Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Si Jaka Bernilai Rp 3 M, Kejari Malang Siapkan Legal Opinion

Kepala Kejari Kepanjen Kabupaten Malang, Edi Handoyo.

AMEG-Keputusan penggunaan sistem informasi jaga dan kawal dana desa (si Jaka) dikembalikan ke pihak Pemerintah Desa (Pemdes) masing-masing. Kabar soal si Jaka sendiri belum lama ini ramai diperbincangkan sejumlah orang.

Sebab beberapa orang menilai bahwa aplikasi tersebut kurang memiliki dasar aturan hukum yang jelas. Ditambah lagi, untuk pengadministrasian alokasi dana desa (DD) yang juga tercantum di dalam APBDes, saat juga sudah ada sistem keuangan desa (Siskeudes).

Baca Juga ----------------------------

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen Kabupaten Malang, Edi Handoyo menyebut bahwa dalam hal ini pihaknya memang telah diminta untuk menerbitkan legal opinion (LO).

“Kami hanya diminta untuk menerbitkan legal opinion (LO) terkait program aplikasi Si Jaka itu,” ucap Edi, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Edi, aplikasi si Jaka sebenarnya dapat memudahkan perangkat desa dalam melakukan alokasi DD. Akan tetapi pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pihak Pemdes membayar biaya yang telah ditentukan oleh pemenang tender pengadaan program aplikasi Si Jaka tersebut.

“Karena ada Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) apakah aplikasi itu (Si Jaka) tersambung dengan instansi terkait apa tidak. Itu kewenangan desa. Kalau memang desa memerlukan, ya monggo, desa yang berhak menentukan. Aplikasi Si Jaka itu kontrol yang baik, tapi kembali ke manusianya,” imbuhnya.

Sebab, lanjut Edi, aplikasi Si Jaka nantinya disebut akan langsung terkoneksi dengan instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga Inspektorat.

“Kalau masalah aplikasi, kami tidak tahu. Kalau dibutuhkan, ya silakan saja. Tapi kalau tidak, ya tidak ada masalah. Cuma pilihan saja itu sebenarnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembuatan Si Jaka menuai sorotan. Pasalnya, aplikasi yang rencananya dibuat untuk mengawal dana desa itu dinilai boros anggaran. Sebab, tiap desa dibebani biaya Rp 9,5 juta oleh CV Citra Adi Perdana pengembang.

Dan jika diakumulasi dengan jumlah desa di Kabupaten Malang yang sebanyak 378 desa, maka biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan aplikasi tersebut mencapai sekitar Rp 3 Miliar lebih.

Padahal, sebelumnya Kabupaten Malang juga telah memiliki aplikasi bernama Siskeudes (Sistem Keuangan Desa). Sebagai pengawasan penggunaan dana desa untuk meminimalisasi adanya penyelewengan penggunaan anggaran.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) membuat aplikasi peta digital. Istimewanya dirancang khusus bagi penyandamg tunanetra. Diberei nama: UBblindmap.Sesuai namanya. UBblindmap merupakan aplikasi...

Nasional

Malang Post – Aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yakni aplikasi telah digunakan oleh 39,88 juta pengguna.Aplikasi PeduliLindungi ini...

Pendidikan

Malang Post – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen Kemenag RI) Prof Dr H Nizar Ali MAg resmi melaunching sistem aplikasi digital tata kelola...

Pendidikan

Malang Post – Jamur tiram, komodi pertanian yang digemari masyarakat. Lanytaran mempunyai kandungan nutrisi tinggi, antioksidan dan zat yang dapat menurunkan kolesterol.Jamur ini dapat diolah menjadi...

Malang Raya

Malang Post – Berbagai cara dilakukan pengelola restoran, kafe maupun stakeholder platform digital. Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan di dunia kuliner, di tengah keterbatasan masa...

Malang Raya

Malang-Post – Mia Tri Susanti (36), karyawan The Nine House Alfresco korban penganiayaan, Jumat (18/6/2021) dini hari menjalani visum di Rumah Sakit Saiful Anwar...

Pendidikan

Malang Post – Fakultas Ilmu Komputer UB melalui bagian kemahasiswaan menciptakan Portal Informasi Layanan Kemahasiswaan (Porski). Laman ini berbasis web yang diintegrasikan dengan fitur google form.Ide...

Malang Raya

AMEG – Sebanyak 1204 warga binaan Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang, Jawa Timur, mendapatkan remisi di hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.Penyerahan remisi oleh...