Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Pengembang Bandel Sulit Diidentifikasi

Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Imam Suyono. (Foto: Giman/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Sejumlah pengembang perumahan di Kabupaten Malang masih belum menyerahkan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Belum diketahui pasti alasannya mengapa pengembang itu membandel. Informasinya, memang ada beberapa pengambang yang masih bermasalah. 

Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Imam Suyono, tak menampik ini. Bahkan menurut dia, ada sebuah perumahan yang telah ditinggal pengembangnya. Padahal, legalitasnya masih belum sesuai. 

Baca Juga ----------------------------

“Selama tahun 2020, hanya 571 pengembang yang sudah menyerahkan PSU-nya. Setelah kami cek, akhirnya terevisi tinggal 556 pengembang,” ujar Imam Suyono saat ditemui Di’s Way Malang Post, Selasa (2/3) siang.

Berdasarkan data yang dia himpun, dari 556 pengembang itu, baru 16 perumahan saja yang PSU -ya sudah dalam proses serah terima. “Saat ini, tahapannya dalam proses di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang. Yaitu, dalam proses pencatanan di BKAD dan Dinas Pertanahan Kabupaten Malang,” paparnya.

Melihat data itu, artinya jumlah pengembang yang menyetorkan PSU-nya tak sampai mencapai 1 persen. Saat ini, pihaknya masih terus mengidentifikasi terhadap sejumlah pengembang, agar segera mendapat kejelasan. 

Imam mengaku juga kesulitan untuk menghubungi sejumlah pengembang. Sebab, seiring berjalannya waktu, pihaknya menemukan ada beberapa perubahan pada perumahan yang dibangun. “Ada yang dua perumahan dijadikan satu. Ada juga pengembang yang alamat kantornya tidak sesuai. Itu yang bikin kesulitan,” tegas Imam. 

Untuk tahun 2021 ini, papar Imam, pihaknya menargetkan ada 100 lokasi perumahan yang sudah menyerahkan PSU berupa fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) ke Pemkab Malang. Dia juga masih belum bisa berbuat banyak, terlebih untuk memberikan sanksi kepada pengembang yang dinilai membandel. “Nanti akan terus kami telepon para pengembang yang belum menyetorkan PSU-nya,” pungkas Imam. (riz/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka penerapan PPKM Mikro di wilayah Sukun, aparat gabungan menggelar kegiatan pembagian masker dan sosialisasi protokol kesehatan kepada pengguna jalan.  Bertempat...

Dahlan Iskan

Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani. Si penderita...

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...

Malang Raya

Malang-Post – Sabtu (19/6/2021) pagi, operasi yustisi penagakan disiplin protokol kesehatan,  dalam rangka PPKM Mikro kembali digelar di wilayah Kedungkandang. Tepatnya di depan Kantor...

Dahlan Iskan

Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan tanggal 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Baca Juga ----------------------------...