KERJASAMA: Program pendidikan ritel Alfamart Class dibuka di SMKN 1 Turen kemarin. (Pipit Anggraeni/Malang Post)
 
MALANG - Pertumbuhan industri ritel di kota Malang terus menunjukkan tren positif. Selain persaingan antar pelaku industri semakin ketat, minat masyarakat untuk terjun dalam dunia perdagangan ini pun turut meningkat. Menanggapi kebutuhan tersebut, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau yang lebih dikenal Alfamart pun memilih menggandeng lembaga pendidikan untuk lebih memperkenalkan dunia ritel secara lebih komprehensif.
Branch Manager Alfamart Malang Darmansyah mengatakan, upaya untuk memperkenalkan dunia ritel tersebut dilakukan melalui program pendidikan ritel Alfamart Class. Program tersebut ditargetkan mampu menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melalui proses pembelajaran ritel yang aplikatif. Sejauh ini, program pendidikan tersebut telah diimplementasikan di lebih dari 100 SMK yang tersebar di 40 wilayah di Indonesia.
“Dan untuk yang di Malang ini sudah yang ke enam kalinya, targetnya bisa diperluas lebih banyak lagi,” katanya pada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, pelaksanaan program ke enam untuk area Malang tersebut kali ini sengaja memilih SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang. Dalam kerjasama tersebut, Alfamart berusaha berpartisipasi menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan dunia bisnis ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif. Salah satunya dengan pengembangan kompetensi bisnis ritel.
Darmansyah menyebutkan, kompetensi yang hendak ditularkan tersebut seperti, softskill dalam penjualan, penguasaan produk, transaksi penjualan, administrasi penjualan, persediaan produk, pelayanan pelanggan, prosedur kerja, hingga kerja sama tim.
“Jadi setiap siswa bisa lebih melek dunia ritel sejak sekarang, dan dapat ikut serta mengembangkan bisnis ritel,” tambah pria ramah ini.
Selain melakukan sinkronisasi program pendidikan, lanjutnya, Alfamart juga menghibahkan laboratorium business center berupa mini toko Alfamart sebagai media praktik belajar siswa di sekolah. Sehingga, para siswa bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. “Praktik itu poin paling penting untuk bisa siap terjun dalam lapangan, disamping juga tetap mengembangkan teorinya,” jelasnya.
Dia menambahkan, program tersebut mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan. Terutama dinas pendidikan Kabupaten Malang yang juga turut hadir dalam peresmian program tersebut pada Kamis (28/7/16), kemarin. Diantaranya Kabid Dikmenjur dan Perti, Drs. Hudiyono, MSI dan Kabid Sekmen Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dra. Puji Hariwati, M. Pd. Masing-masing dari mereka beranggapan program tersebut sebagai sebuah inisiatif baik dari perusahaan swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi, melalui kerja sama ini diharapkan lulusan SMK ke depan siap kerja  karena telah memiliki standar kompetensi yang dibutuhkan oleh industri,” kata Hudiyono.
Dia menambahkan, kurikulum ritel tersebut dapat menjadi alternative baru bagi siswa SMK. Di mana arah karir para lulusan dapat lebih diperjelas. Mereka memiliki pilihan untuk bekerja langsung di industry ritel atau membuka usaha ritel secara mandiri. Selain itu, program ini diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang siap kerja di lingkungan perusahaan, khususnya di industri ritel, dengan beberapa kompetensi yang telah dimiliki. (pit/oci)
loading...

Halaman 1 dari 279

Please publish modules in offcanvas position.