Malang Post

Pendidikan


Kota Batu siap melaksanakan ujian nasional

Share
BATU – Naskah soal ujian nasional (UN) tingkat SMP dan MTs akan tiba di Kota Batu, Rabu (29/4) atau lima hari sebelum pelaksanaan, 4 Mei. Naskah tersebut bakal disimpan di Mapolres Batu dan disegel oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bersama pihak Polres.
’’Hari Rabu, kami mengambil naskah soal ke Surabaya dan hari itu juga sudah sampai di Batu. Demi keamanan, soal akan disimpan di Mapolres Batu,’’ ungkap Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Batu.
Jumlah soal tersebut, kata dia menyesuaikan dengan peserta UN di Kota Batu. Data dari Dinas Pendidikan, peserta UN sebanyak 3221 siswa untuk SMP dan MTs. Sejauh ini belum diketahui ada siswa yang mundur atau tidak mengkuti ujian.
Pihaknya belum tahu apakah ada kendala mengenai soal, seperti kekurangan jumlah atau kerusakan. Data tersebut bisa diketahui jika soal sudah berada di Kota Batu dan didistribusikan ke sekolah-sekolah. ’’Kalau sekarang, kami belum tahu apa-apa, naskah soal saja belum datang,’’ tegasnya.
Permasalahan ketidaksinkronan antara soal dan jawaban dalam materi listening Bahasa Inggris seperti UN SMA, dipastikan tidak akan terjadi pada tingkat SMP. Masalahnya, UN tingkat SMP tidak ada materi Listening Bahasan Inggris.
Jika ada pemadamam listrik, kata dia, dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan UN tingkat SMP. Masalahnya pelaksanaan ujian dilakukan pagi hingg siang sehingga suasana masih terang. Dalam ujian tersebut tidak ada perangkat yang menggunakan listrik karena sistem dilakukan secara manual. ’’Kalau ada listening seperti UN SMA, maka ada perangkat menggunakan listrik. Kalau SMP ini tidak ada materi ujian listening,’’ tegas Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Batu ini. (feb)
comments

Satu-satunya Tiket Masuk SMA Sederajat

Share
MALANG – Jika nilai Ujian Nasional (UN) jenjang SMA sederajat terkesan ’’diabaikan’’  oleh beberapa perguruan tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru, beda halnya dengan nasib UN jenjang SMP. Karena UN tak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan siswa, Dinas Pendidikan Kota Malang berencana menjadikannya sebagai tiket masuk SMA secara penuh atau mencapai prosentase 100%.
Demikian ditegaskan Budiono, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang kepada Malang Post, kemarin (25/4). Ditambahkan,  ada peluang UN SMP tahun ini akan digunakan sebagai satu-satunya tiket untuk memasuki jenjang studi di SMA dan sederajat.
Budi menuturkan, sebelumnya tiket masuk jenjang SMA sederajat berasal dari nilai UN sebesar 70% dan nilai rapor sebesar 30%. Namun tahun ini, nilai rapor rencananya akan dihapus dan menyisakan nilai UN sebagai satu-satunya syarat pendaftaran siswa menuju jenjang SMA.”Ya bisa saja jadi 100%. Tapi ini masih sebatas rencana. Masih perlu dibicarakan dengan rekanan kami seperti DPRD, DPKM dan lainnya itu,” ungkap Budiono.
Hal tersebut direncanakan atas pertimbangan bergesernya fungsi UN menjadi media pemetaan siswa dan sekolah. Perubahan itu dikhawatirkan akan mereduksi semangat belajar para siswa dalam menghadapi UN.
”Takutnya nanti siswa jadi asal-asalan mengikuti UN. Kalau tiket masuk ke SMA hanya menyertakan nilai UN saja kan mereka bisa semangat lagi untuk mengejar nilai UN yang baik,” imbuh Budi.
Selain untuk memotivasi siswa, rencana kebijakan itu juga didasarkan atas pertimbangan tingkat kredibilitas nilai rapor. Menurut Budi, nilai rapor dianggap kurang bisa dijadikan sebagai acuan mengingat pengolahannya yang dilakukan secara internal.”Kalau pembuatan nilai rapor kan nggak ada kontrol dari kita. Kalau UN kan jelas itu dari pusat. Jadi saya rasa lebih kredible nilai UN,” papar Budi.
Disisi lain, orangtua dan guru juga diharapkan mampu memotivasi siswa agar tetap semangat mengikuti UN. Budi pun menyatakan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada para orangtua dan guru untuk ikut serta mengelola kesiapan para siswa menjelang UN.
SMPN 5
Sementara itu, sekitar  tiga ratus siswa kelas IX  SMP Negeri 5 Kota Malang kemarin pagi mengikuti motivasi dan ESQ disampaikan oleh Suryo A Pramono yang lebih suka menyebut dirinya merupakan Reedukator.
Kegiatan ini digelar  para alumni dari SMP Negeri 5 Malang, yang dijuluki Forum Komunikasi Alumni SMP Negeri 5 atau FOKAS 5.Ketua dari FOKAS 5, Ir. D. B. Yudhalutiawan menjelaskan acara ini baru pertama kali diselenggarakan di SMP Negeri 5.
’’Tujuannya untuk memotivasi mereka untuk siap menghadapi UN, karena banyak yang menganggap UN ini adalah momok yang menakutkan, jadi dengan adanya acara seperti ini harapannya mereka jadi lebih tenang,’’ paparnya kepada Malang Post.Ia berharap kegiatan ini dapat membawa hasil maksimal khususnya para siswa kelas IX dalam mengikuti Ujian Nasional mendatang.
Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Malang, R.V Sudarmanto M.Pd merasa senang dan menyambut hangat sikap proaktif para alumni sekolahnya ini. ”Kegiatan ini sangat berguna bagi siswa kelas IX. Kami dari  pihak sekolah sangat beruntung  atas suport dari FOKAS 5  seperti ini,” jelas Sudarmanto.(mg-6/mg-11)
comments

Sarjana Unisma Makin Mudah Cari Kerja

Share
MALANG- Universitas Islam (Unisma) Malang sudah membekali lulusannya dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Pada wisuda kali ini, sebanyak 368 lulusan memiliki dua bekal untuk bersaing di dunia kerja, yakni ijazah dan SKPI.
Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Publikasi Dr. Ir. Badat Muwakhid MP, dengan bekal SKPI ini, ia optimis bahwa lulusan bisa langsung bekerja setelah wisuda.
“SKPI ini menjadi nilai plus bagi lulusan Unisma ketika bersaing di dunia kerja, kalau selama ini masih ada yang masa tunggu kerjanya satu tahun maka minimal tiga bulan saja mereka sudah bisa bekerja,” ungkap Badat kepada Malang Post ditemui di ruangannya.

Badat menuturkan, SKPI ini bisa disebut sebagai sarana komunikasi universitas dengan dunia kerja. Sebab didalamnya menggambarkan bagaimana kemampuan lulusan yang dijabarkan melalui standar kompetensi. Berbeda dengan ijazah yang hanya menilai kemampuan akademis, maka SKPI ini menilai keahlian. Ada empat hal yang tercantum dalam SKPI yakni kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, sikap khusus dan aktivitas prestasi serta penghargaan. Khusus poin sikap, Unisma menstandarkan dengan kompetensi berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Kompetensi tersebut berbunyi Terbiasa Bersikap Adil, Moderat, Toleran, Harmoni dan Koperatif dalam Kehidupan Sehari-hari.
“Setiap prodi tentu menuliskan SKPI yang berbeda sesuai dengan visi misi tiap-tiap program,” bebernya.
SKPI, lanjutnya, merupakan jawaban dari diberlakukannya MEA 2015. Dengan bekal itu, mahasiswa bebas mengakses seluruh Negara-negara ASEAN dan memiliki level sama yang digambarkan dalam SKPI.
Sementara itu Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri M.Si dalam sambutannya di hadapan wisudawan menuturkan, Unisma akan selalu berupaya meningkatkan kualitas agar mampu mengemban amanat umat untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Saat ini, penguatan pendidikan karakter ke-Islaman sedang gencar dilakukan, antara lain melalui pembiasaan doa awal dan akhir perkuliahan, pembiasaan pembacaan salawat di setiap kegiatan, pembiasaan salat dhuhur berjamaah, dan kumandang salawat bersama seluruh civitas dan masyarakat sekitar. (oci/sir)
comments

Tolak Beasiswa 3 Kampus, Pilih Peternakan Unisma

Share
OTAK moncer yang dimiliki Finna Kurniasih S.Pt mengantarkan banyak keberuntungan untuknya. Selepas dari SMA di SIngkawang, ia ditawari beasiswa dari 3 PTN dan PTS. Namun, tawaran itu tak diambil karena lokasi kampus yang tidak pas di hatinya. Sebab rupanya, Finna begitu mendambakan bisa kuliah di Malang.
“Beruntung saya bisa dapat beasiswa dari pemerintah daerah Singkawang dan kuliah di Unisma,” ujarnya.
Kepandaiannya memikat para dosen untuk menjadikannya sebagai asisten laboratorium. Betapa tidak, sejak semester satu hingga semester lima, ia selalu meraih IKP 4,0. Tak heran, jika putri Ngajiyono dan Pariyah itu bisa menyelesaikan studi hanya 3,5 tahun dan meraih predikat lulusan terbaik universitas.
Perjuangan Finna meraih gelar sarjana peternakan tidaklah mudah. Hidup di Malang sebagai perantau, membuatnya harus berjuang dan tidak hanya mengandalkan uang kiriman beasiswa dari pemda saja.
Lulusan terbaik lainnya adalah dr Vina Zahirotul Izzah. Mahasiswi Program Pendidikan Profesi Dokter ini bisa dibilang menjadi cermin teladan bagi dunia pesantren. Sejak kecil mengenyam pendidikan di pondok, Vina berhasil membuktikan bahwa anak pesantren bisa jadi dokter.
“Waktu saya praktik dokter, ada Ibu yang tanya kok bisa dari pesantren jadi dokter. Saya pun menjelaskan bahwa anak-anak pesantren pun bisa,” kata dia.
Alumnus MTS Tambak Beras Jombang dan MA Al Maarif Singosari ini berharap bisa memberikan kontribusi pada dunia kesehatan. (oci/sir)
comments

Ratusan Siswa Diajari Konsep Urban Farmin

Share
MALANG - Sebanyak 600 siswa SD, SMP dan SMA se Malang Raya, hadir mengikuti workshop dan lomba urban farming di SMPK Frateran Celaket 21 pada (23/4/15). Lomba ini terbilang unik karena baru pertama digelar dan langsung mendapat  respon yang cukup besar dari semua kalangan.
Ketua pelaksana Antonius P Wigig R, MM  mengatakan  workshop dan lomba urban farming digelar agar masyarakat termotivasi untuk memanfaatkan lahan kosong.
Apalagi di daerah perkotaan saat ini gedung perumahan semakin manjamur di berbagai daerah. Hal ini menjadikan lahan kosong pertanian semakin terkikis.
“Kita sarankan masyarakat juga bisa memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan menanam jenis sayuran,” kata dia.
Menurut Anton, menciptakan lingkungan hijau orientasinya tak sekadar indah dipandang mata namun juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi.
“Dengan demikian kita dapat memetik dua manfaat. Disamping lingkungan hiijau, tanamannya juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan yang sehat,” terangnya.
Selama kegiatan para peserta tampak mengikuti agenda dengan antusias. Mereka juga mengakui telah mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berharga tentang bercocok tanam yang benar. Sebab dalam lomba ini mereka terlibat langsung dalam proses pengolahan bahan tanaman yang terdiri dari bibit sayur, sekam padi, pupuk, tanah dan nutrisi tanaman.
“Kami dapat pelajaran yang begitu berharga dari kegiatan ini. Apalagi ini pengalaman pertama bagi kami dalam bercocok tanam yang baik dan benar,” ucap Vio Dicky, peserta dari SMKN 3.
Sementara bagi Melati Sukmalingga praktik bercocok tanam kali ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya ia pernah melakukan di sekolahnya. Namun ia mendapatkan hal yang berbeda dalam workshop ini.
“Kalau yang disini kadar pupuknya lebih banyak yang digunakan. Setelah saya tanya ternyata kadar pupuk itu tergantung dari kondisi tanahnya,” ujar siswa kelas VIII SMP Negeri 8 ini.
Keseriusan bercocok tanam juga tampak di tingkat sekolah dasar. Meski baru kategori pemula, Rifky Jaya dkk, terlihat semangat dan tampak tidak mau kalah dengan peserta dari SMP dan SMA/SMK.
“Acara yang seru bagi kami. Meski kotor-kotoran dengan tanah dan pupuk, tapi bagi kami ini kegiatan yang asyik,” katanya.
Beberapa pihak yang mengapresiasi kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan hari bumi ini antara lain Pemkot Malang, DPRD Kota, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Badan Lingkungan Hidup. Staf ahli wali Kota Malang Dr. Supranoto menyampaikan lomba urban farming merupakan kegiatan positif yang patut diapresiasi. Lingkungan yang hijau dan sehat merupakan dambaan masyarakat Kota Malang. Pemerintah bangga karena kegiatan SMPK Frateran Celaket 21 ini searah dengan program kota Malang yang sedang menggalakkan green city.
“Kegiatan ini merupakan pendidikan bagi penerus bangsa. Dan jika masyarakat mau menyikapinya tentu hasilnya bisa dinikmati anak cucu kita nanti,” cetusnya.
Kepala SMPK Frateran Celaket 21, Drs. Markus Basuki, M. Pd mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan inovasi demi memberikan edukasi kepada masyarakat dalam melestarikan lingkungan. Tak hanya urban farming, SMPK Frateran juga menggelar pemanfaatan bahan daur ulang menjadi keset dan sebagainya. Selain itu bulan depan sekolah di jalan Jaksa Agung Suprapto ini juga akan menggelar acara pengenalan dan pelestarian fauna jenis reptil dalam rangka Hari Keanekaragaman Hayati. Termasuk acara tabur ikan sebagai acara puncak peringatan Lingkungan Hidup.
“Yang jelas kita terus berinovasi dan melakukan hal-hal yang baru untuk memotivasi dan bersama-sama masyarakat dalam melestarikan lingkungan” tandasnya. (imm/adv/oci)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL