Pendidikan

Malang Post

Pendidikan

Kabar terbaru tentang Pendidikan di Malang Raya

Naskah UN SMP Dibagikan


MALANG - Dinas Pendidikan (Dindik) akan membagikan naskah soal Ujian Nasional (UN) SMP hari ini. Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Malang Budiono menjelaskan, pembagian naskah soal itu bersamaan dengan 17 kota lain di seluruh Jawa Timur.
“Hari ini, (2/5), sudah mulai pembagian soal di provinsi, besok(3/5) naskah soal sudah bisa diambil,” kata Budi. Sama halnya dengan pembagian soal PBT untuk SMA, naskah akan disimpan di Dindik, setelah diambil dari percetakan yang berada di Sidoarjo.
Kemungkinan, lanjut Budi, naskah soal akan tiba saat sore hari karena jumlah peserta UN berbasis kertas di tingkat SMP masih banyak, dibandingkan dengan SMA. “SMP yang ujian menggunakan komputer baru tujuh, 108 lembaga siswanya masih menggunakan kertas,” paparnya.
Budi memperkirakan kedatangan soal kisaran antara pukul 17.00 WIB hingga jelang waktu maghrib. Setelah itu, Dinas akan mengundang perwakilan dari sub rayon untuk memilah dan menyesuaikan naskah ujian berdasarkan sampul soal, sesuai dengan kebutuhan masing-masing sub rayon.
“Apabila nanti ditemukan kekurangan atau kelebihan sampul soal, kami bisa segera menghubungi provinsi untuk menyempurnakan sampai batas waktu, 4 Mei 2016,” jelasnya.
Budi menambahkan, untuk penjagaan naskah soal tidak jauh berbeda dengan penjagaan naskah soal SMA. Rencananya, Dindik akan dikawal oleh polisi, agar soal tidak bocor dan jatuh pada pihak yang kurang bertanggung-jawab.
“Penjagaan terus diberlakukan mulai kedatangan soal di Dinas, sampai ujian selesai. Penjagaan ini melibatkan tim dari kepolisian dan security Dinas Pendidikan,” jelas Budi.
Sementara itu, bagi SMP yang melaksanakan ujian menggunakan komputer, sinkronisasi baru bisa dilakukan H-3 jelang pelaksanaan UN (9/5) nanti. Oleh karena itu, Budi mengimbau kepada proktor SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, MTSn 1, SMP Charis, SMP Bina Bangsa dan SMP Wesley untuk terus melihat informasi terbaru dan terkini di website UNBK. Tak hanya itu, Budi juga mengingatkan kepada para proktor SMP untuk segera menghubungi rekan-rekan dari proktor SMA, agar bisa mendampingi saat sinkronisasi.
Pelaksanaan UN tingkat SMP dimulai Senin (9/5) hingga Kamis (12/5) mendatang. Adapun mata pelajaran yang diujikan di hari pertama adalah Bahasa Indonesia. Dilanjutkan di hari kedua, Selasa (10/5) dengan mata pelajaran Matematika. Sedangkan bahasa Inggris akan diujikan di hari ketiga, Rabu (11/5) dan terakhir, IPA di hari Kamis (12/5). (mg6/han)

Belajar Farmasi Itu Menyenangkan


Akfar Akafarma PIM

MALANG -  Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) dan Akademi Frmasi (Akfar) Putra Indonesia Malang mengadakan Seminar dan Talk show dengan tema “The Secret Of Pharmachy best Edutainment pada Sabtu (30/4/16). Seminar ini mengemas pembelajaran humanis, yakni sebuah seminar dan talk show yang dikemas untuk merubah pola pikir bahwa dunia farmasi itu sebenarnya tidak susah untuk dipelajari, malah justru menyenangkan untuk dipelajari dan ditekuni.

Seminar ini diikuti oleh 110 siswa-siswa SMK dan SMA se- Malang Raya. “Kebanyakan dari mereka adalah para siswa yang ingin mengetahui dunia farmasi,” ujar Nur Candra Eka S.SI.,S.pd., M. Pd., ketua pelaksana sekaligus Wakil Direktur  I Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang.
Pembicara dalam seminar ini adalah DR. Sentot Joko Raharjo, Msi. Ketua I bidang pendidikan Akademi Farmasi Putra Indonesia. Pembicara seminar, I Wayan Dasna M.si., M.eEd,., Ph.d, sekaligus Pakar Pembelajaran berbasis pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.
Nur menjelaskan tentang Rangkaian acara pada seminar dan talk show ini , yaitu mulai dari pemberian materi di kelas dengan materi tentang konsep kefarmasian, hingga edukasi kepada peserta untuk langsung belajar mengenal dunia farmasi dengan mengunjungi laboratorium dan kelas yang ada di Akademi Farmasi Putra Indonesia.
”Dengan melakukan pengenalan dunia farmasi secara langsung, maka peserta juga bisa terlibat langsung. ” tambahnya.
Laboratorium yang dijelajahi oleh peserta seminar antara lain adalah Farmasetika, yaitu laboratorium tentang pembuatan produk farmasi berupa kosmetik. Kemudian Farmakologi, laboratorium untuk pemberian obat uji hewan. Laboratorium Farmakognisi adalah laboratorium untuk ekstrasi Kafein.  Dan laboratorium pangan fungsional  adalah laboratorium yan memproduksi tentang pangan fungsional. Selain laboratorium, peserta juga berkesempatan untuk melihat secara langsung instrument kefarmasian, yang menampilkan hasil karya farmasi dari mahasiswa Akademi Farmasi Putra Indonesia.
Nur juga mengatakan bahwa peserta seminar terlihat sangat antusias dengan adanya seminar ini, hal tersebut terlihat ketika mereka sangat aktif ketika di kelas dan juga ketika menjelajahi laboratorium kefarmasian.
Direktur  Akademi Farmasi Putra Indonesia, Ernanin Dyah Wijayanti, S.Si, MP, menuturkan seminar ini sangat membantu bagi para siswa yang ingin melanjutkan untuk terjun kedunia farmasi namun masih ragu dan takut.
Direktur Akademi Farmasi Putra Indonesia ini juga berharap, melalui seminar ini siswa yang hadir sebagai peserta bisa bergabung ke dunia farmasi sebagai tenaga ahli farmasi yang kompeten, besar pula harapannya untuk para siswa bisa belajar dan bergabung dengan Akademi Farmasi Putra Indonesia untuk bersama-sama belajar tentang faramasi dengan gaya pembelajaran yang diterapkan di Instansi ini.
Untuk kelas di Akafarma dan akfar Putra Indonesia Malang, saat ini membuka pendaftaran gelombang reguler 1, periode 1 April s/d 31 Mei 2016. Raih beasiswa total 150 juta. Syarat dan ketentuan berlaku. Informasi lebih lanjut datang langsung kekampus jl. Barito no 5 Malang, telp: 0341- 491132 kode eks 111 atau kunjungi website www.putraindonesiamalang.or.id. (mgb/adv/oci)

Civitas Kampus Harus Jadi Pelopor Keteladanan


MALANG - Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sepatutnya menjadi bahan refleksi diri bagi para pendidik, dalam hal ini dosen dan guru untuk semakin baik lagi.
Hal itu disampaikan oleh Dr. Fauzan, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas, di Helipad UMM, kemarin.

Fauzan menyatakan, dunia pendidikan saat ini sedang berada dalam situasi yang kompleks.
“Maju atau tidaknya dunia pendidikan, tergantung dari parameter yang ditetapkan oleh masing-masing institusi,” ujarnya.
Pada hakikatnya, lanjut Fauzan, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sementara saat ini, proses ke arah de humanisasi, dalam arti kekerasan, sudah kerap kali terjadi.
“Kekerasan di dunia pendidikan sudah tidak memandang bulu, jika ditarik kembali benang merahnya, semua bermula dari komunikasi yang kurang konstruktif,” jelasnya.
Oleh karena itu, di peringatan Hardiknas ini, Fauzan mengimbau kepada seluruh sivitas akademik, baik guru maupun dosen untuk memperbaiki sistem komunikasi, yang tetap menjunjung tinggi peradaban kemanusiaan.
“Peringatan ini tidak hanya berlaku di UMM saja, melainkan juga di masyarakat. Karena pendidikan tidak hanya fokus pada institusi saja,” terangnya.
Dalam hal ini, Perguruan Tinggi (PT) diharapkan mampu memberi edukasi praktik sosial guna meminimalisir praktik kekerasan.
Hal ini, lanjut Fauzan, sekaligus menjadi patokan agar kalangan sivitas akademik menjadi pelopor keteladanan tidak hanya bagi anak didik saja, melainkan juga masyarakat luas.
“Kami mendorong agar dosen, karyawan, dan mahasiswa fungsionaris menjadi eksemplar atau contoh bagi lingkungan sekitar. Untuk itu harus menampilkan jati diri dan akhlaknya sebaik mungkin,” tambahnya.
Setelah menyampaikan beberapa kalimat dalam pidatonya, selanjutnya Fauzan mengumumkan mahasiswa berprestasi UMM, yang diraih oleh Ambika Putri Perdana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi (prodi) Bahasa Inggris, peringkat kedua diraih oleh Arlinda Silva Prameswari dari Fakultas Kedokteran.
Peringkat ketiga disabet oleh Neva Melinda Maulanasari dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) prodi Farmasi, di tingkat keempat diraih Alhamdu Ramadhan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) prodi Hubungan Internasional dan peringkat kelima yaitu Maria Ulfa dari Fakultas Hukum.
Sedangkan untuk dosen berprestasi tingkat universitas, peringkat pertama diraih oleh Dr. Sugiarti, M.Si. dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, peringkat kedua diraih oleh Ilyas Masudin, ST., M.LogSCM., Ph.D. dari prodi Teknik Industri Fakultas Teknik, dan peringkat ketiga yakni Dr. Ihya’ul Ulum, S.E., M.Si., AK., CA. Dari prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Penghargaan untuk ketua prodi berprestasi, peringkat pertama diraih Riza Rahman Hakim, S.Pi., M.Sc. dari prodi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP), peringkat kedua diraih Dra. Tuti Kusniarti, M.Si., M.Pd. dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, dan peringkat ketiga yakni Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.S. dari prodi Peternakan FPP.
Sedangkan untuk karyawan tetap berprestasi, peringkat pertama dicapai Tri Makmun Arifin, S.Pi dari unit kerja Laboratorium Perikanan, peringkat kedua yakni Asykaria Purwaningsih, S.IIP. dari unit kerja Perpustakaan, peringkat ketiga diraih H. Harry Wijaya dari unit kerja Biro Kemahasiswaan, dan peringkat keempat yaitu Santi Ardini Palupi, S.Psi. dari unit kerja Laboratorium Psikologi. (mg6/oci)

Guru SDIS Dikado Alunan Biola


MALANG –  Karya Simphoni Untuk Guru menjadi persembahan siswa SD Islam Sabilillah Malang memperingati Hari Pendidikan Nasional, kemarin. Siswa berbaris rapi dan berpertunjukan di depan pelataran sekolah dengan suara alunan biola untuk memberikan tribute kepada guru. Pertunjukan siswa SDI Sabilillah ini mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas. Pertunjukan ini berlangsung pukul 07.30  WIB, setelah upacara peringatan Hardiknas.

Para siswa yang berbaris rapi dengan bermain biola memberikan lagu persembahan untuk guru, yakni hymne guru dan mawar untuk guru. Aksi ini dibuka dengan instrumental lagu bunga Anggrek. Para siswa yang mengikuti pertunjukan ini terlihat sangat menghayati ketika mereka membawakan lagu, meskipun mereka tergolong masih kecil, namun ekspresi mereka terlihat sudah bisa memaknai bagaimana menghargai guru yang telah mendidik mereka.
“Saya senang dengan semangat yang dimiliki oleh anak-anak untuk bermain music di pelataran gedung sekolah, semoga semangat ini bisa ditularkan kepada masyarakat yang melihat,” ujar M. Isnin H, Spd, waka kesiswaan dan Humas. (mgb/oci)

Gelar Khataman dan Imtihan, 8 Siswa Dinyatakan Lulus


MALANG - Sebanyak 8 siswa kelas II SD Plus Al-Kautsar, Sabtu lalu mengikuti program khataman Alquran. Setelah menjalani proses seleksi di beberapa bulan terakhir, akhirnya delapan siswa dinyatakan lulus surat Al-A’la  hingga An-Nas dalam juz 30. Mereka adalah Naila Azka, Jennie Sabrina, Roro Mahdiyah, Ahmad Kholilullah, Aqeela Feres, Sajwa Qotrunnada, Ghania Nazaha dan Rania Aura.
Dengan metode ummi, Naila Azak dkk, berhasil menyelesaikan khataman dan imtihan dengan baik. Pada tahap uji kompetensi, beberapa pertanyaan diajukan langsung oleh Abdul Karim selaku penguji dari Ummi Foundation Kota Malang. Dan yang membanggakan, orangtua yang turut hadir menyaksikan putra-putrinya juga berperan melontarkan pertanyaan kepada anaknya sendiri. Alhasil, setiap pertanyaan dilibas habis oleh mereka.

Ada empat bidang yang diujikan dalam khataman dan imtihan Alquran kali ini. Antara lain bidang tartil, tajwid, ghorib dan hafalan. Setiap penanya bebas memilih bidang apa saja  yang ingin ditanyakan pada siswa. Termasuk surat yang diinginkan juga bebas dipilih.
Kordinator Ummi SD Plus Al-Kautsar, Nikmatul Adawiyah, S.Pd mengatakan awalnya ada sekitar 100 siswa kelas II yang memang wajib mengikuti program Alquran dengan metode UMMI. Setelah melalui beberapa tahap seleksi akhirnya didapat hanya 8 siswa yang layak mengikuti tes munaqosah yang digelar sebelum khataman.
“Monaqosah itu sistem ujiannya sama seperti imtihan ini. Cuma yang menguji langsung dari pihak Ummi Foundation sendiri, tidak melibatkan orangtua,” katanya.
Metode ummi di SD Plus Al-Kautsar hanya diterapkan untuk kelas 1 hingga kelas 3. Selanjutnya pendidikan Alquran diserahnya kepada guru PAI. Selama proses bimbingan para siswa dibina agar benar-benar menguasai materi Alquran dengan bidang-bidang yang telah ditetapkan oleh Ummi Foundation.
Seperti materi tentang ghorib. Dalam materi ini, Ninik menjelaskan siswa harus mengetahui bacaan-bacaan dalam Alquran yang tidak sama dengan tulisannya. “Kalau tidak dipelajari dengan inten, tentu tidak akan bisa. Karena dalam Alquran terdapat beberapa bacaan yang tidak sama dengan tulisannya,” terangnya.
Kepala Bidang Akademik, SD Plus Al-Kautsar Imam Syafi’i, S. Ag menyampaikan pendidikan Alquran menjadi pendidkan wajib di lingkungan SD Plus Al-Kautsar. Ia menerangkan bagi seorang muslim Alquran akan menjadi penerang jalan di dunia dan akhirat.
“Bacalah olehmu Alquran karena Ia (Alquran) akan datang sebagai syafaat bagi yang gemar membacanya di hari kiamat nanti,” katanya sambil mengutip Hadits Rasullullah.
Imam berharap seluruh siswa SD Plus Al-Kautsar menjadi generasi Islam qurani yang istiqomah membaca dan menjalankan ajaran Alquran. Ia pun bangga kepada para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan Alquran dengan metode ummi hingga tahap munaqosah dan khotaman.
Di masa yang akan datang pihaknya berencana membuka program tahfid yang membina siswa untuk bisa hafal juz 30 bahkan juz 29.
“Kami akan kembangkan pendidikan Alquran anak-anak hingga tahap hafalan. Sehingga mereka tidak hanya pandai membaca tapi juga bisa hafal,” ucapnya saat sambutan mewakili kepala sekolah. (imm/sir/oci)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL