Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Serap Beras Petani, Bukan Impor

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Indonesia Anis Matta

Jakarta  – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Indonesia Anis Matta berharap tidak membuka membuka keran impor beras saat petani sedang memasuki masa-masa panen raya pada kurun waktu Maret-April 2021. 

Diharapkan pemerintah diminta lebih banyak  menyerap beras produksi petani lokal, tidak melakukan kebijakan impor beras.

Baca Juga ----------------------------

“Dalam kurun Maret-April 2021, petani dalam negeri sedang memasuki masa-masa panen raya. Seharusnya pemerintah lebih banyak  menyerap beras produksi petani lokal dan  tidak membuka keran impor beras,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Jumat (26/3).

Menurut Anis, Badan Pusat Statistik (BPS) telah memperkirakan produksi beras lokal sepanjang Januari-April 2021 mencapai 14,54 juta ton, naik drastis 26,84 persen atau 3,08 juta ton dari periode sama di tahun lalu yang sebesar 11,46 juta ton. 

“Melihat data BPS tersebut, keputusan impor sangat tidak bijak dilakukan di waktu panen raya,” kata Anis.  

Pemerintah diminta lebih sensitif lagi terhadap nasib para petani ketika masa panen raya, dimana harga gabah di tingkat petani trennya menurun. 

“Upaya untuk melakukan impor beras tentunya semakin menekan harga gabah petani pada saat ini,” ujarnya. 

Anis menegaskan, harga gabah di tingkat petani saat ini dalam tren penurunan, meski belum memasuki masa puncak panen raya. Misalnya, di Ngawi, Jawa Timur dan Demak, Jawa Tengah harga rata-rata GKP dibawah Rp 4.000 per kilogram. 

Kemudian di Kroya, Indramayu, Jawa Barat harga gabah kering panen (GKP) berkisar Rp 3.000-Rp 3.500 per kilogram. 

“Harga gabah tersebut berada di bawah acuan harga pembelian pemerintah (HPP) di tingkat petani yang sebesar Rp 4.200 per kilogram,” kata Ketua Umum Partai Gelora ini.

Anis Matta berpendapat kebijakan impor beras yang diputuskan pada awal tahun tidaklah tepat. Idealnya jika memang terjadi shortfall ketersediaan beras, seharusnya dari sudut pandang kebijakan publik pemerintah memutuskan impor atau tidak dilakukan pada bulan Juli atau Agustus. 

“Oleh sebab itu, kebijakan pemerintah untuk impor beras tidak tepat baik dari segi perencanaannya maupun keputusannya,” tegas Anis Matta

Kebijakan yang diperlukan saat ini,  kata Anis,  pemerintah menyerap gabah petani lokal untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) ketimbang impor. 

“Dan Patut diingat bahwa hingga Mei mendatang Indonesia masih memasuki masa panen,” pungkasnya.(rls)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Kesehatan

Malang-Post – Dominasi kostum kuning  begitu eye catching pada  senam anti Covid (Senavid,  Minggu (20/6/2022) pagi tadi di Lapangan Rampal Kota, Malang.  Para ibu-ibu, hingga remaja...

Malang Raya

Malang-Post – Gerakan penghijauan dengan menggalakkan penanaman pohon pule terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.  Minggu (20/6/2021), Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko...

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka penerapan PPKM Mikro di wilayah Sukun, aparat gabungan menggelar kegiatan pembagian masker dan sosialisasi protokol kesehatan kepada pengguna jalan.  Bertempat...

Dahlan Iskan

Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani. Si penderita...

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...