Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Pemkab Malang Bangun Rumah Sementara Bagi Warga Terdampak Gempa

Bupati Malang, HM. Sanusi saat meninjau salah satu lokasi terdampak gempa, Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo

AMEG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan segera membangun rumah bagi para korban bencana gempa yang terjadi Sabtu (10/4/2021). Sifatnya, hunian sementara (huntara) atau rumah sementara.

Harapannya, segera bisa ditempati warga yang mengungsi. Sehingga, masyarakat tidak perlu berlama-lama menempati tenda pengungsian.

Baca Juga ----------------------------

“Sekarang pak Sekda sedang merancang rumah sementara itu. Tapi layak huni. Cuma bukan rumah gedong. Jadi rumah klenengan yang bisa digunakan,” ucap Bupati Malang HM Sanusi, saat meninjau penampungan di Desa Jogomulyan, Tirtoyudo. 

Abah Sanusi, panggilan Bupati Malang menjelaskan. Rumah sementara tersebut nantinya berukuran 6 x 8 meter. Di dalamnya tersedia kamar mandi dan juga dapur. 

Itu dilakukan mengingat kondisi sulitnya untuk mencari rumah sewa. Diperkirakan pembangunan rumah sementara ini, akan dimulai Rabu (14/4/2021).

“Rumah itu hanya sementara. Karena untuk mencari rumah sewa cukup sulit. Rumah sementara itu mulai dikerjakan. Insha Allah 10 hari sudah selesai,” imbuh Abah Sanusi.

Anggarannya diambilkan dari plafon anggaran belanja tidak terduga (BTT). Karena menurutnya, dari perhitungan yang dilakukan, masih cukup untuk membangun rumah sementara. 

“Pembangunan rumah sementara itu dari anggaran BTT. Tapi, jika tidak cukup, bantuan dari BNPB. Jadi rumah yang rusak berat akan dibantu Rp 50 juta. Jika dihitung, itu cukup untuk membangun rumah sementara,” jelasnya. 

Menurut Sanusi, pembangunan rumah sementara ini juga sesuai dengan harapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo. 

Pasalnya, jika terlalu lama menempati tenda pengungsian, dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Jadi untuk daerah yang sulit cari kontrakan rumah akan segera dibangunkan rumah sementara. Intinya itu rumah layak huni, karena sudah rumah standar nasional. Kalau masyarakat tidak merubah ya tidak apa-apa ditempati seterusnya,” tukasnya. 

Untuk diketahui, Kecamatan Tirtoyudo menjadi salah satu wilayah terparah yang terdampak gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR) tersebut. Dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 1.271 jiwa. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kecamatan Kepanjen mendapat respon positif. Bisa dilihat Minggu (25/7/2021). Sejak pukul 08.00, sudah dipadati warga. Vaksinasi ini digagas...

Malang Raya

Malang Post – Situasi pandemi, sudah selayaknya saling peduli. Memberikan bantuan bagi yang membutuhkan. Termasuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Inilah yang dilakukan...

Malang Raya

Malang Post – ASN Kota Malang melalui Baznas sedekah membantu warga yang isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar covid. Pemkot Malang melalui Baznas menyalurkan bantuan 1250...

Malang Raya

Malang Post – Penularan covid-19 kian hari kian bertambah. Banyak daerah yang dulunya termasuk wilayah hijau, kini berubah menjadi merah bahkan hitam. Warga yang isoman...

headline

Malang Post – Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur ICU di Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Malang sudah penuh. Hal tersebut menyusul...

headline

Malang Post – Pemkab Malang siap kompak untuk menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se Jawa-Bali. Maka PPKM Darurat akan dilakukan di Malang Raya....

Malang Raya

Malang Post – Bupati Malang, HM Sanusi merombak formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang. Pengukuhan dan pelantikan digelar di Pendopo Agung Kabupaten...