Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kriminal

Sidang Kasus Gratifikasi di Kab Malang, JPU Jawab Tiga Poin Pembelaan Terdakwa Eryk

TIGA POIN: Tim JPU KPK membacakan jawaban (replik) atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla, Selasa (6/4/2021) lalu. Intinya, ada tiga poin yang dijawab.( Foto: Aziz Tri P/DI’S WAY MALANG POST )

AMEG – Pada intinya ada tiga poin penting yang disorot JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK dalam menyampaikan replik atau jawaban atas pembelaan (pledoi) penasihat hukum terdakwa Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby). Hal itu yang dibacakan tim JPU KPK, Arif Suhermanto, Handry Sulistiawan dan Ihsan secara bergantian dalam sidang Selasa (6/4/2021) lalu.

Poin pertama menyangkut tuntutan JPU yang dinilai penasihat hukum terdakwa Eryk Armando Talla telah disusun secara tidak cermat, tidak jelas dan tudak lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan. Maka sesuai dengan ketentuan Pasal 143 KUHAP, tuntutan JPU ini, menurut penasihat hukum terdakwa Eryk Armando Talla, haruslah dinyatakan batal demi hukum.

Baca Juga ----------------------------

Kemudian poin kedua adalah unsur pegawai negeri atau penyelenggara negara yang tidak terbukti untuk terdakwa Eryk Armando Talla. Maka secara hukum, tuntutan JPU atas ketentuan pasal ini juga tidak terbukti pula. Berdasarkan fakta persidangan, secara jelas jika terdakwa Eryk Armando Talla bukanlah seorang pegawai negeri dan bukan penyelenggara negara. Maka tuntutan JPU terhadap terdakwa tidak terbukti.

Sedangkan poin ketiga yang dijawab JPU adalah tuntutan pokok untuk terdakwa Eryk Armando Talla yang sama dengan tuntutan yang diberikan kepada pelaku utama, terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby). Padahal porsi kedua terdakwa tersebut adalah berbeda.

Untuk menjawab tiga poin pembelaan dari penasihat hukum terdakwa Eryk Armando Talla, tim JPU KPK menyampaikan replik sejumlah 8 halaman yang dibacakan secara bergantian oleh Arif Suhermanto,  Handry Sulistiawan dan Ihsan. Ketiganya hadir di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya. Sedangkan terdakwa Eryk Armando Talla mengikuti jalannya sidang secara online dari Rutan KPK, Jakarta.

Misalnya, untuk poin ketiga, JPU KPK memberikan tanggapan bahwa penasihat hukum terdakwa Eryk Armando Talla seharusnya tidak membandingkan tuntutan yang hanya parsial saja. Tapi juga harus melihat bahwa Rendra Kresna sedang menjalani hukuman selama 6 tahun dengan pasal yang sama dengan yang didakwakan kepada terdakwa, sebagaimana dalam dakwaan kumulatif kedua yang pertama.

“Dalam perkara aquo, Rendra Kresna dikenakan dakwaan tunggal. Sedangkan terdakwa Eryk Armando Talla dikenakan dua dakwaan secara kumulatif. Berdasarkan hal tersebut, maka tuntutan yang diberikan adalah tepat dan proporsional. Oleh karenanya kami tetap pada surat tuntutan yang telah kami bacakan pada tanggal 16 Maret 2021,” kata Arif membacakan replik JPU.

Selanjutnya dikatakan JPU, bahwa sangat disayangkan tim penasihat hukum membuat pembelaan yang tidak sama dengan pembelaan yang disampaikan oleh terdakwa Eryk Armando Talla. Padahal pembelaan terdakwa sendiri meminta Majelis Hakim untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya dan terdakwa mengakui kesalahannya. Sementara penasihat hukum menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana tuntutan dan meminta agar terdakwa bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum.

“Jika apa yang diminta oleh penasihat hukum merupakan representasi dari terdakwa Eryk Armando Talla, maka dapat menyebabkan status justice collaborator yang sudah diberikan kepada terdakwa dapat dianulir, karena tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 4 tahun 2011, yang di antaranya menyebutkan terdakwa mengakui semua perbuatannya,” lanjut Arif.

Seperti diketahui, dalam sidang Selasa (16/3/2021) lalu, JPU KPK sudah membacakan tuntutan untuk dua terdakwa kasus gratifikasi di Kab Malang. Terdakwa Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla  dituntut hukuman pidana masing-masing 4 tahun penjara. 

Terdakwa Eryk Armando Talla, orang kepercayaan Rendra Kresna, selain dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara, juga dituntut denda Rp 265 juta subsider 6 bulan kurungan. Juga diharuskan membayar uang pengganti (UP) sejumlah Rp 895.000.000 subsider pidana penjara 1 tahun 6 bulan.

Sedangkan terdakwa Rendra Kresna, selain tuntutan pidana 4 tahun penjara juga dituntut denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 6.075.000.000 subsider pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Dua minggu berikutnya, Selasa (30/3/2021), sidang memasuki pembacaan pembelaan atau pledoi dari dua terdakwa, Eryk Armando Talla dan Rendra Kresna. Pihak Rendra Kresna membacakan pembelaan di sidang yang berlangsung pagi hari, dan pihak Eryk Armando Talla membacakan pembelaan pada sidang yang digelar siang hari.

Saat giliran pihak Eryk Armando Talla, sebelum penasihat hukum Eryk membacakan nota pembelaan secara bergantian, terdakwa Eryk memohon waktu pada Ketua Majelis Hakim agar diperkenankan untuk membacakan pledoi yang ditulisnya sendiri.

“Tapi apa yang saya tulis dan bacakan ini merupakan satu kesatuan dengan pembelaan yang nanti dibacakan oleh penasihat hukum saya,” kata Eryk saat itu secara online dari Rutan KPK, Jakarta. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Gotong royong warga membenahi jalan longsor di Sumbermanjing Wetan, Kamis (5/8/2021) siang sampai sore. Longsor tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerugian materiil. ...

headline

Malang Post – Koarmada II TNI Angkatan Laut (AL) menggandeng Pemkot Malang menggelar Serbuan Vaksinasi. Bertempat di Stadion Gajayana. Mulai 7 – 8 Agustus 2021....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang masih punya tanggungan soal aset. Dari ribuan aset yang dimiliki, hanya ratusan yang sudah bersertifikat. Data yang dihimpun reporter City...

headline

Malang Post – Perumahan tanpa nama ada di Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu. Satpol PP pun menyegel lantaran tak punya izin. Kamis (5/8/2021)...

Malang Raya

Malang Post – PPKM berlevel berdampak pada sektor ekonomi. Khususnya bagi pengusaha maupun wirausaha. Namun, situasi ini tidak begitu mempengaruhi penjualan jamur milik Ismail, warga...

Pendidikan

Malang Post – Kemendikbud-RI bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendekatkan dunia pendidikan dan industri. Menggelar program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) bidang pertanian dan peternakan....

Malang Raya

Malang Post – Partai Demokrat (PD) Malang Raya (Kabupaten/Kota Malang-Batu) menggerakkan kadernya untuk menekan penyebaran virus corona. Ini patut diapresiasi. Lantaran membantu Pemerintah dalam upaya...

News

Malang Post – Korban Agung diketahui ber-KTP warga Dusun Kasin RT 12/RW 03, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Kamis (5/8/2021) sore ditemukan tewas di...