Malang Post

Arema Sport

Ancam Cadangkan Duo Liberia

Share
SEMARANG – Tim pelatih Arema Cronus masih pusing memikirkan duo Liberia-nya. Sengbah Kennedy dan Yao Rudy kembali disorot karena tak jua tampil bagus sesuai harapan pembesut Singo Edan. Bahkan, pelatih secara gamblang mengkritisi performa Kennedy dan Rudy dalam laga ujicoba lawan Persip Pekalongan, Rabu lalu.
Suharno, pelatih Arema menyebut bahwa Kennedy dan Yao Rudy tampil di bawah form. “Kennedy mungkin hanya main sebentar. Setelah itu dia cedera. Namun, saya tidak melihat ada perubahan performa dari dia dalam pertandingan. Dia harus kerja keras, jangan sampai tertinggal dari pemain lainnnya. Jangan sampai dia puas setelah menjadi pemain Arema,” tandas Suharno kepada Malang Post, kemarin.
Kennedy tampil hanya sampai pertengahan babak kedua. Setelah masuk usai turun minum, Kennedy menunjukkan performanya di Stadion Kota Batik. Namun, Kennedy langsung tumbang begitu duel dengan  salah satu pemain Persip. Dia harus dibopong keluar lapangan tanpa performa yang biasa-biasa.
Sebaliknya, Yao Rudy main sejak menit pertama kick off. Namun, Suharno menilai pemain bernomor punggung 45 itu tidak mampu tampil sebagai striker pilar Arema. “Permainan Rudy tidak berkembang. Dia terlalu cepat kehilangan bola. Padahal, suplai dari Hendro Siswanto dan Ahmad Bustomi cukup banyak,” kata Suharno.
Pelatih asal Klaten itu tidak puas karena Yao Rudy ditempatkan pada posisi aslinya sebagai targetman. Dia bermain di tengah, berduet dengan Samsul Arif Munip. Namun, bola yang harusnya bisa dikonversi menjadi peluang, kandas di kaki Rudy. Suharno menyebut Rudy tak lagi ngotot seperti masa seleksi Arema dulu.
“Pelatih sudah memberikan motivasi setiap latihan dan pertandingan. Permainannya tidak berubah. Padahal dia sudah ditempatkan sesuai posisinya targetman. Dia tidak lagi ngotot seperti saat seleksi. Karena itu saya bilang dia sama sekali tidak boleh puas setelah jadi pemain Arema,” sambung Suharno.
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu juga menyebut posisi Kennedy dan Yao Rudy bisa terancam di starting line up. Pasalnya, meskipun label Kennedy dan Yao Rudy adalah pemain asing, Suharno menganggap keduanya tidak lebih baik daripada pemain lokal. Malahan, pemain lokal mampu tampil lebih stabil.
“Mereka dikontrak karena label pemain asing. Kalau mereka tidak lebih bagus dari lokal, ya tentu posisi mereka di starting line up bisa terancam. Ada pemain lokal yang jelas-jelas bisa tampil dengan performa bagus dan memberi kontribusi positif buat permainan Arema,” kecam Suharno.
Laga ujicoba lawan PSIS Semarang bakal jadi momen bagi duo Liberia untuk mengembalikan kepercayaan tim pelatih. Sebelum kick off ISL 2015, duo Liberia harus klik dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebab, mereka berdua ditargetkan jadi tumpuan tim untuk mengarungi kompetisi.(fin)
comments

Waspada Motivasi Laskar Mahesa Jenar

Share
SEMARANG – Arema Cronus tampaknya bakal mendapat pertandingan berat lawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, besok. Singo Edan, julukan Arema, sudah melihat kualitas dari Persip Pekalongan yang punya penampilan penuh motivasi dalam uji coba Rabu lalu. Arema, mengantisipasi kemungkinan yang sama dari PSIS.
Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo meyakini, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu akan tampil dengan penuh motivasi dan semangat layaknya Persip.
“Kita pasti menghadapi tim seperti itu. Termasuk PSIS. Mereka akan tampil dengan motivasi tinggi lawan Arema. Karena itu, pemain Arema harus siap dan mengantisipasi hal itu,” tandas Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Gethuk mengatakan, tim pelatih akan tetap memainkan seluruh penggawanya meskipun lawan tim ngotot seperti PSIS Semarang. Sebab, Gethuk tidak mau kehilangan fokus dalam tur Jawa Tengah kali ini. Ia tetap ingin mencoba seluruh komposisi pemain agar siap menghadapi kick off ISL pada 4 April 2015.
“Yang pasti kita akan mencoba semua pemain untuk menghadapi uji coba. Tujuan kita tur Jawa Tengah adalah mencoba semua komposisi kita. Tentu saja kita akan pakai semua pemain yang bisa diturunkan lawan PSIS Semarang nanti. Apalagi, pemain pun butuh kesempatan main,” tandas Gethuk.
Menurutnya, para pemain setidaknya akan main selama 30 sampai 45 menit dalam pertandingan lawan PSIS. Gethuk mengatakan, ia lebih suka pemain yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama 30 menit, dibandingkan pemain yang main 90 menit tapi biasa-biasa. Pasalnya, laga uji coba ini sudah dirancang sebagai ajang persaingan untuk jadi starter.
“Saya tidak mau punya pemain yang main 90 menit tapi biasa-biasa saja. Sebaliknya, saya senang walau hanya main selama 30 menit, pemain bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Selama ini, beberapa pemain sudah menunjukkan konsistensi, walaupun tidak starter,” sambung Gethuk.
Hampir semua pemain Arema, siap tampil lawan PSIS di Stadion Jatidiri. Namun, Gethuk belum tahu siapa yang akan jadi starter.
“Kita melihat situasi dan kondisi pada hari H pertandingan. Dalam latihan terakhir di uji lapangan pun, kita akan menilai pemain mana yang akan jadi starter,” katanya.(fin/jon) 
comments

PSIS Siapkan Ronald Fagundez

Share
SEMARANG – PSIS Semarang tidak mau menyia-nyiakan laga uji coba lawan Arema Cronus, hari Sabtu besok (28/3). Skuad berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu, ingin meraih pengalaman sebanyak mungkin. Tak heran, PSIS berikrar tak akan parkir bus lawan Arema. Hal ini diungkapkan pelatih PSIS, M Dhofir.
“Tidak setiap saat kita bisa menghadapi tim seperti Arema. Kita pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pengalaman tanding lawan tim bertabur bintang seperti Arema. Kita akan dapat banyak pelajaran berharga setelah pertandingan usai,” tandas M Dhofir kemarin (27/3).
PSIS meyakini bisa mendapat jam terbang tambahan untuk persiapan Divisi Utama 2015. Karena itu, tim yang pernah diperkuat Ahmad Nufiandani tersebut berjanji bakal tampil normal lawan Arema. Ia tidak akan menggunakan strategi parkir bus. Sebaliknya, PSIS ingin menerapkan permainan menyerang .
“Kita tidak akan parkir bus. Sebaliknya, PSIS akan mencoba menghadapi Arema secara terbuka karena itulah tujuan uji coba ini. PSIS tidak mau melihat hasil dulu. Yang penting, pemain bisa mendapatkan pengalaman main dan pembelajaran melawan tim kuat seperti Arema,” sambung M Dhofir.
PSIS siap memainkan Ronald Fagundez, mantan pemain PSIS yang kena hukuman lima tahun tak boleh main bola Indonesia dan denda Rp 150 juta setelah insiden sepakbola gajah. Demi menyemarakkan suasana Stadion Jatidiri, PSIS siap menggandeng mantan pemain bintang Persik Kediri tersebut.
Bukan hanya itu, kehadiran Fagundez diharapkan jadi penyemangat buat PSIS untuk mengalahkan Arema. Sebab, tim pujaan Panser Biru tersebut ingin mencetak gol ke gawang tim asuhan Suharno. Menurut M Dhofir, hal tersebut bukan tidak mungkin. Apalagi, PSIS baru saja mendapat suntikan tenaga baru di posisis striker.
“Kita sudah berlatih dengan Ronald Fagundez, sekaligus dengan striker baru. Kita harapkan, kehadiran pemain-pemain ini bisa memacu PSIS untuk bermain bagus dan mencetak gol ke gawang Arema,” tutupnya.(fin) 
comments

Recovery Sebelum Menuju Semarang

Share
SEMARANG–Tim Arema Cronus menjalani latihan recovery usai pertandingan lawan Persip Pekalongan. Pagi kemarin (26/3), skuad Singo Edan berlatih di Stadion Kota Batik untuk pemulihan kondisi. Tim pelatih hanya menyodorkan sesi latihan ringan buat para penggawa tim berlogo singa.
Pelatih Arema, Suharno menyebut latihan di lapangan berlangsung hanya selama setengah jam. “Setelah stretching, pemain kita minta lari selama kurang lebih 12 menit untuk menjaga kondisi. Lalu, ada standar latihan 4-2 di lapangan dan diakhiri dengan pendinginan,” tandas Suharno kepada Malang Post, kemarin.
Tim pelatih memberikan materi latihan recovery berupa lari 12 menit untuk mempersiapkan tim buat latihan sore di Stadion Jatidiri Semarang, hari ini. Kondisi pemain sudah cukup baik mengingat waktu jeda pertandingan yang bagus. Setelah main hari Rabu, Arema main lagi hari Sabtu.
Setidaknya, Arema punya waktu tiga hari untuk istirahat jelang laga. Apalagi, Arema baru menghadapi PSIS Semarang pada hari Sabtu 28 Maret 2015. Tim pelatih memiliki waktu untuk berikan latihan recovery yang sempurna. Setelah berlari 12 menit di lapangan, Arema langsung berenang di Kolam Renang Tirtasari.
Kolam ini terletak di dekat lapangan Stadion Kota Batik. “Kita berikan pendinginan recovery untuk pemain di kolam renang. Mereka cukup menikmati sesi latihan di kolam renang. Sekalian refreshing sebelum persiapan pertandingan lagi. Kurang lebih, kita refreshing di kolam renang selama 15-20 menit,” jelas Suharno.
Setelah latihan selama kurang lebih satu setengah jam, tim kembali ke hotel dan bersiap packing. Tim sudah tiba di Semarang siang kemarin dan bakal menguji kondisi rumput lapangan Stadion Jatidiri sore ini. Tim pelatih berharap kondisi rumput Stadion Jatidiri bisa lebih baik dari Stadion Kota Batik. Tim pelatih merasa kurang maksimal dengan rumput stadion markas Persip. “Kita kurang menguasai lapangan saat tanding lawan Persip. Semoga nanti kita bisa memanfaatkan uji lapangan untuk mencoba kondisi rumput. Dengan begitu, latihan uji lapangan bisa berkualitas dan bantu menaikkan performa tim,” tutupnya.(fin) 
comments

Pemain Pilih Refreshing di Semarang

Share
SEMARANG – Arema Cronus tidak memakan waktu lama untuk menempuh perjalanan ke Semarang, ibukota Jawa Tengah. Siang kemarin, tim sudah tiba di Semarang demi persiapan melawan PSIS Semarang. Perjalanan Arema dari Pekalongan menuju Semarang sendiri hanya berjalan selama dua setengah jam.
Pukul 07.30 WIB, Arema latihan di Stadion Kota Batik Pekalongan. Selama satu setengah jam, skuad pujaan Aremania melahap materi recovery. Setelah itu, tim sempat berenang di kolam renang Tirtasari sebelum kembali ke Hotel Namir sekitar pukul 09.00 WIB. Usai sarapan, pemain langsung packing dan bersiap naik bus menuju Semarang.
Pukul 10.30 WIB, pemain turun dari kamar menuju lobi hotel untuk menempuh perjalanan darat ke markas PSIS Semarang. Fabiano Beltrame dkk menggunakan waktu dua setengah jam di jalan untuk tidur. Sebab, mereka baru saja latihan pagi. Walaupun materi latihan ringan, mereka masih letih usai pertandingan Rabu sore lalu.
Para pemain Arema, kecuali Samsul Arif yang berkendara sendiri ke Semarang, istirahat dengan cukup pulas di bus tim menuju Semarang. Sekitar pukul 12.30 WIB, bus pemain telah masuk ke Semarang. Pemain terbangun dan langsung bangung untuk siap-siap turun dari bus. Arema menempuh perjalanan 30 menit menuju pusat kota, tempat hotel tim menginap.
Arema turun dari bus tim sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung merapat ke Pandanaran Hotel yang dekat dengan Tugu Pemuda, Semarang. Pelatih Arema, Suharno mengatakan, pemain diberi kesempatan istirahat sebelum melakukan uji lapangan di Stadion Jatidiri, Semarang sore ini (26/3).
“Setelah sampai pemain langsung istirahat dan refreshing. Mereka perlu menyegarkan diri karena jauh dari keluarga. Beberapa pemain mungkin sempat jalan-jalan di Kota Semarang. Mampir ke Lawang Sewu yang terkenal itu, mungkin juga berburu Lumpia Semarang,” sambung Suharno.(fin/jon) 
comments

Page 1 of 75

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »