Malang Post

Arema Sport

Juara Arema Dinodai Persewangi

Share
MALANG POST - Arema Cronus terjungkal di partai hiburan Sunrise of Java Cup 2015 semalam. Skuad Singo Edan kalah 0-1 dari Persewangi meskipun sejatinya tak mempengaruhi gelar juara Sunrise of Java Cup 2015 yang diperoleh Arema dari 6 poin mengalahkan Bali United dan Garuda Allstar. Gol tunggal Persewangi dicetak oleh Trubus Gunawan menit 42. Sepanjang pertandingan, kedua tim saling serang.
Tensi pertandingan sangat tinggi karena ada saling ejek antara Aremania dan Laros Jenggirat, yang rupanya membela suporter Persebaya. Sejak awal pertandingan, suasana terus memanas. Apalagi, dua suporter sama-sama didukung jumlah massa yang banyak. Laros Jenggirat menempati tribun ekonomi, sementara Aremania yang dipimpin Yuli Sumpil berada di tribun VIP.
Perseteruan dan panasnya situasi suporter,mempengaruhi emosi pemain di lapangan. Dua tim pun menyajikan laga super panas. Meski demikian, Persewangi sangat jelas terlihat menunggu. Dia mengorganisasi pertahanan sebelum mengincar celah untuk serangan balik. Menit 8, Oky Derry Adriyan yang turun sebagai starter mencoba peruntungan. Tendangannya masih melenceng di samping mistar gawang Persewangi.
Setelah tendangan Oky, pertandingan berjalan hampir tanpa ‎serangan berarti dari kedua tim. Namun, Sunarto memecah permainan stagnan kedua tim dengan peluang menit 24. Sayang tendangannya masih tak bisa menembus jala tim Persewangi. Menit 27, Juan Revi Auriqto yang bertindak sebagai kapten, juga berusaha memecah skor. Namun, tendangannya melebar.
Kondisi seperti itu terjadi hingga menit ke 42. Ketika Trubus Gunawan mencetak gol.
“Menang kebanggaan karena saya juga orang malang,semua pemain berbahaya di kompetisi ISL,mereka pengalaman,” aku Nasrul Hariono pelatih Persewangi‎.(fin/ary)
comments

Mulai Konsentrasi Hadapi Persib

Share
BANYUWANGI – Setelah tampil sebagai jawara turnamen Sunrise of Java Cup 2015, skuad Arema Cronus bakal mendapat liburan tiga hari untuk persiapan pertandingan eksibisi ulang tahun ke-28, 11 Agustus nanti. Rencananya, tim pelatih Singo Edan memberi porsi libur mulai hari ini hingga 6 Agustus. Sebagai persiapan menuju pertandingan menarik lawan Maung Bandung, tim pelatih ingin pemain istirahat dengan baik.
“Kita berikan liburan mungkin sampai tanggal 6 Agustus. Soalnya, mereka juga harus bersiap-siap untuk menghadapi Persib Bandung pada 11 Agustus. Istirahat tiga hari sepertinya cukup ideal untuk mengembalikan kondisi mereka,” papar pelatih Arema Joko “Gethuk” Susilo dikonfirmasi Malang Post kemarin.
Mantan pemain Arema era Galatama ini menyebut, Arema masih merancang program latihan untuk pertandingan lawan Persib. Namun, tim pelatih merasa cukup siap untuk menghadapi Persib dengan modal yang sangat baik di Sunrise of Java Cup 2015. Apalagi, sebagian besar skuad masih utuh.
“Kita punya modal yang baik untuk merayakan ulang tahun ke-28 Arema di Stadion Kanjuruhan pada 11 Agustus nanti. Lawan kita pun tim yang sangat bagus. Saya yakin, pemain pun bakal terpacu untuk main di atas lapangan sambil merayakan ulang tauhn Arema,” papar pelatih berlisensi B AFC itu.
Gethuk mengatakan, perayaan ulang tahun kali ini terasa spesial karena ada pertandingan eksibisi yang sangat menarik. Animo Aremania untuk laga eksibisi lawan Persib harusnya sangat tinggi, kata Gethuk. Mengingat, rivalitas kedua tim pun menjamin emosi dan keseruan di atas lapangan.
“Lawan kita adalah juara ISL musim lalu. Tentu saja kita akan bermain semaksimal mungkin. Apalagi, kita meyakini Aremania bakal berbondong-bondong datang ke Stadion Kanjuruhan untuk ikut merayakan kemeriahan ultah Arema,” sambungnya. Pertandingan yang digelar malam hari, kick off 19.00 WIB tersebut, mematok harga tiket yang lebih murah dibandingkan pertandingan liga. Tiket ekonomi dipatok Rp 25 ribu.(fin/jon)
comments

Edan, Sudah Juara

Share
MALANG POST – Pertandingan pamungkas Sunrise of Java Cup 2015 bakal jadi laga pelengkap gelar juara yang sudah diraih oleh Arema Cronus. Setelah Bali United menang 3-1 atas Persewangi Banyuwangi, Singo Edan memastikan diri menjadi jawara Sunrise of Java Cup, tanpa perlu memperhatikan hasil pertandingan Bali United kontra Garuda Allstar, sore kemarin.
Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo menyebut, Arema unggul head to head karena mengalahkan dua tim yang menduduki peringkat 2 dan 3, yakni Bali United dan Garuda Allstar. “Kita sudah tidak terkejar lagi. Secara head to head, kita unggul atas dua tim lain yang punya potensi mendapat 6 poin. Ini adalah pencapaian yang menggembirakan, walaupun persiapan kita untuk turnamen ini tak maksimal,” kata Gethuk kepada Malang Post.
Sebagai juara Sunrise of Java Cup 2015, Arema melengkapi trofi juara pra musimnya sejak era Suharno-Joko “Gethuk” Susilo tahun 2013. Arema menang Piala Menpora 2013 di Malang, setelah mengalahkan Central Coast Mariners. Arema juga merebut Piala Gubernur setelah mempermalukan Persebaya pada partai final tanpa penonton di Surabaya.
Arema melanjutkan dominasinya di setiap turnamen pra musim yang diikutinya, termasuk saat menyabet gelar juara Inter Island Cup lawan Persib Bandung, meraih juara pertama di Bali Island Cup, mempertahankan gelar Trofeo Persija 2014, serta meraih Sunrise of Java Cup 2015 sekarang.
Meskipun tanpa persiapan yang matang, Arema tetap membuktikan kualitasnya di hadapan warga Banyuwangi dan Aremania. Pelatih Arema, Suharno mengaku tak menyangka bisa menjadi jawara di Sunrise of Java Cup. Pasalnya, ia melihat Bali United sejatinya lebih punya peluang jadi juara di awal turnamen.
“Kita datang dengan tenaga minim, pemain minim, persiapan minim, semuanya serba minim. Awalnya, kita datang untuk mencari pengalaman tanding, demi persiapan ultah Arema lawan Persib. Tapi, semangat pemain luar biasa. Dengan kondisi yang seperti ini, masih bisa juara,” papar Suharno.
Mantan pelatih Persikab Kabupaten Bandung ini berharap, gelar juara Sunrise of Java Cup 2015 ini bisa melengkapi performa Arema di laga ultah lawan Persib Bandung. Demi menghadapi juara ISL musim lalu, Arema mendapat modal yang sangat istimewa. “Gelar juara ini modal yang istimewa untuk laga ultah Arema 11 Agustus nanti,” tutupnya.(fin/jon)
comments

Lawan Tuan Rumah, Laga Hiburan

Share
MALANG POST – Gelar juara Sunrise of Java Cup 2015 tak membuat Arema lengah untuk laga pamungkas malam ini (3/8). Pasalnya, Singo Edan harus menghadapi Persewangi Banyuwangi yang juga punya harga diri sebagai tuan rumah. Meski sudah juara, Arema akan tetap ngoyo demi menyempurnakan performa di turnamen yang kabarnya berhadiah mobil ini.
Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo menyebut, mental bertanding Arema tak boleh rontok meski telah menggenggam gelar juara.
“Mereka akan tetap bermain normal. Pemain akan diinstruksikan untuk tetap fight. Itu sudah jadi cara bertanding kita. Tiap pertandingan adalah final,” kata Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Dengan semangat tampil maksimal, Arema punya peluang untuk menampilkan seluruh pemain berkondisi terbaik di partai puncak Sunrise of Java Cup 2015. Secara teknis, Arema akan menurunkan pemain dalam formasi menyerang. Pasalnya, Persewangi memberi sinyal untuk main bertahan lawan Arema.
Kiper utama tampaknya masih akan diserahkan kepada Ahmad Kurniawan. Dengan kemungkinan lawan main bertahan, Arema bakal memakai tiga defender. Yakni, Hermawan, Suroso dan Kristian Adelmund. Sebab, lini depan Persewangi bisa jadi hanya bertumpu pada seorang Ferdinand Sinaga.
Lalu, bek sayap yang akan maju mundur menyisir sisi lapangan, bakal dipercayakan pada Benny Wahyudi dan Alfarizi. Sebagai mantan pemain Persewangi, tentu Benny punya peluang jadi starter. Pos gelandang, bakal diisi Ahmad Bustomi, Juan Revi dan Ferry Aman Saragih. Kombinasi gelandang penyeimbang, gelandang penghancur dan gelandang serang ini, cukup meyakinkan untuk mengimbangi peran Slamet Nurcahyo, gelandang Persewangi.
Sementara itu, posisi serangan tentu akan diserahkan pada Samsul Arif Munip dan Cristian Gonzales. Minus Dendi Santoso yang cedera engkel, pos penyerangan Arema bertumpu pada kombinasi dua pemain ini. El Loco seringkali tampil sangat baik, apabila digandengkan dengan Samsul.
Terkait kondisi lawan yang akan memakai formasi bertahan, Gethuk sudah menyiapkan anti strategi. “Yang jelas, kita sudah utak-atik formasi dan strategi untuk mengantisipasi lawan. Bisa jadi, dia memang bertahan total dan cari kesempatan counter. Tapi, bisa juga dia nothing to lose dan mencoba jual beli serangan lawan Arema,” tutupnya.(fin/jon)
comments

Hukuman Pemain Bagi Kuncoro

Share
MALANG POST – Kesuksesan Arema Cronus merengkuh gelar juara Sunrise of Java Cup 2015, berdampak besar untuk moral skuad. Dalam sesi latihan Singo Edan di taman Ketapang Indah Hotel sore kemarin (2/8), para penggawa Arema tampak menikmati suasana tim yang makin membaik.
Suasana tersebut, paling jelas terlihat dari keakraban para pemain dengan asisten pelatih Arema, Kuncoro. Selama ini, Arif Suyono dkk memang menganggap Kuncoro sebagai bagian penting dari tim. Tanpa kehadiran defender legendaris itu dalam tim, suasana latihan terasa tegang dan tak ada canda.
Dalam sesi latihan sore kemarin pun, Kuncoro memberi suasana segar saat berbaur dengan para pemain di sesi latihan. Setelah pemanasan-peregangan dan ball feeling, para pemain masuk sesi latihan empat dua. Para pemain berkumpul membentuk lingkaran, dengan dua pemain di dalam lingkaran untuk merebut bola yang terus dipassing oleh para pemain pembentuk lingkaran.
Pelatih asal Gondanglegi itu menambahkan bumbu seru di sesi empat dua dengan komentar spontannya.
“Siapapun yang nanti kalah dan bolanya kena, harus koprol di sini,” koarnya kepada para penggawa Arema, yang langsung mendapat tepuk tangan. Setelah beberapa menit, ternyata Kuncoro yang akhirnya kalah karena bola di kakinya terebut pemain lain.
Dengan penuh semangat, para penggawa lain pun mulai memaksanya untuk koprol. Karena ogah-ogahan, para pemain mulai mengerubuti Kuncoro. Dia dipaksa untuk koprol karena kalah. Pasrah tapi penuh tawa, Kuncoro akhirnya melakukan koprol sebagai hukuman dari permainan empat dua.
Sosok Kuncoro yang jenaka dan penuh canda juga menjadi bagian penting untuk menjaga suasana tim dalam situasi yang tidak enak seperti sekarang. Kompetisi yang mandeg membuat para pemain bola dan klub tidak berpenghasilan. Beruntung, sosok Kuncoro mampu mencairkan ketegangan itu.(fin/jon)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL