Arema Sport

Malang Post

Arema Sport

Berita terbaru dan terlengkap  tentang Arema - Aremania

Arema Indonesia Siap Ikut Kompetisi

AREMA INDONESIA: Direktur Operasional sekaligus Manajer Tim Arema Indonesia, Haris Fambudy memperkenalkan jersey tim serta pemain di Jalan Lembah Tidar No 1 Kota Malang, kemarin. (Dicky bisinglasi/malang post)

MALANG – Lama vakum dari hingar bingar sepak bola, tim Arema Indonesia yang berkantor di Jalan Lembah Tidar No 1 Kota Malang, mulai Minggu (29/5) kemarin memulai eksistensinya. Di rumah yang juga kediaman keluarga mendiang pendiri Arema, Sam Lucky Acub Zainal tersebut, manajemen mengenalkan jersey tim serta pemain untuk persiapan kembali ke lapangan hijau.  Perkenalan itu ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama demi kelancaran dan keberlangsungan tim.
Direktur Operasional sekaligus Manajer Tim Arema Indonesia, Haris Fambudy mengatakan, peluncuran jersey sebagai tanda kembalinya tim kebanggaan dan siap kembali berlaga di persepakbolaan tanah air. Kehadiran tim ini, setelah dari 2013 seakan tenggelam karena konflik dualisme, yang sudah enggan dibahas lagi oleh Arema yang dulu berlaga di IPL itu.
“Yang jelas, kami terus berjuang untuk tetap eksis selama tiga tahun ini. Kami hadir lagi dan mencoba memulai hal baru bagi klub Arema dan tidak mau lagi mengungkit masalah hukum dengan klub lain,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran Arema Indonesia karena merasa sebagai klub yang sah dan memiliki akta resmi pendirian klub. Sesuai dengan kesepakatan bersama enam klub lain yang merasa senasib dan tergabung dalam Aksi (Aliansi Klub Sepakbola Indonesia), tim ini berusaha menunjukkan keberadaan mereka, terutama kepada fans klub. Enam klub lainnya yakni Persema Malang, Persebaya 1927, Persipasi Bekasi, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi dan Persibo Bojonegoro.
“Ya kami ingin menunjukkan ke pemerintah, bahwa kami masih ada. Ini juga seiring dengan keinginan pemerintah untuk melakukan reformasi sepak bola Indonesia dan berharap tujuh klub ini diakui oleh PSSI,” paparnya.
Saat ini, lanjut Haris, yang menjadi fokus adalah kembalinya Arema Indonesia di persepakbolaan tanah air. Klub ini diakuinya telah memiliki 15 pemain, sekalipun kemarin baru delapan nama saja yang hadir dalam launching jersey.
“Sebenarnya hari ini hanya perwakilan yang ingin kami hadirkan. Tetapi beberapa antusias untuk ikut launching,” urai dia.
Beberapa nama yang sudah bergabung seperti mantan pemain Timnas Indonesia Herman Romansyah, mantan pemain Persib Bandung Dicky Firasat, dan pemain lainnya seperti Maulana, Dhani Prasetyo, Mulyanan, Kurniady Syalasa, Cholil, dan Asep di posisi penjaga gawang. Selain itu masih ada nama Andri Lesmana yang kemarin tidak bisa hadir.
Sementara untuk pelatih, menurut pria berambut gondrong ini, Arema Indonesia akan mengusung nama Abdul Rachman Gurning. Namun, tim ini juga tengah berburu pelatih anyar asal Chili. "Target kami pelatih dari Chile untuk menjaga kualitas dan gaya bermain Arema, tapi itu ke depan dan sekarang belum memungkinkan. Karena seperti pesan almarhum Sam Ikul, Arema itu memproduksi pemain, bukan membeli pemain," kata Haris.
Sementara itu, istri Alm Lucky Acub Zaenal, Novi Zaenal mengucapkan terima kasih kepada para pemain, manajemen dan Aremania yang datang di launching dan pengenalan jersey Arema Indonesia. "Terima kasih mau datang ke kantor Arema. Sebetulnya kantor Arema itu di sini. Terima kasih mau peduli dan ikut menyaksikan perubahan jersey kita yang baru," tuturnya.
Dalam launching kemarin, sekitar 30 Aremania juga turut hadir. Mereka menyanyikan yel-yel Arema, begitu tumpeng dipotong oleh Novi sebagai tanda mereka siap berkompetisi lagi di sepak bola nasional. (ley/jon)

Milo Percaya Suksesor Meiga


MALANG – Arema Cronus terancam tidak bisa menurunkan penjaga gawang Kurnia Meiga Hermansyah dalam lanjutan Torabika Soccer Championship, Presented by IM3 Ooredoo, yang akan berlangsung 12 Juni mendatang. Kondisi ini membuat dia harus mulai memercayai sosok I Made Wardana sebagai antisipasi jika Singo Edan benar-benar kehilangan Meiga. Sekalipun pemain asal Bali ini kebobolan dalam laga perdananya sebagai pengganti.
Pelatih Arema, Milomir Seslija mengakui tidak khawatir dengan kondisi tersebut. Pasalnya, selain masih memiliki waktu hampir dua minggu untuk pemulihan Meiga, dia percaya pada kemampuan pemain reserve dari klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan.
“Masih terlalu cepat jika saya memastikan Meiga akan absen. Masih ada waktu pemulihan cukup lama dan kini kami mau istirahat dulu,” ujarnya.
Menurut dia, Meiga memang tidak tergantikan dalam lima laga pertama dan bermain sangat bagus, karena baru kebobolan dua gol. Tetapi, hal itu bukan berarti yang duduk di bangku cadangan tidak bagus. Sebab, pelatih asal Bosnia ini memilih pemain yang paling siap, terutama untuk menghadapi laga krusial.
“Jika nanti dia masih cedera, berarti pemain berikutnya harus siap. Walaupun saya berharap semua akan normal ketika Juni  nanti,” beber dia.
Hal itu berarti menunjuk pada sosok I Made Wardana atau yang akrab disapa Kadek. Di skuat Arema ini, penjaga gawang dengan nomor punggung 21 itu memang sebagai suksesor Meiga. Kadek dalam lima laga awal setia di bangku cadangan. Dia berharap pemain ini bisa siap mengemban tugas dari pelatih untuk berdiri di bawah mistar gawang.
Pelatih dengan sapaan akrab Milo ini pun secara bijaksana tidak mempermasalahkan gol yang masuk ke jala Kadek karena dibobol bomber Gresik United, Ghozali Siregar. Pasalnya, dia menilai, kesalahan tidak harus ditimpakan pada sosok satu pemain.
“Saya melihat ada kesalahan koordinasi di lini belakang. Pemain lain kurang cepat menutup pergerakan pemain Gresik, sehingga Made mati langkah,” urai dia panjang lebar.
Dia menilai, tidak fair jika dalam satu permainan hanya satu orang yang menanggung. Sehingga, dia akan melihat secara keseluruhan, termasuk record dari penjaga gawang itu selama ini. Sejauh ini, catatan Kadek pun sangat apik, ketika menggantikan perain Meiga. Terutama, ketika penjaga gawang utama Arema ini masih belum bergabung ketika Singo Edan sudah menjalani serangkaian pertandingan.
Kadek, tercatat berdiri di bawah mistar gawang dalam tiga laga di Bali Island Cup. Berlanjut ke Piala Gubernur Kaltim, penjaga gawang berusia 33 tahun ini bermain ketika melawan Gresik United dan PBFC. Setelah itu, Milo memberinya kesempatan untuk mengawal gawang Arema dalam laga melawan Persipura Jayapura. Dalam tujuh laga itu, gawang Arema dibobol lima gol.
Namun, kala itu masih terpengaruh pada tim yang tengah mencari formula paling tepat untuk lini belakang, serta tengah mengompakkan koordinasi antar satu dengan yang lainnya. Sebaliknya, pada saat Meiga bergabung, pemain sudah lebih dari sebulan bergabung sehingga tim pun terlihat lebih kompak dalam mengamankan lini pertahanan.
Sementara itu, menurut Pelatih Kiper Arema, Yanuar Hermansyah, kualitas penjaga gawang Arema sangat bagus. Baik Meiga dan Kadek, memiliki kelebihan masing-masing, sehingga siapapun sangat layak bertarung setiap saat. “Terkait kebobolan, itu sudah wajar terjadi. Tetapi, saya memercayai kemampuan Meiga maupun Kadek. Bahkan Achmad Kurniawan yang berpengalaman selama belasan tahun,” papar dia.
Namun, dia juga sepakat jika Arema masih menunggu kondisi terkini. Terlebih, laga melawan PSM Makassar terhitung masih lebih dari 10 hari lagi. Sehingga, dia masih memiliki waktu, baik berharap pada pulihnya Meiga atau meningkatkan kemampuan penjaga gawang cadangan agar siap berkompetisi. (ley/ary)

Panpel Rugi

TRIBUN TIMUR: Aremania saat menyaksikan laga lawan Persegres Gresik United. (Guest gesang/malang post)

MALANG – Hujan deras yang mengguyur kawasan Malang Raya sejak sore, Jumat (27/5) lalu, membuat Stadion Kanjuruhan yang menjadi venue laga antara Arema Cronus melawan Persegres Gresik United sepi penonton. Tribun terlihat kosong dan panpel pertandingan hanya mencatatkan penjualan tiket di angka 4.877 lembar tiket.
Jumlah ini jauh dari harapan panpel yang mencetak 44 ribu tiket, sehingga total tiket yang terjual hanya sekitar 10 persen saja. Tentu saja, jumlah ini jauh dari harapan panpel.
Tribun yang terlihat penuh dengan Aremania hanyalah pada tribun  8. Selebihnya, untuk sektor ekonomi, hanya segelintir penonton yang menempati tribun Stadion Kanjuruhan. Bahkan, tribun 7 dan 9 yang biasanya dipenuhi pendukung setia klub asuhan Milomir Seslija ini, tidak terisi sampai setengahnya.
Kondisi tersebut, dipastikan membuat target dari panpel Arema untuk meraup pendapatan dari laga home, tidak kesampaian di pertandingan ketiga ketika Singo Edan menjadi tuan rumah. Pasalnya, dengan tiket terjual dalam jumlah sekian, pemasukan yang diperoleh panpel pun hanya sedikit. Padahal, sebelumnya panpel memprediksi laga yang berakhir hingga jelang tengah malam ini bakal menarik antusias Aremania.
Ketua Panpel Arema, Abdul Haris mengakui, jika penonton yang sedikit, tidak bisa dihindari. Faktor alam yang tidak mendukung membuat tribun tidak terisi. “Hujan tidak bisa kami tolak. Apalagi, hujan terjadi sudah sejak jauh sebelum laga,” ungkapnya.
Menurut dia, dengan hujan yang terjadi sejak sore hari, Aremania yang diharapkan mampu memberikan dukungan ke stadion, memilih bertahan di rumah masing-masing. Terlebih, pertandingan tadi malam juga ditayangkan televisi.
“Hari ini (Jumat, Red), hampir di seluruh wilayah Malang Raya hujan. Beberapa Aremania pun pasti terpengaruh dengan  kondisi ini,” urainya.
Namun, Haris tetap mengapresiasi sejumlah Aremania yang sudah hadir di stadion. Sebab, sekalipun kondisi hujan, Aremania yang datang tetap total memberikan dukungan bagi klub. Hampir selama 90 menit, suporter yang berada di tribun skor tidak lelah berhenti. Kehadiran mereka, untuk mengimbangi sekitar 500 Ultras, suporter dari Gresik United yang juga hadir di stadion yang terletak di Kepanjen tersebut.
“Kami harus berterima kasih pada Aremania yang sudah hadir. Selain itu, karena laga ini tidak ada nyala flare dan sejenisnya, juga kami sampaikan terima kasih,” papar dia.
Di depan tribun, beberapa Aremania dari luar kota tampak hadir bila melihat dari bendera yang diusung. Misalnya dari Bondowoso, Bali, Blitar, Pasuruan hingga Probolinggo.
Sementara itu, dengan jumlah tiket yang terjual hanya 4.877 lembar, pendapatan panpel hanya berada di kisaran Rp 214 jutaan. Jumlah itu dengan asumsi, Rp 123 juta dari harga tiket ekonomi yang dijual sebesar Rp 35.000 per lembar. Sedangkan untuk tiket VIP terjual 582 lembar dikali Rp 100 ribu per lembar, yang menghasilkan pemasukan Rp 58, 2 juta dan VVIP sebesar Rp 33 juta dari penjualan 22 lembar tiket.
Dengan jumlah itu, Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan, pertandingan kemarin membuat panpel merugi. "Sudah pasti lebih banyak pengeluarannya, tetapi yang jelas kami berterima kasih Aremania bisa hadir dan tertib," tandasnya. (ley/jon)

Hamka Top Skor

PRODUKTIF: Meski sebagai pemain belakang, kapten Arema Cronus Hamka Hamzah justu paling produktif cetak gol. (Guest gesang/malang post)

MALANG – Bek Arema Cronus, Hamka Hamzah tercatat menjadi pemain paling produktif di klubnya hingga pekan kelima Torabika Soccer Championship Presented by IM3 Ooredoo (TSC 2016). Pemain asal Makassar ini menambah satu gol ketika Singo Edan menjamu Persegres Gresik United, Jumat (27/5) malam, melalui tendangan bebas indah.
Hingga kini, Hamka telah mencetak tiga gol dan menjadi salah satu top score sementara bersama Alan Leandro, Vendry Mofu dan Marcel Sacramento. Berdiri pada jajaran top skor, kapten Arema ini masih tetap merendah. Sekalipun, dia bisa terbilang unggul ketimbang tiga pemain lain yang mencetak gol dengan jumlah sama.
Alan, Mofu dan Marcel merupakan penyerang, sebaliknya Hamka adalah pemain belakang. “Kebetulan saja saya sudah mencetak tiga gol. Ini semua karena kerja sama di tim Arema,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilannya mencetak gol juga karena rekan-rekannya. Diakuinya, tanpa kepercayaan dari teman-temannya, dia tidak bisa seproduktif sekarang. “Tanpa teman-teman saya bukanlah apa-apa. Apresiasi untuk semua tim ini,” urai dia.
Namun, bila dilihat dari kebiasaan dia bermain bersama Arema, pemain ini memang pantas berterima kasih pada rekan timnya. Sebab, ketika Hamka maju ke pertahanan lawan, tempatnya langsung diisi oleh pemain tengah seperti Hendro Siswanto, Juan Revi atau Raphael Maitimo. Sehingga lini belakang Singo Edan tetap ada yang menjaga. Terutama, ketika terjadi set piece atau tendangan sudut.
Namun, untuk gol terakhir, yang terjadi Jumat malam, berbeda. Dia adalah aktor tunggal gol tersebut. Pemain berusia 32 tahun ini mengambil sendiri tendangan bebas dari sisi sepertiga lapangan. Tendangan melengkungnya tanpa bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Gresik United, Sandy Firmansyah menghujam sisi kiri atas.
“Kalau gol itu kebetulan saja. Yang jelas saya mensyukuri bisa mencetak gol dan membantu Arema meraih tiga poin,” tambah bapak dua anak ini.
Dia mengakui, apa yang dihasilkannya juga hasil dari belajar. Dalam setiap sesi latihan, dia selalu menyempatkan diri untuk menjajal tendangan bebas.
Sementara itu, Pelatih Arema, Milomir Seslija mengakui jika gol yang dibuat oleh Hamka sangat indah. Bahkan dia tidak segan menyebut gol itu sekelas Piala Dunia. “Itu gol terindah di sepak bola Indonesia saat ini,” papar dia.
Menurut dia, Arema mencetak dua gol sangat bagus. Yang pertama, tendangan first time dari Maitimo, yang awalnya dia anggap sebagai gol indah. “Tetapi, kami akhirnya mencetak tiga gol, dan dua diantaranya adalah terbaik, sangat indah,” tegas dia. (ley/jon)

Empat Pemain Hadiri Meet and Greet

MEET AND GREET: Empat pemain Arema Cronus saat menghadiri acara meet and greet, kemarin. (Ist/malang post)

MALANG – Empat pemain Arema Cronus, menyempatkan diri untuk menyapa Aremania dan pecinta motor sport sebelum melakoni liburan, Sabtu (28/5) siang kemarin. Alfarizi, Beny Wahyudi, Ryuji Utomo dan Sunarto, hadir di tengah-tengah gelaran Motorsport Festival 2016, yang diselenggarakan oleh Corsa dan Mogu-mogu di Halaman Parkir Stadion Gajayana, Kota Malang.
Kehadiran empat pemain ini, langsung menghentikan keriuhan panggung dan beberapa area di Mogu- Mogu Corsa Motorsport Festival 2016. MC acara langsung menyapa ke empatnya, yang sehari sebelumnya telah berjuang membela Arema dalam lanjutan TSC 2016.
“Halo Beny apa kabar? Sunarto dan Ryuji apa kabar juga? Alfarizi selamat datang di Mogu-Mogu Corsa Motorsport Festival 2016,” ujar salah satu MC perempuan.
Sesaat setelah itu, empat pemain ini langsung menuju stand Corsa. Di sana, penggawa Singo Edan ini menjalani Meet and Greet dengan pengunjung, yang beruntung dalam sesi games sebelumnya. Tak pelak, pusat perhatian pun menuju pada pemain dari klub kebanggaan Aremania tersebut.
Mereka tampak duduk berjajar dan mulai melayani permintaan tanda tangan serta foto dari pengunjung. Beberapa, sudah tampak mengenakan t-shirt yang berwarna biru, yang menunjukkan bahwa mereka Aremania. “Ayo yang mau foto, antre ya. Jangan berebut pasti dapat. Walaupun, saya juga mau antre,” sambung sang MC, lantas tertawa.
Selama hampir satu jam, empat pemain melayani permintaan foto dan tanda tangan. Padahal, Sabtu kemarin sudah jadwal mereka libur, usai melakoni recovery training pagi harinya. Bahkan, salah satu pemain, Ryuji dijadwalkan terbang tadi malam ke Jakarta.
“Ya, sebentar lagi mau ke Jakarta. Pulang kampung dulu,” beber Ryuji Utomo.
Menurutnya, dia memenuhi permintaan dari manajemen Arema dan juga dari Corsa, untuk menyapa pengunjung festival. Namun, dia mengakui senang karena antusias dari pengunjung serta pengenalan terhadap Arema. “Tidak masalah saya harus mampir dulu ke sini,” tambah Ryuji yang kemarin juga sudah menenteng ransel sebagai tanda dia akan pulang kampung.
Sementara itu, menurut Manajer Divisi Bisnis Arema, M. Yusrinal Fitriandi mengatakan, jika kehadiran pemain Arema ini untuk memenuhi perjanjian kontrak dengan sponsor tim. “Salah satunya acara ini, dengan tajuk Meet and Greet,” beber dia.
Menurut dia, konsep acara diatur langsung oleh sponsor, sehingga pemain dan manajemen Arema yang menemani hanya datang sesuai dengan waktunya.
Sedangkan dalam kesempatan kemarin, Corsa juga tercatat melaunching logo baru mereka, yang telah diresmikan sejak 26 Mei 2016 lalu. Logo baru mereka menanggalkan aksen huruf besar pada logo Corsa yang sebelumnya. Kini, huruf besar tersisa pada huruf A saja, dengan disertai adanya mata di bagain tersebut. “Hari ini kami relaunching logo baru. Logo yang sekarang lebih dinamis dan aktif sesuai dengan karakter ban Corsa,” ujar Senior Marketing Manager PT Multistrada Arah Sarana TBK, M. Zein Saleh.
Menurut dia, Kota Malang dipilih, karena menjadi salah satu tempat potensial untuk mengenalkan brand Corsa secara lebih dalam, termasuk logo barunya. Salah satunya, faktor Arema yang juga disponsori oleh Corsa di TSC 2016.
“Arema adalah satu faktor penunjangnya. Bagaimanapun, bassis masa sangat besar di klub ini karena adanya Aremania,” ujar dia. (ley/jon)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL