Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Amankan 24 Proyek di Dindik, Eryk Armando Talla Kerahkan Hacker

TIPIKOR: Sidang Gratifikasi Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Malang, Selasa (19/1/2021), di Pengadilan Tipikor Jl Raya Juanda, Sidoarjo. Dilakukan semi virtual karena masih pandemi.( Foto: Aziz Tri P/DIs Way MALANG POST)

Malang – Pengamanan 24 paket pekerjaan di Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Malang, jadi sorotan Jaksa Penuntut Umum KPK. Itu dilakukan agar peserta lelang bisa memenangkan. Jaksa Eva Yustisiana, menggali lebih dalam.

Dia mencecar saksi Mashud Yunasa saat sidang gratifikasi, Selasa (19/1) di Pengadilan Tipikor Jatim di Jl Juanda Sidoarjo.

Baca Juga ----------------------------

Mashud Yunasa, Direktur Nyata Grafika Media-Jawa Pos Grup ini mengungkapkan. Bahwa pihaknya memasrahkan semua dokumen kepada terdakwa Eryk Armando Talla.

Ini dilakukan mengingat tahun 2010, pihaknya sulit mengupload penawaran lelang. Pengamanan pun dilakukan tim IT-nya Eryk. Bahkan melibatkan campur tangan hacker.

“Informasi yang saya dapat, pengamanan dilakukan tim IT. Termasuk memakai jasa hacker. Saya tidak tahu persis. Bagaimana teknisnya. Pokoknya Pak Eryk mengatakan timnya yang akan mengamankan. Saya hanya diminta memberikan keseriusan kerja,” kata Mashud.

Selain pengamanan proyek, Eva juga menyoroti perbedaan istilah yang dikatakan Mashud. Antara diskon dan fee.

Saat itu, saksi menjelaskan 24 paket pekerjaan di Dindik Kab Malang, semuanya didapat dari terdakwa Eryk.

“Setelah yang pertama bicara soal 24 paket pekerjaan, berikutnya kami bicara soal diskon,” kata Mashud.

Eva pun langsung memotong penjelasan Mashud. Untuk mempertegas beda diskon dan fee.

“Sebentar. Diskon apa fee? Itu beda lho. Kalau fee diberikan kepada orang-orang yang akan memberikan pekerjaan. Kalau diskon, diberikan oleh produsen pada pembeli. Beda itu. Jadi fee apa diskon?,” tanya Eva.

Namun, Mashud tetap ngotot bahwa itu diskon.

“Menurut kami, selaku distibutor itu diskon. Karena Pak Eryk itu, saya anggap pengusaha,” kata Mashud.

Sekali lagi, JPU Eva menandaskan. Apa yang dibicarakan antara Mashud dengan Eryk Armando Talla itu itu, diskon atau fee? 

“Yang dibicarakan itu diskon, atau kalau mendapatkan pekerjaan harus memberikan fee?,” cecar Eva.

Mashud pun terdiam beberapa saat. Itu memantik anggota Majelis Hakim, John Dista. Ia menegur saksi. Agar jujur dalam memberikan keterangan.

“Baik, begini Bu. Menurut Pak Eryk itu fee. Tapi kalau kami mengatakan itu diskon,” Mashud Yunasa tetap berkeras.

Eva kemudian mengingatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Mashud Yunasa. Saat memberikan keterangan ke penyidik.

“Ini BAP saudara. Saudara menjelaskan, bahwa Eryk Armando Talla menyampaikan. Untuk mendapatkan paket pekerjaan di Kabupaten Malang ada aturannya. Fee 1,5 persen untuk pengamanan lelang. Lalu 2,5 persen untuk fee yang punya bendera. Dua persen untuk distribusi barang. Sisanya untuk biaya fee bupati dan pihak-pihak yang bersangkutan,” tutur Eva membacakan isi BAP saksi.

Setelah Eva membacakan dengan tegas, Mashud langsung mengiyakan.

Selanjutnya ia menjelaskan, kalau tahun 2010 yang menang lelang memberikan fee 20 persen. Maka untuk kali ini fee-nya 22 persen.

“Pokoknya butuh all waktu itu. Proses internal hitung-hitungan selesai. Kami mendaftar lelang setelah disetujui Pak Eryk. Sembilan paket bendera kami dan 15 paket Pak Eryk,” katanya. (azt/jan/bersambung)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Arema

Malang Post – Singo Edan Kodew,cukup mendapatkan hasil imbang pada laga terakhir babak penyisihan Grup B Women Open Sriwijaya FC Championship 2021. Rabu (16/6/2021) pukul...

Arema

Malang Post – Siapa satu pemain dari sektor penjaga gawang Arema FC, yang harus dilego ke klub lainnya, baik tim-tim Liga 1 maupun Liga 2,...

Arema

Malang Post – Dua pemain Arema FC, yang baru saja membela Timnas Indonesia, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli, tak juga kunjung bergabung latihan. Keduanya...

News

Malang Post – PT CKS membantah adanya kekerasan, pembatasan, tekanan dan paksaan terhadap para calon PMI. Selasa (15/6/2021) siang, bersama Law Firm Gunadi Handoko &...

News

Malang Post – Tiga calon TKW yang kabur dari PT CKS Bumiayu, direncanakan akan dipindah rawat inap di RSU Dr Saiful Anwar Malang. Senin (14/6/2021)...

headline

  Malang Post – Menghadapi ular kobra tanpa keahlian khusus sangat berbahaya. Terbukti, dua warga Mergosono tersembur cairan berbisa kobra Jawa saat berusaha membunuh ular...

Wisata

Malang Post – Pelaku jasa usaha pariwisata terus didorong Pemkot Malang untuk mendapatkan sertifikasi halal. Ini sebagai upaya menggenjot sektor unggulan supaya kembali bangkit...