Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sidang Kasus Gratifikasi di Kab Malang, Replik JPU Dinilai Tak Menjawab Pledoi Rendra

TIGA POIN: Tim JPU KPK membacakan jawaban (replik) atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla, Selasa (6/4/2021) lalu. Intinya, ada tiga poin yang dijawab.( Foto: Aziz Tri P/DI’S WAY MALANG POST )

AMEG – Penasihat hukum terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby), Haris Fajar Kustaryo SH menegaskan, replik atau jawaban JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK atas pembelaan terdakwa, pada intinya dinilai tidak menjawab pembelaan atau pledoi terdakwa Rendra Kresna.

“Sama sekali tidak menjawab. Satu, tentang perlakuan yang tidak sama. Pak Rendra untuk dua hal, yaitu suap dan gratifikasi dipisah. Disidangkan secara sendiri-sendiri. Kasus suap sudah diputus 6 tahun. Gratifikasi yang sekarang disidangkan,” kata Haris Fajar seusai sidang pembacaan replik JPU KPK atas pembelaan terdakwa Rendra Kresna, Selasa (6/4/2021) siang.

Baca Juga ----------------------------

Sedangkan untuk terdakwa Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby), lanjut Haris, kasus suap dan gratifikasi disidangkan dengan satu dakwaan dan dikenakan pasal 65. Sedangkan pasal 65 ini, kata Haris, adalah concursus. Intinya, kalau ada dua perbuatan dilakukan secara bersama-sama, maka yang dikenakan hanya satu,  yaitu yang ancamannya terberat.

“Ini kan Pak Eryk diuntungkan. Sedangkan kita, Pak Rendra, untuk suap dan gratifikasi tidak dikenakan pasal 65. Tidak didakwakan sebagai perbuatan berlanjut. Disidang sendiri-sendiri. Sehingga dua putusannya seolah-olah putusan yang berdiri sendiri. Seharusnya di-65-kan juga, seperti Pak Eryk. Sehingga hanya dikenakan satu putusan. Ini kan perlakuan yang tidak sama,” lanjut Haris.

Kemudian atas alasan bahwa JPU baru menerima, dan tidak ada waktu lagi untuk menahan. Harus segera dilimpahkan. “Ini juga aneh menurut saya. Karena apa? Sprindik Pak Rendra untuk suap dan Sprindik Pak Rendra untuk gratifikasi, itu dibuat pada hari yang sama. Nanti akan kami ungkapkan di duplik,” kata Haris Fajar.

Seperti diketahui, sidang kasus gratifikasi di Kab Malang kembali digelar, Selasa (6/4/2021) lalu di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya. Agendanya, pembacaan replik atau jawaban JPU KPK atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla dan terdakwa Rendra Kresna.Sidang digelar dua kali, dengan rentang waktu berurutan.

Diawali pembacaan jawaban JPU atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla. Disusul dengan pembacaan jawaban JPU atas pembelaan terdakwa Rendra Kresna. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta SH MH. Menggantikan Dr Johanis Hehamony SH MH yang berhalangan, karena menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19.

Dua terdakwa mengikuti jalannya sidang secara online. Eryk Armando Talla mengikuti sidang online dari Rutan KPK, Jakarta. Penasihat hukumnya, Meka Dedendra SH yang hadir di Pengadilan Tipikor, Surabaya. Begitu pula dengan Rendra Kresna yang tengah menjalani hukuman pidana di kasus pertama. Rendra mengikuti sidang online dari Lapas Porong, Sidoarjo. Penasihat hukumnya, Haris Fajar Kustaryo SH yang hadir di ruang sidang.

Jawaban  JPU atas pembelaan terdakwa (replik) tersebut dibacakan oleh tim JPU KPK, Arif Suhermanto, Handry Sulistiawan dan Ihsan secara bergantian. Untuk terdakwa Rendra Kresna, replik JPU menyoroti banyak hal. Termasuk menjawab persoalan perbedaan perlakuan untuk terdakwa Rendra Kresna dibandingkan dengan terdakwa Eryk Armando Talla, yang dikeluhkan oleh penasihat hukum Rendra Kresna, Haris Fajar.

Disebutkan dalam replik JPU, terdakwa Rendra Kresna disidangkan terlebih dahulu dalam perkara menerima suap dari Ali Murtopo dan Ubaidillah, yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena pada saat itu penuntut umum hanya menerima berkas perkara atas nama terdakwa Rendra Kresna Nomor: BP/14/Dik. .02.00/23/02/2019 tanggal 4 Februari 2019.

“Bahwa sudah menjadi kewajiban penuntut umum untuk segera melimpahkan perkara terdakwa ke pengadilan, berdasarkan berkas perkara tersebut,” kata JPU KPK Arif Suhermanto membacakan replik

Sedangkan untuk perkara terdakwa Rendra Kresna sekarang ini, Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby, lanjut Arif, penuntut umum dalam mengajukan tuntutan pidana juga telah mempertimbangkan perkara Rendra Kresna sebelumnya yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. “Sehingga dalam perkara aquo, terdakwa Rendra Kresna dituntut minimal, yaitu 4 tahun penjara,” kata Arif.

Sebelumnya, dalam sidang tiga pekan lalu, Selasa (16/3) lalu, JPU KPK sudah membacakan tuntutan. Terdakwa Rendra Kresna dan terdakwa Eryk Armando Talla  dituntut hukuman pidana masing-masing 4 tahun penjara.

Untuk Rendra Kresna, selain tuntutan pidana 4 tahun penjara juga dituntut denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp 6.075.000.000 subsider pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Sedangkan terdakwa Eryk Armando Talla, selain dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara, juga dituntut denda Rp 265 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp 895.000.000 subsider pidana penjara 1 tahun 6 bulan. (jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post —-  Balita korban kekerasan telah menjalani perawatan empat hari di ruang Inap Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Kondisi...

News

Malang Post – Para orang tua harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Jangan sampai peristiwa penyiksaan terhadap anak dibawah umur terulang kembali. Seperti yang...

Malang Raya

Malang Post —  Berbagai terobosan dilakukan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Batu untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakatnya. Terbaru, Kecamatan Batu meresmikan gedung Kafetaria...

News

Malang Post —  Para sahabat Fitri dan Agung, kaget dan tidak menyangka tragedi Senin (25/10/2021). Para sahabat ini mengenal pasangan Fitri – Agung sebagai...

News

Malang Post –Seputaran Jl Suropati RT03/RW03 Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (25/10/2021) jelang petang, mendadak gempar. Seorang perempuan tergeletak tidak bernyawa dan...

Malang Raya

Malang Post —  Tokoh masyarakat (Tomas) Kabupaten Malang  mendukung langkah Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang merespons keluhan masyarakat...

Pendidikan

Malang Post —  Kabar membanggakan datang dari Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua tim Mekatronic UMM berhasil memborong berbagai juara dalam perhelatan Kontes...

Pendidikan

Malang Post — Universitas Negeri Malang (UM) kembali mendapatkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) kategori Informatif, Selasa 26 Oktober 2021. Kegiatan ini diselenggarakan daring...