Malang Post

Pendidikan


Siap Kerja, Lulusan PIM Digodok Career Center

Share
MALANG - Demi mencetak lulusan yang siap mengahadapi persaingan kerja maupun bisnis, Badan Konseling Putra Indonesia Malang gelar Career Center “Siap Menyambut Dunia Kerja” yang wajib diikuti oleh ke- 160 calon wisudawan-wisudawati Program D III Farmasi dan D III Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma), Sabtu, (29/8/15) di Aula Akademi Putra Indonesia Malang.
Salah satu pemateri dalam career center, Chrystiana Tri Puji Rejeki, S. Psi berujar, menjadi lulusan yang siap kerja bukanlah persoalan gampang. Ia mengatakan, banyak lulusan-lulusan yang nyatanya tidak siap kerja alias masih bermental anak sekolahan.
Untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, menurutnya, semua orang harus berani “menjual diri” pada perusahaan-perusahaan tempat ia melamar. Maksud jual diri tersebut adalah seseorang harus mampu mengenal kemampuannya secara mendalam, sehingga orang tersebut dapat menjual kemampuannya, pada perusahaan yang ia inginkan agar terkesan layak untuk dipekerjakan.
Chrystiana melanjutkan, lulusan yang dibutuhkan oleh perusahaan besar saat ini adalah lulusan-lulusan yang tegas dan berkarakter kuat. Menurutnya, kemampuan hardskill tidaklah menjamin kesuksesan dalam interview kerja. Cara menyelesaikan masalah, cara menyampaikan pendapat bahkan cara berjalan saja dapat menentukan kelulusan interview kerja.
“Jika dalam cara berjabat tangan saja, kalian masih lemas dan tak bertenaga apalagi nanti ketika bekerja. Segala sesuatunya baik mental atau fisik harus dipersiapkan matang sebelum melamar pekerjaan,” paparnya saat simulasi dalam penyampaian materi.
Sementara itu, Debora Irawati, S.Psi., Ketua Panitia Acara Career Center mengungkapkan, acara talkshow tersebut dilaksanakan rutin tiap tahun dan diperuntukkan khusus bagi mahasiswa-mahasiswi yang telah dinyatakan lulus program D III Farmasi maupun Akafarma dan akan diwisuda.
“Acara ini bertujuan untuk membekali lulusan-lulusan Akademi Putra Indonesia, dengan softskill yang baik untuk menghadapi persaingan kerja. Mulai dari bagaimana menghadapi interview, psikotes sampai pada bagaimana cara membuat curriculum vitae yang benar,” papar Debora saat ditemui di sela-sela acara.
Selain itu, acara yang menghadirkan tiga pembicara yang datang dari kalangan dosen dan pengajar akademi Putra Indonesia sendiri ini, bertujuan agar meningkatkan kesiapan mental lulusan agar mantap dalam menentukan pilihan kerja segera setelah lulus. Materi yang diberikan pada peserta talkshow ini diantaranya adalah cara menghadapi interview kerja, cara-cara membuat curriculum vitae yang baik dan benar dan cara menghadapi psikotes.
Ketiga materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa-mahasiswi Putra Indonesia Malang dalam menentukan masa depan yang lebih cerah sehingga ilmu yang didapat selam 3 tahun dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Hyana Prita, salah satu peserta talkshow Career Center mengungkapkan kesiapannya dalam menghadapi persaingan di dunia kerja segera setelah lulus. Wanita program D III Farmasi ini, berujar dengan adanya pembekalan karir seperti saat ini, ia mendapatkan berbagai ilmu penting dalam bersikap terkait mencari pekerjaan nantinya.
“Saya sih inginnya menjadi asisten apoteker. Kemampuan saya sudah cukup baik dan juga saya sudah cukup pengalaman selama belajar di akademi farmasi disini. Saya optimis akan bisa langsung kerja nanti,” pungkas Hyana.
Acara talkshow career center ini menghadirkan tenaga pendidik kompeten dari Akademi Putra Indonesia Malang,  Dra. Anna S. Prawoto sebagai pemateri menulis curriculum vitae yang baik dan Herry Triyanto, S. Psi., Psikolog sebagai pembawa materi psikotest. (mg9/adv/oci)
comments

Manusia Modern itu Unggul dalam Sikap

Share
MALANG – Perkembangan dunia yang begitu cepat menyebabkan hubungan antar negara semakin intens. Saling bergantung satu dengan yang lain sehingga muncul globalisasi. Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat arus Tenaga Kerja Asing (TKA) berdatangan untuk mencari peluang kerja di tanah air.
Tenaga Kerja Indonesia juga harus mencari peluang hingga di luar Indonesia. Caranya tentu dengan membuat keunggulan. Yang bisa dilakukan calon tenaga kerja Indonesia, selain menghimpun kompetensi adalah menjaga attitude.
“Skill dan knowledge itu mudah dipelajari. Namun membentuk manusia modern yang memiliki attitude dan karakter baik itu yang sulit dan menjadi tugas ibu bapak guru di sini,” ungkap Ir. Suhadi, M.Si., Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dalam sarasehan berjudul “Strategi Pengembangan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN” di Aula Usman Mansyur, Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu (29/8/15).
Suhadi berbicara didepan 380 calon wisudawan Kualifikasi Kementerian Agama Unisma. Ia berharap agar para calon wisudawan dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten dan produktif setelah kembali dilepas di dunia kerja.
Ia menambahkan, setidaknya ada empat strategi yang dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia. Yaitu penataan regulasi, pengembangan standar kompetensi kerja, penguatan lembaga pendidikan dan pelatihan, serta penguatan sistem sertifikasi.
“Itu semua menjadi tugas kami juga peran perguruan tinggi dengan upaya penguatan lembaga pendidikan. Disini kualitas tenaga kerja yang dihasilkan oleh perguruan tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia sudah menetapkan kompetensi untuk tiap jenjang pendidikan, yang terdiri dari jenjang satu hingga jenjang 9.
“Kendati demikian, saya tegaskan, kompetensi saja tidak cukup. Harus seimbang dengan sikap dan perilaku kita,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si  mengungkapkan, tenaga-tenaga kerja profesional Indonesia sangat sulit untuk masuk ke negara-negara lain. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten.
“Dan kedepan sertifikasi profesi bukan sekedar label semata, tapi juga mempunyai kualitas yang sesuai dengan sertifikasi yang diberikan,” pungkasnya. (nas/oci)
comments

Belajar Bisnis di Startup Weekend Ma Chung

Share
MALANG – Limanyono, alumni Teknik Informatika UK Petra beserta empat temannya tampak serius memandangi Business Model Canvas yang terletak di meja. Mereka harus memutar otak untuk membuat ide baru setelah ide lamanya ditolak oleh mentor.
Liman menyatakan, sebelumnya kelompoknya membuat ide tentang penjualan makanan instan dalam strartup weekend yang diselenggarakan oleh Ma Chung, Sabtu (29/8/15). Ide itu kemudian mereka bawa dalam poses pitching.
“Mereka yang merasa cocok dengan ide saya  bisa bergabung bersama untuk membuat perencanaan. Tadi sebenarnya sudah menyusun rencana market. Tapi dimentahkan lagi sama mentor. Jadi kami harus membuat inovasi lagi,” tutur Liman.
Liman dan kawan-kawan harus berkompetisi dengan 11 ide startup lain di Malang Digital Core (MDC) dalam waktu hanya 54 jam. Startup sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menyebut usaha bidang teknologi Informasi atau internet. Jenis usaha ini memang sedang booming seperti halnya keberadaan Gojek.
Liman menyatakan, mengikuti acara semacam ini memang menjadi keinginannya dalam memulai usaha. Sebenarnya, di Surabaya juga ada acara serupa namun ia justru belum pernah mencobanya dan memilih untuk menjajalnya di Malang.
Sementara itu, Jonathan, Sekretaris MDC menyatakan, ide yang dipaparkan peserta akan menjadi penentuan kelompok berdasarkan peminatan masing-masing. “Siapapun yang memiliki ide untuk membuat usaha berbasis teknologi informasi bisa bergabung disini,” tandasnya.
Selain memaparkan ide yang kreatif dan gila, peserta juga akan diarahkan oleh 15 mentor untuk pembimbingan menuju pelaksanaan usaha. Mentor-mentor ini memiliki dasar di bidang Bisnis Analisis, Sistem Informasi, Teknologi Informatika dan Enterpreunership.
“Mentor yang kami datangkan merupakan startup sukses. Dengan ide yang dimiliki  akan dikompetisikan untuk meraih juara pertama,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama hadir juga sejumlah investor yang akan menilai dan mempertimbangkan hasil karya peserta untuk mereka beli atau danai. Selama 3 hari (28-30/8), peserta akan mempelajari keahlian baru dan kondisi pasar yang sesuai dengan ide mereka.
“Peserta disini tidak dibatasi umur dan pekerjaan, banyak dari luar kota seperti Jakarta, Solo, Surabaya, Gresik, dan Pasuruan,” pungkasnya. (nas/oci)
comments

Jazuli Khanafi, Lulusan Unikama Tembus Beasiswa ke China

Share
TUNTUTLAH ilmu hingga ke Negeri China, petuah Arab itu akhirnya bisa direalisasikan oleh lulusan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Jazuli Khanafi. Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2010 itu berhasil menembus beasiswa studi post doctoral dari Nanjing University of Information Science and Technologie Jiangsu, China.
Pada 1 September besok, Jazuli akan segera terbang untuk mencari ilmu di Jiangsu. Jiangsu adalah sebuah kota di China yang merupakan kota pelajar. Tak ada kekhawatiran dari wajah Jazuli, meski harus jauh dari Indonesia dan dari keluarga tercintanya.
“Orangtua saya mendukung sekali, apalagi saya tidak harus mengeluarkan biaya selama dua tahun di China nantinya,” ungkapnya.
Aktivis PMII Unikama ini menuturkan, selama studi, ia akan mendapatkan sekitar 30 ribu Yuan atau sekitar Rp 70 juta per tahun. Sementara untuk biaya studinya, hanya membutuhkan sekitar 20 Yuan. Sisanya bisa dimanfaatkan untuk biaya hidup, makan, dan juga tempat tinggal. Rencananya selama di China, ia akan tinggal di asrama kampus.
“Saya juga bisa masak sendiri kebutuhan untuk makan, biar lebih irit,” bebernya.
Rencananya, hari pertama menginjakkan kaki di China nanti, ia hendak berziarah ke makam sahabat Nabi. Jazuli memang gemar sekali berziarah, bahkan ia mengaku pernah ke wali 9 dengan cara numpang di truk atau kendaraan lain. Karena itulah, ia langsung ingin berziarah setiba di China nantinya. Selain itu, ia juga sudah berangan-angan untuk bisa berkunjung ke Kota Guangzho, kota terbesar di China Selatan. Di kota tersebut, ada banyak penduduk muslim.
“Kota tempat saya belajar dekat dengan Guangzho, saya ingin segera mengunjungi tempat tersebut,” bebernya.
Wakil Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa Kota Malang ini menuturkan, kesempatan berharga ini didapatkannya ketika ia mencari informasi beasiswa. Rupanya, di Jiangsu ada banyak beasiswa yang diberikan untuk pelajar asing. Syarat pendaftarannya dengan menulis paper tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Naskah yang ditulisnya lolos dan kemudian ia harus mengikuti medical check up.
“Sebenarnya saya mendaftar ke Nanjing University of Science and Technology, tapi kemudian diarahkan ke NUIS,” urainya.
Disinggung apa targetnya setelah menyelesaikan studi S2 tersebut, Jazuli tak punya keinginan besar kecuali bisa mengamalkan ilmunya sehingga bermanfaat bagi bangsanya.
“Jadi apa saja tidak apa-apa, yang penting bisa bermanfaat,” tegasnya. (lailatul rosida)
comments

Ide dari Siswa,Sukses Hadirkan Adera

Share
MALANG – Pentas seni Incredible Creativity Of Colour School (ICOCS) 2015   digelar SMAN 9 Kota Malang berlangsung semarak  di Dome UMM, Sabtu  malam (29/8). Panitia tidak hanya memamerkan kegiatan ekskul,  tapi juga menghadirkan artis ibukota, Adera dan berhasil memukau penonton.
Adera membawa sedikitnya 10 lagu antara lain berjudul Lebih Indah, Terlambat, Melewatkanmu. Melihat respon penonton yang manis, Adera pun melakukan interaktif. Dia tidak sekadar menanyakan kabar, tapi juga memberikan sedikit cerita tentang lagu-lagu yang dibawakannya.
Kepala Sekolah SMAN 9, Drs Hadi Hariyanto menuturkan bangga dengan kegiatan akbar yang digelar para siswa dan siswi binaanya tersebut. “Pentas Senin ICOCS 2015 ini, merupakan ide dari siswa. Termasuk biayanya, para siswa yang mencari,’’ katanya. Dia juga mengatakan, pentas sendiri ini memiliki tujuan, yaitu mengenalkan bakat seni siswa kepada masyarakat. “Melalui kesenian, kami mengenalkan SMAN 9 Kota Malang ini ke jagat raya. Kesenian yang ditampilkan saat ini banyak memiliki nilai. Termasuk nilai kreatif,’’ urainya.
Ketua OSIS SMAN 9, Redam Guruh Nusantara, mengatakan panitia  mendatangkan Adera, sebagai daya tarik kegiatan Pentas Seni ICOCS 2015 ini. “Adera sengaja kami gandeng dalam kegiatan ini, karena dia memiliki banyak penggemar. Itu betul-betul dibuktikan dengan jumlah penonton yang membludak,’’ katanya kepada Malang Post.
Siswa kelas XII SMAN 9 Kota Malang ini mengatakan, Pentas Seni ICOCS 2015 ini sebetulnya tidak sekedar memberikan hiburan, tapi juga sebagai ajang pengenalan sekolah ke dunia luar. Oleh karena itu, selain memberikan berbagai hiburan, panitia juga memberikan kesempatan siswa untuk unjuk gigi kegiatan ekschoolnya. “Di SMAN 9 ada 33 cabang eksul. meskipun tidak semuanya, tapi beberapa ekskul  tadi melakukan show of force,’’ katanya.
 Pentas seni ini dimulai dengan hiburan. Beberapa dancer langsung memasuki panggung, mereka menari mengikuti irama. Senyum di wajah membuat, tarian mereka betul-betul memukau. Dilanjutkan tarian tradisional, Break Dance dan Shuffle. Para siswa ini tampil dengan semangat yang menggelora.  (ira/nug)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL