Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

PKS Smart Market Tak Bisa Dibatalkan Sepihak

Situbondo – Polemik Pengelolaan Kerjasama (PKS) Smart Market (SM) atau Simposium (Situbondo Market Point – Sinergi Usaha Mikro) yang berada di Kompleks Pasar Minbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, akhirnya direspons pihak pengelola.

Aman Al Muhtar, juru bicara pihak pengelola SM mengatakan, bahwa PKS dalam pengelolaan SM itu tidak ada yang melanggar aturan. Alias sah-sah saja.

Baca Juga ----------------------------

“PKS antara Pemkab Situbondo dengan CV Matlamat Agung yang dinilai cacat hukum tidak dapat dibatalkan secara sepihak. Apalagi dibilang, batal demi hukum. Kalau kita lihat, sudah jelas di perjanjian kerjasama, ini syarat sahnya perjanjian kan sudah terpenuhi dan menjadi sah dan mengikat para pihak,” jelas pengacara muda asal Situbondo ini.

Lebih lanjut menurutnya, sudah jelas 4 syarat sahnya perjanjian. Yakni, sepakat, kecakapan para pihak, suatu hal tertentu dan sebab causa yang halal. Persyaratan pertama dan kedua disebut syarat subyektif, sedang ketiga dan keempat adalah syarat obyektif.

“Apabila syarat objektif dalam perjanjian tidak dapat terpenuhi, maka perjanjian itu  batal demi hukum. Apabila syarat subjektifnya tidak terpenuhi, maka perjanjian itu  dapat dibatalkan pengadilan. Jika belum, perjanjian terus berlaku,” ujar Aman, panggilan akrabnya.

Aman menambahkan, jika prosedurnya tidak tepat itu bukan lagi salah pihak ketiga atau investor. Sebab, soal regulasi dan aturan perjanjian kerja sama, pihak pemkab lebih tau dan paham.

“Saya harap pihak terkait duduk bersama, untuk nenyelesaikan permasalahan ini. Karena pastinya jika ini dibatalkan, maka akan lebih banyak yang dirugikan. Selain pihak investor, pemkab,  sudah pakai uang rakyat kok malah rugi,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto yang getol mempersoalkan PKS SM mengatakan, pihaknya hanya menginginkan kerjasama itu sesuai peraturan perundang-undangan.Sikap ini sudah disampaikan DPRD dalam forum-forum resmi, termasuk ketika rapat paripurna.

“Keinginan kami hanya satu, dijalankan sesuai peraturan yang berlaku, terlepas dari siapapun pengelolanya,” katanya.

Ia menjelaskan, pola kerjasama terhadap aset milik daerah mengacu pada Perda No 06 Tahun 2019. Sedang yang terjadi, ada beberapa poin yang tidak sesuai aturan. Dari sisi administratif misalnya, tidak disebutkan obyek yang dikerjasamakan dalam dokumen kerjasama.

“Masih bias. Tidak disebutkan ruko mana, blok berapa. Ini yang kami minta dievaluasi,” paparnya. 

Selain itu, penentuan besaran kontribusi dan bagi hasil juga tidak sesuai dengan perda. Hadi menyebut sewa ruko hanya sebesar Rp 35 juta per tahun.

“Kemudian amanah perda, nominalnya ditetapkan tim yang dibentuk bupati. Sementara, sampai saat ini tidak ada tim yang dibentuk,” pungkasnya.(hab/zai)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...