Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Anggarkan Rp 800 Juta untuk Sertifikasi 184 Aset

Punjul Santoso wakil walikota Batu

AMEG – Pemkot Batu memiliki aset 765 bidang. Sayangnya dari aset sebanyak itu, hanya 118 aset yang sudah bersertifikasi. 647 aset lainnya masih belum.

Aset yang belum bersertifikat itu diantaranya, yayasan, pondok pesantren, sekolah dan panti asuhan. Termasuk sejumlah masjid juga belum bersertifikat. Selain itu, ada juga aset tanah bawah jalan yang belum bisa dinilai. Lantaran masih memerlukan kajian peta jalan dari DPUPR Kota Batu. Meliputi 463 bidang tanah bawah jalan dan 184 bidang tanah. 

Baca Juga ----------------------------

Dari kekurangan 647 aset yang belum bersertifikasi, kini ada 184 aset yang tengah proses sertifikasi di BPN Kota Batu. Pemkot Batu menyiapkan anggaran Rp 700- Rp 800 juta, untuk proses sertifikasi. 

Terkait kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menghimbau seluruh camat, membantu lurah dan kepala desa. Untuk menginventarisir aset dan melaporkan ke Pemkot Batu. 

“Hingga saat ini sudah ada 110 bidang tanah yang telah dipatok. 20 bidang lainnya sedang diurus administrasinya,” ujar Punjul kepada ameg.id, Jumat (7/5/2021). 

Dia menjelaskan, salah satu hambatan yang membuat sertifikasi lahan ini menjadi memakan waktu lama, karena dimiliki warga luar kota. Lantaran untuk mendapatkan sertifikasi, perlu memperoleh tanda tangan dari pemilik lahan sekitar. 

Dia mengungkapkan, dalam kepengurusan sertifikasi ini, pihaknya sangat serius agar bisa cepat selesai. Oleh karena itu, Pemkot Batu sebagai pihak eksekutif dan Ketua DPRD Kota Batu, sudah bertemu dengan pihak BPN Kota Batu. 

Dari pertemuan itu, ditemukan jika pembuatan sertifikasi aset, tak harus menunggu semuanya terkumpul. Namun berapapun jumlahnya, bisa langsung diajukan untuk disertifikasi. 

“Contohnya jika ada delapan aset, bisa diajukan untuk diurus terlebih dahulu. Sehingga bisa dilakukan secara bertahap. Karena jika harus menunggu terkumpul semuanya terlalu memakan waktu lama,” jelas dia. 

Disisi lain dalam kepengurusan sertifikasi aset, BPN telah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk melaksanakan program sertifikasi ini. Yang juga bagian dari prioritas program yang digulirkan Presiden RI, Joko Widodo.

“Sertifikasi aset ini juga salah satu upaya untuk mendapatkan peningkatan penghasilan asli daerah (PAD). Selain itu juga berfungsi untuk memperjelas pembiayaan pajaknya,” tandas dia. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Kematian akibat Covid belakangan ini meningkat. Ternyata, tidak hanya meninggalkan cerita pilu. Bisa dilihat dari tingginya angka kematian berbanding lurus dengan pesanan...

Malang Raya

Malang Post – Pemandangan berbeda nampak di kawasan Alun-alun Kota Batu. Selama PPKM Darurat, hingga kini menjadi Level 4. Kawasan tersebut dilakukan sterilisasi. Sehingga sepi...

headline

Malang Post– Tiga warga di Kota Batu menerima ancaman pembunuhan. Ketiganya resmi melapor ke kepolisian Polres Batu, Rabu (21/7/2021).  Ketiganya selama ini berprofesi sebagai...

Malang Raya

Malang Post – Profesi dan masyarakat di kelurahan terdampak PPKM Darurat mulai mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot Batu. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp...

headline

Malang Post – Proses vaksinasi di Kota Batu terus digencarkan. Antusiasme masyarakat ikut vaksinasi makin bergelora. Berbeda saat awal vaksinasi dulu. Banyak masyarakat yang menolak....

headline

Malang Post —  Seorang petugas keamanan berinisial W, diamankan Satreskrim Polres Batu. Pasalnya ketahuan merusak portal penyekatan jalan tikus di perbatasan Kelurahan Dadaprejo dengan...

Malang Raya

Malang Post – Selama proses pembangunan Pasar Induk Kota Batu, pedagang akan direlokasi. Arealnya di sekitaran Stadion Brantas Kota Batu. Agar arus lalu lintas lancar,...

Malang Raya

Malang Post – Ini menjadi contoh buruk bagi seluruh masyatakat. Karena sudah sangat jelas, sepanjang penerapan PPKM Darurat, dilarang mengumpulkan banyak massa.  Namun ketentuan...