Malang Post

Pendidikan


Dikemas Menarik,Pengunjung Antusias

Share
MALANG - Gemerlap cahaya dan percikan api pecah saat ratusan pengunjung menyalakan kembang api secara bersamaan dalam penutupan exhibition dalam rangkaian acara KommAKsi 2015,i di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),Jumat malam.
Berbagai acara disuguhkan dan dikemas secara menarik oleh lab Ikom UMM untuk menarik perhatian pengunjung terutama bagi mereka para mahasiswa ikom UMM 2011. Hal itu terbukti dari antusiasme pengunjung yang hadir dari hari pertama dan hari kedua yang selalu ramai dan padat oleh ratusan pengunjung yang hadir di acara Exhibition.
Fuji Suchroni ketua panitia exhibition mengatakan   panitia tahun ini memang menggelar  exhibition secara spesial dan maksimal dengan menghadirkan berbagai karya yang luar biasa dari karya praktikum  mahasiswa Ikom UMM 2011.Selain itu suguhan acara menarik dari pengisi acara juga turut memberikan kontribusi dari kesuksesan acara exhibition 2015 ini.
 “Untuk tahun ini Exhibition diisi oleh berbagai hiburan seperti akustik performance, musikalisasi dari Jepang oleh Ocarina, musikalisasi puisi, tradisional dance oleh sanggar seni mahasiswa, fire dance, dan puncak acara nya adalah pesta kembang api” ungkap mahasiswa ikom UMM semester enam tersebut.
Acara  disajikan terdiri dari berbagai macam latar belakang. Baik itu dari pengisi acara maupun dari karya yang di tampilkan. Karena Exhibition tahun ini menunjukan perbedaan itu bisa bersatu dan bisa menjadi hal yang indah sesuai dengan tema KommAKsi 2015 yaitu multikulturalisme.
Acara exhibition 2015 ini memang di selenggarakan secara maksimal oleh lab ikom UMM untuk mengapresiasi karya praktikum mahasiswa ikom UMM 2011 yang terbagi dalam tiga peminatan yaitu Audio Visual, Jurnalistik, dan Public Relation. Agar mereka semakin semangat dalam berkarya dan bisa menjadi individu unggul dan berkualitas yang mampu bersaing dengan dunia industri kreatif yang akan mereka hadapi setelah lulus nanti.(mg/nug)
 
comments

Tembus S2 UI, Kini Kejar Beasiswa

Share
DALAM prosesi wisuda mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yang digelar hari ini (23/5), Ahmad Qadafi, mahasiswa jurusan pendidikan geografi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Mahasiswa kelahiran Sumenep ini berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88.

Hebatnya, belum juga dilepas oleh pihak Unikama, pria yang akrab disapa Qadafi ini sukses menembus ketatnya seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI) jurusan Geografi Sains jenjang magister.

“Alhamdulillah saya berhasil diterima program S2 di UI jurusan Geografi sains. Pengumumannya baru saja tanggal 18 Mei kemarin,” ungkap Pria kelahiran 16 Juni 1992 tersebut kepada Malang Post, kemarin (22/5).

Selain lolos program S2 di UI, Qadafi mengaku masih memiliki target besar lain yakni meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurutnya, lolosnya ia di UI adalah salah satu langkah untuk bisa meraih beasiswa tersebut.

“Berdasarkan beberapa masukan dari kakak tingkat, untuk bisa dapat beasiswa LPDP itu lebih baik diterima di satu universitas dulu baru mengajukan. Peluang tembus akan lebih besar dan mudah dibandingkan dengan mendaftarkan diri sebelum diterima di perguruan tinggi,” urai Qadafi.

Putra dari pasangan Mohammad Hosni dan Sumartini ini melakukan penelitian terkait peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa sub tema II tentang Dinamika Kependudukan dan pembangunan nasional. Dalam penelitiannya itu, Qadafi menggunakan media gambar cetak dan model pembelajaran discovery learning yang diterapkan pada SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang.

Sementara itu, pada prosesi pelepasan kali ini, Unikama meluluskan 712 wisudawan yang berasal dari 153 jenjang S2 dan 559 jenjang S1. Jenjang S2 berasal dari jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan jenjang S1 terbanyak berasal dari Pendidikan Matematika sebanyak 66 wisudawan.

Hebatnya, untuk wisuda kali ini, pihak Unikama telah membekali mahasiswa dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi seluruh wisudawan. Menurut Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian, MSi., SKPI ini akan ditampilakn dalam dua bahasa yakni bahasa indonesia dan bahasa inggris.

”Nanti dalam satu lembaran SKPI itu akan ada dua bahasa yang berisi kompetensi, keahlian, pengalaman, dan prestasi non akademik,” ujar Pieter.
Lulusan kali ini adalah angkatan pertama yang mendapatkan SKPI. Hal itu dimaksudkan untuk membekali mahasiswa senjata untuk menghadapi peperangan dalam dunia kerja pasca masa kuliah.

”Agar produk yang kami hasilkan itu diakui oleh masyarakat dan dunia kerja khususnya,” pungkas Pieter. (nas/adv/oci)
comments

Terus Berbenah Menuju World Class University

Share
MALANG – Banyak hal yang tengah dibenahi oleh Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Selain terus melengkapi infrastruktur untuk pelayanan akademik yang maksimal, Unikama juga menargetkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) utamanya bagi para dosen.

Menurut Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian MSi., saat ini, Unikama telah memiliki banyak dosen bergelar magister, jumlahnya mencapai 93 persen. Merekalah yang akan dipacu untuk bisa mengejar target ideal jumlah doktor Unikama.

”Untuk yang bergelar doktor saat ini hampir mencapai 10 persen. Ini yang akan kami kejar terus dan target tiga tahun ke depan kami bisa menembus angka 20 persen, untuk prosentase dosen bergelar doktor,” terang Pieter kepada Malang Post, kemarin (22/5).

Saat inipun, sekitar 35 orang dosen Unikama yang tengah menempuh pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, sudah ada dua dosen yang berhasil mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas kreativitas yang selalu dikembangkan.

Selain menambah jumlah doktor, Unikama juga fokus mengembangkan kemampuan menulis dan riset para dosen. Terget itu diusahakan dengan mengarahkan para dosen untuk mengikuti seminar internasional dan masuk dalam publikasi internasional.

”Dalam hal ini kami juga memberikan insentif kepada dosen yang mau mengikuti seminar Internasional. Tujuannya agar mereka termotivasi untuk terus mengasah kemampuan mereka,” imbuh Pieter.

Tak hanya dosen, Unikama juga bertekad mengasah kemampuan riset di kalangan mahasiswanya. Caranya adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis riset di bangku perkuliahan sehari-hari. Pieter mengaku pihaknya telah memberikan arahan kepada para dosen terkait hal tersebut.

”Sesuai dengan arahan dari Kemenristek Dikti, perguruan tinggi harus menekankan aspek penelitian. Dengan begitu Unikama ingin menyelaraskan hal tersebut dengan mengarahkan dosen agar meningkatkan penelitian dalam pembelajaran di kelas,” urai Pieter.

Kedepannya, setelah mahasiswa dan dosen terbiasa melakukan penelitian, akan banyak hasil riset yang bisa dipublikasikan untuk mendongkrak posisi Unikama sebagai World Class University (WCU). Selama ini, menurut Pieter, penilaian WCU didukung oleh Webometrics yang dinilai dari kuantitas publikasi penelitian di media online.

”Sekarang kan peringkat kita dalam webometrics kan masih berada di sekitaran dua ratusan. Target sepuluh tahun kedepan Unikama bisa masuk dalam ranking seratus besar,” papar Pieter.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan Drs. H. Soeja’i, Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Perguruan Tinggi (PPL-PT). Soeja’i menyatakan pihaknya saat ini tengah membenahi banyak hal untuk meningkatkan kualitas di Unikama.

”Infrastruktur dan sarana prasarana sedang kami kembangkan termasuk bangunan auditorium yang baru saja jadi. Juga pengembangan SDM untuk persiapan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN,” pungkas Soeja’i. (nas/adv/oci)
comments

Pelepasan dan Pengukuhan Alumni SMK Nasional

Share
MALANG - SMK Nasional menggelar acara pelepasan dan pengukuhan alumni di Aula Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, hari ini.  Sebanyak delapan jurusan yang melaksanakan prosesi pelepasan yakni Teknik Gambar Bangunan (Arsitektur), Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif), Teknik Sepeda Motor, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Multimedia.
Pelepasan dan pengukuhan alumni rencananya dimulai pukul 07.00 WIB, dibuka oleh Kepala SMK Nasional Malang. Ada lima siswa dengan nilai terbaik akan mendapat penghargaan khusus dari sekolah. Siswa-siswi tersebut berasal dari beberapa jurusan. Aditya Aji Wisantyo dari jurusan TKJ dengan nilai 332,6, Didik Erwansyah dari jurusan TPM dengan nilai 329,1, Jacqueline Margaretha Beslar dari jurusan RPL dengan nilai 320,9; Patrisius Raditta Eka Reiza DHP dari jurusan TPM dengan nilai 315,4, dan Faris Aditama dari jurusan RPL dengan nilai 304,1.
“Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), SMK Nasional harus mempersiapkan anak didik mampu bersaing, persaingan yang bukan hanya dalam negeri saja, namun juga persaingan antar Negara,” ungkap Drs. Ignatius Budiyana, M.Pd, Kepala SMK Nasional Malang.
SMK Nasional sudah berdiri sejak tahun 1951 dibawah naungan Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi “Nasional” Malang. Total siswa yang dididik saat ini sebanyak 1.450 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Lulusan SMK Nasional telah tersebar diseluruh wilayah di Indonesia. Bahkan tahun ini  ada 15 siswa dari berbagai jurusan yang sudah direkrut oleh perusahaan mitra sekolah sebelum pengumuman kelulusan. Sekolah ini juga menjalin kerjasama dengan PT. AHM sebagai teaching factory umtuk jurusan teknik sepeda motor.
Sekolah yang berada di Jalan Raya Langsep 43 Malang ini juga memiliki segudang prestasi dalam bidang akademik dan non akademik. Beberapa kejuaraan yang pernah diraih, antara lain kejuaraan otomotif skill contest antar SMK se-Jawa Timur, juara I mekanik sepeda motor se-Jawa Timur, juara II web desain se-Jawa, juara I mading 3D se-Jawa Timur, dan masih banyak lagi.
Dalam bidang olahraga, sekolah telah meraih banyak kemenangan, seperti menjadi juara II kategori karate putri se-Jawa Timur, juara I futsal se-Malang Raya. Olahraga yang paling diandalkan disini adalah bola voly. Tim voly putra dan putri SMK Nasional menjadi langganan juara sejak 5 tahun terakhir. Prestasi terbaru adalah menjadi juara I olimpiade voly di Kota Malang yang diadakan oleh Dispora.
Berdasarkan banyaknya prestasi tersebut, Drs. Ignatius Budiyana, M.Pd berharap agar dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan datang, masyarakat bisa lebih mempercayakan putra-putrinya untuk masuk ke SMK Nasional untuk dididik. Pria kelahiran Yogyakarta, 6 Februari 1960 ini yakin anak didiknya bakal jadi lulusan yang siap bersaing.
SMK Nasional membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) sejak tanggal 23 Februari lalu. Pendaftaran dibagi menjadi beberapa jalur, yakni melalui jalur potensi akademik dan juga regular. Untuk jalur reguler dibagi menjadi dua gelombang yang ditutup pada tanggal 3 Juli.
SMK Nasional juga memberikan promo menarik bagi calon peserta didik baru, yakni dengan membagikan satu buah tablet untuk siswa baru yang membayar lunas. Selain itu, sekolah juga memberikan potongan 50% dari DPP untuk calon peserta didik yang berasal dari SMP Nasional dan putra-putri alumni SMK Nasional. Sekolah ini juga memberikan gratis SPP untuk siswa-siswi yang pada saat semester V dan VI di SMP/MTS memperoleh peringkat 1-5. (mp4/sir/oci)
comments

Sekolah Berwawasan Spiritual dan Lingkungan

Share
MALANG –SMP-SMA Darul ‘Ulum Agung menggelar acara pelepasan siswa kelas IX dan XII, Sabtu (23/5). Pelepasan pada pagi hari ini dilaksanakan di lapangan SMP-SMA Darul ‘Ulum Agung  dan diikuti oleh 52 siswa SMP dan 27 siswa SMA.
Dalam bidang akademik, sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah lain di Kota Malang. SMP-SMA Darul ‘Ulum Agung ini mampu meluluskan 100 persen siswanya setiap tahun. Tak hanya itu, sekolah juga menjadi salah satu dari dua sekolah swasta sasaran penerapan Kurikulum 2013 di Kota Malang.
Drs. Ahmad Kipli, Kepala SMP Darul ‘Ulum Agung berharap, sekolah yang dipimpinnya bisa lebih maju lagi dan ekstrakurikuler yang ada kedepannya lebih berkembang. Ia juga menargetkan untuk menjadi Research Based School atau sekolah berbasis penelitian. Ia menargetkan, tahun depan semua siswa lulusan Darul ‘Ulum Agung mampu mengaji dan hafal surat-surat pendek. Untuk itu, mulai tahun ajaran baru materi membaca Alquran akan ditambahkan dan siswa-siswi akan dibagi menjadi beberapa cluster sesuai kemampuan mengaji.
“Kami ingin memiliki sekolah yang berwawasan spiritual, dimana nilai-nilai religius dikedepankan disamping bidang teknologi dan science. Selain itu juga ingin menjadi sekolah berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Darul ‘Ulum Agung didirikan oleh Yayasan Darul ‘Ulum Agung, diketuai oleh Dr. H.M. Mudjib Musta’in, S.H., M.Si  yang juga merupakan Rektor Universitas Darul ‘Ulum Jombang. Beralamat di Bumiayu, tepatnya di Jalan Mayjen Sungkono No. 9, sekolah ini memiliki konsep pembangunan berwawasan lingkungan, dengan lahan seluas lebih kurang 10 hektar, 70 persen diantaranya adalah ruang terbuka hijau. Sekolah ini bahkan tidak mau mem-paving sekolah demi komitmennya kepada alam. Selain itu, juga terdapat pohon langka di sekolah ini seperti Pohon Pule dan Pohon Kluwih.
Sekolah dengan motto ‘Membentuk siswa yang sholeh, cerdas, terampil, dan mandiri’ ini merupakan sekolah swasta yang menerapkan nilai-nilai Islam, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam kegiatan sehari-hari. Ada pondok pesantren yang diperuntukkan bagi siswa-siswi dari luar kota. Tadarus dilakukan setiap pagi sebelum proses belajar mengajar dimulai dan setiap Senin diadakan istigosah bersama. Tak berhenti disitu, sore hari juga masih ada pembelajaran fullday yang tak lain adalah pembelajaran keagamaan seperti ilmu fiqih, akidah, sejarah Islam, dan lain sebagainya. Di samping penerapan nilai Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi serta life skill juga menjadi prioritas.

Selain kegiatan belajar mengajar dan keagamaan yang rutin dilakukan, sekolah juga memfasilitasi beberapa kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Motocross, Komputer, Qiro’atul Qur’an, Seni Hadrah, Teater, Bahasa Arab dan Inggris, KIR dan Olimpiade, serta MC dan Pidato. Dari kegiatan ekstrakurikuler KIR yang dibina olah Nurul Zaffiroh, S.Si., siswa-siswi Darul ‘Ulum Agung mampu menjadi finalis ISPO  (Indonesian Science Project Olympiade) 2015 tingkat Nasional di bidang rekayasa teknologi.
Sekolah juga telah melahirkan juara dalam bidang motorcross dan memiliki sirkuit motocross sendiri. Rentetan prestasi yang telah ditorehkan Muhammad Excel (12 tahun) mulai dari menjadi juara pada ajang Kejurda di Jatim hingga menjadi Juara Nasional Motorcross untuk kelas SE 50cc dan SE 65cc dari tahun 2011 hingga 2014. Anak kelahiran Bandung, 3 Maret 2003 ini mengaku senang dan bangga bisa menjadi kroser dan mampu meraih juara pada ajang yang diikuti.
“Saya mengenal motorcross sejak kecil karena ayah saya juga seorang kroser. Saya senang bisa menang dalam tingkat Nasional. Untuk kedepannya, saya juga ingin menjadi juara tingkat Asia dan Internasional,” ungkap  Muhammad Excel kepada Malang Post (19/5/15).

Sementara itu hari ini, prosesi pelepasan diawali dengan hadrah dari pondok pesantren Darul ‘Ulum Agung. Selanjutnya, ada sambutan dari panitia pelepasan, perwakilan wisudawan, wali murid,  Kepala SMP-SMA Darul ‘Ulum Agung dan Ketua Yayasan. Pelepasan ini tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi saja, namun para wali murid, Ketua Yayasan Darul ‘Ulum Agung, Kepala SMP Negeri 23, dan Komite Sekolah. Ada juga pertunjukan kesenian berupa operet dan tari yang dibawakan oleh siswa-siswi. Untuk saat ini, jumlah siswa Darul ‘Ulum Agung sebanyak 207 siswa SMP dan 112 siswa SMA. (mp4/sir/oci)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL