17 Oktober...

headline

Wujudkan Harapan Warga, Dorong Indonesia Bangkit Malang Post – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meraskan sendiri menginap di home stay Desa...

Malang Raya

Malang Post – Letak geografis dan topografi Desa Oro-oro Ombo yang berada di sebelah selatan lereng Gunung Panderman, menawarkan panorama Kota Batu nan indah...

Pendidikan

Malang Post – Tax Innovation (Tax-i) Competition 2021 merupakan event tingkat nasional terbaru yang diselenggarakan oleh Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM)....