Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Gratifikasi Kab Malang: Pagi Ini, Agenda Penyampaian Duplik

DUPLIK: Penasihat hukum terdakwa Rendra Kresna maupun Eryk Armando Talla akan menyampaikan duplik dalam sidang Selasa (20/04/2021) pagi ini.

AMEG—  Sidang kasus gratifikasi di Kab Malang kembali digelar Selasa (20/4/2021) pagi ini, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya. Agendanya, penyampaian duplik atau tanggapan dari penasihat hukum terdakwa atas replik JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK.

Baik duplik dari penasihat hukum terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) maupun dari penasihat hukum terdakwa Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby).

Sidang kasus gratifikasi ini mulai digelar pada Kamis (17/12/2020) lalu, dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari tim JPU KPK untuk terdakwa Rendra Kresna maupun Eryk Armando Talla. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Tumpal Sagala SH MH.

Sidang berikutnya, rencananya digelar Kamis (7/1/2021), tapi ditunda karena Ketua Majelis Hakim Tumpal Sagala sakit. Sidang kemudian digelar pada Selasa (19/01/2021), dengan susunan majelis hakim yang sedikit berbeda. Ketua Majelis Hakim Tumpal Sagala SH MH digantikan oleh Dr Johanis Hehamony SH MH yang semula menjadi hakim anggota di kasus yang sama.

Agenda sidang pada Selasa (19/01/2021) tersebut adalah menghadirkan empat saksi dari JPU. Yaitu Mashud Yunasa (Direktur PT JePe Press Media Utama-Group Jawa Pos, pemenang lelang di Dinas Pendidikan Kab Malang 2012), Chris Harijanto (Komisaris Utama PT Intan Pariwara-Direktur PT Intan Pariwara 2002-2016), Suhardjito (Direktur PT Dharma Utama) dan Tukimin.

Berikutnya sidang kembali digelar satu minggu berikutnya pada Selasa (26/01/2021). Agendanya masih tetap menghadirkan saksi dari JPU KPK. Kali ini dihadirkan lima saksi, yaitu Khusnul Farid (Ketua Panitia Lelang Kab Malang 2010), Suwandi (Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang 2007-2012), Edi Suhartono (Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang 2012-2013), Udianto (Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidkan Kab Malang) dan Dharmawan Tri Sambodo (Staf Bagian PDE).

Sidang kasus gratifikasi tersebut dilanjutkan pada Selasa (02/02/2021), dengan menghadirkan enam saksi. Henry MB Tanjung (Kabag LPSE-Lembaga Pengadaan Secara Elektronik-Kab Malang), Ubaidilah (pengusaha pemenang lelang di Dinas Pendidikan Kab Malang tahun 2013), Budiono (ajudan Rendra Kresna saat menjabat Bupati Malang), Sudarso (pengusaha), Heru Supriambodo (Sekretaris Dinas Koperasi Kab malang) dan Andinata Elyanda (adik terdakwa Eryk Armando Talla).

Untuk sidang berikutnya, pada Selasa (09/02/2021), JPU menghadirkan delapan saksi. Rinciannya, dua saksi bersama untuk terdakwa Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla, yaitu Pungki Satria Wibowo (teman Eryk Armando Talla) dan Nurhidayat Prima (PT Araya Bumi Megah). Sedangkan dua saksi khusus untuk Rendra Kresna, yaitu Romdhoni (Kepala Dinas PU Bina Marga Kab Malang) dan Heri Sujadi (Kabid Fasilitas Jalan Dinas PU Bina Marga Kab Malang, bawahan Romdhoni).

Berikutnya adalah empat saksi khusus untuk terdakwa Eryk Armando Talla, yaitu Andik Dwi Putranto (Dirut CV Adi Kersa), Zaini Ilyas (CV Sawunggaling), Khoiriyah (CV Kartika Fajar Utama). Ketiganya merupakan pemilik perusahaan yang bendera perusahaannya dipinjam Eryk Armando Talla untuk mengikuti lelang. Terakhir, saksi Bagus Tri Sakti, produsen buku dan alat peraga.

Sidang kemudian dilanjutkan pada Selasa (16/02/2021). Agendanya masih menghadirkan saksi dari tim JPU KPK. Kali ini dihadirkan dua saksi dari enam saksi yang direncanakan. Yaitu, Abdul Kholik (mantan Ketua PP Kab Malang) untuk dua terdakwa, Rendra dan Eryk. Serta saksi Ali Murtopo (terpidana kasus suap, pemenang lelang di Dinas Pendidikan Kab Malang 2011) untuk terdakwa Eryk Armando Talla.

Sidang memasuki agenda menghadirkan ahli pada Selasa (23/02/2021). Kali ini pihak terdakwa Eryk Armando Talla dan penasihat hukumnya, Iki Dulagin SH MH dan Meka Dedendra SH menghadirkan Wakil Ketua LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) Susilaningtias SH MH sebagai ahli.
Setelah menghadirkan total 25 saksi dan satu ahli, berikutnya sidang digelar pada Selasa (02/03/2021) sore. Agendanya, terdakwa Eryk Armando Talla dan Rendra Kresna memberikan keterangan sebagai saksi, maupun sebagai terdakwa. Rendra Kresna yang biasanya mengikuti persidangan secara online dari Lapas Porong Sidoarjo, kali ini dihadirkan di Pengadilan Tipikor, Surabaya. Sedangkan Eryk Armando Talla tetap mengikuti sidang secara online dari Rutan KPK, Jakarta.

Sidang berikutnya, Selasa (16/03/2021) adalah pembacaan tuntutan JPU KPK.
Terdakwa Rendra Kresna, Bupati Malang periode 2010-2015 dan periode 2016-2021 dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Rendra Kresna juga diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp 6.075.000.000 subsider pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.
 Terdakwa Eryk Armando Talla, yang merupakan orang kepercayaan Rendra Kresna, dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 265 juta subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa Eryk juga diharuskan membayar uang pengganti (UP) sejumlah Rp 895.000.000 subsider pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Sidang kemudian memasuki agenda pembelaan atau pledoi dari pihak terdakwa Rendra Kresna maupun Eryk Armando Talla pada Selasa (30/03/2021). Pihak Rendra Kresna menyampaikan pembelaan lewat penasihat hukumnya, Haris Fajar Kustaryo SH. Sedangkan Eryk Armando Talla selain menyampaikan pledoi lewat penasihat hukumnya Iki Dulagin SH MH dan Meka Dedendra SH, juga menyampaikan pledoi yang ditulisnya sendiri. JPU KPK kemudian menyampaikan replik atas pembelaan terdakwa pada sidang Selasa (06/04/2021). (yan)   

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Malang Raya

AMEG –  Mulai Sabtu (15/5/2021) besok, tempat wisata di Kabupaten Malang diizinkan beroperasi. Hal itu ditegaskan Kapolres Malang AKBP Hendri […]

Malang Raya

2AMEG-PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya menertibkan puluhan bangunan yang berdiri di eks lokalisasi Girun, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. […]

Malang Raya

AMEG – Puluhan bangunan di eks lokalisasi Girun Desa Gondanglegi Wetan, akhirnya dibongkar Sabtu (8/5/2021) pagi. Penertiban tersebut dilakukan tim […]

Malang Raya

AMEG – Pandemi Covid-19 sudah mewarnai dua Lebaran. Silaturahmi yang sudah menjadi kultur, bahkan ajaran agama, terpaksa harus disesuaikan dengan […]

Malang Raya

AMEG – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Malang jelang Idul Fitri 1442 H dipastikan aman, meski berdasar catatan Dinas Perindustrian […]

Malang Raya

AMEG – Sebanyak 100 pekerja angkutan umum bus, meliputi kondektur dan sopir dari sejumlah perusahaan otobus (PO) di wilayah Kabupaten […]

Malang Raya

AMEG – Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2021 ini, masih belum dinaikan. Hal tersebut dikarenakan saat ini dalam kondisi pandemi […]

Malang Raya

AMEG – Bus umum boleh beroperasi pada masa larangan mudik, 6-17 Mei 2021. Tapi ada syaratnya. Ini disampaikan Kabid Angkutan […]

Malang Raya

AMEG-Pelarangan mudik, dimulai besok, Kamis 6 Mei 2021. Polres Malang telah mendirikan lima titik cek poin. Kanit Dikyasa Polres Malang, […]

Malang Raya

AMEG – Jelang Senin (3/5/2021) petang, kabar seorang bidan di Kalipare dianiaya dan dibakar mulai merebak dari ponsel ke ponsel. […]

%d bloggers like this: