Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Gairahkan Belajar Daring Lewat Ruang Kolaborasi

AMEG – Pembelajaran daring masih akan terus diterapkan, di daerah yang masuk zona merah dan zona kuning.

Di sisi lain, bertubi-tubi tantangan belajar daring atau PJJ dimasa pandemi Covid 19. Mulai dari kendala gawai, keterbatasan kuota, jaringan, masalah ekonomi, beban tugas yang menumpuk, aplikasi online yang tidak familier dan kejenuhan.

Baca Juga ----------------------------

Beginilah gagasan inovasi MTsN 6, melalui ruang kolaborasi gairahkan belajar daring, untuk mengurai masalah pembelajaran daring dengan prinsip terbuka, mudah diakses dan gampang.

Manejemen madrasah memberikan kesempatan terbuka kepada guru, pengawas, orang tua siswa dan siswa, untuk mengurai kendala belajar daring. Melalui layanan belajar yang disebut Ruang Kolaborasi.

“Ruang kolaborasi guru, adalah suatu kreatifitas Dr. Sutirjo, M.Pd bersama timnya, dalam proses pembelajaran siswa di tengah pandemi Covid 19. Voice note, WAG adalah tools yang firendly dengan siswa dan guru. Mudah sekali diaplikasikan oleh siapa pun. Inilah model kreasi guru yang membumi dan tidak muluk-muluk. Semoga kreatifitas seperti ini bisa dicontoh. Terutama pada madrasah yang berada di wilayah 3T dan sulit mengkases jaringan internet,” tutur Dr. Muhammad Zain, Direktur GTK Kemenag RI, dalam mengapresiasi inovasi MTsN 6 tersebut.

Sementara itu, Kepala MTsN 6 Malang, Sutirjo menjelaskan, melihat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih belum selesai. Tantangan dan kompleksitas masalah belajar daring, harus dilihat sebagai peluang dinamis. Yang fokus pada solusi dan kearifan lokal.

“Beragam aplikasi daring sudah dicoba dan dipraktikan, hingga pilihan akhir menggunakan whatsapp group. Disinergikan dengan google drive yang disebut dengan Ruang Kolaborasi,” katanya.

Semua kegiatan, katanya, dilakukan dengan 3M. Yaitu murah, meriah dan menginspirasi. Teknisnya, bahan ajar, RPP, feedback, tugas, presensi kehadiran, galeri siswa, laporan dan rencana gagasan inovasi, semua diunggah di ruang kolaborasi. Rumah besar yang bernama ruang kolaborasi menjadi koneksi terbuka ‘rumah belajar bersama’ dan bisa diakses bersama.

Orang tua siswa yang membutuhkan presensi, ketuntasan tugas dan foto-foto siswa selama belajar, tinggal klik di ruang kolaborasi.

Selain itu, orang tua siswa juga bisa melakukan diskusi interaktif bersama guru dengan masuk kelas virtual orang tua. Dimana kepala sekolah yang akan melakukan supervisi sesuai jadwal tinggal petik RPP Patas (satu kali tatap muka tuntas) yang sudah diunggah guru di sub ruang  RPP Patas. 

Hal ini justru merupakan realisasi patuh prokes. Yaitu jaga jarak, hindari kerumunan serta tetap sehat selama belajar daring. “Masukan atau umpan balik dari siswa dan orang tua, tinggal masuk di feedback. Pesannya adalah semua menjadi ruang terbuka bersama, milik bersama dan saling sinergi kolaborasi,” tegasnya. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Pendidikan

Malang Post – Makanan dalam bentuk sosis sudah dikenal masyarakat. Umumnya berbahan daging sapi atau ayam. Inovasi dilakukan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Terutama olahan kandungannya....

Pendidikan

Malang Post – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) aktif membangun kerja sama bilateral Indonesia dengan negara lain. Salah satunya melalui aspek bahasa. Bahasa Indonesia untuk Penutur...

headline

Malang Post – Hari ini, Selasa (27/7/2021) tepat empat tahun pengabdian Prof Dr Abdul Haris sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Malang (UIN Maliki). Beliau pun...

headline

Malang Post – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar webinar Metodologi Rekonstruksi Pengkajian Islam. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri berkewajiban melalukan pengembangan...

Pendidikan

Malang Post – Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Masyarakat dapat berkomunikasi dan bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Salah satu media yang digunakan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi adalah media sosial. Hampir semua orang tidak bisa terlepas dari penggunaan media sosial. Bahkan di dalam dunia pendidikan, media social menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mencari sumber literasi. Namun, kemudahan akses yang diberikan media...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) bersemangat melahirkan inovasi bagi masyarakat. Kali ini diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta. Tim...

News

Malang Post – Masker saat ini bukan sekedarnya. Namun menjadi keharusan di setiap aktivitas. Sejak pandemi Covid-19 terjadi. Lantaran berfungsi mencegah penyebaran virus. Namun, penggunaan...