Arema Sport

Malang Post

Arema Sport

Berita terbaru dan terlengkap  tentang Arema - Aremania

Pantang Gagal di Laga Awal


MALANG – Arema Cronus patut mewaspadai Persiba Balikpapan yang menjadi lawan perdana dalam ajang Torabika Soccer Championship, Presented by IM3 Ooredoo (TSC 2016), Minggu (1/5) malam nanti. Pasalnya, klub berjuluk Beruang Madu ini menjanjikan tampil agresif ketika melawan tuan rumah dan menargetkan kemenangan.
Singo Edan julukan Arema ini pun wajib mengawali turnamen yang berformat kompetisi ini dengan hasil positif. Ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri tim, dalam mengarungi 33 laga berikutnya. Sebab, bermain di depan publik sendiri, klub asuhan Milomir Seslija ini harus memberikan kemenangan kepada pendukung setianya.
Pelatih Milomir Seslija pun mengakui jika pertandingan perdana ini bakal sulit. Persiba pun memiliki kesempatan menang jika timnya lengah. “Laga awal masih susah ditebak. Bisa dilihat dalam pertandingan Persipura lawan Persija, tim tamu tampil mengejutkan,” ujarnya.
Menurut dia, Persiba juga terhitung sebagai lawan kuat. Sekalipun, klub asuhan Jaino Matos ini masih terhitung baru merangkai tim dan sudah berbeda dengan yang dihadapi Arema ketika helatan Piala Gubernur Kaltim, medio Maret lalu.
“Saya pikir Persiba tim bagus. Hampir sama dengan tim Kaltim lainnya seperti Mitra Kukar, Persiba mengandalkan kolektivitas. Persiba bisa mengejutkan kami,” papar dia.
Dia menegaskan, Persiba memiliki serangan balik bagus, apalagi dihuni oleh beberapa pemain dengan tipikal cepat seperti Okto Maniani dan Abdul Azis. Pemain muda yang memperkuat tim ini juga diwaspadai oleh pelatih dengan sapaan akrab Milo itu. Tetapi dia mengakui tidak khawatir akan hal itu, karena meyakini jika Dendi Santoso dkk memiliki kualitas untuk meredam permainan lawan.
“Persiba ini memiliki cara untuk memberikan kejutan. Namun Arema juga mempunyai trik untuk menang di laga awal,” bebernya.
Milo menyebutkan, yang perlu dilakukan Arema bermain sabar. Hampir sama dengan pertandingan melawan Persija, Milo ingin anak didiknya tidak terburu-buru jika kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Pelatih berusia 51 tahun ini memastikan jika di laga yang akan berlangsung pukul 18.30 WIB itu, timnya menargetkan kemenangan. “Sangat penting untuk memulai kompetisi dengan kemenangan. Saya ingin tiga poin di laga awal,” imbuhnya.
Arema sendiri, tampaknya akan menurunkan skuad terbaik dalam laga nanti. Praktis, hanya Syaiful Indra Cahya yang bisa jadi akan memulai laga dari bench. Posisinya akan diganti oleh Beny Wahyudi, untuk menggalang pertahanan bersama Hamka Hamzah, Goran Gancev, dan Alfarizi menjaga kiper Kurnia Meiga tetap aman dari serangan lawan. Di lini tengah, Raphael Maitimo dan Hendro Siswanto akan menopang tiga gelandang bertipikal menyerang, Dendi Santoso, Srdjan Lopicic dan Esteban Vizcarra untuk membuka kesempatan Cristian Gonzales mencetak gol.
Sementara itu, di kubu lawan, Pelatih Jaino Matos mengakui Persiba Balikpapan enggan bermain setengah hati. Sekalipun dalam laga pertamanya di turnamen helatan PT Gelora Tri Semesta ini, harus menghadapi klub tangguh Arema. Klub yang dinilai lebih unggul komposisi pemain serta kesiapan tim, karena sudah membentuk skuad sejak tiga bulan lalu.
“Kami akan tetap bermain total, mencari kemenangan saat melawan Arema. Saya sudah instruksikan anak-anak saya untuk fight,” ujar dia.
Dia sudah menyiapkan permainan agresif dalam laga tersebut. Hal itu tampak pula dalam sesi latihan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (30/4) pagi kemarin. Tidak hanya agresif, serangan balik cepat juga disiapkan oleh Jaino, yang baru kali pertama menjadi pelatih kepala dalam membesut sebuah tim.
“Persiapan tim sudah bagus untuk tim yang baru terbentuk. Persiba akan bermain agresif dan kini sedang fokus pada tim sendiri,” terang dia.
Menurut Jaino, dia enggan mewaspadai pemain Arema hanya satu atau dua orang saja. Sebab, 11 pemain yang di lapangan, diakuinya memiliki kemampuan bagus dan lebih unggul ketimbang timnya. “Tetapi kami tidak akan mneyerah atau menargetkan hasil seri. Kami ingin menang, meski harus bermain dengan Arema yang didukung oleh Aremania,” tegas dia.(ley/ary)

Adu Komando Senior Timnas


MALANG – Dua pemain senior berpeluang berjibaku dalam pertandingan antara Arema Cronus melawan Persiba Balikpapan, malam nanti. Hamka Hamzah di kubu Singo Edan dan Bima Sakti di pihak klub Beruang Madu. Kedua pemain yang pernah moncer di Timnas ini, akan bertugas mengomandoi rekan-rekannya yang berlaga di lapangan.
Hamka Hamzah sebagai Kapten Arema dipastikan berlaga usai hamstring yang menderanya telah dinyatakan pulih oleh tim dokter. Dia pun mengakui siap untuk menggalang pertahanan Ongis Nade bersama rekan-rekannya. “Kami sudah siap untuk bertanding,” ujar dia, singkat.
Dia yang enggan berkomentar terlalu banyak dalam menghadapi laga, dengan penggawa Arema lainnya akan bermain maksimal demi meraih kemenangan. Raihan menang, otomatis mempermudah klubnya menghadapi laga berikutnya, di pekan kedua menghadapi Madura United.
Pemain asal Makassar ini, ketika disinggung pengalamannya bekerja sama dengan Jaino Matos, juga tidak bisa memprediksi gaya bermainnya. Pasalnya, ketika di Pusamania Borneo FC lalu, pelatih lawan masih menjadi asisten pelatih. Sedangkan taktik atau strategi tim, kendalinya ditentukan oleh pelatih kepala.
“Saya belum tahu sepenuhnya gaya melatih Jaino. Setiap pelatih memiliki tipikal sendiri dalam meracik strategi,” imbuhnya.
Sementara itu, Bima Sakti di kubu lawan, sekalipun tidak sebesar Hamka peluangnya untuk menjadi starter, juga tetap optimis dengan Persiba. Menurut dia, kombinasi pemain muda dan senior, menjadikan Persiba berbeda. Tak terkecuali sosoknya yang merangkap sebagai asisten dari pelatih kepala.
“Persiba ini tampil enjoy dengan kombinasi pemain berpengalaman dan yang muda. Kami memiliki semangat untuk tampil lepas dan meraih poin,” papar dia.
Bima Sakti mengakui, jika dia dan rekan-rekannya akan bermain tanpa beban. Dengan lawan yang harus membawa ekspetasi tinggi di depan puluhan ribu pendukungnya, menjadi keuntungan bagi Persiba. “Kami siap memberikan kejutan dengan kualitas teman-teman di tim ini. Walaupun saya masih belum tentu bermain,” tambah dia kepada Malang Post.
Saat ini, di tubuh Arema Hamka sekalipun pemain baru terhitung sebagai pemain senior karena sederet pengalamannya di timnas Indonesia. Selain itu, di beberapa klub sebelumnya, pemain ini selalu mendapatkan kepercayaan menjadi pemain inti. Begitu pula ketika di Bumi Arema, pelatih Milomir Seslija tidak perlu waktu lama untuk memberikan kepercayaan kepada Hamka untuk menjadi kapten tim.
Sebaliknya, Bima Sakti yang berusia 40 tahun, jauh lebih senior dan berpengalaman ketimbang Hamka. Akan tetapi, usia tidak menghalanginya untuk tetap aktif di lapangan hijau, termasuk memperkuat Persiba di musim ini.(ley/ary)

Tancap Gas!


MALANG – Aremania sudah tidak sabar mendatangi Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Minggu (1/4) sore ini. Kerinduan akan kompetisi, akhirnya akan terobati oleh Torabika Soccer Championship, Presented by IM3 Ooredoo (TSC 2016).  Aremania merasakan turnamen ini seperti helatan kasta teratas sepak bola di Indonesia dan akan memberi dukungan total pada tim Singo Edan.
“Akhirnya TSC 2016 ini digelar. Sempat mengalami kekhawatiran akan gagal, tetapi karena sudah terjadi kick off perdana, pasti Arema juga akan segera main,” ujar Yudhi Andrianto, Aremania Sawojajar.
Menurutnya, dia dan hampir semua Aremania pasti menunggu berputarnya TSC 2016. Selain merindukan tim kesayangannya berlaga dan bisa datang ke stadion, dengan model kompetisi, akan semakin membuktikan ketangguhan Arema.
“Di TSC 2016 ini Arema diuji. Bukan lagi dalam format turnamen kilat dengan 3-4 klub di setiap babak, tetapi melalui pertandingan panjang dan melelahkan,” papar pria dengan sapaan akrab Anthong ini.
Menurut dia,  17 klub adalah penilaian yang pas bagi kapasitas Arema, yang kini dikomandoi Milomir Seslija. Singo Edan akan diuji persiapan dan ketepatannya, dalam membangun sebuah tim yang akan berjuang dalam sebuah pertandingan panjang selama delapan bulan.
Dia pun menilai, pertandingan perdana hari ini akan menghadirkan puluhan ribu Aremania. Rasa haus untuk pertandingan, akan terpuaskan malam hari ini.
“Kami sudah menanti lama dan ingin melihat perjalanan Arema. Ini sebagai pembuktian Arema bukan tim spesialis turnamen,” papar dia.
Anthong menuturkan, bobot dari TSC 2016 ini jauh lebih tinggi. Sehingga dia meyakini, Aremania akan berbondong-bondong datang ke Kepanjen, menyaksikan Arema berlaga. “Terakhir kami melihat pertandingan melawan Sriwijaya dan stadion full. Makanya, saya yakin besok juga animonya tinggi,” imbuh dia.
Sementara itu, Sukarno, Aremania Celaket juga meyakini antusias dari nawak-nawak akan memenuhi stadion.
“Laga awal, hari libur dan sudah rindu dengan Arema. Itu alasannya dan saya yakin Aremania tidak akan melewatkan momen perdana ini,” yakinnya.
Pria yang akrab disapa Cak No ini menuturkan dan memastikan, akan hadir di stadion. Sekalipun, dalam sepekan terakhir dia mengalami permasalahan dalam hal kesehatan. “Hanya sedikit meriang, batuk. Tetapi saya pasti datang untuk pertandingan pertama besok (hari ini, Red),” tegasnya.
Dia tidak ingin melewatkan memberikan dukungan kepada tim, sedari awal. Sebab, sebagai Aremania, kehadiran langsung ketika laga home turut membantu tim dalam berjuang.
Pria yang juga penabuh drum di kalangan Aremania ini mengatakan, awal yang baik juga akan ditunjukkan Aremania. Maka dari itu, dia berharap Arema juga total.  “Semua penggawa dan manajemen, juga harus memulai dengan bagus. Saya harap ada target tinggi dalam turnamen ini,” papar dia.
Cak No berharap Arema langsung tancap gas dan menargetkan juara. Sebab, dengan perjuangan dari semua elemen tim saat ini, dia menginginkan tim telah membangun kepercayaan diri sejak awal. “Jika Arema optimis, apalagi Aremania. Awal laga harus menang demi kemenangan di pertandingan selanjutnya. Apalagi ini kandang kita,” tandasnya. (ley/jon)

Arema Goes to School Bikin Heboh


MALANG – Tujuh pemain Arema Cronus, Sabtu (30/4) pagi kemarin menghebohkan SMAN 3 Malang. Raphael Maitimo, Srdjan Lopicic, Ryuji Utomo, Oky Derry Andrian, Junda Irawan, Dio Permana dan Utam Rusdiana, datang ke sekolah di kawasan Tugu itu bersama sang pelatih Milomir Seslija. Kehadiran mereka, untuk menjadi pengisi acara Arema Goes to School, yang dikreasikan manajemen Singo Edan sejak tahun ini.
Milomir Seslija, bertugas memberikan coaching clinic mengawali acara tersebut. Ratusan siswa SMAN 3 Malang pun dengan seksama mengikuti pelatihan. Terutama terkait nutrisi dan membangun tubuh yang ideal, sekalipun bukan menjadi seorang atlet.
Selanjutnya, giliran tujuh pemain Arema yang turun bergantian. Aksi juggling dan dribbling dari pemain Arema, mendapatkan tepuk tangan riuh dari pelajar di SMAN 3. Satu per satu menunjukkan aksinya, untuk memukau semua audiens di sana.
“Saya senang bisa berbagi ilmu di sini dengan para siswa. Antusias mereka luar biasa. Mereka bertanya banyak tadi,” ujar Gelandang Arema, Srdjan Lopicic.
Dia mengakui, jika program seperti ini bagus. Apalagi, tidak sedikit supporter dari Arema merupakan pelajar. Sehingga, Arema sangat tepat menggelar kegiatan Goes to School, yang akan mengunjungi sekolah-sekolah di Malang Raya.
“Selain melihat antusias dari siswa, kami bisa memberikan tips dan contoh bagi mereka. Ditambah lagi, manajemen bisa menyampaikan pesannya kepada pelajar,” beber dia kepada Malang Post.
Dia yang sejak sehari sebelumnya sudah prepare untuk beraksi di depan pelajar, menunggu acara serupa berikutnya. Sebab bagi mereka, sebagai pesepak bola, bisa berbagi ilmu dan menyapa pelajar, juga sangat memberikan manfaat. “Acaranya tepat, kami bisa beri ilmu, mereka menerima dan kami juga bisa dekat dengan mereka,” imbuhnya.
Acara Arema Goes to School ini, baru dilakukan kali pertama sebagai bentuk peduli kepada anak muda terutama SMA yang menjadi Aremania, agar tidak terpengaruh hal negatif. Selain coaching clinic, pihak Arema juga memberikan materi pelatihan nutrisi, aksi dribbling dan pertandingan persahabatan futsal yang berlangsung di lapangan basket.
“Seru bisa bermain dengan anak SMAN 3. Tadi guru-guru juga banyak yang melihat,” papar Junda Irawan, salah satu pemain U-21 Arema. (ley/jon)

Arema Target Runner Up


MALANG – Kick off Torabika Soccer Championship, Presented by IM3 Ooredoo diawali Persipura Jayapura melawan Persija Jakarta, Jumat (29/4) kemarin. Setiap tim telah mematok target dalam kejuaraan berformat kompetisi ini, tak terkecuali Arema Cronus. Arema ternyata tak mematok target juara, melainkan menjadi runner up.
“Paling tidak harus seperti tahun 2014. Jika ada kesempatan, tentunya kami ingin juara,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Menurut dia, patokan target untuk skuad asuhan Milomir Seslija ini memang tidak baku. Pasalnya dia tidak memungkiri, setiap tim yang berlaga di TSC 2016 menginginkan gelar juara dalam turnamen yang berhadiah utama Rp 3 miliar tersebut.
“Karena masih awal, kami coba melihat kondisi di lapangan lebih dulu. Kompetisi panjang, apapun bisa terjadi. Jika di tengah perjalanan ketika sudah mengenali tim lain, mungkin bisa berubah target juara,” urai dia.
Pria yang kerap mengenakan kacamata ini mengatakan, tim  Arema juga masih harus melihat perkembangan tim lain selama TSC 2016 ini. Beberapa, masih belum bertemu dengan Singo Edan dalam agenda turnamen yang telah berlangsung sejak awal tahun.
“Meskipun banyak pengamat atau tim lain mewaspadai kami, tentu tidak boleh jumawa. Makanya, patokan saat ini masih runner up,” papar dia panjang lebar.
Akan tetapi, Ruddy buru-buru menerangkan, seandainya bisa menjadi juara, Arema tidak ingin melewatkannya dan hal itu jauh lebih bagus. Selain sesuai ekspetasi publik, tim yang berdiri di tahun 1987 ini masih tercatat sebagai klub terbaik di tanah air hingga saat ini.
“Meskipun ini masih bukanlah kompetisi resmi, siapa yang tidak ingin juara. Pemain Arema pasti juga menginginkannya,” tambah dia.
Jika berhasil finish di urutan pertama, perjuangan selama mengikuti kejuaraan yang dioperatori oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) ini, serasa menemukan muara yang pas. Tidak hanya penggawa, official dan manajemen yang akan senang, namun juga Aremania. Prestige dari turnamen ini, menurut Ruddy juga lebih besar ketimbang beberapa turnamen sebelumnya.
Sementara itu, Pelatih Arema Milomir Seslija mengakui telah siap menghadapi TSC 2016. Dia dan anak asuhnya telah melakukan persiapan selama dua bulan, dan besok semua akan dimulai.
“Tentu saya tidak sabar untuk pertandingan pertama Arema. Kami sudah menunggu diputarnya kompetisi ini,” bebernya.
Pelatih asal Bosnia akan selalu melihat dari pertandingan satu ke pertandingan berikutnya. Tidak hanya Persiba yang merupakan klub pertama yang diwaspadai Milo, tetapi 16 klub lainnya juga.
“Semua akan berubah ketika kompetisi atau turnamen jangka panjang ini dimulai,” tambah dia.
Dia mengungkapkan, Persiba misalnya, juga sudah berbeda dengan tim yang dihadapi Arema ketika Piala Gubernur Kaltim 2016 lalu. Terdapat beberapa pergantian pemain di tubuh tim berjuluk Beruang Madu itu.
“Persiba sudah berubah dengan pemain muda yang penuh ambisi, dipadukan dengan beberapa pemain baru. Kami harus waspada,” imbuh pria 51 tahun ini.
Menurut Milo, anak didiknya pantang meremehkan klub lain, sekalipun menorehkan hasil yang terhitung bagus di tiga turnamen sebelumnya. Ketika bertemu dengan klub lain, Arema tercatat hanya sekali menelan kekalahan, dengan 15 kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang. Kemenangan Arema selama turnamen sebelumnya terhadap sesama klub yang berlaga di TSC 2016 seperti Persib Bandung, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persegres, Bali United, Persija Jakarta, hingga Persiba Balikpapan yang akan dihadapi Minggu besok.(ley/ary)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL