Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Pengadaan Aplikasi si Jaka Dinilai Boros Anggaran

Ketua AKD Kabupaten Malang, Hasan Bashori.

AMEG – Pengadaan program aplikasi Jaga dan Kawal Dana Desa (Si Jaka) disoroti oleh sejumlah pihak. Pasalnya, besar anggaran yang diajukan oleh pihak pengembang, dinilai kurang masuk akal. Dimana, setiap desa diminta untuk membayar biaya sebesar Rp 9.500.000.

Terlebih, jika diakumulasi dengan jumlah desa di Kabupaten Malang yang mencapai 378 desa, maka biaya yang dibutuhkan adalah Rp 3 Miliar lebih. Ditambah lagi, sejumlah pihak menyebut bahwa pengadaan aplikasi si Jaka ini, dinilai kurang memiliki dasar hukum.

Baca Juga ----------------------------

“Saya rasa itu kurang ada dasarnya. Kenapa bisa tiba-tiba ada pengadaan aplikasi seperti itu. Itu dasarnya apa tolong ditunjukan. Itu nilai juga besar. Apalagi jika diakumulasi dengan jumlah desa di Kabupaten Malang,” ujar Sekretaris Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Ngebruk, M Huda Prastoto. 

Dirinya mengaku, dari koordinasi yang ia lakukan, pihak Pemdes ragu untuk bisa berkontribusi terkait pengadaan aplikasi tersebut. Alasannya, karena dinilai kurang memiliki dasar aturan yang jelas, mereka khawatir kontribusi yang mereka berikan malah berpotensi menjadi penyalagunaan wewenang dalam penggunaan anggaran. 

“Ya jelas ragu dan khawatir. Untuk pengadaan dengan jumlah sekian juta, kalau tidak ada dasar aturan yang jelas, ya khawatir jika disebut sebagai penyalahgunaan anggaran. Dasarnya apa kita mengeluarkan biaya untuk aplikasi tersebut,” imbuh pria yang akrab disapa Huda ini. 

Dari informasi yang dihimpun, pengadaan aplikasi ini dilakukan oleh CV Citra Adi Perdana. Dalam surat yang dikeluarkan oleh CV. Citra Adi Perdana bernomor 042/CAP-BIMTEK/IV/2021, terdapat susunan rundown bimbingan teknis bagi Kepala Desa se Kabupaten Malang. 

Di dalam surat tersebut juga terlampir terkait upaya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa, planning, budgeting dan monitoring melalui aplikasi si Jaka. 

Bahkan, hal itu juga dinilai terburu-buru. Sebab, saat ini sudah ada aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes) yang juga memiliki fungsi sama dengan gambaran umum aplikasi si Jaka

“Penggunaan Siskeudes saja saat ini masih belum maksimal. Bagaimana mau bikin aplikasi lagi,” tegas Huda. 

Sebagai informasi, di dalam surat tersebut juga terlampir sejumlah anggaran biaya pengadaan. Seperti biaya Bimtek, yang mewajibkan desa harus membayar sebesar Rp 4.500.000, seminar kit Rp 200.000, Alat pelindung diri (APD) Rp 100.000, biaya akomodasi untuk Kepala Desa dan 1 orang perangkatnya Rp 1.000.000, infrastrukstur teknologi informasi sebesar Rp 2.700.000. Totalnya Rp 9.500.000

“Iya itu yang membuat ragu. Harus dianggarkan dari mana. Dan dasarnya apa?,” pungkas Huda.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

News

Malang Post – Warga pencari ikan di sungai Metro, semalaman sejak Selasa (30/11/2021) tidak kunjung pulang, membuat keluarganya cemas. Kuatir terjadi musibah, informasi ini...

News

Malang Post — Musibah menimpa siswi SMP, Rabu (1/12/2021) pukul 11.24 WIB di Jl Raya Ledoksari Tumpang, Kabupaten Malang. Tersenggol truk, korban yang masih berseragam sekolah...

Pendidikan

Malang Post – SMPN 1 Kromengan mencanangkan sekolah siaga kependudukan. Misinya mengajak siswa tetap belajar dan tidak menikah di usia dini karena rawan konflik...

Malang Raya

Malang Post – Camat Donomulyo—Mumuk Hadi Martono, minta Pembina Pramuka inovatif dan kreatif agar ekstrakurikuler Pramuka disukai peserta didik. Sehingga tertanam karakter dengan nilai-nilai...

Olahraga

Malang Post  – Dari gelaran 32 besar Liga 3 Jawatimur yang digelar di stadion Joko Samudro Gresik sore tadi. Tim asal Kabupaten Malang dibawah...

Malang Raya

Malang Post — Ketua PCNU Kabupaten Malang, Dr Umar Usman, Kamis (25/11/2021) siang bersama rombongan mengunjungi Polres Malang. Silaturahmi ini, disambut langsung Kapolres Malang AKBP...

Malang Raya

Malang Post — Bermimpi menjadi duta pariwisata sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), Dimas Setyadi Putra berhasil menjadi Wakil II dalam ajang pemilihan Joko Roro Kabupaten...

Malang Raya

Malang Post – Satuan Lalu Lintas Polres Malang, Senin (22/11/2021) siang, menyosialiasikan Safety Riding For Humanity di Gedung Sanika Satyawada Mapolres Malang. Sosialisasi ini diharapkan...