Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

BBPOM Sosialisasi Obat Tradisional Aman di Malang

ARAHKAN: Anggota Komisi IX DPR-RI, Ali Ahmad menjelaskan pengawasan obat dan makanan.( Foto: GIMAN/DI’S WAY MALANG POST)

AMEG – Masyarakat harus jeli dengan penggunaan obat tradisional. Pemerintah melalui Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Minuman (BB POM) juga melakukan sosialisasi. Ini menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI, Ali Ahmad. Lantaran beberapa waktu terakhir, muncul kerawanan peredaran dan penggunaan obat tanpa ijin atau ilegal.

Terlebih di tengah pandemi covid, Gus Ali sapaannya, menyebutkan banyak beredar obat tradisional. Menawarkan memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh. Ia mengimbau masyarakat agar paham peran BB POM dalam produk obat. 

Baca Juga ----------------------------

“BB POM ini wewenangnya memberi ijin, mengawasi dan menindak. Jadi ada penyidikan, pengawasan dan penindakan. Jika satu jenis obat dianggap merugikan masyarakat, maka BB POM bisa melakukan tindakan kepada produsennya,” ujar Gus Ali. 

“Alhamdulillah saat ini (BB POM) masih belum menemukan. Tapi alangkah baiknya jika terus disosialisasikan. Artinya, perlu dilakukan pendekatan dengan memberi pemahaman secara menyeluruh,” imbuhnya saat sosialisasi di Kabupaten Malang, Kamis (8/4/21). 

Sosialisasi ini bertujuan, memberi pemahaman kepada masyarakat, apa yang boleh dan tidak boleh untuk obat dan makanan. Apalagi saat ini sejumlah orang mencoba-coba meramu obat. Maka sosialisasi akan terus dilakukan, dimulai dari daerah. 

“BB POM, pihak yang paling bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat. Agar dapat memilih obat tradisional yang aman untuk digunakan. Saat ini di Kabupaten atau Malang Raya BB POM masih belum ada temuan. Tapi kalau lingkup provinsi (Jawa Timur) mungkin ada. Tapi kami belum ke arah sana,” terangnya. 

Wilayah Jawa Timur, sosialisasi ini perlu dilakukan. Lantaran kulturnya, banyak kemungkinan masyarakat meramu obat tradisionalnya sendiri. Ini yang menjadi perhatian BB POM.  “Makanya ini dilakukan di Jawa Timur. Mungkin memang saat ini kebanyakan (masyarakat) masih menggunakan jahe, kunyit dan sebagainya, Sesuai caranya masing-masing. Nah dengan sosialisasi dari BB POM, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat. Terkait sampai mana batasannya yang boleh dan tidak boleh,” pungkas Gus Ali.(jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post —-  Balita korban kekerasan telah menjalani perawatan empat hari di ruang Inap Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Kondisi...

News

Malang Post – Para orang tua harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Jangan sampai peristiwa penyiksaan terhadap anak dibawah umur terulang kembali. Seperti yang...

Malang Raya

Malang Post —  Berbagai terobosan dilakukan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Batu untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakatnya. Terbaru, Kecamatan Batu meresmikan gedung Kafetaria...

News

Malang Post —  Para sahabat Fitri dan Agung, kaget dan tidak menyangka tragedi Senin (25/10/2021). Para sahabat ini mengenal pasangan Fitri – Agung sebagai...

News

Malang Post –Seputaran Jl Suropati RT03/RW03 Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (25/10/2021) jelang petang, mendadak gempar. Seorang perempuan tergeletak tidak bernyawa dan...

Malang Raya

Malang Post —  Tokoh masyarakat (Tomas) Kabupaten Malang  mendukung langkah Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang merespons keluhan masyarakat...

Pendidikan

Malang Post —  Kabar membanggakan datang dari Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua tim Mekatronic UMM berhasil memborong berbagai juara dalam perhelatan Kontes...

Pendidikan

Malang Post — Universitas Negeri Malang (UM) kembali mendapatkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) kategori Informatif, Selasa 26 Oktober 2021. Kegiatan ini diselenggarakan daring...