Malang Post

You are here: Pendidikan

Pendidikan

BEM Malang Raya Tolak Radikalisme

SATU SUARA: BEM Malang raya dan BEM Nusantara saat membacakan pernyataan sikapnya terkait maraknya gerakan radikalisme dan yang terbaru munculnya ISIS. Acara digelar di Unikama, kemarin.


MALANG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya mengeluarkan pernyataan sikap menolak berbagai gerakan radikalisme salah satunya Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Pernyataan sikap tersebut dikeluarkan bersama BEM Nusantara usai gelaran dialog kebangsaan di Aula Multikultural Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Senin (25/8).
Presiden BEM Unikama Fairuz Ababi Slamet menuturkan, maraknya paham radikalisme harus mendapatkan respon dari mahasiswa. Karena itulah mereka menggelar dialog dan sekaligus pernyataan sikap untuk menegaskan bahaya paham radikalisme tersebut.
“Kehadiran para pembicara dalam dialog kebangsaan ini kami harapkan makin memperjelas betapa bahayanya paham radikalisme tersebut,” tegasnya.
Sejumlah pemateri yang hadir dalam acara dialog kemarin adalah Kepala Bapeda Kabupaten Malang H. Drs Edy Suhartono SH Mpd Dandim Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ahmad Solihin, dosen UMM Prof David, dan Waka Polres Malang Kota Kompol Tri Puspo Aji.
Menurut Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ahmad Solihin menegaskan ketahanan bangsa sedang diuji dengan adanya jaringan ISIS ini.
“Indikasinya, banyak generasi muda dan mahasiswa yang bergabung dalam ISIS. Ini tentu menjadi sinyal berbahaya bagi ketahanan bangsa Indonesia ke depan,” ujarnya kemarin.
Senada, Waka Polres Malang Kota Kompol Tri Puspo Aji membeberkan Polri/TNI cukup serius memberantas terorisme. Karena itu ia mengajak mahasiswa sebagai garda terdepan menangkal paham radikalisme dan terorisme.
“Waspadai baju baru terorisme, mereka tidak lagi memakai baju cingkrang justru penampilannya sudah modis dan sulit dikenali,” kata dia.Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi dalam sambutannya mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa.
“Saya bangga mahasiswa Unikama mempunyai inisiatif untuk melakukan kegiatan ini. Kedepannya ini merupakan suatu pembelajaran supaya tidak ada pemuda dan mahasiswa yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan organisasi terlarang,” terangnya.
Senada, Wakil Rektor 3 Unikama Drs Selamet Riyadi MPd menegaskan selama ini kampus Unikama cukup memberi perhatian serius terhadap munculnya paham radikal yang membahayakan kesatuan bangsa. Mengingat kampus ini memiliki mahasiswa yang beragam dari berbagai suku dan agama. (oci/nug)

Page 1 of 1751

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »