Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Pendirian Tenda Huntara Kekurangan Dana

SEDERHANA: Kondisi hunian sementara (huntara) yang didirikan dari tenda terpal dengan kayu dan bambu sebagai penyangga di Dusun Krajan Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

AMEG – Pendirian tenda darurat untuk hunian sementara (huntara), bagi korban gempa di Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang masih menemui kendala. Yakni kurangnya material dan minimnya personel. 

Meskipun hanya digunakan untuk sementara, nyatanya pendirian huntara ini tidak boleh dilakukan asal-asalan. Huntara ini diproyeksikan untuk dapat bertahan digunakan hingga tujuh bulan ke depan. Karena belum dapat dipastikan, bantuan dari pemerintah kapan akan didistribusikan.

Baca Juga ----------------------------

Saat ini, sudah ada dua unit huntara dari tenda yang didirikan di desa tersebut. Konstruksinya sangat sederhana. Hanya dari terpal yang disangga dengan kayu atau bambu. Hanya butuh sekitar Rp 500 ribu per unit untuk kayu dan paku. Satu unit huntara bisa digunakan hingga 3 keluarga.

‘’Makanya baru dibangun dua unit. Karena masih kurang logistik kayu untuk tiang penyangga. Kalau terpal sudah ada bantuan. Satu unit huntara, butuh sekitar 4 terpal atau tenda. Jadi sekarang untuk kebutuhan kayu dan paku, kira-kira per unitnya masih memerlukan Rp 500 ribu. Itu yang kami tidak ada,’’ ujar Pengendali Posko Relawan Dusun Krajan Desa Majangtengah Keamatan Dampit, Suliyono. 

Sedangkan untuk personelnya, saat ini sejumlah relawan yang sempat ditugaskan di posko relawan Dusun Krajan Desa Majangtengah, juga ada yang sudah ditarik mundur. 

‘’Karena memang ada tugas dan kewajiban yang harus dituntaskan. Baik dari TNI atau relawan lain yang juga punya pekerjaan,’’ imbuh Suliyono, Senin (19/4/2021) siang. 

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat yang turut menjadi korban gempa, bisa bersabar. Hal itu juga mengingat wilayah di Kabupaten Malang yang terdampak gempa juga tersebar. 

Sedangkan di Dusun Krajan Desa Majangtengah sendiri, setidaknya ada 453 bangunan rumah yang rusak. Dengan rincian 250 rumah rusak ringan, 115 rusak sedang dan 62 rusak berat. 

‘’Yang kami prioritaskan, yang rusak ringan dan sedang. Karena kabarnya (rumah) yang rusak berat akan dapat bantuan. Hingga hari kelima pasca gempa, itu targetnya memang yang rusak berat. Termasuk 14 rumah yang berisiko dan akhirnya harus dirobohkan,’’ pungkasnya.

Hingga saat ini, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, wilayah terdampak gempa di Kabupaten Malang tersebar di 32 kecamatan. 

Rincian kerusakannya yakni 8.360 unit rumah, 222 unit bangunan sekolah, 23 unit fasilitas kesehatan (faskes), 210 rumah ibadah dan 45 unit fasilitas umum (fasum) lain. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Koramil 0833/ 02 Kedungkandang bersama Muspika menggelar operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan covid-19. Ini juga sekaligus melaksanakan PPKM level 2...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berupaya terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai imunitas terhadap penyakit dan virus....

Malang Raya

Malang Post — Berbagai macam cara dilakukan Pemkot Batu untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada lansia. Terbaru Pemkot Batu bersama Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park...

Malang Raya

Malang Post — Semakin melandainya angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19, membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful...

Malang Raya

Malang Post — Target pendapatan daerah Kota Batu mengalami penurunan sebesar Rp 99,8 miliar. Penurunan target tersebut terungkap saat pembahasan perubahan APBD 2021. Dengan begitu...

ShowBiz

Malang Post — Grup band rock asal Malang, d’Kross, akan berkolaborasi dengan pedangdut terkenal, Clara Gopa (Duo Semangka).  Ini menjawab rasa penasaran para d’Krosser (fans...

headline

Malang Post — Bianglala di Alun-alun Kota Batu mulai berputar kembali, Jumat (22/10/2021) tepat pukul 13.00 WIB. Setelah mati suri selama tiga bulan karena penerapan...

Malang Raya

Malang Post — Tepat pada Jumat (22/10/2021) adalah Hari Santri Nasional. Pandemi Covid-19 belum usai, tapi peran santri di Indonesia sangat besar untuk memajukan Indonesia....