Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kapan Damkar Jadi Dinas?

MULTI SKILL: Petugas Damkar memiliki banyak keahlian penyelamatan. Sayangnya di Kota Malang, masih berstatus UPT. Sehingga jumlah personil dan anggaran masih terbatas.( Foto: Joffa/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Satpol PP Kota Malang mengajukan UPT Pemadam Kebakaran naik tingkat menjadi dinas. Ini dibenarkan Sekretaris Satpol PP, Tri Oky Rudianto. Pihaknya telah menyampaikan usulan kepada Walikota Malang Sutiaji.

Perubahan status Damkar dari UPT menjadi dinas sesuai Permendagri No 16/2020. Tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Kami sudah menyampaikan ke Walikota terkait Permendagri tentang pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran,” katanya.

Baca Juga ----------------------------

Ini penting, karena Damkar tugasnya spesifik. Berbeda dengan OPD lain. Maka harus terlepas dari bayang-bayang OPD lain. Lebih efektif bekerja dan koordinasi di masing-masing jajaran. Saat ini, komando tertinggi Damkar berada di Kepala Satpol PP Kota Malang. 

“Damkar hanya UPT. Pelaksana tugas, artinya ada jenjang. Kalau kepala dinas (damkar.red) sudah independen. Lebih fokus pada tugas damkar,” ujarnya. Pelaksanaan tugasnya akan lebih cepat. Memiliki independensi pengambilan keputusan dan kebijakan. “Anggaran pun terpisah. Bisa memberikan perencanaan kegiatan yang benar-benar konkrit. Benar-benar dibutuhkan masyarakat untuk kegiatan pemadaman kebakaran,” ucapnya. 

Usulan tersebut, sudah memasuki proses. “(Tanggapan Walikota) Ini sudah diproses. Artinya sudah dibahas tim. Kedepan semoga segera bisa jadi dinas. Ini tergantung Bapak Walikota,” tandasnya. 

Kepala UPT Damkar, Muhammad Teguh Budi Wibowo menyatakan, pihaknya siap menyesuaikan Permendagri. “Kami menyesuaikan diri dengan Permendagri no 16/2020. Memang tiap daerah harus ada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tipe C,” jelasnya. 

Jika Damkar jadi dinas, harus ada peningkatan kapasitas SDM dan fasilitas. “Harus ada peningkatan kapasitas, peningkatan personil. Terutama jumlah personil yang harus lebih besar. Peralatan-peralatan harus di modernisasi, walaupun ini sudah lebih dari cukup,” ujarnya. 

Satu regu Damkar idealnya 15 personel. Saat ini di UPT Damkar Kota Malang hanya sembilan hingga sepuluh personel. “Satu regu 15 orang. Ada danru, wakil, operator mobil pompa, ada fighter, ada tim penyelamat dan gabungan. Selain pemadaman, mereka bisa sebagai penyelamat. Animal rescue, apapun sesuai permintaan masyarakat,” jelasnya. (jof/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Arema

Malang Post – Singo Edan Kodew,cukup mendapatkan hasil imbang pada laga terakhir babak penyisihan Grup B Women Open Sriwijaya FC Championship 2021. Rabu (16/6/2021) pukul...

Arema

Malang Post – Siapa satu pemain dari sektor penjaga gawang Arema FC, yang harus dilego ke klub lainnya, baik tim-tim Liga 1 maupun Liga 2,...

Arema

Malang Post – Dua pemain Arema FC, yang baru saja membela Timnas Indonesia, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli, tak juga kunjung bergabung latihan. Keduanya...

News

Malang Post – PT CKS membantah adanya kekerasan, pembatasan, tekanan dan paksaan terhadap para calon PMI. Selasa (15/6/2021) siang, bersama Law Firm Gunadi Handoko &...

News

Malang Post – Tiga calon TKW yang kabur dari PT CKS Bumiayu, direncanakan akan dipindah rawat inap di RSU Dr Saiful Anwar Malang. Senin (14/6/2021)...

headline

  Malang Post – Menghadapi ular kobra tanpa keahlian khusus sangat berbahaya. Terbukti, dua warga Mergosono tersembur cairan berbisa kobra Jawa saat berusaha membunuh ular...

Wisata

Malang Post – Pelaku jasa usaha pariwisata terus didorong Pemkot Malang untuk mendapatkan sertifikasi halal. Ini sebagai upaya menggenjot sektor unggulan supaya kembali bangkit...