Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Pemilu 2024, Lima Berat Apalagi Tujuh

Foto Ilustrasi. (istimewa)

Jakarta – Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas-Feri Amsari mengkritisi penolakan revisi UU Pemilu dan Pilkada. Ia menilai janggal. Penilaiannya didasari pernyataan Mensesneg Pratikno. Bahwa pemerintah tidak menginginkan revisi dua UU yang masuk Program Legislasi Nasional 2020.

“Pemerintah memang agak buru-buru dan sangat janggal. Karena rapat-rapat pembahasan tentang RUU Pemilu dan Pilkada ini, sudah cukup panjang dan alot dilakukan DPR sebelumnya. Bahkan sudah masuk ke dalam Prolegnas 2020. Tiba-tiba dibatalkan. Jadi agak janggal,” ujarnya.

Baca Juga ----------------------------

Feri mengingatkan pemerintah dan DPR soal risiko yang harus ditanggung jika tidak direvisi. Pelaksanaan Pemilu 2024 yang menyerentakkan pemilihan presiden dan legislatif dengan kepala daerah, akan mengakibatkan kepadatan jadwal serta mempersulit pengawasan.

“Besarnya penyelenggaraan, bukan tidak mungkin sulit melakukan pengawasan. Publik sulit terlibat. Sehingga bukan tidak mungkin proses kecurangan menjadi membesar,” ulasnya.

Ia juga menyoroti potensi kekisruhan pada teknis pelaksanaan Pemilu 2024. Gara-gara pemilihan serentak itu. Bukan tidak mungkin, banyak petugas pemilihan yang tewas seperti Pemilu 2019.

“Kalau lima kotak saja (Pilpres, DPR, DPRD provinsi, DPRD kab/kota, DPD) sudah banyak korban nyawa. Bayangkan kalau seluruh kotak betul-betul disatukan dalam satu pemilihan,” katanya.

Ia meyakini, revisi akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi 2024. “Kualitas pemilu bisa dijaga dengan melakukan perbaikan UU pemilu dan pilkada secara jernih sesuai dengan konstitusi,” lanjutnya.

Pihaknya juga mengingatkan KPU. Agar mendorong pemerintah dan DPR merevisi. Sebab, KPU yang akan jadi pelaksana kedua UU itu. “Tidak ada salahnya KPU mengingatkan beban yang mereka pikul itu berat dan Mensesneg tidak merasakan beban itu,” lanjut Feri. (jan/jpn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...

Malang Raya

Malang Post – Tren kasus Covid klaster keluarga di Kota Malang, masih menunjukkan kenaikan setiap harinya. Bahkan hingga meninggal dunia, saat dijemput ambulans menuju ke rumah...