Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Gak Bayar Pajak, Bisa Ngandang di Bui

Malang – Menegakkan hukum terhadap wajib pajak (WP) yanng nakal, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Timur III tak main-main. Petugas tak segan mempidanakan.

Seperti tersangka berinisial AB, komisaris PT AMK. Ia disangkakan pada kurun waktu 2014 – 2015 tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) masa pajak pertambahan nilai (PPN).

Baca Juga ----------------------------

“Yang bersangkutan menyampaikan SPT masa PPN yang isinya tidak benar. Serta, tidak menyetorkan PPN yang telah dipungut. Sehingga, menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 855 Juta,” terang Kakanwil DJP Jatim III, Agustin Vita Avantin.

Sepanjang tahun 2021, penyerahan tersangka dan barang bukti sudah dilakukan dua kali. Sebelumnya, penyidik juga telah menyerahkan tersangka lain pada 2 Februari 2021. 

“Sebelumnya, kami menyerahkan seorang tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan,” ungkapnya.

Tersangka berinisial DP itu merupakan Direktur PT SD, yang disangkakan tidak menyampaikan SPT masa PPN dalam kurun waktu Januari sampai Desember 2018. 

“Yang bersangkutan menyampaikan SPT masa PPN yang isinya tidak benar dan tidak menyetorkan PPN yang telah dipungut. Sehingga, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 545 Juta,” bebernya.

Atas perbuatan tersebut, tersangka AB dan DP dikenakan pidana di bidang perpajakan sesuai Pasal 39 ayat (1) huruf c, d, dan i Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Perbuatan tersebut diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Penangkapan kedua tersangka ini merupakan peringatan bagi WP lainnya agar selalu disiplin dalam melaporkan SPT dengan benar. 

“Bersama dengan kepolisian dan kejaksaan, kami akan melakukan penegakan hukum di bidang perpajakan. Untuk mengamankan penerimaan negara demi tercapainya pemenuhan pembiayaan negara dalam APBN,” kata dia.

Diharapkan penegakan hukum ini, memberikan efek jera kepada WP lain. Sehingga, tidak lagi bermain-main dengan hukum perpajakan di Indonesia. (jof/yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post –  Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, melakukan pembenahan dinding penahan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung....

Malang Raya

Malang Post – Tim penanganan covid-19 Kota Malang kembali menghelat vaksinasi covid-19 khusus lansia, Kamis (21/10) hari ini.Sasaran vaksinasi lansia kali ini adalah warga...

Kuliner

Malang Post —  Pasar Numplek masuk Atria Hotel Malang. Masyarakat bisa melihat dan mendapatkan mulai Oktober hingga November 2021. Beragam makanan dan jajanan pasar...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Sutiaji meminta guru ASN meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait jabatan fungsional, secara lebih rinci.    “Saat ini ASN menerapkan merit...

Malang Raya

Malang Post – Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator XL Kodim 0833 Cabang IV Brawijaya Ny Tari Ferdian Primadhona memantau vaksinasi untuk pelajar SMP. Tari,...

Pendidikan

Malang Post – Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan menaikan insentif  bagi guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi dua juta rupiah. Direalisasikan tahun...

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...