Malang Post

Arema Sport

Gawat, Pilar Arema Kena Tifus

Share
MALANG POST – Rombongan tim Arema Cronus yang datang ke Banyuwangi tidak lengkap. Sejumlah pemain tidak tampak dalam bus sepanjang perjalanan dari Malang ke Banyuwangi, kemarin (29/6). Beberapa nama yang absen dari rombongan bus. Yakni, Ferry Aman Saragih, I Gede Sukadana, Hasim Kipuw, Purwaka Yudhi, Kurnia Meiga, Hendro Siswanto, Cristian Gonzales dan Victor Igbonefo.
Pelatih Arema, Suharno menyebut bahwa I Gede Sukadana tidak bisa ikut karena gejala tifus. “Dia sudah minta izin kepada tim pelatih dan manajemen. Sukadana kena gejala tifus dan harus rawat jalan. Jelas, tidak mungkin dia bisa ikut rombongan tim ke Banyuwangi,” kata Suharno kepada Malang Post, kemarin.
Sementara itu, Hendro Siswanto, Cristian Gonzales dan Victor Igbonefo, kabarnya menyusul ke Banyuwangi dan akan tiba hari ini sebelum latihan sore. Tiga pemain lain, absen setelah izin kepada manajemen. Akhirnya, penggawa yang ikut dalam rombongan masih tersisa cukup banyak. Tiga asing masih ikut rombongan.
Yakni, Fabiano Beltrame, Sengbah Kennedy dan Yao Rudy. Lalu, Ahmad Kurniawan, Utam Rusdiana dan Kadek Wardana ikut dalam perjalanan bus. Begitu juga, Oky Derry Adriyan, Sunarto, Alfarizi, Arif Suyono, Samsul Arif, Juan Revi, Benny Wahyudi, Dendi Santoso, Suroso, Ahmad Nufiandani, dan Ahmad Bustomi.
Meski tidak lengkap, rombongan tim yang ada dianggap sudah cukup mumpuni untuk pertandingan di Sunrise of Java Cup 2015. Suharno menyebut, para pemain yang ada telah mencukupi untuk menghibur Aremania. Sebab, sebagian penggawa yang hadir dalam rombongan, adalah pemain asli Malang.
Yakni, Oky Derry, Sunarto, Alfarizi, Arif Suyono, Juan Revi, Benny Wahyudi, Dendi Santoso dan Ahmad Bustomi. Dengan materi ini, Suharno merasa bisa menyiapkan tim secara normal. Apalagi, apabila duo naturalisasi dan Hendro Siswanto datang ke Banyuwangi hari ini, tim sudah cukup secara kualitas.
“Kita tinggal latihan saja, mengulang apa yang sudah diberikan tim pelatih selama beberapa hari latihan kemarin. Kita persiapan normal-normal saja, tidak ada yang spesial. Pemain diharapkan bisa menjaga kondisi, meskipun saat ini sebagian besar sedang berpuasa,” tutup mantan pelatih Bali Dewata itu.(fin/ary)
 
comments

Awas Bali United

Share
BANYUWANGI–Arema Cronus punya waktu sehari istirahat untuk persiapan lawan Bali United, 1 Juli 2015 besok. Singo Edan, enggan mengulang kekalahan yang sama di Stadion Kanjuruhan lawan tim asuhan Indra Sjafri tersebut. Tak heran, tim pelatih siap memanfaatkan waktu untuk pemulihan kondisi.
“Kita saat ini hanya bisa rekondisi. Setelah perjalanan darat yang melelahkan, kita harap pemain tidur dengan baik malam ini (kemarin). Karena, kita butuh kondisi yang normal untuk latihan sekaligus uji lapangan di Stadion Diponegoro. Semoga pemain dalam kondisi standar,” kata pelatih Arema, Suharno kepada Malang Post, kemarin.
Skuad berlogo singa memang enggan tumbang lagi lawan Bali United. Tim bertenaga yang punya prospek bagus dengan para pemain mudanya tersebut, bisa menggulingkan Arema lagi apabila lengah. Arema unggul pengalaman. Namun, kejutan dan eksplosivitas Bali United sudah terbukti jadi masalah buat Arema di pertemuan terakhir.
“Yang jelas kita akan ingakan pemain untuk tetap konsentrasi selama 90 menit. Kita kemasukan di menit akhir karena kelengahan sendiri. Karena itu, jangan sampai itu terulang lagi saat lawan Bali United. Suasana akan berbeda, karena sekarang kita main di tempat netral,” sambung mantan pelatih Persipura Jayapura ini.
Suharno telah berkoordinasi dengan tim pelatih untuk memainkan permainan yang menghibur dan bisa memuaskan Aremania. Dengan situasi yang berat dan sulit seperti sekarang, Suharno hanya berharap Aremania bisa mendorong semangat tim di atas lapangan. Setiap tiket yang dibeli oleh Aremania, pun memberi dorongan tersendiri bagi Dendi Santoso dkk.
Pasalnya, match fee atau honor pertandingan di Sunrise of Java Cup, tentu sangat berarti untuk para pemain yang sedang kesusahan saat ini. Tak heran, kehadiran penonton untuk memenuhi Stadion Diponegoro di setiap pertandingan Arema, bisa memberi sedikit napas lega untuk Sunarto dkk.
“Situasi kita ini kan sedang sulit. Bisa ada pertandingan saja sudah sangat baik. Apalagi, kalau setiap pertandingan Arema ramai dengan penonton. Panpel tentu puas, para pemain pun demikian. Kita sama-sama mendapat manfaat dari turnamen ini,” tutupnya.(fin/jon)
 
comments

Disambut Konvoi Aremania Banyuwangi

Share
BANYUWANGI – Aremania Banyuwangi menyambut baik kedatangan tim pujaannya Arema Cronus. Sejak siang hari, suporter fanatik Singo Edan sudah tak sabar untuk melihat klub kesayangannya menginjakkan kaki untuk kali pertama di Banyuwangi. Bahkan, sekitar 100 suporter Aremania, sudah menunggu tim di monumen selamat datang Banyuwangi.
Yanu Tri Bagus, Aremania Korwil Banyuwangi menyebut bahwa Aremania sudah menanti tim sejak di Pantai Watu Dodol, yang terletak di daerah perbatasan masuk Kota Banyuwangi. “Kita menunggu sejak siang karena sudah tidak sabar untuk menyambut tim kita,” papar Yanu kepada Malang Post kemarin.
Aremania yang menunggu di pinggir jalan, langsung bersorak gembira, sore kemarin, begitu melihat bus Arema memasuki Banyuwangi. Rombongan sepeda motor sempat berkonvoi sejenak di jalan, sebelum ngebut menuju hotel tempat tim menginap. Aremania pun sempat memberi sambutan tepuk tangan kepada tim yang tiba di hotel.
Yanu menyebut, Aremania Banyuwangi sangat senang melihat kedatangan tim senior. Sebab, usaha dan permintaan kepada manajemen agar Arema datang ke Banyuwangi akhirnya kesampaian. Menurutnya, sudah lama Aremania Banyuwangi meminta manajemen klub berlogo singa untuk main sepakbola di kota ujung timur pulau Jawa ini.
“Setelah lama meminta dan melobi manajemen, baru sekarang ini keturutan. Akhirnya, tahun ini kita bisa melihat tim pujaan kita main di tanah Banyuwangi. Walaupun kami orang Banyuwangi asli, tapi jiwa kami Arema. Kedatangan tim Arema ke kota kami adalah kebanggaan,” sambung Yanu.
Ia mengatakan, Aremania Banyuwangi siap memeriahkan pertandingan tim pujaannya di Sunrise of Java Cup 2015. Dalam pertandingan pembuka dan pertandingan kedua, panpel memberi jatah kuota 1000 tiket untuk Aremania Banyuwangi. Sedangkan, laga pamungkas lawan Persewangi Banyuwangi, dijatah 5000 tiket.
Menurut Yanu, panpel percaya Aremania dari seluruh Jawa Timur, terutama di sekitar Banyuwangi, akan datang dan memenuhi Stadion Diponegoro.
“Khusus untuk laga lawan Persewangi, Arema diberi jatah kuota 5000 tiket. Kita akan memeriahkan laga pamungkas Arema-Persewangi,” katanya.(fin/jon)
 
comments

Perjalanan Molor

Share
BANYUWANGI – Perjalanan Arema Cronus dari Malang menuju ujung timur pulau Jawa berjalan cukup lancar. Meski demikian, waktu tempuh Singo Edan ke Banyuwangi sedikit keluar prediksi. Arema, baru tiba di hotel tempat tim menginap sekitar pukul 17.30 WIB. Padahal, pagi kemarin, Arema berangkat pukul 10.00 WIB dari mess Jalan Kesemek Malang, serta diprediksi sampai pukul 16.00 WIB.
Rombongan tim yang dipimpin oleh Suharno-Joko “Gethuk” Susilo menaiki kendaraan bus. “Kita pilih bus untuk mempermudah perjalanan. Kalau ada yang ingin berhenti kan bisa. Mau salat di masjid pinggir jalan juga bisa,” kata Gethuk kepada Malang Post, usai tiba di Banyuwangi, kemarin.
Dengan kendaraan bus, Arema melewati jalur pantura. Dari Malang, Arif Suyono dkk melewati Pasuruan dan langsung masuk ke Probolinggo. Karena sedang berpuasa, suasana tim biasa-biasa saja. Para pemain memilih tidur di bus. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim tiba di Sari Laut Utama Raya, Jalan Raya Banyuglugur, Besuki, perbatasan Probolinggo-Situbondo.
Para penggawa tim pujaan Aremania, memilih berhenti di restoran sekaligus pom bensin dengan ruang salat yang cukup luas. Para penggawa yang berpuasa, turun untuk salat bersama. Sementara, para pemain yang tidak berpuasa, bersantap siang. Fabiano Beltrame, I Made Wardana, Sengbah Kennedy hingga Yao Rudy mengisi perutnya agar tidak lemas di jalan.
“Untuk pemain yang puasa, kita salat bersama, sembari menikmati suasana ramadan. Sedangkan, yang tidak puasa kita persilakan untuk makan, agar tidak lemas. Bagaimanapun, tenaga mereka yang tidak puasa tetap dibutuhkan untuk pertandingan di turnamen ini,” papar asisten pelatih Arema, Kuncoro.
Setelah sekitar satu jam singgah di Sari Laut Utama Raya, rombongan tim kembali melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Rombongan tim tidak lagi berhenti di jalan agar segera tiba di hotel tempat tim menginap. Selama kurang lebih dua setengah jam, bus berjalan cukup cepat, melewati Situbondo dan jalanan utara di pinggir pantai selat Bali.
Sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan tim telah tiba di hotel tempat tim menginap, dan langsung istirahat untuk persiapan latihan pertandingan hari ini. “Ini adalah kali pertama kita ke Banyuwangi sebagai tim utuh. Kita harap kunjungan ini mendapat sambutan baik masyarakat,” tutupnya.(fin/jon)
 
comments

Boyong 23 Pemain

Share
MALANG – Arema Cronus siap mengikuti turnamen Sunrise Java Cup 2015 di Banyuwangi. Rombongan tim akan berangkat pagi ini melalui perjalanan darat. Dari 27 pemain, pelatih hanya memboyong 23 pemain. Empat pemain tidak diikutsertakan.
Mereka adalah Kurnia Meiga Hermansyah, Purwaka Yudhi, Ferri Aman Saragih (FAS) dan I Gede Sukadana. Meiga absen karena masih proses pemulihan cidera lutut. I Gede Sukadana, tidak ikut karena kondisi kesehatannya sedang terganggu. Sedangkan Purwaka dan FAS, memilih izin.
“Untuk menutupi kekurangan pemain gelandang, kami membawa satu pemain dari Akademi Arema, yaitu Dio Permana. Kebetulan saja, ia sudah ikut latihan bersama tim sejak awal,” ungkap pelatih Arema Cronus, Suharno.
Dalam turnamen Sunrise Java Cup 2015, selain menghadapi tim tuan rumah Persewangi, Singo Edan akan menghadapi dua tim dengan komposisi pemain yang berkualitas. Yaitu Bali United Pusam FC serta Bhinneka All Star yang dihuni mantan pemain U-23, yang sebelumnya tampil di SEA Games Singapura 2015.
Menurut Suharno, dari tiga tim yang akan dihadapi itu, semuanya adalah tim bagus. Mereka memiliki pemain yang berkualitas. Karenanya Suharno tidak mau meremehkannya.
Bali United Pusam FC misalnya, adalah tim dengan materi pemain muda. Tim asuhan Indra Sjafri ini, sebelumnya sukses mengalahkan Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, saat pertandingan ujicoba. Begitu juga dengan tim Bhinneka All Star, yang merupakan pemain muda pilihan dari beberapa klub sepakbola di Indonesia.
“Persewangi juga merupakan tim yang berbahaya. Karena sebagian besar pemain yang nanti diturunkan adalah pemain dari beberapa tim ISL. Diantaranya seperti Bambang Pamungkas dan Gaston Castano. Pemain asli Persewangi sendiri hanya 13 pemain, sisanya dari ISL,” papar pelatih asal Klaten ini.
Kendati demikian, Suharno mengatakan bahwa tim Arema Cronus tetap optimis untuk bisa menjuarai turnamen Sunrise Java Cup 2015 tersebut. Beberapa persiapan teknis sudah disiapkannya. Apalagi seluruh pemainnya juga sudah bersemangat untuk mengikuti turnamen itu.
“Lawan Bali United Pusam FC, nantinya akan kami belajar dari pertandingan sebelumnya. Sedangkan saat melawan Bhinneka All Star, kami akan mempelajari semua pertandingannya saat di SEA Games Singapura. Yang patut diwaspadi justru tuan rumah Persewangi,” bebernya.(agp/jon)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL