Malang Post

You are here: Pendidikan

Pendidikan

Tularkan Ilmu Kegawatdaruratan pada Anggota UKS

Mahasiswa D3 Keperawatan UMM Kelompok IV Praktik kesehatan Masyarakat

MALANG – Ekskul kesehatan di sekolah yang dikenal dengan nama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) saat ini sudah banyak digelar, baik di pendidikan dasar maupun menengah. Namun sayangnya tidak semua sekolah memaksimalkan kegiatan tersebut dengan berbagai alasan. Salah satunya karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan yang biasanya terjadi pada sekolah-sekolah yang ada di pinggiran.
Terkait dengan persoalan tersebut, Kelompok IV Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) Mahasiswa D3 Keperawatan UMM menggelar pelatihan dan simulasi tentang kegawatdaruratan bagi siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Al Munawarrah Kedungkandang Malang.
“Selain sebagai salah satu mata kuliah, kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat yang nantinya dapat diaktualisasikan oleh anggota UKS di lingkungan sekolah,” papar Ketua Kelompok IV PKM D3 Keperawatan UMM, Muhammad Zulkarnaen pada Malang Post.
Kegiatan yang mengambil tema Air Way Management and Trauma Treatment ini diikuti sekitar 15 anggota UKS serta mendatangkan seorang ahli kesehatan gawat darurat, yaitu Mochtar Jamil S. Kep. Ners.yang juga sebagai dosen kegawatdaruratan Universitas Muhammadiyah Malang.
Riswan Permana Putra yang bertindak sebagai ketua pelaksana menambahkan, selain materi, dalam kegiatan ini mereka juga memberikan simulasi tentang kegawatdaruratan kepada anggota UKS. “Sehingga nantinya dapat diimplimentasikan oleh para siswa, khususnya anggota ekskul UKS,” beber pemuda asal Kalimantan ini.
Untuk kegiatan kali ini, para anggota UKS mendapatkan beberapa materi yaitu pertolongan pertama dalam kegawatdaruratan, mengukur tanda-tanda vital, kegawatdaruratan pernafasan, balut biday pada cedera, cedera anggota gerak, serta perdarahan dan syok. Para peserta yang hadir nantinya akan mendapat sertifikat.
Di tempat yang sama, Mochtar Jamil saat ditemui Malang post seusai pelatihan berharap siswa yang tergabung dalam UKS ini dapat mengaktualisasikan ke masyarakat, khususnya di lingkungan sekolahnya. “Saya berharap kepada mahasiswa agar kegiatan ini dapat berlangsung secara berkala sehingga dapat ditiru oleh para adik kelasnya,” jelas pria yang sedang melanjutkan magister kesehatannya di Universitas Brawijaya ini.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota UKS juga diberikan kesempatan bertanya seputar bagaimana cara menangani korban dalam kondisi gawat darurat. Di seasion ini pemateri menjawab disertai dengan mempraktikan cara membatu orang yang patah tulang atau korban yang mengalami sesak nafas.
“Saya berharap dengan adanya  pelatihan ini, UKS yang ada di sekolah ini aktif kembali serta siswa dapat mengamalkan ilmu kesehatan yang dia dapatkan,” jelas Muhammad Zulkarnaen mahasiswa asal Lombok.
Kelompok yang beranggotakan delapan mahasiswa ini sebelumnya juga mengadakan berbagai kegiatan seperti memberikan penyuluhan bagi warga Kelurahan Muharto tentang kesehatan serta membantu di kegiatan posyandu di lingkungan pabrik rokok yang ada di wilayah Kedungkandang. (ian/adv/nda)

Page 1 of 1196

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »