Nasional

Bulan Puasa Vaksinasi Tetap Jalan

VAKSINASI: Paskhas saat menjalani vaksinasi. Selama Ramadan nantinya, vaksinasi akan tetap dijalankan. (Foto: TNI AU)

AMEG – MUI telah mengeluarkan fatwa. Nomor 13 Tahun 2021. Tentang hukum vaksinasi Covid-19 pada saat berpuasa. Fatwa tersebut menyatakan, vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang sedang berpuasa.

Berdasarkan fatwa tersebut, direkomendasikan MUI agar pemerintah dapat melakukan vaksinasi di bulan Ramadan, demi mencegah penularan Covid-19.

‘’Vaksinasi yang akan dilakukan di bulan Ramadan ini nantinya, akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang menjalankan puasa,’’ kata Jubir vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid pada konferensi pers secara virtual, Minggu (05/4).

Proses vaksinasi bisa dilakukan di siang hari, pada saat umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan. Artinya, pemberian vaksinasi itu tidak membatalkan puasa. Vaksinasi tetap dilakukan, baik untuk kalangan muslim maupun nonmuslim.

Lebih lanjut dr. Nadia menjelaskan, fungsi dari puasa ini di antaranya seperti detoksifikasi, puasa memberikan manfaat untuk kesehatan.

‘’Saya yakin puasa itu walaupun dalam kondisi berpuasa, kondisi tubuh kita tidak berpengaruh terhadap pemberian vaksinasi,’’ ucapnya.

Tidak ada persiapan khusus dari pemerintah, untuk melaksanakan vaksinasi di bulan Ramadan. Terpenting yang harus diperhatikan sebelum vaksinasi di bulam puasa, adalah istirahat cukup dan sahur dengan makan makanan bergizi seimbang.

‘’Untuk vaksinasinya sendiri, kita tetap lakukan di pagi hari sampai sore. Mungkin dapat juga dilakukan malam hari atau bisa juga dilakukan di masjid pada malam hari. Asal tidak mengganggu ibadah di bulan Ramadan,’’ katanya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenang RI, Mohammad Agus Salim menyebut alasan vaksinasi Covid-19 ketika berpuasa di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa umat Islam yang menjalaninya.

Ia menjelaskan, vaksinasi tersebut tidak dilakukan melalui lubang terbuka yang ada di tubuh manusia. Seperti mulut, telinga, dubur, kemaluan dan hidung.

‘’Di samping itu, suntik (vaksin Covid-19) tidak dapat membuat seseorang kehilangan rasa lapar atau haus,’’ kata Agus.

Selain itu, demi tak ada timbul kekhawatiran masyarakat untuk vaksinasi saat beribadah puasa, Agus meminta para tokoh agama dan Ormas Islam terlibat dalam sosialisasi detail terkait penyuntikan vaksin.

‘’Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, permasalahan saat ini menjadi semakin kompleks. Para tokoh agama dan Ormas Islam juga harus berperan menjelaskan dengan detail, agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat saat menjalani ibadah puasa,’’ katanya

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, para ulama memiliki pandangan berbeda-beda terkait hal tersebut. Sebagian ulama berpendapat, suntik dapat membatalkan puasa, jika suntikan tersebut berisi suplemen sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin.

‘’Karena ia membawa zat yang dibutuhkan oleh dalam tubuh,’’ kata dia.

Lalu pendapat ulama yang kedua, kata dia, suntik tidak membatalkan puasa karena tidak berhubungan langsung dengan perut besar atau lambung. Kemudian pendapat ulama yang terakhir, suntikan yang hanya berisi obat dan disuntikkan melalui lengan maka tidak membatalkan puasa.

‘’Dengan alasan tidak menghilangkan rasa lapar dan dahaga, atau tidak dapat menjadikan rasa kenyang sebab tidak masuk ke dalam lambung (ma’iddah),’’ kata dia. (rdt)

Click to comment

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Pemerintah pusat mengentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin Astrazeneca batch (kumpulan produksi CTMAV547). Selama penghentian, Badan Pengawas Obat […]

Pendidikan

AMEG – Di tengah pandemi Covid-19, tak sedikit yang punya hobi baru, salah satunya adalah berkebun. Sepertihalnya warga Desa Kedungpedaringan, Kepanjen, […]

Malang Raya

AMEG – Selain bertujuan menekan angka persebaran Covid-19, larangan mudik juga berhasil menekan volume sampah di Kota Batu, karena mobilitas […]

headline

AMEG – Pondok Pesantren Nusantara di Dusun Sumbergesing RT06/RW06, Desa/Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (17/5/21) siang, terbakar. Sekitar pukul 11.00 […]

Malang Raya

AMEG – Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, langsung menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin […]

Malang Raya

AMEG – Pemkot Batu melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu pada tahun 2021 ini akan melakukan pembenahan 160 Rumah Tidak Layak […]

headline

AMEG – Peraturan peniadaan mudik sudah diujung tanduk. Peraturan tersebut akan berakhir pada 17 Mei pukul 23.59. Setelah tahap peniadaan mudik […]

Malang Raya

AMEG – Hari terakhir pemberlakuan kebijakan larangan mudik, Senin (17/5/2021) sejumlah ruas jalan di Malang Raya sudah mulai dipadati kendaraan. […]

headline

AMEG – Layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sisi […]

Dahlan Iskan

Akhirnya polisi sepakat dengan Tesla: kecelakaan itu tidak ada hubungannya dengan autopilot. Itu berarti, polisi Texas harus meralat keterangan awalnya. Yang […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version