Malang Post

Pendidikan


Ingin Aman, Pengguna Android Harus Waspada

Share
MALANG - Android punya banyak rahasia yang belum terungkap. Karena rahasia itu pula seringkali pengguna dibuat pusing dengan problem virus atau gangguan lainnya. Hal itu pula yang kemarin dikupas dalam seminar bertajuk The Secret Behind Android yang digelar Himpunan Mahasiswa IT Jurusan Teknik Informatika S1 Universitas Widyagama Malang (UWG) di Gedung Widyagraha, Minggu (21/12/14). Acara yang diikuti pelajar, mahasiswa dan komunitas cyber dari berbagai kota itu adalah gelaran ke dua yang digelar oleh jurusan. Dan seperti halnya tahun lalu, animo peserta cukup tinggi dengan isu yang diusung.
Zen Ronney, pembicara dari Malang Cyber Crew dalam paparannya mengingatkan, jika tidak mau diganggu oleh virus dan persoalan lainnya, pengguna Android harusnya selalu waspada. Terutama saat mendownload aplikasi tertentu.
”Selama ini orang cenderung mengabaikan petunjuk yang ada pada sebuah aplikasi yang akan didownload, jadi jangan salahkan kalau sampai kena hacker atau diserang virus,” kata dia.
Tetap waspada dan tetap aman, adalah dua kata kunci yang selalu ditekankannya. Selain itu ia juga mengingatkan agar pengguna Android juga tidak mudah tertipu terutama melalui akun jejaring sosial, sms atau lainnya.
Selain paparan mengenai tips aman menggunakan Android, ada juga pemateri yang mengupas tentang segi entrepreneur yang bisa dimanfaatkan dari kemajuan IT. Ahmad Rofiaul M. S.Kom dan Subari S.Kom memberikan hal itu. Aplikasi yang paling booming sejak adanya Android terutama adalah sosial media dan game. Dua hal itu bisa dimanfaatkan sebagai peluang bisnis bagi yang serius menekuni dunia IT.
”Membikin aplikasi Android itu tidak sulit, karena ada beberapa pilihan cara yang bisa digunakan sesuai dengan dasar kemampuan kita,” ungkap Rofiaul.
Sementara itu Ketua Jurusan S1 Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang Fitri Marisa menuturkan, kegiatan ini disambut antusias oleh peserta. Terbukti sedikitnya 250 orang mengikuti seminar tersebut yang terdiri dari pelajar SMK, mahasiswa dan umum.
Marisa menuturkan, jurusan Teknik Informatika ini berdiri pada 2011 dan terakreditasi sejak 2013. Peminat jurusan ini terus meningkat dan bahkan selalu menjadi yang terbanyak diminati di fakultas. Tahun ini, jurusan bekerjasama dengan microtik sebagai tempat kursus atau sertifikasi yang akan digelar mulai Januari mendatang. Materi ini akan menjadi khas kurikulum jurusan sebagai bekal plus bagi mahasiswa.
”Dengan sertifikasi mikrotik ini maka mahasiswa akan memiliki keahlian khusus yang sangat dibutuhkan perusahaan manapun,” pungkasnya. (oci/sir)
comments

Gelar Kemah, Pamerkan Pakaian Berbahan Sampah

Share
MALANG – Siswa SDN Karangbesuki 1 terampil membuat berbagai macam motif pakaian dari bahan daur ulang limbah plastik. Plastik bekas dari beberapa jenis makanan atau produk kemasan lain, dimanfaatkan siswa menjadi sebuah rangkaian seni kreasi menarik berupa pakaian dan aksesories. Hal ini terlihat saat Fashion Daur Ulang dalam kegiatan Perkemahan Kemah Mandiri Dan Kreatif SDN Karang Besuki 1, pada Sabtu malam kemarin (20/12).
Penggunaan limbah plastik untuk didaur ulang menjadi pakaian, merupakan sebuah ide untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan bahan-bahan bekas yang tidak terpakai sehingga termanfaatkan. Hal ini dikatakan ketua pelaksana kegiatan, Sugianto sebagai upaya untuk memacu siswa agar terampil dalam menciptakan karya-karya berbahan daur ulang.
“Mereka merangkai sendiri dan hasil karyanya ditampilkan dalam pentas lomba peragaan busana,” kata dia.
Selain mamacu kreativitas, Sugianto melanjutkan, pemanfaatan bahan daur ulang akan memberikan manfaat  pada kebersihan lingkungan. Bahan-bahan bekas yang menjadi sampah dan mengotori lingkungan, akhirnya terpakai menjadi sesuatu yang bisa diambil manfaatnya.
Ia menuturkan kegiatan Kemah Mandiri dan Kreatif merupakan kegiatan siswa yang rutin dilaksanakan SDN Karangbesuki 1 selama tiga hari. Tujuannya untuk mencetak generasi yang mandiri, disiplin, kreatif, berani dan bertanggungjawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa agenda pun dilaksanakan dalam Kemah Mandiri dan Kreatif tahun ini. Antara lain menghias sepeda, gelar kesenian jaran kepang, lomba olah vokal dan peragaan busana daur ulang. Hari kedua, kegiatan diwarnai dengan olahraga jalan sehat, penjelajahan, lomba mewarna, cerdas cermat, futsal, api unggun dan caraka. Sementara hari terakhir, kegiatan dibuka dengan Senam Kesegaran Jasmani yang dilanjutkan dengan aneka permainan, bakti sosial dan upacara penutupan.
Terpisah, Kepala SDN Karangbesuki 1 Musleh, S. Pd mengungkapkan kegiatan pramuka merupakan sebuah program yang sangat efektif dalam pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial dapat terpenuhi dalam kepramukaan. Untuk itulah kepramukaan dianggap penting dan dijadikan sebuah program pembinaan di SDN Karangbesuki 1 serta dilaksanakan secara gebyar setiap tahunnya.
“Dalam pramuka terdapat pendidikan yang komplit. Maka pramuka memang penting menjadi program wajib dalam lembaga pendidikan,” ungkapnya.  
Menurutnya ada beberapa pengalaman penting yang bisa didapat siswa dalam kegiatan kemah mandiri. Karena kondisi siswa yang jauh dari orang tua, mereka dituntut untuk mandiri dan bersosialisasi dengan baik. Selain bersikap berani dan bertanggungjawab menyelesaikan sebuah tugas, para siswa dibina untuk dapat membangun kerjasama antar tim dan kekompakan sehingga menjadi yang terbaik.
Ia menegaskan kemah mandiri dan kreatif merupakan ajang apresiasi bagi seluruh siswa. Mereka diberi kesempatan untuk berekspresi dan berkreativitas sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka, baik dalam pentas maupun perlombaan. (imm/sir/oci)

comments

Mahasiswa Unikama Kenalkan Susu Berbahan Talas

Share
MALANG - Tanaman Talas ternyata rasanya enak jika diolah menjadi susu. Seperti susu kedelai (Sule), susu talas dipastikan kaya dengan vitamin dan menyehatkan. Susu talas bernutrisi (Sulastri) dikenalkan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Unikama. Produk tersebut menarik perhatian pengunjung stand dalam bazar praktik perkuliahan kewirausahaan di Halaman Kampus Unikama, Sabtu lalu.
“Kami membuat produk Sulastri ini dari bahan yang sangat murah, berbahan dasar daun talas yang kemudian kita olah menjadi minuman dengan berbagai rasa,” ungkap Ari Safitri, mahasiswa pembuat Sulastri.
Minuman bernutrisi yang dibuat oleh mahasiswa ini bisa dipilih dalam berbagai rasa, ada strawbery, jambu, dan original. Harganya murah meriah, hanya Rp 5 ribu. Produk tersebut baru kali pertama dikenalkan kepada publik dan langsung mendapatkan respon. Bahkan Ketua Prodi Manajemen Andi Nu Graha langsung memborong minuman segar tersebut.
Bazar Kewirausahaan ini dimeriahkan 40 stand yang diikuti mahasiswa angkatan 2012.
“Kegiatan lomba bazaar ini diadakan setahun sekali untuk meningkatkan jiwa eterprenuer mahasiswa” ungkap Andi Nu Graha selaku penanggung jawab acara.
Bazar tersebut, lanjutnya, digelar oleh dua Prodi yaitu Prodi Manajemen dan Akuntansi yang diikuti oleh seluruh mahasisswa angkatan 2012 dari kedua Prodi.
Sementara itu Sabtu lalu Unikama juga diramaikan dengan kegiatan lomba kepramukaan yakni Galang Tangkas Tegak Kreatif. Acara ini dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka Unikama dengan tema Generasi Pramuka  Kreatif, Berkarya Untuk Negeri. Pesertanya sebanyak 320 peserta yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu Penegak dengan 230 peserta dan 90 orang dari penggalang dengan perwakilan dari sekolah-sekolah baik Sekolah Dasar sampai tingkat SLTA. (pung/oci)
comments

Suguhkan Karya Kolaborasi dalam Pagelaran Orkestra

Share
SEBUAH Karya kolaborasi dari siswa TK, SD, SMP dan SMA Islam Sabilillah Malang akan digelar hari ini, (21/12/14) di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan bertajuk “Pagelaran Orkestra  Simfoni Khasanah Bangsa, Karya Siswa Sabilillah Malang 2014” ini dikemas lebih megah karena mempersatukan grup kesenian di masing-masing sekolah.
TK Islam Sabilillah Malang misalnya, tampil dengan musik kulintang berpadu angklung. Penampilan ini dilengkapi dengan siswa SD Islam sabilillah Malang yang mempersembahkan etnika harmoni. Makin lengkap dengan tampilan SMP Islam Sabilillah dengan music akulturasi tiga budaya dan pendatang baru SMA Islam Sabilillah Malang dengan Arabian Musik (Musik Gambus). Secara menyatu mereka berbaur dan berharmonisasi dalam merangkai syair dan lagu dengan alunan musik yang serasi, selaras dan  nikmat untuk dinikmati.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa TK, SD, SMP dan SMA Islam sabilillah Malang beserta kedua orang tuanya. Sengaja pagelaran ini dirancang milik keluarga besar Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah sebagai induk dari sekolah-sekolah. Orang tua dan siswa bersama-sama menyaksikan pagelaran seni karya siswa yang dibarengi dengan pengambilan rapor siswa semester I.
”Pagelaran  orkestra ini, buah tangan terampil dan kreatif para guru beserta pembina ekstrakurikuler yang profesional di bidangnya masing-masing. Lembaga memang menetapkan bahwa seluruh pembina ekstrakurikuler di satuan pendidikan TK, SD, SMP dan SMA Islam Sabilillah Malang adalah  tenaga professional  dibidangnya dan teruji prestasinya,” ungkap Direktur LPI Sabilillah Malang Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd.
Ia juga mengungkapkan bahwa dengan pembinaan yang profesional, praktisi dan berprestasi diharapkan dapat menularkan prestasinya kepada anak didik. Tidak diragukan lagi bahwa hanya dalam kurun waktu satu semester, siswa Sabilillah mampu menghasilkan karya besar yaitu pagelaran orkestra khazanah bangsa 2014.
Acara semakin  membanggakan karena momentum ini dijadikan juga sebagai ajang penganugerahan prestasi guru, pegawai dan siswa di lingkungan LPI Sabilillah Malang. Anugerah Festival Lomba Olah raga dan Seni Sabilillah 2014 dan Anugerah Guru dan Pegawai Berprestasi 2014. Anugerah yang diberikan kepada siswa dan guru/pegawai adalah wujud dari predikat sekolah Sabilillah yaitu “Sekolah Para Juara”.
Kemeriahan acara tidak luput dari pemandu acara yang menyajikan dengan indahnya oleh MC  berbakat dari alumni SD dan SMP Islam Sabilillah yaitu Ananda Afil (saat ini studi di Universitas Indonesia). Kasyfil Waris didampingi oleh Azarine Faustina Aurellia yang merupakan siswa SMA Islam Sabilillah Malang sekaligus alumni SMP Islam Sabilillah.
Acara akan ditutup dengan penampilan seluruh pengisi acara dengan melantunkan lagu “Kini Aku Penuh Cinta” karya Ibrahim Bafadal (Direktur LPI Sabilillah Malang) yang menceritakan tentang pendidikan karakter Siswa Sabilillah Penuh Cinta.  
”Terima kasih kepada seluruh siswa, guru dan Pembina ekstrakuriuler serta seluruh sponshorsip yang mendukung kesuksesan acara ini,” pungkasnya. (oci/adv)
comments

SD Pinggiran Rancang Power Bank Tenaga Matahari

Share
murid-murid SDN Sumberejo 3 Kecamatan Pagak mendemonstrasikan perakitan personal computer (PC) dihadapan wali murid kemarin

KEPANJEN – Meski berada di daerah terpencil, tidak membuat murid-murid SDN Sumberejo 3 Kecamatan Pagak, ketinggalan perkembangan teknologi. Setelah berhasil merakit komputer, para siswa akan membuat power bank bertenaga sinar matahari.
 Rencananya inovasi itu akan dirilis pertengahan tahun depan mendatang. Kepala SDN Sumberejo 3 Suripto Hadi mengatakan, perakitan komputer sudah menjadi makanan sehari-hari oleh siswa-siswinya.
“Karena di sekolahan kami juga ada ekstrakurikuler perakitan komputer. Siswa-siswi kami cukup antusias mengikuti pembelajaran perakitan komputer ini,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Setiap menjelang liburan menurutnya, sekolah selalu melakukan demo perakitan PC dihadapan wali murid, seperti yang dilakukan kemarin. Tiga siswa mendemontrasikan perakitan komputer dan seorang siswa lainnya menjadi tutorial
Tiga murid yang merakit PC itu yakni Lisa Khomariah, Niko dan Aria. Sedangkan tutorial bernama Vika. “Mereka dari kelas tiga dan kelas empat. Usia mereka antara delapan hingga sembilan tahun,” ungkapnya.
Persiapan siswa-siswi melakukan demonstrasi perakitan PC dihadapan wali murid itu hanya dilakukan selama tiga hari. Mereka hanya butuh waktu 15 menit untuk merakit PC. Mulai pemasangan motherboard hingga memasang power suply.
“Selain mahir merakit PC, mereka juga bisa mengoperasikan Microsoft windows,” terangnya.
Dalam waktu dekat ini, anak didiknya akan membuat power bank beternaga surya atau panas matahari.  Selain itu, juga akan membuat inovasi terbaru lainnya yakni otomatis lampu untuk hidup dan mati.
“Inovasi yang kami lakukan, untuk memberi semangat siswa-siswi dan wali murid. Mengenyam pendidikan di tempat terpencil, bukan menjadi halangan untuk memperbaharui atau mengupdate perkembangan teknologi,” tegasnya.
Meski tinggal di desa terpelosok dan jauh dari perkotaan kata dia, kemampuan anak didiknya tidak kalah dengan murid-murid yang berada di perkotaann. (big/aim) 
comments

Page 1 of 331

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »