News

Sutiaji Menyisir Tanah Timpang.

Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Dok DI’s Way Malang Post)

Malang – COBA cek status tanah yang Anda kuasai. Kalau tidak jelas, segera temukan siapa “bapak”nya. Sebab, di Kota Malang terdapat sekitar enam ribuan lahan yang harus masuk kategori BMD (Barang Milik Daerah). Ada tanah kosong atau yang di atasnya berdiri bangunan. Mungkin saja itu rumah yang Anda tempati. Milik Negara. Pemkot Malang diwajibkan oleh aturan untuk segera menyertifikatkannya sebagai pembuktian kepemilikan negara dan pengamanan aset untuk tidak “dimainkan” oleh persekongkolan mafia.

Walikota Malang Sutiaji bersama tim, turun sendiri. Senin (2/11) di Kedungkandang. Di depan SPBU Arjowinangun, lahan kanan jalan di sekitar GOR Ken Arok, hingga taman di area belakang GOR yang biasa digunakan balapan liar. Selasa (3/11) di Blimbing dan Lowokwaru. Di kawasan Persemayaman Gotong Royong, Plaosan, Mojolangu dan Asifa belakang RRI. “Maksud kami segera disertifikatkan. Anggaran untk sertifikasi sudah disiapkan. Tergantung BPN, mampu tidak,” ujar Sutiaji yang juga menegaskan, ada enam ribuan bidang yang perlu penanganan sampai sertifikat. Hari-hari berikut akan ditelisik daerah lain.

Banyak ragam tanah timpang lapangan. Ada yang izin penggunaannya (IP) menyimpang. Misal, IP-nya untuk rumah hunian, tapi fisiknya menjadi ruko karena lokasinya strategis. Hanya bayar retribusi, sangat murah. Efeknya, pendapatan asli daerah sektor ini, rendah. Akhirnya jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini ditindak sampai pembongkaran kalau perlu. Nanti, tidak ada retribusi. Tapi sewa, sesuai perda 8 juni 2020 tentang Barang Milik Daerah, yang juga mengamanatkan pemanfaat aset secara maksimal. Perna ini pula jadi pegangan penertiban. KPK pun dilibatkan, termasuk meminta pengembang yang proyeknya telah selesai segera serahkan fasum-fasosnya. (ekn)

>>>>>>>>>Selengkapnya Di Harian DIs Way Malang Post Edisi Rabu (04/11)

Click to comment

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Pemkot Batu memiliki aset 765 bidang. Sayangnya dari aset sebanyak itu, hanya 118 aset yang sudah bersertifikasi. 647 aset […]

Malang Raya

AMEG – Aset Pemkot Batu ternyata banyak yang belum memiliki sertifikat. Ini menarik perhatian Kejari Kota Batu untuk turun tangan. […]

News

AMEG-Pandemi Covid-19, meluluhlantakkan sektor ekonomi. Berbagai macam potensi sumber anggaran, difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya pemanfaatan dana bagi hasil […]

Advertorial

Kamis, 18 maret 2021 Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Isi e-SPT untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan […]

News

Malang – Baju sulit kering pada musim hujan akibat minimnya cahaya matahari , menjadi kekhawatiran banyak orang, khususnya ibu-ibu. Bagaimana […]

News

Malang – Pecinta cerita serial fiksi trilogi The Hobbit pastinya cukup mengenali karakter dan kehidupan suku Hobbit. Yakni, makhluk fantasi […]

headline

APA BOLEH BUAT. Petani di Kabupaten Malang memotong separo saja padinya saat panen. Sisanya dibiarkan supaya tumbuh lagi bulir padi. […]

News

Malang – Hujan lebat Minggu (14/3) sore, berdampak tanah dekat jurang yang labil. Longsor pun terjadi. Ini akibat derasnya arus […]

News

Malang – Pertanian merupakan salah satu sektor penggerak roda perekonomian di Indonesia. Namun kecenderungan Indonesia untuk mengimport bahan pangan pokok […]

News

Malang – Pushbike atau balance bike punya banyak manfaat dibandingkan sepeda roda tiga. Ini dikatakan dosen Universitas Negeri Malang, Rosyidamayani […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version