Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Data Palsu dan Tak Ada Izin Istri, Pasangan di Batu Terancam Batal Nikah

AMEG – Calon pengantin di Kota Batu terancam batal menikah, lantaran pengantin pria sudah beristri, dan pada pengajuan nikah di Pengadilan Agama, ia tak mengantongi izin dari isteri. Berkas-berkas yang diajukan ternyata juga palsu.

Pengantin pria, warga Bumiaji, mengaku masih perjaka, padahal sudah beristri. Atas kejadian itu, Seksi Perdata Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Batu mengajukan permohonan pembatalan, didasarkan pada Surat Kuasa Khusus dari Kepala Kejaksaan Negeri Batu Nomor: SK- 797 / M.5.44 /Gs / 04 /2021 tanggal 14 April 2021.

Baca Juga ----------------------------

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto, menjelaskan, pengajuan permohonan itu merupakan tugas Seksi Datun dalam rangka penegakan hukum dan menjaga wibawa pemerintah. Dalam pengajuan pembatalan pernikahan ini, pemohon adalah pihak kejaksaan, bukan pihak masyarakat.

“Pengajuan ini mengacu pada UU No 16 tahun 2019 perubahan UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang menyebutkan, salah satu yang berwenang untuk melakukan pembatalan perkawinan adalah Kejaksaan,” beber Supriyanto kepada Ameg.id, Rabu (21/4/21).

Menurutnya, menikah lagi tidak dilarang, sepanjang persyaratan-persyaratan bisa dipenuhi. Salah satunya persetujuan dari istri pertama.

“Seharusnya dalam status ditulis dia sudah menikah. Tapi di Pengadilan Agama ia mengaku masih berstatus jejaka,” katanya.

Supriyanto juga mengatakan, mulanya Kejari Batu melaksanakan penuntutan terhadap seorang terdakwa yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Kelas IA Malang Nomor: 413/Pid.B/2020/Pn.Mlg pada 30 September 2020. Terdakwa divonis bersalah melanggar Pasal 279 ayat (1) KUHP. Kasus itu adalah limpahan dari Polres Batu.

Setelah ada putusan tetap di Pengadilan Negeri Kelas IA Malang, Kejari Batu melanjutkan permohonan ke Pengadilan Agama Kelas IA Malang.

Permohonan pembatalan perkawinan itu terdaftar dengan Nomor Perkara: 0988/Pdt.G/2021/PA.Mlg tanggal 21 April 2021. Berdasar penetapan, jadwal sidang pertama dilaksanakan pada Selasa, 4 Mei 2021.

Supriyanto juga menyebutkan, perkara seperti ini baru pertama kali ia tangani selama menjabat sebagai Kajari Batu. Ia berpesan, jika ingin menikah lagi silahkan, tapi jangan memalsukan data, karena berdampak hukum.(ar)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Arema

Malang Post – Singo Edan Kodew,cukup mendapatkan hasil imbang pada laga terakhir babak penyisihan Grup B Women Open Sriwijaya FC Championship 2021. Rabu (16/6/2021) pukul...

Arema

Malang Post – Siapa satu pemain dari sektor penjaga gawang Arema FC, yang harus dilego ke klub lainnya, baik tim-tim Liga 1 maupun Liga 2,...

Arema

Malang Post – Dua pemain Arema FC, yang baru saja membela Timnas Indonesia, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli, tak juga kunjung bergabung latihan. Keduanya...

News

Malang Post – PT CKS membantah adanya kekerasan, pembatasan, tekanan dan paksaan terhadap para calon PMI. Selasa (15/6/2021) siang, bersama Law Firm Gunadi Handoko &...

News

Malang Post – Tiga calon TKW yang kabur dari PT CKS Bumiayu, direncanakan akan dipindah rawat inap di RSU Dr Saiful Anwar Malang. Senin (14/6/2021)...

headline

  Malang Post – Menghadapi ular kobra tanpa keahlian khusus sangat berbahaya. Terbukti, dua warga Mergosono tersembur cairan berbisa kobra Jawa saat berusaha membunuh ular...

Wisata

Malang Post – Pelaku jasa usaha pariwisata terus didorong Pemkot Malang untuk mendapatkan sertifikasi halal. Ini sebagai upaya menggenjot sektor unggulan supaya kembali bangkit...