Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sidang Kasus Gratifikasi di Kab Malang, JPU Tolak Seluruh Pembelaan Terdakwa Eryk

REPLIK: JPU KPK membacakan jawaban (replik) atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla dan terdakwa Rendra Kresna, dalam sidang Selasa (6/4/2021).( Foto: Aziz Tri P )

AMEG – Sidang kasus gratifikasi di Kab Malang kembali digelar, Selasa (6/4/2021) siang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya. Agendanya, pembacaan jawaban JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) dan terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby).

Sidang digelar dua kali, dengan rentang waktu berurutan. Diawali dengan pembacaan jawaban JPU atas pembelaan terdakwa Eryk Armando Talla. Disusul dengan pembacaan jawaban JPU atas pembelaan terdakwa Rendra Kresna. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta SH MH. Menggantikan Dr Johanis Hehamony SH MH yang berhalangan, karena menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19.

Dua terdakwa tetap mengikuti jalannya sidang secara online. Eryk Armando Talla mengikuti sidang online dari Rutan KPK, Jakarta. Penasihat hukumnya, Meka Dedendra SH yang hadir di Pengadilan Tipikor, Surabaya. Begitu pula dengan Rendra Kresna yang tengah menjalani hukuman pidana di kasus pertama. Rendra mengikuti jalannya sidang dari Lapas Porong, Sidoarjo. Penasihat hukumnya, Haris Fajar Kustaryo SH yang hadir di ruang sidang.

Jawaban  JPU atas pembelaan terdakwa (replik) tersebut dibacakan oleh tim JPU KPK, Arif Suhermanto, Handry Sulistiawan dan Ihsan secara bergantian. Diawali dengan replik untuk terdakwa Eryk Armando Talla dan penasihat hukumnya. Disebutkan oleh JPU, dengan memperhatikan pokok-pokok pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya, maka pada intinya JPU menanggapinya dalam satu tanggapan.

“Penuntut umum menyatakan menolak seluruh pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya,” kata Arif Suhermanto membacakan jawaban JPU.

Disebutkan juga, pembelaan dari terdakwa Eryk Armando Talla pada pokoknya telah mengakui bersalah karena terlibat dalam tindak pidana korupsi. Ini sesuai dengan apa yang disampaikan terdakwa dalam BAP,  fakta-fakta di persidangan, surat dakwaan maupun tuntutan JPU. Terdakwa mengajukan permohonan agar diberikan vonis hukuman yangseadil-adilnya.

“Terhadap pembelaan terdakwa tersebut, maka kami mohon Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan sesuai dengan apa yang kami tuntut dalam surat tuntutan kami,” lanjut Arif.

Terkait pembelaan terdakwa Eryk yang menyebutkan tuntutan JPU disusun secara tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan, menurut  JPU hal itu harus ditolak. Karena apa yang menjadi dalil dari penasihat hukum terdakwa Eryk Armand Talla merupakan materi yang seharusnya diajukan dalam tahapan keberatan atas dakwaan yang diajukan penuntut umum.

“Kesempatan untuk mengajukan keberatan tersebut, saat itu tidak dipergunakan oleh terdakwa maupun penasihat hukumnya,” kata Arif.

Sesuai dengan apa yang diatur dalam pasal 156 KUHAP, lanjut Arif, yaitu pasal yang mengatur materi keberatan dari penasihat hukum. Hal itu meliputi keberatan mengenai pengadilan yang tidak berwenang mengadili perkaranya atau dakwaan tidak dapat diterima atau surat dakwaan harus dibatalkan.

Berdasarkan pasal 156 KUHAP, maka materi mengenai dakwaan yang tidak cermat, jelas dan lengkap harus diajukan pada kesempatan yang diberikan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk mengajukan keberatan.

“Penasihat hukum terdakwa perlu kiranya untuk mempelajari kembali ketentuan dalam pasal 156 KUHAP dan pasal 182 ayat (1) huruf b KUHAP sehingga tidak lagi tertukar mana materi yang seharusnya disampaikan dalam keberatan atas surat dakwaan (eksepsi) maupun materi dalam pembelaan (pledoi),” kata Arif.

Seperti diketahui, pembacaan nota pembelaan untuk dua terdakwa kasus gratifikasi di Kab Malang tersebut sudah digelar dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (30/3) lalu.

Sedangkan dalam sidang sebelumnya, Selasa (16/3), JPU KPK sudah membacakan tuntutan. Terdakwa Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla  dituntut hukuman pidana masing-masing 4 tahun penjara.

Untuk Rendra Kresna, selain tuntutan pidana 4 tahun penjara juga dituntut denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp 6.075.000.000 subsider pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Sedangkan terdakwa Eryk Armando Talla, selain dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara, juga dituntut denda Rp 265 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp 895.000.000 subsider pidana penjara 1 tahun 6 bulan. (jan)

Click to comment

Leave a Reply

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Kuliner

AMEG – Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2021 ini, Rayz UMM Hotel Malang, hadir dengan menu lengkap kuliner khas Kota […]

Kriminal

AMEG – Pada intinya ada tiga poin penting yang disorot JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK dalam menyampaikan replik atau jawaban […]

News

AMEG – Dimana titik nol Kilometer Malang? Wartawan muda menyebut di Buk Gludug Brantas. Jurnalis senior lainnya menjawab di Merdeka […]

Malang Raya

AMEG – BPBD Kota Batu berangkatkan 10 personilnya ke Kabupaten Malang. Pemberangkatan 10 personel itu merespon permintaan bantuan personel dari […]

Malang Raya

AMEG -Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batu tanam 3230 bibit pohon apel dan kopi. Penanaman pohon itu bertepatan pada HUT […]

Kriminal

AMEG – Akumulasi kegeraman warga akibat seringnya terjadi tindak kriminal atau kejahatan. Dua hari lalu, pencuri sepeda motor gagal aksi […]

Kriminal

AMEG – Aksi kawanan jambret sebenarnya bukan pada pukul 13.00, tepatnya pukul 11.30 di Precet Dalisodo. Proses evakuasi berlangsung aman […]

Kriminal

AMEG – Bukan hanya warga Dalisodo dan desa sekitarnya yang penasaran dengan ditangkapnya pelaku jambret. Ada warga Karangwidoro ingin menyaksikan […]

Kriminal

AMEG – Dua kali aksi penjambretan, memicu amarah warga di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pelaku yang diamankan dalam […]

headline

AMEG – Meski sehari sebelumnya, digoncang gempa bumi hingga menyebabkan salah satu icon andalannya roboh. Batu Secret Zoo Jatim Park […]

headline

AMEG – Akibat terjadinya gempa bumi berkekuatan 6.7 Magnitudo. Yang berpusat di 90 Km Barat Daya Kabupaten Malang, pada Sabtu […]

Malang Raya

AMEG – Sejumlah video viral di media sosial dan grup-grup setelah peritiwa gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang selatan Malang, pada […]

%d bloggers like this: