Malang Post

Pendidikan


Dicurhati Siswa yang Alami Broken Home

Share
MALANG – Tak puas dengan tes psikologi biasa, Universitas Wisnuwardhana gelar tes menggambar bintang bagi para pengunjung yang didominasi oleh siswa SMA/SMK sederajat. Mereka diharuskan menggambar 6 bintang tanpa boleh melihat kertas secara langsung. Peserta hanya dibekali cermin untuk melihat ujung pensil dan pola dasar bentuk bintang.
Meski terlihat sepele, namun banyak siswa yang dibuat tegang dan kesal oleh tes tersebut. Pasalnya, garis yang mereka hasilkan sangat tidak teratur dan banyak coretan. Salah satu peserta yang mencoba, Rizqi Fajar Alamsyah, siswa kelas XII di SMKN 6 Malang mengaku cukup kesulitan untuk menggambar pola yang ada.
“Sebenarnya biasa sih. Cuma karena tidak boleh melihat kertasnya langsung dan hanya boleh melihat dari cermin itu yang membuat susah. Pantulan ujung pensil dengan letak sebenarnya itu yang membuat bingung. Saya kira ke kanan eh ternyata seharusnya ke kiri,” ungkapnya.
Tes tersebut dinamai Transfer of Trainee (ToT) positif. Tes ini bertujuan untuk mengetahui pola pemikiran, stamina dan konsentrasi peserta tes. Menurut Niken Histara, salah satu instruktur tes yang ada di stand tersebut, penilaian tes dilihat dari jumlah kesalahan dalam penggambaran serta perubahan yang terjadi pada setiap gambar bintang.
“Dari situ kita bisa melihat cara pembiasaan dari setiap peserta. Dari sejumlah gambar bintang kan seharusnya mereka mengalami proses pembiasaan atau proses pembelajaran dari kesalahan-kesalahan awal. Nah dari situ kami lihat bagaimana kecenderungan pola pembiasaan mereka,” terangnya.
Hasil tes bisa langsung didapatkan oleh peserta selepas proses menggambar. Hasil gambar mereka kemudian dibawa ke psikolog untuk dijelaskan lebih lanjut. Mereka juga diberi saran untuk perbaikan sesuai karakter yang dimiliki. Selain itu mereka juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai masalah k
egundahan memilih jurusan.
“Ada beberapa siswa yang datang dan cerita ke saya sambil menangis. Mereka bercerita tentang keluarga yang kurang mendukung, juga tentang masalah broken home akhirnya kurang kasih sayang. Kami disini mendengarkan masalah mereka serta memotivasi. Meski hanya begitu, saya kira cukup membantu ya. Disaat seperti itu kan mereka butuh orang lain untuk mendengarkan,” ungkap mahasiswa semester 6 jurusan psikologi tersebut.

Tak hanya menggambar bintang dan mengisi kuesioner, para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk cek tekanan darah bagi yang merasa ada masalah dengan kesehatannya. Cek darah ini ditujukan untuk melihat tanda-tanda stress pada siswa.

“Ya nggak semua hasilnya karena stress. Namun kebanyakan dari mereka yang datang mengaku sering pusing karena sedang banyak pikiran karena tryout yang susah dan tegang menghadapi UN,” tandasnya.

Sejumlah 10 instruktur dan fasilitator diterjunkan ke lapangan untuk melayani para siswa yang penasaran dengan tes-tes yang disediakan. Hari sebelumnya (30/1/15), mereka hanya menggelar tes psikologi biasa untuk melihat karkater pada peserta. Namun karena jumlah pengunjung yang banyak, didatangkanlah alat-alat pendukung lain dan juga personel tambahan. (mg6/oci)
comments

Tawarkan Bonus Kuliah ke Luar Negeri

Share
MALANG –  Universitas Merdeka (Unmer) Malang menyediakan program Double Degree dan Joint Degree gratis ke Luar Negeri.  Program ini dikhususkan bagi calon mahasiswa yang mendaftarkan diri pada tahun ini dengan syarat nilai rapor diatas 8,25 atau nilai UN minimal 9.
Bagi mereka yang memenuhi syarat dan berhasil lolos seleksi, akan bisa menikmati dua jurusan di Unmer sekaligus. Yang pertama, mahasiswa bisa kuliah sesuai dengan jurusan yang diminati, ditambah dengan bonus kuliah D3 bahasa inggris tanpa dipungut biaya sepeserpun. Program ini bisa dinikmati sejak awal mereka masuk.

“Bonusnya adalah mereka bisa kuliah di D3 bahasa Inggris secara gratis. Namun untuk kuliah di jurusan yang mereka minati tetap melakukan pembayaran seperti biasa. Nantinya mereka bisa mendapatkan dua gelar dan dua ijazah dari Unmer,” ungkap Sri Wisyawati, S.Pd., M.Si., kepala bidang Informasi dan Promosi di UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unmer Malang.

Tak hanya itu, mereka yang telah berhasil mendapatkan bonus kuliah tersebut juga mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri seperti di Jepang, Thailand, dan Malaysia. Kesempatan ini dibuka saat mereka memasuki semester 3 dan 4.

Nantinya, akan ada seleksi lanjutan untuk menjaring sekitar 50 mahasiswa untuk bisa kuliah di luar negeri sesuai dengan jurusan masing-masing.
 “Jika dia berasal dari teknik mesin misalnya, nanti dia akan melanjutkan ke universitas di luar negeri yang juga menyediakan jurusan teknik mesin. Jadi istilahnya Joint Degree atau meneruskan jenjang pendidikan di satu jurusan namun beda institusi,” terangnya.

Unmer Malang menjalin kerjsama dengan beberapa perguruan tinggi seperti Universiti Teknologi Malaysia, Burapha University Thailand, Tamassat University Thailand, Raja Manggah University Thailand, Kanazawa University Jepang dan lainnya untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

Program ini tidak hanya bisa diakses oleh calon mahasiswa baru yang mendaftar di tahun ini saja, namun juga mahasiswa angkatan 2014 dan 2013. Mereka bisa mendaftarkan diri ke pihak kampus.
“Karena kerjasama baru resmi terjalin tahun kemarin, maka program ini baru bisa dijalankan tahun ini,” tandasnya saat ditemui di pameran pendidikan yang diadakan di Malang Post, Sabtu (31/1/15).
Saat itu, stand Unmer tengah dipadati oleh siswa-siswa SMA yang asyik berfoto selfie dengan menggunakan atribut khas Unmer seperti bubble text dan bando bertuliskan Unmer. Beberapa peserta ada yang berfoto dengan para duta kampus Unmer yang memiliki paras cantik dan ganteng. Peserta kontes foto selfie yang dianggap memiliki ekspresi paling unik dan lucu berkesempatan untuk mendapatkan T-shirt dari Unmer. Hingga kemarin, lebih dari 500 foto selfie  telah berhasil dikumpulkan. (mg6/oci)
comments

Kedokteran Unisma Tetap Jadi Favorit

Share
MALANG - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) tetap jadi favorit di perguruan tinggi yang beralamat di Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang. Tahun lalu, ada 900 orang yang berebut kursi di FK Unisma. Diperkirakan, pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unisma tahun ini, peminat akan lebih banyak lagi.
"Dari tahun ke tahun, FK Unisma selalu jadi favorit. Tahun kemarin saja ada 900 peminat, diterima hanya 92 orang. Tahun ini bakal lebih banyak lagi," ujar Staf PMB Unisma, Ahmad Danial Riyad, saat ditemui di stan Edu Fair, MTeens School Competition 2015 (MSC15), kemarin (30/1/15). Ditambahkan, kualitas lulusan FK Unisma tak diragukan lagi. Sehingga dari tahun ke tahun, peminatnya selalu bertambah.
Banyaknya peminat di FK Unisma, diiringi dengan ketersediaan fasilitas yang mumpuni. Mulai dari ruangan ber-AC, laboratorium lengkap, sampai Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma untuk praktikum mahasiswa. Selain itu, khusus untuk FK Unisma, para mahasiswa tahun pertama ditaruh dipondok.
"Karena sesuai visi misi di FK Unisma, menciptakan dokter muslim yg berakhlak Islami, jadi mahasiswanya dipondokkan," tambah Danial, panggilan akrab Ahmad Danial Riyad.
Setelah FK Unisma, favorit selanjutnya di Unisma adalah Fakultas Ekonomi (FE) Unisma, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Jurusan Agama Islam. Kendati demikian, bukan berarti Prodi dan Fakultas lainnya tak berkualitas. Di Unisma, lanjut Danial, ada 19 dari 10 fakultas di Unisma yang seluruhnya menjunjung tinggi kualitas pendidikan.
Tahun ini, Unisma memiliki kuota PMB sebanyakl 2.500 untuk program sarjana, 1.000 untuk program Magister dan sekitar 20 untuk program Doktor. Pendaftaran untuk non-FK dibuka mulai 25 Februari 2015. Sedangkan untuk FK Unisma, sudah mulai dibuka sejak 1 Desember 2014 lalu. "Pendaftaran ditutup 12 September 2015. Ada 3 jalur pendaftaran, Reguler, Prestasi dan Beasiswa," jelas pria asal Malang ini.
Dalam proses perkuliahan, Unisma selalu menjunjung tinggi nilai keislaman. Danial mengatakan, selama 5 sampai 6 semester di Unisma, mahasiswa bakal digodok dengan mata kuliah Agama Islam. Ini merupakan upaya dari pihak Perguruan Tinggi untuk menjadikan lulusan Unisma berakhlak mulia.
"Unisma juga ditunjang fasilitas, seperti  gedung representatif, komputer, visual sudah lengkap, manekin sudah tresedia. Unisma juga dapat kepercayaan dari Kementerian Agama, sehingga tiga tahun terakhir ini jumlah mahasiswa Unisma terus bertambah," pungkas Danial. (erz/oci)
comments

Siswa SMKN 6 Malang Padati Stand Edu Fair

Share
MALANG - Jumat pagi kemarin, stand perguruan tinggi ramai penuh sesak oleh siswa-siswi SMKN 6 Malang. Jumlah mereka kurang lebih 970 siswa. Antusiasme peserta edufair memuncak ketika mereka sudah memegang kartu edufair yang wajib diisi dengan stempel dari masing-masing stand PTN dan PTS di Aula Skodam.  
Ditemui saat mengkondisikan siswa, Catur selaku wakakesiswaan mengalami berbagai hal dalam mengarahkan 970 siswa tersebut ke aula skodam dari gedung sekolah SMKN 6 Malang.
“Repotnya tadi itu banyak yang sudah selesai try out duluan. Jadi nggak bisa bareng-bareng berangkatnya. Nah, disitu kita susah mengontrolnya karena yang sudah selesai itu berangkat sendiri-sendiri,” katanya. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Sulaiman selaku guru Bimbingan Konseling yang juga mengarahkan saat di dalam area pameran pendidikan.
Menurutnya, ini adalah bukan pengalaman yang pertama karena sudah pernah membawa 1500 siswa keluar sekolah untuk acara tertentu diluar jam sekolah. Kendati demikian, OSIS yang sigap mengawasi peserta mampu mengatasi penumpukan yang ada di area tersebut.  Berdasarkan pangalaman ketua OSIS Dysvan Meru Gama, mengatur sedemikian siswa bukanlah perkara yang mudah. Karena bisa saja ada yang tidak sampai di tempat tujuan.
Untuk itu, pihak sekolah berdasarkan arahan Catur membuat peraturan untuk mengambil kartu ujian di aula skodam. Sehingga yang tidak datang pada hari itu tidak diperkenankan mengikuti ujian. “Dengan begitu mereka tidak ada alasan untuk tidak kesini. Selebihnya, edu fair ini dituju agar siswa mendapatkan gambaran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Respon postif dikemukakan oleh salah satu siswa kelas 12 Krista Yoga yang mengungkapkan bahwa ia baru pertama kali mengikuti edufair. “Aku banyak tahu kalau ada universitas yang mengadakan beasiswa. Dan jurusan yang aku ingin ada disini, jadi langsung saja aku tanya seputar informasi yang jurusan itu,” jelasnya.  (ayu/oci)
comments

Bekali Calon Tenaga Kesehatan dengan Kewirausahaan

Share
MALANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Cipta Husada memiliki beragam jurusan. Mulai dari keperawatan, kebidanan, radiologi hingga rekam medis.
“Saat ini ada dua program sarjana, yakni Ilmu Gizi dan Ilmu Keperawatan, sementara untuk program Diploma 3 terdiri dari Radiologi, Rekam Medis dan Kebidanan,” ujar Kaprodi Radiologi STIKes Widya Cipta Husada, Yeni Cahyati.
Dia menjelaskan, untuk lembaga di bidang kesehatan, kampus tersebut terbilang paling lengkap. Selain itu, proses pendidikan dijamin mudah dan menyenangkan, salah satunya unggul di bidang kerjasama dengan kampus dari luar negeri, seperti Thailand dan Filipina.
Yeni menyebutkan, STIKes Widya Cipta Husada telah memiliki Izin Mendiknas RI No 60/D/0/2009. “Biasanya ketika namanya masih asing takut dan ragu mendaftar. Tetapi kami sudah memiliki izin resmi,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menuturkan, STIKes Widya Cipta Husada hadir dengan dua program yang menarik. Yakni Student Entrepreneur dan Jaminan Kerja, yang mana mahasiswa akan mendapat bekal kemampuan entrepreneur di bidang kesehatan serta keahlian lulusan.
Menurutnya, fasilitas di kampus juga sangat lengkap. Selain ruang perkuliahan, juga terdapat berbagai laboratorium bagi mahasiswa. Seperti Maternal 1, Maternal 2, Lab Perawatan dan Gadar, Lab Bioscience hingga Lab Gizi.
“Masih ada Lab Jiwa Komunitas, Rekam Medik, Komputer dan Radiologi. Ditambah lagi fasilitas rumah sakit yang bisa menjadi area belajar bagi mahasiswa. Dijamin lengkap,” ujar dia.
Selain itu, kampus ini juga menawarkan kuliah dengan sistem teleconference dengan tenaga ahli, baik dari dalam dan luar negeri. Beberapa kali pula, praktisi dari Thailand mengajar di STIKes yang berada di kawasan Sidotopo tersebut.
Perempuan berkerudung ini menyampaikan, kampus yang saat ini tengah mengikuti Edu Fair 2015 yang diadakan Malang Post di Aula Skodam tersebut, kini juga tengah membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang pertama. Biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu, dengan persyaratan bagi calon tenaga kesehatan seperti tidak bertato dan tidak bertindik bagi laki-laki. Sementara itu, calon mahasiswa juga wajib melakukan check up sebagai persyaratan mengikuti ujian seleksi.
“Bila sudah lulus semua, pasti banyak keuntungannya. Seperti pembayaran SPP yang bisa dilakukan per bulan, per semester maupun pertahun dengan biaya paling rendah mulai Rp 620 ribu per bulan. Harga itu untuk jurusan D3 Rekam Medis,” pungkas dia. (ley/oci)
 
comments

Page 1 of 356

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »