Malang Post

Pendidikan

Kabar terbaru tentang Pendidikan di Malang Raya

Impian Guru Honorer K2 Terkubur

Share
MALANG POST - Impian guru-guru honorer Kelompok 2 (K2) di Malang Raya menjadi Aparat Sipil Negara (ASN), benar-benar sudah terkubur. Sebab, pemerintah tidak memiliki celah sedikitpun agar mereka bisa diangkat sebagai ASN.
‘’Kami sangat memahami harapan mereka (honorer K2). Tetapi, tidak mudah bagi pemerintah untuk mengakomodasi keinginan mereka,’’ kata Yuddy Chrisnandi ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi, Jumat kemarin.
Kedatangan Yuddy memang sangat ditunggu-tunggu publik Jatim, khususnya para honorer K2. Yuddi kemarin hadir di Surabaya di acara Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten dan Kota Provinsi Jatim dan Provinsi se Sulawesi.
Menteri yang berasal dari politikus Partai Hanura ini, sangat hati-hati menjelaskan soal honorer K2. Menurut dia, ketidakmampuan pemerintah mengangkat honorer K2 karena tidak tersedianya anggaran.
Artinya, pemerintah tidak memiliki anggaran untuk membayar honorer K2 jika diangkat sebagai ASN. Di sisi lain, pemerintah tidak ingin memaksakan kehendak dengan cara melanggar Undang Undang.
‘’Memang tidak mudah. Tapi, tidak mungkin kami dari Kementerian PAN RB melanggar undang-undang,’’ tutur Yuddy meyakinkan.
Dikatakan dia, pemerintah bukan tidak mau menganggarkan uang untuk pengangkatan honorer K2. Sebaliknya, sumber anggaran untuk kebutuhan pengangkatan honorer K2 tidak ada sama sekali.
‘’Bukannya tidak mau dianggarkan. Tapi uangnya tidak ada. Tidak memadai. Sejauh anggarannya ada, undang-undangnya memungkinkan, honorer bisa saja kita proses. Tapi anggarannya tidak ada. Ini harus dicatat, anggarannya tidak ada,’’ tandasnya mengulangi.
Sebagai bukti tidak adanya anggaran, Yuddy menyinggung tentang penerimaan dari sektor pajak. Tahun 2015, penerimaan pajak negara hanya 85 persen dari target yang dicanangkan. Dengan kata lain, ada Rp 200 triliun tidak masuk ke kas negara.
‘’Anda kan tahu sendiri. Target pendapatan pajak kita hanya tercapai 85 persen. Berarti lebih dari Rp 200 triliun pendapatan pemerintah tidak mencapai target. Jika tenaga honorer mau unjuk rasa silakan. Asalkan tidak anarkis,’’  ungkapnya.
Ditambahkan dia, pemerintah sekarang ini pusing untuk membayar gaji pegawai yang ada. Dengan kata lain, beban yang ada saja sudah sangat berat apalagi jika ditambah persoalan honorer K2.
‘’Jangankan memikirkan menambah pegawai. Pegawai yang ada saja kita masih mikir bayarnya. Bagaimana, apalagi menambah pegawai,’’ pungkasnya sembari meninggalkan Gedung Negara Grahadi menuju Juanda, Sidoarjo. (has)
comments

Pengurus PGRI Kota Malang Dilantik

Share
MALANG – Tri Suharno, Kepala Sekolah SMAN 10 Malang, akhirnya resmi dilantik sebagai Ketua PGRI Kota Malang 2015-2020. Karena itu, pihaknya berjanji akan mengembangkan sekolah-sekolah dalam lingkup PGRI Malang.
“Kami berharap pengurus baru mampu membantu sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan,’’ Zubaidah, Kadinas Pendidikan Kota Malang usai menyaksikan pelantikan PGRI Kota Malang, Jumat siang.
Harapan Zubaidah ditanggapi serius Suharno. PGRI, kata Suharno, akan meningkatkan pelayanan terhadap sekolah-sekolah dilingkup PGRI Kota Malang. Karena itu akan dilakukan koordinasi dengan pengurus PGRI lainnya. “Saya masih baru, jadi saya juga mohon bimbingan pengurus sebelumnya,’’ ujarnya kepada Malang Post.
Sebagai langkah awalnya, ia bersama pengurus lainnya akan mendiskusikan program kerja PGRI. Tidak menutup kemungkinan, program kerja pengurus lama akan kembali dilaksanakan. Hal tersebut dilihat dari urgensi program kerja tersebut.
‘’Kami akan koordinasi dengan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK. Kami akan tanyakan kendala yang dihadapi kepala sekolah selama ini. Dari situ, akan dibantu menyelesaikan permasalahan,’’ ujarnya.
PGRI, kata dia, selain meningkatkan pelayanan akan mengembangkan sekolah-sekolah untuk lebih baik lagi.  Utamanya terkait peningkatan kualitas pendidikan. “Kami sebagai pengurus PGRI akan membantu kepala sekolah untuk mengembangkan sekolahnya,’’ imbuhnya. (mg1/has)
comments

Hotel Aria Minati Siswa SMK Cor Jesu

Share
MALANG - Uji kompetensi di SMK Cor Jesu berjalan sukses. Seluruh siswa kelas XII dari tiga bidang keahlian berhasil menyelesaikan ujian dengan baik. Para siswa sukses menyajikan beragam menu masakan berkelas dengan pelayanan yang bagus.
‘’Para siswa sudah sangat kompeten dan siap kerja. Karena pembelajaran yang kita berikan di sekolah sudah berstandar hotel internasional,’’ kata Mastutik, Guru Akomodasi Perhotelan SMK Cor Jesu ditemui di kantornya, kemarin siang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya (MP, 5/2), uji kompetensi hari pertama jurusan Jasa Boga berjalan sukses dan menuai banyak pujian. Para siswa sukses menyajikan beragam menu masakan berkelas dengan pelayanan yang bagus.
Tak hanya Jasa Boga, uji komptensi para siswa di bidang keahlian Akomodasi Perhotelan dan Desain
Komunikasi Visual juga berjalan dengan lancar. Siswa program akomodasi perhotelan yang diuji di Hotel Aria, Malang.
Setiap siswa secara bergantian menjalankan tugas ujian praktek di bidang house keeping dan front office.
Seluruh tugas dari penguji dilaksanakan dengan baik. ‘’Mereka sudah kompeten dan siap kerja,’’ tandasnya mengulangi.
Disebutkan dia, kompetensi siswa SMK Cor Jesu di bidang perhotelan bukan sekedar bualan belaka. Buktinya sebelum lulus diantara siswa banyak dilirik Hotel Aria selaku pihak penguji. Ini menjadi indikasi sebuah lembaga pendidikan yang sukses mencetak calon tenaga kerja handal dan kompeten. ‘’Kami bersyukur akan hal itu, semoga karirnya sesuai harapan dunia kerja,” imbuh Mastutik.
Dikonfirmasi Malang Post, Rudiawan selaku Asisten House Keeper Hotel Aria, membenarkan. Pihaknya sebagai tim penguji sangat tertarik pada siswa SMK Cor Jesu. Karena selama ujian kompetensi siswa sudah bagus baik secara teori maupun praktek. ‘’Harapannya sih tidak cuma satu siswa, tapi lebih dari itu yang akan kita rekrut,” ungkapnya.
Menurut Rudi, uji kompetensi juga berguna bagi pihak industri atau stakeholder. Hal ini dapat menjadi bahan informasi atas kompetensi calon tenaga kerja. Khususnya siswa lulusan SMK. ‘’Dengan demikian kita bisa tahu apakah bibit-bibit tenaga kerja itu sesuai dengan harapan apa belum,” tambahnya.
Sementara itu uji kompetensi siswa kelas XII bidang keahlian Desain Komonikasi Visual juga terpantau lancar. Mereka diuji oleh pihak Asosiasi Advertesing Malang Raya. Humas SMK Cor Jesu, Jovita mengatakan persiapan ujian dimulai sejak Senin (1/2) lalu.
Hari pertama mereka diminta untuk menyiapkan bahan foto yang diperoleh dari karya sendiri bukan hasil dari internet. Hari berikutnya penentuan objek yang akan dibuat dalam hal ini foto yang diperoleh.
Baru pada hari Rabu (3/2) Uji Kompetesi dilakukan. Para siswa diminta untuk mendesain kalender dengan keahlian mereka di bidang desain visual. Dan di hari terakhir peserta uji kompetensi bertugas untuk mempresentasikan hasil karya mereka berikut cara mempromosikannnya. “semoga hasilnya bagus sesuai harapan kita semua dan saat mereka lulus nanti bisa diterima di tempat kerja yang diinginkan” harap Elizabeth selaku guru program keahlian Desain Komonikasi Visual.
Kepala SMK Cor Jesu Sr. Kristofora Nou, OSU mengatakan uji kompetsni meliputi banyak aspek. Tidak hanya pada keahlian dan keterampilan tapi juga sikap. Bahkan ini menjadi poin utama penilaian bagi siswa untuk menjadi tenaga ahli yang berkarakter dan berbudi luhur. “hasil uji kompetensi sangat menentukan kelulusan. Dan mereka akan mendapat sertifikat kompetensi sebagai bahan untuk bersaing saat masuk dunia kerja” ungkapnya. (imm/sir/has) 
comments

Pendaftar Luar Kota Masih Dijatah 10 Persen

Share
MALANG - Kota Malang diprediksi akan kembali diserbu pendaftar dari luar kota pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2016. Meski demikian, porsi kuota yang disiapkan Dinas Pendidikan Kota Malang masih tetap sama yakni 10 persen untuk siswa luar kota.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP, Drs. Burhanuddin, M.Pd. menuturkan, di tahun 2015 serbuan pendaftar dari luar kota masih sangat banyak.
“Tahun ini sama, tetap 10% hanya saja diperkiran peminatnya yang meningkat,” ujarnya.
Kepala SMPN 5 Malang ini menjelaskan, peminat sekolah di kota Malang paling banyak berasal dari Kabupaten dan kota-kota terdekat seperti Pasuruan, Blitar, Probolinggo, dan lainnya.
Berdasarkan analisisnya, adanya peningkatan pendaftaran siswa dari luar kota tahun ini disebabkan karena banyaknya prestasi yang ditorehkan oleh pendidikan kota Malang selama tahun kemarin. Salah satunya adalah penghargaan sekolah integritas yang diberikan langsung oleh Presiden di bulan Desember 2015.
Burhan menuturkan, target Dindik saat ini adalah meningkatkan kualitas mutu pendidikan dari siswa/i asal kota Malang. Sehingga yang difokuskan saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas SDM dari setiap lembaga pendidikan.
“Hal ini membuktikan kalau sebenarnya pendidikan kota Malang semakin bermutu, buktinya banyak sekolah yang terbukti memiliki integritas tinggi,” jelasnya.
Ditemui di lain kesempatan, Budiono, Kepala Seksi Dinas Pendidikan Menengah (Kasi Dikmen) kota Malang membenarkan pernyataan Burhan. “Memang betul diperkirakan akan terjadi lonjakan pendaftar dari luar kota, karena prestasi sekolah-sekolah di kota Malang sudah cukup santer terdengar, sehingga anak-anak di luar kota juga banyak yang ingin menuntut ilmu disini,” pungkasnya.
Hanya saja, kelonggaran kuota sebanyak 25% diberikan untuk pendaftar luar kota yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan mereka di SMK. “Untuk SMK kita beri kelonggaran sebanyak 25% untuk pendaftar dari luar kota, karena jumlah kursi yang tersedia juga banyak,” tutur Budi. (mg6)
comments

Belum Capai Standar, Buka Kelas Khusus Tiga Mapel UN

Share
MALANG – Jelang ujian nasional, seluruh siswa kelas IX MTsN Malang 1 wajib mengikuti bimbingan belajar di sekolah. Mulai tahun ini, ujian nasional di MTsN Malang 1 akan dilakukan dengan sistem Computer Based Test (CBT). Sebelumnya, mereka masih melaksanakan ujian nasional secara manual atau Paper Based Test (PBT). Oleh karena itu diperlukan persiapan, baik dari sisi perlengkapan ujian maupun persiapan siswa menghadapi ujian.
Sejak Januari 2016, seluruh siswa kelas IX harus mengikuti kegiatan bimbingan belajar setelah pembelajaran usai.
“Jadi mulai pukul 12.45 hingga 14.45 WIB kami membimbing siswa kelas IX secara intensif,” ungkap waka kurikulum, Drs. Mujtahid.
Mereka dibagi menjadi 14 kelompok belajar. Tiga di antaranya adalah kelas khusus bagi siswa yang nilainya kurang memenuhi standar.
Setelah try out kota dan try out sekolah yang pertama usai, hasilnya dapat diketahui oleh guru dan siswa. Selanjutnya, siswa yang memiliki nilai rendah untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA dikelompokkan dalam kelas khusus. Sementara itu, siswa lainnya dikelompokkan dalam kelas reguler.
“Kelas khusus ini kami berikan soal-soal pendalaman yang lebih banyak untuk membantu mereka meningkatkan nilai ketika ujian nanti,” tambahnya.
Pada saat mengikuti bimbingan belajar, guru telah menyediakan modul pembelajaran yang berisi soal-soal sesuai dengan kisi-kisi ujian nasional. Sebelum menyusun modul tersebut, guru melakukan bedah SKL yang dibina oleh pakar pendidikan dari perguruan tinggi. Bedah SKL ini dilakukan untuk mengetahui materi esensial dan model soal yang sesuai dengan kisi-kisi ujian nasional. Setelah dilakukan bedah SKL, guru-guru menyusun modul pembelajaran.
Sementara itu, untuk menghadapi ujian nasional CBT, siswa kelas IX akan mengikuti simulasi ujian nasional CBT. Rencananya, Rabu (10/2) mendatang akan dilakukan simulasi ujian nasional CBT. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian nasional.
Pelaksanaan ujian nasional CBT di MTsN Malang 1 nantinya akan dilakukan tiga sesi. Sejauh ini, jumlah komputer yang ada di sekolah sudah memenuhi sepertiga jumlah siswa kelas IX. Guru juga telah melakukan pengecekan komputer tersebut dan memastikan jaringannya telah siap untuk digunakan ujian nasional nanti. Komputer yang disediakan untuk ujian nasional CBT disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh panitia pusat. (mg1/oci)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL