Malang Post

Pendidikan


Sungkem Ibu Jelang UN

Share
MALANG – Jelang ujian nasional (UN), ribuan siswa dari SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA tampak antusias mengikuti doa bersama yang diadakan oleh Majelis Gubuk Bambu Iling Pati yang berada dibawah naungan Gus Ali Mustofa, salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk yang digelar Minggu (29/3) kemarin, di Masjid Jami’ kota Malang.

Acara dimulai sejak pukul 8 hingga pukul 10. Bahkan, menurut salah satu santri Nurul Ulum, Mbah Yazid, ada beberapa peserta sudah datang di lokasi sejak pukul 6 pagi.

Berbeda dari yang dilakukan sebelumnya, doa bersama kali ini didukung penuh oleh Dinas Pendidikan kota Malang dan Universitas Islam Malang (Unisma). Mbah Yazid, salah satu santri kepercayaan Gus Ali mengatakan, acara serupa telah dilakukan di Turen. Namun, saat itu, tak banyak dukungan yang mengalir dari pemerintah kabupaten. Menurut Yazid, bahkan untuk mengundang sekolah, pihak majelis mengupayakan sendiri tanpa ada bantuan dari dinas pendidikan.

”Untuk doa bersama kali ini, kami dibantu dinas pendidikan kota Malang yang bertugas memberikan instruksi ke sekolah-sekolah. Sehingga siswa yang datang lebih banyak dan terstruktur karena menggunakan sistem absen,” ungkap Mbah Yazid saat ditemui Malang Post, selepas pelaksanaan doa bersama, kemarin (29/3).

Tak hanya melaksanakan doa bersama, seluruh peserta juga diberikan motivasi oleh Gus Ali. Dalam ceramahnya, Gus Ali banyak memberikan motivasi belajar bagaimanapun keadaannya. Gus Ali pun mencontohkan salah satu santrinya yang telah berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan kedokteran di Universitas Brawijaya meski ayahnya hanya seorang tukang tambal ban.

”Contoh itu sering sekali disampaikan oleh Gus Ali agar bisa memotivasi para siswa bahwa jangan mudah putus asa,” tandas pria yang sudah nyantri selama 20 tahun tersebut.

Selain itu, Gus Ali juga banyak mengingatkan para peserta tentang dosa-dosa yang telah dibuat termasuk dosa pada orang tua. Tak pelak, hal tersebut berhasil membuat para siswa menangis haru. Tak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata sembari sungkem dan memeluk orang tua nya yang saat itu datang untuk menemani anaknya.

Acara ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Majelis Gubuk Bambu Iling Pati sebagai kepedulian kepada para siswa yang seringkali tertekan dengan adanya ujian nasional. Tak hanya di Malang Raya, doa bersama juga dilakukan di Blitar dan Pasuruan.

”Tanpa dukungan dari banyak pihak, maka acara doa bersama yang dipimpin oleh Gus Ali ini tidak akan berjalan dengan lancar,” ujar Mbah Yazid. (mg6/oci)
comments

Jelang UN, Siswa SMP dan SMA Istighotsah

Share
TUREN – Menjelang pelaksanaan ujian nasional, siswa SMP dan SMA se Kecamatan Turen, Dampit Tirtoyudo dan Ampelgading berkumpul bersama di Hall Cakra Pindad, Kecamatan Turen, Sabtu pagi kemarin. Mereka berkumpul untuk berdoa bersama Bupati Malang. H. Rendra Kresna yang dipimpin Pengasuh Majelis Istigotsah Gubuk Bambu Eling Pati, Gus H Ali Mustofa Asadi.

Bupati Malang, H Rendra Kresna menyambut baik usaha bersama yang dilakukan para siswa dengan berdoa bersama. Perjuangan yang telah dilakukan para siswa dibangku sekolah harus dibarengi pula dengan doa, agar tercapai semua yang diharapkannya dengan baik.
“Berdoa dengan memohon pertolongan melalui Istigotsah ini memang sangat bagus. Sebagai manusia wajib untuk senantiasa berdoa, agar dijauhkan dari hal-hal yang buruk,” ujar H. Rendra Kresna kepada Malang Post, kemarin.
Menanggapi rencana ujian nasional, orang nomor satu di pemerintah Kabupaten Malang itu, berharap agar siswa atau sekolah tidak terfokus pada kelulusan siswa. Namun, juga pada nilai siswa yang lulus.
“Saya harap kualitas dan kuantitas bisa terpenuhi. Siswa tidak saja lulus sekolah, tapi juga mendapatkan nilai yang bagus. Supaya mendapatkan kemudahan saat akan meneruskan pendidikannya,” paparnya.
Sebelum istigotsah yang dipimpin Gus H Ali Mustofa, para siswa mendapatkan wejangan dan motivasi. Saat doa bersama dilakukan, para siswa tampak khusuk berdoa. Tidak sedikit diantara para siswa yang meneteskan air matanya.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Budi Iswoyo, pelaksanaan kegiatan itu sebagai upaya agar saat pelaksanaan ujian nantinya, bisa berjalan sesuai dengan yang dikehendaki.
“Wali murid juga banyak yang hadir. Intinya, doa bersama dan silaturahmi. Harapannya, tentu pelaksanaan ujian mulai SMA atau SMK pada April dan SMP atau MTs pada Mei mendatang, bisa lancar. Terutama, semuanya bisa lulus dan meneruskan pendidikan,” tambahnya. (sit/aim)
comments
Last Updated on Saturday, 28 March 2015 16:54

4 Sekawan Lulus Memuaskan

Share
MALANG - Siapa sangka, 4 wisudawan terbaik yang berhasil dilahirkan oleh Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) gelombang ke VI ini, kesemuanya adalah teman dekat. Mereka adalah Amaliya Viya Kartika Wisudawan terbaik 1 dengan IPK 3,76, Dhea Indira Ard wisudawan terbaik 2 dengan IPK 3,65, Fitria Susanti wisudawan terbaik 3 dengan IPK 3,58 dan Siti Khairiyah wisudawan terbaik 4 dengan IPK 3,56 yang berasal dari satu jurusan yakni Administrasi Bisnis dengan konsentrasi Keuangan.

Kisah kedekatan mereka berawal dari Siti Khairiyah yang sedari awal memiliki target untuk lulus di semester 7. Target itu diupayakan dengan rajin bertanya pada kakak tingkat tentang cara dan strategi agar bisa lulus dengan cepat.

Rupanya, gayung bersambut. Siti Khairiyah, mahasiswa asal Sidoarjo tersebut berhasil mendapatkan bocoran yang jitu. Ia kemudian menularkan rahasia itu kepada 3 teman lainnya dan mulai berjuang membuat judul skripsi ketika mahasiswa lainnya sibuk memikirkan program magang.

”Awalnya kami hanya kenal biasa karena memang teman satu jurusan dan satu konsentrasi. Justru kami mulai dekat saat skripsi karena sering curhat dan saling tukar informasi,” ungkap gadis yang akrab dipanggil Tika tersebut.

Amaliya Viya Kartika atau yang akrab disapa Amel tersebut mengakui hal tersebut. Amel pun menyatakan, dirinya terlecut untuk menyegerakan skripsinya karena Tika.

”Saat itu, Tika adalah mahasiswa angkatan 2011 yang pertama kali mengajukan judul. Waktu itu masih pertengahan semester enam. Yang lain masih mikirin magang, dia sudah mikirin judul skripsi. Itu yang akhirnya membuat saya dan teman yang lain ingin segera nyusul,” ujar mahasiswa asal Kediri tersebut saat ditemui Malang Post, kemarin (27/3/15).

Ke-empat teman dekat ini rajin berbagi informasi tentang skripsi dan pengumpulan data. Tak jarang, mereka juga saling berkeluh kesah tentang dosen pembimbing yang menolak judul skripsi, bertukar solusi tentang data yang dibutuhkan hingga cara daftar wisuda.

”Diawal-awal dulu, saya sempat ditolak dosen pembimbing saya karena beliau masih punya tanggungan banyak mahasiswa yang belum lulus. Saat itu sempet down tapi saya coba terus, akhirnya beliau berkenan,” tandas Tika.

Mereka berempat pun tak menyangka, semuanya akan menjadi wisudawan terbaik di FIA di gelombang yang ke VI ini. ”Misi kami, pokoknya nggak mau bayar SPP untuk semester 8. Dan ternyata karena saling memberi support satu sama lain, akhirnya kami bisa lulus bareng dan alhamdulillah bisa jadi wisudawan terbaik semuanya,” tegas Tika.

Dan ternyata benar, Siti Khairiyah, sebagai pionneer pejuang skripsi pun akhirnya berhasil lulus dalam 3 tahun 2 bulan, sedangkan yang lain berhasil lulus 3 bulan setelahnya.

Untuk wisuda gelombang VI kali ini, FIA UB telah berhasil meluluskan 144 orang yang terdiri dari 74 lulusan S1, 35 lulusan S2 dan 5 lulusan S3. Lulusan S1 tersebut terdiri dari 3 jurusan yakni Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Administrasi Publik dan Perpajakan.

Dari jurusan Ilmu Administrasi Publik, ada sekitar 30 lulusan dengan predikat sangat memuaskan dan 1 lulusan berpredikat memuaskan. Sedangkan dari jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, ada 4 lulusan berpredikat dengan pujian dan 32 lulusan berpredikat sangat memuaskan. Sedangkan jurusan perpajakan telah berhasil meluluskan 1 wisudwan berpredikat dengan pujian dan 6 wisudawan berpredikat sangat memuaskan.

Dari 2 program magister, jurusan Ilmu Administrasi Publik mampu melahirkan 26 lulusan berpredikat sangat memuaskan dan 1 lulusan berpredikat memuaskan. Sedangkan dari Ilmu Administrasi Bisnis berhasil meluluskan 8 orang dengan predikat sangat memuaskan.

Untuk program doktor Ilmu Administrasi sendiri, FIA UB mampu melepas 5 lulusan doktor dengan predikat sangat memuaskan. (mg6/adv/oci)
comments
Last Updated on Saturday, 28 March 2015 16:53

Mahasiswa Unisma Tangani Desa Tertinggal

Share
MALANG – Kunjungan Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi RI, H. Marwan Ja’far, SE., MSi., ke Universitas Islam Malang (Unisma) kemarin (27/3/15) disambut hangat. Momentum itu rupanya juga dimanfaatkan oleh Unisma untuk menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian tersebut.

Didampingi oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. Masykuri Bakri, MSi., Marwan menandatangi nota kesepahaman tersebut dengan disaksikan oleh ratusan kepala desa di Kabupaten Malang yang sudah sejak lama menunggu kedatangannya. Penandatangan nota kesepahaman tersebut disambut meriah oleh tepuk tangan para kepala desa dan beberapa tamu undangan.

Menurut Masykuri, MoU tersebut akan mengantarkan Unisma menuju program pemberdayaan desa yang meliputi pendampingan, pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat desa. Nantinya, Unisma akan membuat sebuah konsep tentang kawasan terpadu  dan juga melakukan pembinaan kepada desa yang dianggap masih kurang berkembang.

”Ini sebagai pengamalan salah satu tridharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat. Kami akan mengerahkan mahasiswa dan dosen dari fakultas peternakan, pertanian, kesehatan dan ekonomi untuk menangani program tersebut,” ungkapnya selepas acara sosialisasi program pembangunan dan pengembangan desa mandiri di Gedung C, Unisma, kemarin (27/3/15).

Masykuri juga menambahkan, rencananya, pihaknya akan melakukan program tersebut di satu kecamatan yang masih belum dipastikan. Ia memasang target pelaksanaan tahun ini.

”Saat ini kami masih melakukan pemetaan untuk kecamatan yang akan kami bina. Targetnya tahun ini dijalankan,” imbuh Masykuri.

Masykuri pun menuturkan, program ini memang dijalankan untuk menguatkan sektor ekonomi kerakyatan di desa-desa. Sehingga, andai krisis moneter menerjang, ekonomi nasional akan tetap bertahan karena adanya kekuatan ekonomi kerakyatan tersebut.

Sementara itu, Marwan Ja’far juga telah melakukan sosialisasi program desa mandiri kepada ratusan kepala desa. Ia pun juga menyatakan kejelasan akan desas-desus terkait bantuan desa sebesar 1 Milyar per tahun. Ia menangkis wacana tersebut didepan ratusan kepala desa disertai dengan sorakan tanda kecewa.

”Saya sampaikan disini bahwa program tersebut tidak benar. Namun, saya akan tetap memperjuangkannya, meski dengan acara yang bertahap. Insyaallah tahun 2017 nanti bantuan akan genap 1 Milyar,” ungkap Pria asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah tersebut.

Marwan juga menyatakan niatannya untuk merevisi aturan kotroversial yakni PP No. 43 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Desa serta pasal 100 PP No 43 Tahun 2015. Ia menyatakan permohonannya untuk bersabar dan menyatakan kepastian akan proses revisi tersebut. (mg6/oci)
comments
Last Updated on Saturday, 28 March 2015 16:54

Rektor UB Resmikan Gedung Baru SMP BSS

Share
MALANG - Kamis (26/3), Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, Ms meresmikan gedung baru SMP Brawijaya Smart School (BSS). Gedung megah berlantai tiga tersebut kini sudah mulai ditempati untuk kegiatan belajar mengajar dan aktivitas layanan pendidikan lainnya. Dalam kesempatan itu Bisri mengatakan, SMP BSS telah melewati perjalanan yang sangat panjang sejak didirikan pada 1997 lalu. Berbagai upaya pun dilakukan sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan yang diselenggarakan selama ini.

“Input siswa di SMP BSS ini sudah bagus. Bahkan beberapa kali sudah dilakukan seleksi. Nah dengan adanya gedung baru yang megah ini semoga prosesnya lebih bagus lagi,” katanya.
Bisri juga menilai selama ini kegiatan belajar mengajar di SMP BSS terlalu padat. Untuk itu ia berharap selanjutnya dapat lebih dikondisikan lagi sehingga waktu siswa untuk berkreativitas lebih banyak, seperti olahraga dan kesenian.
Dalam acara peresmian tersebut juga dihadiri UPT BSS, Dr. Sugeng Rianto, MSc. Dalam sambutannya ia mengatakan gedung baru SMP BSS ini merupakan gedung besar ke tujuh dari seluruh bangunan dalam lingkungan satuan BSS dari TK, SD, SMP dan SMA. Semakin meningkatnya minat masyarakat untuk memasukkan anak-anak mereka ke BSS, membuat pihaknya terus berupaya meningatkan sarana infrastruktur yang mamadai.
“Di awal berdirinya SMP BSS delapan belas tahun lalu, hanya mempunyai 15 orang siswa. Kini seiring dengan berkembangnya kita dalam memajukan lembaga ini, SMP BSS telah mempunyai ratusan siswa dan ribuan alumni,” ujarnya.
Kepada Malang Post, kepala SMP BSS Drs. Suprijanto AD, M.Pd mengungkapkan rasa senangnya dengan adanya gedung baru sekolah. “Alhamdulillah, bapak Rektor telah meresmikan gedung baru kita. Sehingga sekarang sudah dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan” ungkapnya.
Ia menambahkan adanya gedung baru ini akan semakin memotifasi siswa untuk semakin giat belajar, berlatih dan mengikuti kegiatan pendidikan lainnya. Semangat ini pun harus juga tertular pada para guru untuk meningkatkan kinerja dan inovasinya sebagai pendidik.
“Termasuk peningkatan layanan masyarakat di bidang administrasi maupun yang berhubungan langsung dengan pendidikan,” tambahnya.
Di bidang non akademik, lanjut Supri sapaannya, SMP BSS juga akan terus melakukan perbaikan. Bahkan sekolah juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa instansi ataupun lembaga guna meningkatkan mutu. Misalnya menjalin kerjasama dengan Umi Foundation dalam membina siswa di bidang pembelajaran Al-Quran.
“Yang non muslim juga kita berikan fasilitas yang sama. Dengan program kegiatan yang berarah pada peningkatan potensi diri,” terangnya.
Kini SMP BSS akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk jalur reguler setelah sebelumnya membuka pendaftaran jalur rapor. Gelombang pertama pendaftaran mulai 4 sampai 30 Mei dan gelombang kedua mulai 5 sampai 30 Juni 2015. Informasi pendaftaran dapat diperoleh di jalan Cipayung No. 8 telp. (0341) 575868. (imm/adv/oci)
comments
Last Updated on Saturday, 28 March 2015 16:58

Page 1 of 68

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »