Malang Post

Pendidikan


Ujian Sangat Mahal

Share
MALANG - Pembelian infrastruktur pendukung untuk pelaksanaan UN online ternyata tak hanya dilakukan oleh kalangan SMK saja, namun juga dilakukan oleh beberapa SMA. Mereka rela menggelontorkan dana puluhan bahkan lebih dari seratus juta untuk melengkapi kekurangan komputer maupun laptop yang menjadi syarat wajib pelaksanaan UN online.
Salah satunya SMAN 3 Malang yang saat ini telah memesan sejumlah 35 unit Personal Computer (PC) untuk melengkapi kekurangan dari jumlah komputer yang telah distandarkan. Hal itu diakui oleh Hj. Asri Widiapsari, M.Pd., Kepala SMAN 3 Malang, saat ditemu Malang Post, kemarin (27/2/15).
Asri menyatakan, awalnya SMAN 3 Malang berniat akan membeli sejumlah tablet karena dirasa lebih murah jika dibandingkan dengan komputer ataupun laptop. Namun, karena pelaksanaan UN online nanti sekolah dilarang untuk menggunakan tablet, maka Asri memutuskan untuk lebih membeli PC.
“Nanti PC-PC ini juga sekalian digunakan untuk pembelajaran di laboratorium komputer. Jadi tidak hanya digunakan untuk UN online saja,” ungkapnya.
Untuk sejumlah perangkat tambahan itu, hingga saat ini masih belum datang. Menurut Asri, pesanan 35 unit PC itu akan datang sekitar awal Maret. Pembelian itu ditaksir hingga mencapai 140 juta. Tak hanya itu, SMAN 3 Malang juga masih membutuhkan satu server tambahan dengan taksiran harga mencapai Rp 10 juta.
Hal serupa juga dilakukan oleh SMAN 2 Malang. Seminggu lalu, 20 unit laptop telah berhasil dibeli untuk melengkapi infrastruktur yang distandarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Menurut Dr. RR. Dwi Retno Udjian Ningsih, M.Pd., Kepala SMAN 2 Malang, sekolah awalnya juga berniat membeli tablet. Namun akhirnya memutuskan untuk membeli laptop yang dirasa lebih murah jika dibanding harus membeli PC. Ia mengaku telah menghabiskan dana sejumlah Rp 60 juta untuk membeli latop tersebut.
Untuk sumber dana sendiri, baik SMAN 3 maupun SMAN 2 mengaku menggunakan dana dari anggaran belanja sarana yang lain. Baik Asri maupun Retno mengungkapkan mereka lebih memikirkan skala prioritas, dan saat ini perangkat UN online dirasa yang paling mendesak untuk dipenuhi.
“Jadi menurut saya tidak masalah untuk saat ini mengeluarkan banyak biaya. Toh itu juga untuk siswa. Kan juga tidak hanya digunakan sekali, namun di masa mendatang juga digunakan untuk pembelajaran siswa,” tandas Retno.
Sebelumnya, SMKN 2 Malang membeli 40 PC sesuai jumlah yang telah distandarkan dengan taksiran harga RP 160 juta.  Sedangkan SMK Nasional yang ikut serta dalam UN online sudah memiliki komputer yang cukup namun harus menambah tiga server dengan alokasi harga hingga Rp 50 juta.
SMKN 1 Singosari juga termasuk yang harus menambah fasilitas dengan membeli komputer baru. “Iya ada pengadaan untuk komputer baru. Saat ini masih dalam pembahasan,’’ kata Waka Humas SMKN 1 Singosari Dra Dijah Dwi Nastiti.
Namun ia mengaku belum jelas jumlah komputer yang diadakan. Termasuk sumber anggaran pengadaan tersebut. “Saya belum tahu untuk sumber anggarannya, yang pasti selain sekolah, anggaran pengadaan komputer ini juga dari pemerintah. Tapi sekali lagi saya belum tahu,’’ urainya.
Sejauh ini, wanita asal Kediri ini juga mengatakan di SMKN 1 Singosari memiliki 100 unit komputer dengan kondisi lumayan bagus. 100 komputer tersebut akan digunakan dalam UN Online. “Jumlah itu belum mencukupi dengan siswa yang ikut UN Online. Bahkan, kalaupun dibagi 3 shift sekalipun juga belum cukup,’’ katanya, yang mengatakan jumlah siswa yang ikut dalam UN Online April mendatang adalah 522 siswa.  
Sementara SMAN 1 Kepanjen lebih siap. Seluruh perangkat PC yang menjadi sarana UN berlangsung sudah dipenuhi. “Dari 110 PC, kami sudah memiliki 40 PC dan harus mengadakan 70 PC baru,’’ kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kepanjen Maskuri.
Pria yang dihubungi Malang Post via telepon tadi malam ini mengatakan jika 70 PC tersebut dipenuhi dengan anggaran mandiri. Alias pengadaan perangkat tersebut sumber dananya adalah dari komite sekolah. “Pengadaan mandiri dari komite sekolah,’’ urainya.
Disinggung soal kesiapan, pria ini menyebut siswa SMAN 1 Kepanjen sangat siap. Kesiapan itu ditunjukkan saat try out beberapa waktu lalu. “Ada 320 siswa yang ikut try out, hanya dua saja yang nilainya jeblok. Dan setelah kami evaluasi ternyata karena kesalahan teknis. Prinsipnya kami sudah sangat siap,’’ tandasnya.(mg6/ira/han)
comments

Ratusan Juta untuk UN Online

Share
MALANG – Larangan penggunaan tablet untuk pelaksanaan UN online memaksa SMKN 2 Malang membeli Personal Computer (PC) sesuai jumlah yang telah distandarkan, yakni sepertiga dari jumlah siswa. 40 PC dibeli dengan taksiran harga hingga Rp 160 juta.
Pembelian perangkat itu dilakukan pasca pelaksanaan try out UN online yang pertama akhir Januari lalu. Sebelumnya, saat pelaksanaan try out pertama, siswa SMKN 2 Malang masih menggunakan tablet yang telah ada.
“Namun karena ada larangan menggunakan tablet saat pelaksanaan UN online, maka kami memutuskan untuk membeli 40 komputer,” ungkap Lasmono, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas, saat ditemui Malang Post, kemarin (26/2/15).
Dana itu, menurut Lasmono, berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia menambahkan, komputer lebih dipilih oleh SMKN 2 Malang karena selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran di laboratorium komputer.
SMK Nasional yang ikut serta dalam UN online juga melakukan hal serupa. Kepala SMK Nasional, Drs. Ignatius Budiyana, M.Pd mengaku, pihaknya berencana membeli 3 server dengan kisaran harga hingga Rp 50 juta.
Dari segi perangkat komputer, pria yang akrab disapa Budi itu mengaku sekolahnya telah memiliki jumlah yang mencukupi. Ia menegaskan, yang saat ini harus dipikirkan adalah cara membeli server murah dengan spesifikasi sesuai yang distandarkan oleh Mendikbud.
“Kami masih dalam proses pencarian server yang sesuai. Baik dari segi spesifikasi maupun harga. Sebisa mungkin mencari yang tidak terlalu mahal dengan spesifikasi yang sesuai,” ungkapnya.
Saat ini, SMK Nasional sebenarnya telah memiliki satu server yang terpasang untuk internet sekolah. Namun, menurut Budi, spesifikasinya masih kurang sesuai dengan standar dari Mendikbud.
Dana yang cukup besar itu, menurut Budi, akan diusahakan dari dana yayasan. Sebelumnya, ia mengaku cukup kewalahan dengan jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dan tidak sedikit itu. Apalagi, SMK Nasional adalah swasta sehingga dana yang didapatkan hanya berasal dari yayasan saja.
“Kami kan sudah ditunjuk oleh Puspendik untuk ikut UN online. Jadi ya harus tetap dilanjutkan. Kami akan mengusahakan kekurangan-kekurangan yang ada,” tandas Budi.(mg6/han)
comments
Last Updated on Thursday, 26 February 2015 23:33

UISI Bidik Pelajar Malang

Share
MALANG-Universitas berkelas Internasional, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) membidik siswa Malang untuk menjaring mahasiswa baru. Kemarin, sosialisasi digelar di SMAN Negeri 4 dengan digawangi dosen-dosen mudanya, yakni Irni Resmi Apriyanti, S.Ds, M.Ds dan Okky Putri Prastuti, ST., MT.
Meskipun masih baru kali ini mengibarkan namanya di Malang, universitas di bawah bendera Semen Indonesia Group itu mendapatkan sambutan antusias yang tinggi dari para peserta sosialisasi itu. Terbukti dari beberapa pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh para peserta, mengenai apakah UISI itu, jenjang dan juga peluang karir yang dapat diperoleh sebagai lulusan UISI.
Okky Putri Prastuti menjelaskan, sebelumnya UISI mempunyai nama StiMSI (Sekolah Manajemen Semen Indonesia) yang mana sudah mempunyai banyak lulusan yang bekerja di Semen Indonesia. Dibawah naungan koalisi bisnis Semen Indonesia Group yang terdiri perusahaan internasional dari dalam dan luar negeri sekarang ini, UISI memungkin para lulusannya untuk menjadi pegawai terampil di perusahaan yang menaunginya.
”Selain perusahaan yang ada di Semen Indonesia Group, bukan tidak mungkin para lulusan nantinya akan dicari oleh perusahaan lain untuk bekerja,” jelas wanita kelahiran tahun ’91 itu. (mg11/oci)
comments
Last Updated on Thursday, 26 February 2015 23:33

Tinggalkan Rp 1 Juta demi Rp 175 ribu

Share
MENGAJARKAN pengalaman masa lalu kepada siswa sepantasnya memang diberikan oleh seorang guru. Karena itu pula, wakil kepala bidang humas SMKN 2 Malang Lasmono S.Pd tak segan menularkan pengalamannya sebagai wirausahawan kepada muridnya.
Sebelum berprofesi sebagai guru, Lasmono rupanya pernah menjadi pengusaha sukses. Bahkan omzet yang didapatkannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gaji yang diterimanya sebagai guru. Tepatnya 20 tahun yang lalu, Lasmono tengah berada dalam puncak kejayaan usahanya dalam bidang makanan ringan olahan dari jagung. Ia mampu mendistribusikan produknya ke beberapa wilayah di Jawa Timur dan mampu meraup omzet hingga Rp 1 juta per bulan, nilainya jika dihitung saat ini sama dengan Rp 10 juta.
Terlihat sedikit konyol, melihat pada saat itu gaji guru yang kala itu hanya Rp 175 ribu, jauh dari omzetnya sebagai wirausahawan. Meski sempat galau, namun ia mengaku mantap memilih profesi guru karena dorongan orang tuanya.
“Jadilah guru saja, Nak. Kamu itu saya sekolahkan tinggi-tinggi agar bisa jadi guru,” tuturnya menirukan gaya ibunya.
Dengan bekal pengalamannya dalam berwirausaha itu, pantas saja ia ditunjuk kepala sekolah untuk menjadi pengajar Kewirausahaan. Ia mengaku, banyak siswa yang sangat antusias mendengarkan ceritanya saat di kelas.
“Saya senang menceritakan pengalaman saya ke anak-anak. Tapi saya juga tidak ingin, mengajarkan kewirausahaan hanya dengan cerita,” tandasnya. (mg6/oci)
comments
Last Updated on Thursday, 26 February 2015 23:33

Sabilillah dan Thailand Jalin Kerja Sama

Share
MALANG - Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah menjalin kerja sama dengan Islamic Foundation for Education Attarkiah Al Islamiah Institut Thailand. Penandatanganan kerja sama antara kedua pihak tersebut dilaksanakan dalam agenda kunjungan di SD Islam Sabilillah, kemarin (26/2/15).
Melalui jalinan tersebut diharapkan akan memperluas ruang berpikir, tingkat keyakinan, dan  bertambahnya pengetahuan baru yang diperoleh melalui proses belajar. Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang yang sukses menyelenggarakan satuan pendidikan TK, SD, SMP dan SMA Islam Sabilillah Malang kembali menjalin kerjasama luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Mr. Phaisan Thoryib (Vice President of Islamic Foundation for Education Manager of Suansawan Vitaha School Thailand, sejumlah pimpinan dan guru. Sementara itu dari pihak Indonesia, hadir Asisten Direktur I Dr. Abdur Rahman Asyari, M.Pd., MA, Asisten Direktur II Drs. H. Moh. Ishom Ihsan, M.Pd dan Dr. H. Wartono selaku Asisten Direktur III LPI Sabilillah Malang.
Acara diawali dengan kunjungan kelas dan persembahan tari siswa SD Islam Sabilillah Malang yang dirangkai dengan tampilan orchestra “Etnika Harmonika”.
”Saya melihat apa yang ditampilkan ini adalah tontonan yang menarik dan elegan,” ujar Mr. Phaisan.
Asdir I Dr. Abdurrahman Asari, M.Pd. MA. Berharap kerjasama ini  tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar tetapi bisa ditindaklanjuti dengan jenjang pendidikan menengah.
Vice President of Islamic Foundation for Education Mr. Phaisan Toryib, mengungkapkan kerjasama yang akan terjalin diharapkan dapat saling memberikan bimbingan, sokongan dan kerjasama semua pihak dalam rangka menghadapi kesiapan menuju ASEAN Community.
Acara inti penandatanganan MoU dilanjutkan dengan ceremonial tukar menukar cinderamata dan profil sekolah. Inti dari MoU adalah mengadakan kerjasama antara kedua belah pihak sebagai suatu pengembangan jaringan sekolah. Selain itu juga mendukung dan mendorong pertukaran akademis dalam berbagai bidang pendidikan sesuai dengan standar internasional.
Selain berkunjung ke SDIS, rombongan juga berkunjung ke SMP dan SMA Islam Sabilillah Malang. Para tamu mengaku kagum melihat gedung sekolah termasuk iklim yang sejuk dan kondusif bagi pendidikan, sehingga tercermin dari pribadi siswa yang santun. Rombongan disambut dengan aubade paskibraka dan music islami akulturasi 3 budaya. Kunjungan berakhir di SMA Islam Sabilillah. Mr. Phaisan terlihat gembira dan sempat melakukan dialog berbahasa Inggris dengan siswa dan memainkan beberapa media pembelajaran hasil karya siswa.
Di akhir kunjungan, Mr Phaisan Toryib menorehkan pesan di prasasti dengan bahasa Thai yang makna intinya adalah semoga kerjasama baik antara Thailand dan Indonesia di bidang pendidikan dan budaya yang berkelanjutan. (oci/sir)
comments
Last Updated on Thursday, 26 February 2015 23:32

Page 1 of 43

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »