Connect with us

Hi, what are you looking for?

Socialnet

Tanam 15 Ribu Pohon Endemic

TANAM: Penyerahan 15 ribu bibit pohon, serta pembuatan sumur resapan, dilakukan Aqua bersama Yayasan Satu Daun dan Bala Daun. (Ardyan/DI’s Way Malang Post)

AMEG – Aqua Keboncandim bersama Yayasan Satu Daun, kembali menunjukkan perhatiannya terhadap konservasi air. Untuk menjaga ekosistem dan keseimbangan alam, Aqua Keboncandi, menyerahkan dan melakukan penanaman bibit secara simbolis.

Mereka menyerahkan 15 ribu bibit pohon endemic. Diantaranya pohon cemara, mentigi, edelweiss dan kesek. Kemudian, bibit pohon buah, seperti Alpukat, matoa, cengkeh, pete, mangium dan kopi.

Baca Juga ----------------------------

Selain itu, bantuan juga diwujudkan dalam pembuatan 10 buah sumur resapan biber (bijak berplastik), berbahan recycle plastik program konservasi air.

Bantuan diberikan kepada Komunitas Bala Daun, yang merupakan kelompok binaan sejak program konservasi masuk di wilayah Kecamatan Tosari serta di Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo.  Penyerahan dan penanaman bibit pohon secara simbolis, disaksikan Muspika Kecamatan Tosari dan Kepala Desa Tosari. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Penyerahan pondok edukasi konservasi, bibit pohon serta tanam pohon kepada kelompok binaan Bala Daun, bertempat di Dusun Wonomerto Desa Tosari Kecamatan Tosari. Rangkaian kegiatan konservasi sumber daya air ini, merupakan konsistensi Aqua Keboncandi dalam menjaga konservasi sumber daya air, yang merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pabrik Aqua Keboncandi, M. Fahroni dalam sambutannya menyampaikan, salah satu wujud konservasi Aqua Keboncandi, untuk menjaga kualitas dan kuantitas air adalah konservasi dengan menerapkan pendekatan ‘Hulu-Tengah-Hilir’.

‘’Giat ini bertujuan untuk menghijaukan kembali daerah yang menjadi sumber resapan air yang ada di recharge area (wilayah hulu). Serta mengembalikan kebaikan alam yang telah kita nikmati selama ini,’’ ujarnya.

Sementara itu, Diono, Direktur Yayasan Satu Daun menyampaikan, salah satu cara pengelolaan sumber daya air, adalah melalui konservasi. Konservasi air harus dilakukan, dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat dan sebanyak mungkin memasukkan air limpasan ke dalam tanah. Hal ini untuk menabung air dan juga mengurangi risiko banjir.

‘’Konservasi air sangat penting dilakukan, untuk mewujudkan masyarakat yang makmur. Giat Manja ngerumat Bumi Tengger bermakna untuk mengajak menanam dan menjaga ekosistem di wilayah hulu baiknya dilakukan secara multistakeholder,’’ tegas Diono. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani. Si penderita...

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...

Malang Raya

Malang-Post – Sabtu (19/6/2021) pagi, operasi yustisi penagakan disiplin protokol kesehatan,  dalam rangka PPKM Mikro kembali digelar di wilayah Kedungkandang. Tepatnya di depan Kantor...

Dahlan Iskan

Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan tanggal 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Baca Juga ----------------------------...