Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Jumlah Evakuasi Binatang Meningkat Saat Pandemi

PEKERJAAN: Petugas PPK Satpol PP Kabupaten Malang saat evakuasi binatang.

AMEG – Selain bertugas memadamkan si Jago Merah, satuan pemadam kebakaran ternyata menangani keadaan darurat lainnya. Salah satunya, evakuasi binatang. Apalagi jika keberadaan binatang atau satwa tersebut, mengancam keselamatan masyarakat. 

Hal itu dialami Bidang Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang. Bahkan dari catatannya, selama 2021 ini atau saat pandemi, jumlah evakuasi binatang lebih sering dilakukan ketimbang kebakaran. 

Baca Juga ----------------------------

“Mulai Januari hingga April ada 34 kali. Sedangkan evakuasi kebakaran lebih sedikit, yakni hanya 13 kali,” ungkap Kepala Bidang PPK Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Rabu (28/4/2021) siang.
Rincian 34 evakuasi binatang itu, ular 16 evakuasi, lebah 14 evakuasi, dua anak kucing dan seekor biawak yang berhasil di evakuasi.

Jumlah itu, kata dia, meningkat dibandingkan periode yang sama di 2020. 

“Tahun lalu evakuasi binatang hanya 15 kali. Tapi evakuasi kebakarannya 26 kali. Tahun ini jumlahnya terbalik. Kalau evakuasi hewan itu kita lakukan berdasarkan permintaan dari masyarakat,” imbuh Goly.

Dari pantauannya, saat ini tingkat pengetahuan terhadap fungsi Damkar semakin meningkat. Baik terhadap evakuasi peristiwa kebakaran, maupun binatang. Hal itu juga dipengaruhi meningkatnya permintaan dari masyarakat untuk evakuasi binatang.

“Dulunya kami hanya melatih anggota kami untuk memadam kebakaran. Karena memang tugas kami. Tapi seiring meningkatnya pemohonan bantuan evakuasi hewan, akhirnya kita juga melatih anggota kami,” terang Goly.

Namun begitu, Goly menjelaskan, saat ini pihaknya masih memiliki keterbatasan pada ketersediaan alat dan fasilitas untuk evakuasi binatang. Seperti Tripod, perahu karet, genset, alat pemotong besi, dan alat penghancur dinding.

“Harapan kami, seiring semakin meningkatnya permintaan pertolongan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Malang bisa memberikan kami fasilitas mobil resque tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Permendagri nomor 16 tahun 2020,” pungkasnya.(avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

  Malang Post – Menghadapi ular kobra tanpa keahlian khusus sangat berbahaya. Terbukti, dua warga Mergosono tersembur cairan berbisa kobra Jawa saat berusaha membunuh ular...

Malang Raya

Malang Post – Rusaknya infrastruktur jalan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang banyak dikeluhkan masyarakat. Baik wisatawan, maupun warga sekitar. Pasalnya, akses jalan tersebut...

Malang Raya

Malang Post – Upaya menekan penyebaran Covid-19 masih terus dilakukan. Selain melalui pengetatan protokol kesehatan, upaya tersebut juga dilaukan dengan terus melakukan vaksinasi. Tujuannya,...

Malang Raya

Malang Post – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,2 Triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021. Jumlah...

Malang Raya

Malang Post – Pembangunan jembatan Srigonco di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang terus dimatangkan finishingnya. Agar dapat segera dimanfaatkan. Jembatan ini, merupakan akses yang dibangun untuk mempermudah...

Malang Raya

Malang Post – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menilai keberadaan warung-warung di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) menutupi panorama pantai. Sehingga mengganggu pemandangan...

Malang Raya

Malang Post – Pelaksanaan program vaksibasi massal yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mendapat respon positif masyarakat. Ini dilihat dari banyaknya warga yang datang...

Socialnet

Malang Post – Lembaga Studi CISSReC menyebutkan sebanyak 8.797.669 data kependudukan warga Indonesia bocor di situs web para hacker. Mirisnya, data yang paling banyak...