Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Saat Pandemi, Tanam Satu Juta Pohon

BERMASKER: Aktivitas penanaman pohon, yang menjadi bagian dari menanam sejuta pohon, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. (Robert Ardyan/DI’s Way Malang Post)

Pasuruan – Bencana banjir dan tanah longsor, yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan, tak luput dari semakin berkurangnya area resapan air. Di wilayah atas atau pegunungan. Sebagai akibat pengalihan fungsi lahan dan tanaman.

Untuk mengatasinya, diperlukan kepedulian dan kerjasama semua pihak. Untuk melestarikan lingkungan dan melakukan penghijauan. Terlebih-lebih dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, ketika seluruh masyarakat Indonesia, terkena imbasnya.

Baca Juga ----------------------------

Dalam menjaga serta melestarikan lingkungan, PT. Tirta Fresindo Jaya Pasuruan (Mayora Grup), memiliki kepedulian. melalui kegiatan penanaman pohon, setiap tahunnya. Ribuan bibit pohon ditanam oleh pihak manajemen. Dengan melibatkan karyawan, masyarakat, komunitas, aktivis lingkungan dan pihak terkait di daerah catchment area Bromo-Tengger-Semeru.

‘’Semua aktivitas yang kami lakukan, tetap menjalan protokol kesehatan yang ketat. Agar upaya melestarikan alam ini, tidak justru berdampak buruk bagi peserta. Yakni bisa muncul klaster baru. Apalagi di saat pandemi seperti sekarang,’’ kata Dwion Yunus, Factory Manager PT. Tirta Fresindo Jaya Pasuruan.

Dan akhir pekan kemarin, anak perusahaan dari Mayora Grup tersebut, kembali melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon. Di Petak 16, Desa Kandangan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 20 ribu bibit pohon ditanam oleh pihak manajemen. Bersama dengan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Asper Perhutani dan mitra penanaman Yayasan Si Hijau. Serta LMDH setempat.

Dwion Yunus menambahkan, pihaknya akan tetap berkomitmen untuk terus melakukan penanaman di daerah-daerah catchment area Bromo-Tengger-Semeru.

Sesuai dengan misi manajemen Mayora, yang berencana akan menanam sebanyak 1 juta pohon di seluruh wilayah sekitar area kerja pabrik. Sampai dengan tahun 2025.

‘’Semoga dengan komitmen penghijauan ini, Mayora Grup bisa ikut merawat dan melestarikan lingkungan. Sebagai wujud kepedulian kami, untuk menjaga serta memelihara warisan kekayaan alam berupa sumber mata air yang melimpah di Kabupaten Pasuruan,’’ terang Dwion Yunus.

Seperti diketahui, musibah banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di Kabupaten Pasuruan. Hal itu, tidak terlepas dari faktor berkurangnya daerah resapan atau tangkapan air di wilayah atas. Juga dikarenakan adanya pengalihan fungsi lahan dan hutan sebagai daerah resapan. (rbt/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani. Si penderita...

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...

Malang Raya

Malang-Post – Sabtu (19/6/2021) pagi, operasi yustisi penagakan disiplin protokol kesehatan,  dalam rangka PPKM Mikro kembali digelar di wilayah Kedungkandang. Tepatnya di depan Kantor...

Dahlan Iskan

Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan tanggal 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Baca Juga ----------------------------...