Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Dinilai Simpang Siur, Walikota Malang Jelaskan SE Jualan Takjil

AMEG – Surat Edaran (SE) Walikota Malang Nomor 14 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1422 Hijriyah Tahun 2021 dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, ternyata menimbulkan miss persepsi.

SE mengatur: pelaku usaha dan masyarakat yang melaksanakan kegiatan jualan takjil dan/atau takjil gratis dilarang dilakukan di badan jalan, masih banyak disalah artikan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Walikota Malang menjelaskan melalui akun YouTube Sam Sutiaji yang berjudul: Jualan Takjil Selama Ramadhan Boleh. Penjual Tenang Pembeli Senang. Pengguna Jalan Melenggang.

Sam Aji, kembali menegaskan. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak melarang aktivitas jualan atau pasar takjil. Asalkan tidak mengganggu arus lalu lintas dan pengguna jalan. 

“Sekali lagi saya sampaikan. SE yang kami berikan ini rambu-rambu. Saya tidak melarang berjualan di tepi jalan. Karena jualan itu cari pembeli. Tapi yang tidak boleh itu berjualan di bahu jalan,” ungkapnya dalam video.

Lantaran menganggu arus lalu lintas. Hingga berdampak pada kemacetan total. 

“Kalau berjualan di bahu jalan, bisa menyebabkan keruwetan lalu lintas. Meski saya yakin pengguna jalan menyadari. Tapi jangan sampai berlebihan dan membuat saudara kita pengguna jalan ini terganggu,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahu jalan adalah bagian tepi jalan. Fungsinya sebagai tempat untuk kendaraan yang mengalami kerusakan lalu berhenti atau digunakan kendaraan dalam kondisi darurat.

SE tersebut juga salah satu upaya meminimalisir kemacetan di kawasan yang kerap dijadikan lokasi pasar takjil. Sutiaji juga menceritakan pengalamannya berkaitan dengan ketertiban lalu lintas selama adanya Pasar Takjil. 

“Saya pernah punya pengalaman. Saat harus mengisi kultum buka puasa. Dalam perjalanan, estimasi setengah hingga tiga per empat jam. Tapi ternyata macet total, karena banyak penjual itu tidak ditata secara rapi,” ungkapnya.

Sehingga pihaknya mengajak seluruh masyarakat  Bhumi Arema, supaya bersinergi menjaga ketertiban dan keamanan di masa pandemi. Sehingga aktivitas yang juga masuk dalam percepatan pemulihan ekonomi ini dapat dikuatkan.

“Kami menyadari bahwa saat ini penguatan ekonomi pelan-pelan harus kita kuatkan. Tapi tetap saya mohon protokol Covid-19 jangan pernah lalai,” pesan Sutiaji. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Warga Jl Simpang Grajakan Blok V Kelurahan Pandanwangi RT 15 RW 02 Kecamatan Blimbing Kota Malang, Selasa (18/5/2021) […]

Malang Raya

AMEG – Perajin sekaligus pedang ketupat mulai menjajakan dagangannya di hampir setiap pasar yang ada di Kota Malang. Salah satu […]

headline

AMEG – Setelah sebelumnya ada sebanyak 18 orang warga di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang terpapar Covid-19. […]

Malang Raya

AMEG – Hari terakhir masa penyekatan larangan mudik, Senin (17/5/21), kondisi di pos penyekatan Exit Tol Madyopuro terpantau sepi. Perwira […]

Malang Raya

AMEG – Sebanyak 1204 warga binaan Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang, Jawa Timur, mendapatkan remisi di hari raya Idul Fitri […]

Malang Raya

AMEG – Di luar dugaan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Jami’ Kota Malang, Kamis (13/5/21), disambut antusiasme tinggi umat […]

Malang Raya

AMEG – Sehari setelah lebaran, pengamanan di sejumlah Posko Operasi Ketupat Semeru dan Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 1422 H Th. […]

headline

AMEG – Miris, beberapa jam jelang hari fitri, sampah di TPS (tempat pembuangan sampah) Borobudur justru menumpuk, hingga tak sedap […]

Malang Raya

AMEG – Tradisi Prepekan dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Di Pasar Besar Kota Malang, Selasa (11/5/21) siang tadi, sejumlah […]

Ekobis

AMEG – Dua hari lagi Idul Fitri. Harga-harga kebutuhan, termasuk daging ayam, merangkak naik. Di Pasar Besar Kota Malang, Selasa […]

%d bloggers like this: