News

14 TPS Dikategorikan Rawan

Rapar Koordinasi Menjelang Pungut Suara Pilkada Kab. Malang. (ist)

Malang – Polres Malang telah memetakan beberapa titik yang dinilai rawan dalam persiapan Pilkada Kabupaten Malang. Kerawanan itu terkait kondisi geografis. Hal itu dikhawatirkan dapat menghambat pendisitribusian logistik Pilkada. Terutama saat menuju tempat pemungutan suara (TPS). 

Saat ini setidaknya sudah ada 14 titik TPS yang dikategorikan rawan. Beberapa di antaranya seperti di daerah Desa Licin, Kecamatan Ampelgading. Secara geografis, kawasan itu banyak perbukitan terjal. 

“TPS itu rawan karena faktor geografis. Karena jalur menuju TPS yang susah dilalui kendaraan. Sudah kami petakan ada di Kecamatan Ampelgading dekat dengan Pantai Licin kan susah itu. Ada juga yang di Kecamatan Tirtoyudo dan kalau di barat itu Kecamatan Kasembon,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, kemarin.

Pada pelaksanaan Pilkada ini, sebanyak 1.172 personil Polres Malang di 6 rayon wilayah, bersama TNI dan instansi lain, akan diterjunkan untuk mengamankan 4.674 TPS. Hendri juga berkali-kali berpesan kepada anggotanya, penyelanggara, aparat, dan masyarakat, menjaga kesadaran taat protokol kesehatan (prokes).Agar tidak terjadi klaster baru Covid-19 pasca-Pilkada Kabupaten Malang.

Begitu juga disampaikan, Dandim 0818/ Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf Yusuf Dody Sandra SIP MI Pol agar tidak menganggap remeh Covid-19. Karena itu, patuhi prokes.

Kapolres Hendri juga menegaskan agar anggotanya turut memonitor potensi money politics dan perjudian. Hendri berharap jajaran Polsek memonitor money politics, potensi perjudian (botoh), sehingga warga dapat memilih secara obyektif. Anggota perlu pula meyakinkan warga bahwa TPS aman dan menerapkan prokes secara ketat.

“Hingga saat ini belum ada laporan soal politik uang dan botoh. Kalau ada pasti kami tindak,” ungkap AKBP Hendri Umar SIK MH kepada DI’sWay Malang Post.

Persoalan botoh dan money politics memang jadi perhatian serius kepolisian. Sejarah menunjukkan bahwa money politics berpotensi terjadinya tindak kriminal. Seperti kejadian pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, 30 Juni 2019.

Berawal dari temuan orang meninggal kondisi tergantung dengan tangan terikat. Usut punya usut, korban merupakan orang yang dipercaya dengan diberi uang untuk mencari suara. Selepas pilihan, ia meninggal diduga korban pembunuhan.

Botoh atau pelaku judi, menurut Sumber DI’sWay Malang Post, sebut saja Gondrong, warga Kabupaten Malang, tidak akan lepas dari perhelatan Pilkada. Kata Gondrong, botoh kemungkinan akan selalu ada. Botoh dan money politicsselalu berkaitan. Apalagi, jumlah warga apatis hingga golongan putih antara 30 – 40 % juga menjadi jujugan botoh dengan cara money politics.

Berbagai cara akan dilakukan botoh agar dapat menang taruhan, termasuk membujuk warga golput.Entah itu di tingkat desa, kecamatan ataupun jumlah total perolehan para calon. “Nilainya jutaan rupiah. Bisa lebih. Caranya banyak, termasuk membujuk golput agar mencoblos,” ungkapnya.(riz/ekn)

Click to comment

You May Also Like

headline

AMEG – Miris, beberapa jam jelang hari fitri, sampah di TPS (tempat pembuangan sampah) Borobudur justru menumpuk, hingga tak sedap […]

Malang Raya

AMEG – Perangkat daerah yang konsentrasi pada kebersihan hingga keindahan Kota Malang,  yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kembali menorehkan prestasi. […]

News

AMEG-Pandemi Covid-19, meluluhlantakkan sektor ekonomi. Berbagai macam potensi sumber anggaran, difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya pemanfaatan dana bagi hasil […]

Malang Raya

Malang – Pemkab Malang memastikam pelaksanaan Pilkades tetap digelar. Meski pandemi covid-19 belum dipastikan kapan berakhir. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan […]

Advertorial

Kamis, 18 maret 2021 Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Isi e-SPT untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan […]

News

Malang – Baju sulit kering pada musim hujan akibat minimnya cahaya matahari , menjadi kekhawatiran banyak orang, khususnya ibu-ibu. Bagaimana […]

News

Malang – Pecinta cerita serial fiksi trilogi The Hobbit pastinya cukup mengenali karakter dan kehidupan suku Hobbit. Yakni, makhluk fantasi […]

headline

APA BOLEH BUAT. Petani di Kabupaten Malang memotong separo saja padinya saat panen. Sisanya dibiarkan supaya tumbuh lagi bulir padi. […]

News

Malang – Hujan lebat Minggu (14/3) sore, berdampak tanah dekat jurang yang labil. Longsor pun terjadi. Ini akibat derasnya arus […]

News

Malang – Pertanian merupakan salah satu sektor penggerak roda perekonomian di Indonesia. Namun kecenderungan Indonesia untuk mengimport bahan pangan pokok […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version