Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Bupati Belum Terima Laporan Si Jaka

Bupati Malang, HM. Sanusi.

AMEG – Pengadaan Sistem Informasi Jaga dan Kawal Dana Desa (Si Jaka) masih terus menjadi perbincangan. Namun saat dikonfirmasi, Bupati Malang, HM. Sanusi mengaku belum mendapatkan laporan tentang pengadaan aplikasi tersebut, dari dinas terkait. Yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang. 

‘’Saya belum menerima dan belum ada laporan ke saya,’’ ujar Sanusi singkat belum lama ini. 

Baca Juga ----------------------------

Meskipun begitu, Kepala DPMD Kabupaten Malang, Suwadji mengaku, pihaknya sudah melaporkan pengadaan aplikasi Si Jaka ini ke Bupati Malang. 

‘’Saya sudah melaporkan ke Pak Bupati tentang pengadaan aplikasi si Jaka ini. Informasi awalnya kan program Si Jaka ini bekerja sama dengan Kejaksaan untuk pengawasan penggunaan DD,’’ ujar Suwadji di Pendopo Agung Kabupaten Malang. 

Suwadji menjelaskan, aplikasi ini dimaksudkan untuk melakukan pengawasan pengelolaan dana desa (DD). Tujuannya, agar pemerintah desa (Pemdes) dapat terhindar dari permasalahan hukum akibat penyalahgunaan pemanfaatan DD. 

‘’Dengan aplikasi ini (Si Jaka) pengelolaan dana desa itu, mulai perencanaan dan pelaksanaannya sudah kelihatan. Akan di dampingi oleh Kejaksaan, DPMD hanya mensosialisasikan saja,’’ jelasnya.

Untuk itu, lanjut Suwadji, dirinya meminta ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Malang selaku pengacara negara, untuk menerbitkan legal opinion (LO) atau pendapat hukum tentang program aplikasi Si Jaka tersebut.

“Karena keterbatasan dari aspek regulasi, maka saya bersurat ke Kajari untuk meminta LO. Dalam LO itu disebutkan, pada dasarnya memang keperluannya ya perlu. Karena desa diwajibkan untuk melakukan transparansi penggunaan anggaran,’’ tukasnya.

Sebagai informasi, pengadaan aplikasi Si Jaka tersebut mendapat sorotan berbagai pihak, lantaran dalam pelaksanaannya, pihak desa diwajibkan untuk menanggung biaya pengadaan program aplikasi Si Jaka. Masing-masing desa si haruskan setor uang sebesar Rp9,5 juta oleh CV Citra Adi Perdana sebagai pemenang tender.

Terlebih untuk mengawasi penggunaan DD yang juga tercantum pada APBDes, saat ini sudah ada sistem keuangan desa (Siskeudes). Sehingga, pengadaan aplikasi si Jaka ini dinilai boros anggaran. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Puluhan warga lanjut usia (lansia) Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang menjalani vaksinasi. Babinsa Pandanwangi, Pelda Slamet Wahyudi mengabarkan, perangkat kelurahan...

headline

Malang Post — Besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 di Jawa Timur sudah didok oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (30/11/2021) kemarin. Penetapan UMK...

News

Malang Post — Hujan deras Rabu (1/12/2021) pukul 14.15 WIB menyebabkan kali Sukun meluber di sekitaran SMKN 1 Malang dan wilayah RT 01/RW 06 Bandungrejosari,...

Pendidikan

Malang Post – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) melalui Program Pasca Sarjana (PPS) bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Lekture Khasanah Keagamaan...

News

Malang Post – Warga pencari ikan di sungai Metro, semalaman sejak Selasa (30/11/2021) tidak kunjung pulang, membuat keluarganya cemas. Kuatir terjadi musibah, informasi ini...

News

Malang Post — Musibah menimpa siswi SMP, Rabu (1/12/2021) pukul 11.24 WIB di Jl Raya Ledoksari Tumpang, Kabupaten Malang. Tersenggol truk, korban yang masih berseragam sekolah...

Wisata

Malang Post — Ascent Premiere Hotel Malang terus memberikan inovasi terbaiknya. Sebelumnya menghadirkan restoran baru bernama Napa Eatery and Bar yang mengusung konsep masakan Asian...

News

Malang Post – Anggota Kodim 0833/Kota Malang sejak pagi berkumpul di lapangan tembak Yonkav 3/Andhaka Cakti. Lapangan ini terletak di Randu Agung Kecamatan Singosari...