Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Teror Mabes Polri, Pengamat: Usut Tuntas Dalangnya

Pengamat kepolisian Institut for Security and Strategic Studies (ISeSS), Bambang Rukminto.

AMEG – Pengamat kepolisian Institut for Security and Strategic Studies (ISeSS), Bambang Rukminto menegaskan  kepolisian harus bisa mengusut tuntas dalang di balik aksi teror di Mabes Polri. 

Dijelaskan, Mabes Polri adalah etalase Kepolisian Nasional. Bukan saja dilihat oleh masyarakat umum. Namun, juga menjadi perhatian kalangan kepolisian Internasional. 

Baca Juga ----------------------------

Menurutnya, ada dua pihak yang harus bertanggung jawab pada insiden itu. Yakni internal, dalam hal ini yang bertanggung jawab atas pengamanan Mabes Polri. Dan eksternal, yakni pihak yang mendalangi aksi ZA, pelaku teror yang tewas tetembak petugas. 

“Makanya ini tidak cukup selesai berhenti pada tewasnya pelaku saja tetapi harus diusut siapa yang bertanggung jawab pada aksi itu, baik di internal maupun eksternal. Di internal, siapa pihak yg bertanggung jawab terkait pengamanan mabes Polri. Di eksternal, tentunya jaringan siapa dibalik ZA,” ujar Bambang kepada Ameg.id.

Serangan di Mabes Polri tersebut, tentunya menjadi keprihatinan bagi sejumlah pihak. Dan menurutnya, aksi tersebut seharusnya menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian. Menurut Bambang, Polri sebagai lembaga yang diberi amanat negara sebagai lembaga keamanan negara, malah diserang oleh pelaku terduga teroris.

“Pertama, Polri sebagai lembaga yg diberi amanat negara sebagai lembaga keamanan negara ternyata tak bisa menjaga keamanan markas besarnya sendiri dari serangan keamanan apapun bentuknya, teroris atau bukan,” tegasnya.

Ditambahkan, pelakunya terlihat amatir. Yang artinya, menurut Bambang, kepolisian tidak prediktif terhadap adanya serangan pada markas besarnya. 

“Padahal, beberapa minggu terakhir, aksi penangkapam terduga teroris dilakukan secara masif di beberapa daerah. Juga ada serangan bom bunuh diri di Makasar. Ini menunjukkan kelemahan sistem pengamanan di Mabes Polri. Kalau ini terjadi pada anggota Satuan Pengamanan harus ada pihak yg bertanggung jawab dan dipecat,” jelasnya.

Kedua, terkait dengan penindakan pada pelaku yang beraksi sendirian atau tunggal. Yang saat itu, langsung ditembak di tempat. Menurutnya, ini menjadi contoh bagaimana kepolisian memperlakukan seorang pelaku tindak kejahatan, pun seorang pelaku teror. 

“Tidak ada upaya negosiasi dengan pelaku lebih dulu. Dalam video yg beredar, malah menunjukkan kepanikan anggota polisi di pos penjagaan, Tak ada unit anti teror yg datang menangani. Semua serba cepat, dan pelaku ditembak mati. Dalam konteks pelaku teror, menyerang markas besar kepolisian tentu resikonya adalah kematian. Makanya di tembak mati itu jelas diharapkan pelaku,” jelas Alumni UNAIR ini. 

Selain itu, dari perspektif seorang pengamat, Bambang melihat tidak ada upaya tindakan preventif pencegahan yang lebih humanis dan bertujuan untuk meminimalisir jatuhnya korban. Apalagi, dengan jumlah anggota polisi yang profesional, dirinya menilai hal tersebut tidak sebanding untuk menghadapi seorang pelaku perempuan yang amatir. 

“Seharusnya pelaku cukup dilumpuhkan, bukan ditembak mati. Rasio antara polisi dan pelaku yang tunggal, seharusnya bisa untuk cukup melumpuhkan bila anggota tidak panik dan profesional. Makanya, bila pada umumnya target tujuan terorisme adalah menebarkan ketakutan, pelaku ZA atau otak di baliknya berhasil membuat target tujuan lain, yakni mempermalukan kepolisian kita,” pungkas Bambang.(*) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Masyarakat dapat berkomunikasi dan bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Salah satu media yang digunakan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi adalah media sosial. Hampir semua orang tidak bisa terlepas dari penggunaan media sosial. Bahkan di dalam dunia pendidikan, media social menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mencari sumber literasi. Namun, kemudahan akses yang diberikan media...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) bersemangat melahirkan inovasi bagi masyarakat. Kali ini diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta. Tim...

News

Malang Post – Masker saat ini bukan sekedarnya. Namun menjadi keharusan di setiap aktivitas. Sejak pandemi Covid-19 terjadi. Lantaran berfungsi mencegah penyebaran virus. Namun, penggunaan...

headline

Malang Post – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kecamatan Kepanjen mendapat respon positif. Bisa dilihat Minggu (25/7/2021). Sejak pukul 08.00, sudah dipadati warga. Vaksinasi ini digagas...

Malang Raya

Malang Post – Patroli gabungan pendisiplinan PPKM Level 4, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kembali digelar.  Minggu (25/7/2021), aparat gabungan dari Polresta...

headline

Malang Post – Sampai saat ini, vaksinasi massal sudah menjadi minat masyarakat. Terbukti dari tingginya animo dan antrian yang mengular di lokasi vaksin di Kota...

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Pendidikan

Malang Post – Polybag adalah, kantong plastik berbentuk segi empat, biasanya berwarna hitam. Digunakan untuk menyemai tanaman dengan ukuran tertentu yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Bahkan...