Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini

Subsidi Salah Sasaran

Pandemi covid-19 menjadi fenomena yang memberikan dampak buruk hampir pada setiap aspek, masyarakat dibatasi untuk bertemu, pekerjaan dilakukan di rumah, karantina, hingga berujung menjadi korban. Covid-19 telah melemahkan masyarakat. Para pekerja dipecat, kebutuhan dasar tidak dapat dipenuhi. 

Ekonomi menurun dan pada akhirnya pemerintah memberikan subsidi. Karena covid semua penghasilan berkurang, dengan adanya subsidi tersebut akan membantu bagi masyarakat. Subsidi itu bisa tepat sasaran jika diberikan kepada orang yang tepat dan yang lebih membutuhkan.

Baca Juga ----------------------------

Namun, sekarangan  banyak subsidi yang tidak tepat sasaran. Subsidi dari pemerintah justru dinikmati oleh kalangan keatas bukan masyarakat kelas bawah atau berpenghasilan rendah. Contoh pihak yang menikmati subsidi listrik, LPG, beras, sebagian besar dari kelas menengah ke atas. Seharusnya pemerintah memberikan langsung subsidi kepada kelompok terbawah. 

Akan lebih baik jika dilakukan reformasi terhadap mekanisme dan penyaluran subsidi kepada rakyat. Reformasi dalam pemberian subsidi dapat menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pemerintah perlu melakukan perbaikan dan singkronasi data serta memastikan subsidi rumah tangga tepat sasaran.

Selama ini semua pelanggan listrik rumah tangga menikmati listrik bersubsidi. Tetapi manfaat subsidi listrik banyak diterima oleh golongan rumah tangga yang mampu secara ekonomi. Subsidi listrik tepat sasaran adalah solusi pemenuhan kebutuhan listrik bagi rumah tangga miskin dan rentan kemiskinan. Untuk menjamin keadilan harga listrik dan mencapai pengalihan subsidi langsung kepada masyarakat miskin yang lebih bermanfaat. Subsidi listrik masih banyak dinikmati oleh masyarakat yang tidak berhak. Bila perlu berikan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih faham tentang subsidi listrik dan semakin bermanfaat.

Penyaluran sejumlah bantuan langsung tunai juga tersendat karena terkendala data. Bantuan Langsung Tunai atau BLT bagi para pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta mejadi salah satu contoh yang terlambat dicairkan karena masalah data. Penyaluran secara bertahap juga juga dilakukan dalam program bantua presiden (banpres) produktif untuk UMKM. Bantuan ini belum bisa disalurkan Kemetrian Koperasi dan UKM masih mengumpulkan data penerima. Program subsidi gaji dan Banpres merupakan bagian dari stimulus yang diberikan pemerintah untuk penanganan dampak pandemi corona.

Pembagian subsidi yang salah sasaran ini  terjadi karena banyak faktor. Tidak  otimalnya koordinasi dan regulasi antar institusi pengelola bantuan, peta penerima bantuan kurang jelas, dan minimnya pertanggungjawaban dan pendampingan pada subsidi yang akan diberikan menjadi beberapa alasan masyarakat kelas bawah tidak menerima subsidi yang diberika pemerintah. Selain itu, adanya resiko korupsi dalam pengelolaan subsidi dan adanya pemerasan oleh pelasana kepada warga penerima sehingga warga tidak menerima subsidi.

Banyaknya hambatan dalam pembagian subsidi mengakibatkan subsidi tidak sampai kepada masyarakat, ataupun penerima sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya berhak mendapat bantuan. Alhasil, banyak bantuan yang seharusnya diterima masyarakat kelas menengah kebawah justru tidak tepat sasaran. Bahkan, ada diantara penerima bantuan merupakan kepala desa hingga PNS. Diharapkan  pemerintah akan terus berupaya memperbaiki hal ini dengan melihat evaluasi realisasi penyaluran subsidi.

Penulis : Nova Safitri Ramadhani

Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Malang Program studi D-III Teknologi Bank Darah

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

SAYA menghubungi beberapa pengusaha besar. Apakah mereka ”tersinggung” oleh Aki. Terutama setelah Aki –begitu Akidi Tio biasa dipanggil–  tiba-tiba menyumbang Rp 2 triliun kepada...

Malang Raya

Malang Post – PMII Kota Malang, Kamis (29/7/2021) melakukan audiensi dengan Walikota Malang, Drs H Sutiaji. Terkait penerapan PPKM Level 4 di Kota Malang. Berlangsung...

Pendidikan

Malang Post – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melakukan Pengabdian Masyarakat. Memberikan bantuan 800 paket sembako dan paket kesehatan. Sasarannya, beberapa panti asuhan yang tersebar...

headline

Malang Post – PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) melanjutkan lagi program berbagi. Sasarannya masih warga yang terdampak pandemi Covid. Agar membantu meringankan beban warga. Khususnya...

Kuliner

Malang Post – Kondisipandemi Covid-19 belum usai. Saat ini pemerintah menggeber vaksinasi. Namun, masih ada masyarakat yang enggan vaksin dengan berbagai alasan. Fakta ini ternyata memunculkan...

News

Malang Post – Luka bakar serius diderita Yila Arbahana (52). Akibat kebakaran di rumahnya. Kamis (29/7/2021) siang. Warga , sekitar Jl Sanan Gang 2 No.12...

Dahlan Iskan

Tidak punya uang pusing. Dapat uang Rp 2 triliun juga pusing. Coba pikir, mau diapakan uang sebanyak itu. Misalkan saya jadi Irjen Pol Eko...

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...