Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Warga Kota Malang Tunggak BPJS Rp1 Triliun

AMEG – Selama pandemi Covid-19 atau sepanjang tahun 2020, Pemerintah Kota Malang mencatat jumlah tunggakan iuran BPJS Kesehatan warga Kota Malang  mencapai Rp1 triliun. Sedangkan klaim pembayaran dari sejumlah layanan kesehatan di Kota Malang pada tahun itu sebesar Rp1,3 triliun. 

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyebutkan, besaran tunggakan iuran BPJS Kesehatan Malang, menjadi bukti kesadaran masyarakat untuk membayar  kewajiban sangat rendah. Dari total Rp1,3 triliun klaim pembayaran hanya terkumpul Rp300 miliar.

Meski demikian, tingkat keikutsertaan warga Kota Malang dalam BPJS Kesehatan ini cukup besar. Telah memenuhi standar dari Universal Health Coverage (UHC) yaitu dengan capaian sebesar 95,32 persen.

Kondisi tersebut, menurut sutiaji, yang harus ditingkatkan adalah tingkat kepatuhan membayar premi iuran agar tunggakanya tidak terlalu besar.

“Kepesertaan di Kota Malang ini sudah mencapai 95,32 persen jadi kami sudah UHC. Sedangkan untuk kesadaran membayar iuran BPJS harus diperbanyak literasinya. Jadi yang harus kami kuatkan yaitu dengan dokter-dokter keluarga di kelurahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Mu’arif mengatakan, alternatif penyelesaian tunggakan warganya kepada BPJS adalah dengan mengalihkan kepesertaannya ke kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Yang disubsidi oleh pemerintah. Sebab, biaya yang ditanggung oleh Pemkot Malang, yaitu administrasi pengalihan dari peserta mandiri ke PBI.

“Jadi yang maksimal menunggak selama enam bulan dan nunggak pindah kepesertaannya dari Mandiri ke PBI yang dibiayai pemerintah. Kewajiban Pemkot Malang membayar biaya pengalihannya. Maksimal tunggakan dibayar itu selama dua tahun. Semisal menunggak selama lima tahun. Yang wajib dibayar itu dua tahun,” bebernya.

Kepala BPJS Kesehatan Malang, Dina Diana Permata mengatakan, Pemkot Malang harus memfasilitasi biaya pengalihan dari peserta mandiri ke PBI agar status kepesertaan warga tertunggak tetap aktif. Peserta penunggakan yang tercatat selama periode 2020 tersebut berasal dari peserta mandiri yang sebagian besar di kelas III.

“Upaya yang kami lakukan diantaranya, mengalihkan kepesertaannya agar tetap berlanjut dengan dibiayai oleh pemerintah daerah. Jadi jumlah peserta mandiri di Kota Malang itu banyaknya hampir 50 persen. Jika nanti mereka semisal ketika dirawat tidak puas karena turun kelas, maka terlebih dahulu harus melunasi tunggakannya,” kata Dina. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Miris, beberapa jam jelang hari fitri, sampah di TPS (tempat pembuangan sampah) Borobudur justru menumpuk, hingga tak sedap […]

Malang Raya

AMEG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kota Batu yang ditujukan untuk memberi layanan kesehatan berkualitas tanpa khawatir biaya, bisa […]

Malang Raya

AMEG – Beberapa hari lagi umat muslim merayakan Idul Fitri. Meski di tengah pandemi, sejumlah pengurus masjid tetap menyiapkan diri […]

Malang Raya

AMEG – Sebagai salah satu perusahaan pelayanan publik, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, dituntut  selalu […]

headline

AMEG – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menegaskan, kegiatan open house atau halal bihalal di lingkungan masyarakat umum, tidak […]

headline

AMEG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama TNI/Polri dan instansi terkait, menggelar apel kesiapan Operasi Ketupat Semeru, yang akan dimulai […]

Malang Raya

AMEG – Pemerintah Kota Malang menggelar Pasar Murah Ramadhan 2021 pada Jumat (7/5/2021) dan Sabtu (8/5/2021). Bertempat di Halaman Stadion Gajayana Malang. Tujuannya untuk […]

headline

AMEG – Larangan mudik berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021, sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Hal itu diungkapkan […]

Malang Raya

AMEG – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang, merosot tajam dalam momen Ramadan tahun 2021 ini. Hal tersebut tampak dari […]

Malang Raya

AMEG – Minggu (2/5/2021) pagi, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko,  meresmikan Gedung Rumah Prestasi Yayasan Al – Kahfi […]

%d bloggers like this: