Malang Post

You are here: Pendidikan

Pendidikan

Aduh, Kesurupan Massal Lagi

MALANG - Entah apa yang terjadi di SMKN 3 Malang. Dalam seminggu terakhir terjadi tiga kali kesurupan massal termasuk kemarin (30/9/14) saat belasan siswa perempuan jatuh pingsan, di saat proses belajar mengajar memasuki jam ketiga.
Sekolah sebenarnya sudah berulang kali melakukan usaha dan ritual hingga mendatangkan orang pintar untuk mengusir mahkluk halus yang dipercaya merasuki para siswi. Kepala SMKN 3 Malang, Dra. Faizah M.Si mengatakan kondisi ini membuat proses belajar di sekolah terganggu. Padahal, berbagai usaha telah dilakukan, agar peristiwa yang sama tidak terjadi lagi sehingga menimbulkan ketakutan bagi para pelajar. ”Sudah dicoba semuanya, wirid pengajian, baca Alquran tiap pagi, bahkan sampai mendatangkan ahlinya. Tapi tidah berhasil dan malah kembali terjadi,” ujar Faizah saat ditemui di ruang kerjanya.
Dia menyebut, dengan peristiwa ini setidaknya membuat mental para siswa down, terutama para siswa perempuan. Pasalnya, dari sekian kali kesurupan selalu perempuan yang jadi korban. Namun, ia tidak mengetahui berapa siswanya yang kembali kesurupan. ”Kami bakal terus berusaha supaya peristiwa ini selesai. Kasihan anak-anak mentalnya terganggu. Tak sedikit di antara mereka ketakutan secara berlebihan, fokus belajarnya hilang,”sebutnya.
Akibat peristiwa itu, ratusan siswa terpaksa kembali dipulangkan lebih awal oleh sekolah karena tak ingin mengambil risiko lebih banyak. Bahkan Rabu hari ini, para siswa diliburkan alias belajar di rumah masing-masing.
Perempuan berkerudung ini menerangkan, tidak mengetahui pasti awal mula terjadinya kesurupan ini. Sebab, saat itu tiba-tiba semua siswa langsung berhamburan keluar sembari menggotong teman-temannya yang kesurupan. Ada tiga tempat yang menjadi tempat peristirahatan atau pemulihan siswa, di musala dekat pos Satpam, aula lantai dua dan di ruang resepsionis. ”Siswa kesurupan kali ini sebagian besar orang yang sama pada Jumat (26/9) lalu. Ada pula siswa yang baru kesurupan saat ini, intinya cukup banyak yang kesurupan, dan tak sedikit yang hanya mengalami histeria,” terangnya kepada Malang Post.
”Siswa yang histeria didiamkan, karena lama kelamaan sembuh dengan sendirinya. Beda halnya dengan siswa yang memang kesurupan dibutuhkan penanganan ekstra,” lanjutnya.
Peristiwa ini, kata dia, sebagai ujian dan pelajaran bagi semua orang yang ada di sekolah untuk lebih meningkatkan derajat keimanannya.  Ia juga mengakui dalam menghadapi situasi ini, pihak sekolah lebih santai dari pada sebelumnya yang kebingungan dan kewalahan menangani siswa. Hingga sekarang, ia belum mengetahui asal muasal penyebab terjadinya kesurupan yang terus menerus,  sebab selama satu tahun menjabat Kepsek, belum pernah terjadi peristiwa ini.
Ada kabar yang menyebut penebangan pohon tua di samping pintu keluar sekolah menjadi sebab awal makhluk halus yang merasuki siswa. Namun Faizah kembali menegaskan belum mengetahui dengan pasti penyebabnya.  
Fidi Bagas siswa kelas XI Jurusan Jasa Boga mengakui, atas peristiwa kali ini semua siswa yang ada di dalam kelas langsung disuruh keluar dan menjauh dari sekolah. Dia mengetahui, ada dua siswa jurusan Jasa Boga yang mengalami kesurupan. Sedangkan siswa lainnya, ia tidak mengetahui persis namanya tapi jumlahnya lebih dari 20 orang. ”Cuma teriak histeris dan nangis aja, kalau bicara macam-macam tidak ada,”akunya.
Salah seorang pekerja menuturkan jika pada Senin malam, paranormal dan orang pintar telah melakukan ritual dan mengusir makhluk jahat di sekolah, hingga pukul 23.00. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena masih banyak yang mengalami kesurupan. ”Kabarnya tadi ada juga seorang guru perempuan mengalami kesurupan, namun pasti atau tidak saya kurang paham,”tandasnya.
Sementara itu, pantauan Malang Post di lapangan, tampak teriakan dan jeritan histeris terdengar dari musala Sekolah. Awak media yang mencoba mendekat mendapat hadangan dan diminta untuk keluar dari sekolah. Akan tetapi, teriakan disertai tangisan terdengar jelas dari luar sekolah. Siswa-siswa yang kesurupan dibopong oleh teman-temannya. Tak sedikit wali murid yang anaknya kesurupan langsung membawa pulang setelah berhasil ditenangkan. Selain itu, pihak sekolah juga mengantar siswa-siswa kesurupan ke rumahnya menggunakan kendaraan roda dua.(mik/han)

Page 1 of 1910

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »