Malang Post

Arema Sport

Langsung Lawan Persis

Share
SLEMAN – Skuad Arema Cronus bakal melanjutkan perjalanan tur uji coba usai lawan Sleman Selection, semalam. Tanpa ada kompetisi yang jelas, Singo Edan hanya bisa ‘mengamen’ dari kota ke kota untuk menghidupi para penggawanya. Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo menyebut bahwa tim bakal ladub ke Solo, Jawa Tengah, pagi ini.
“Setelah tim sarapan dan packing, kita langsung berangkat dengan perjalanan darat ke Solo,” tutur Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Menurut Gethuk, laga uji coba lawan Persis Solo bisa jadi ajang pemantapan skuad, yang sempat terhenti karena bubarnya kompetisi. Dengan situasi genting sepakbola, Arema hanya bisa menggelar tur luar kota, sampai ada kejelasan liga.
Menurut Gethuk, perjalanan dari Sleman ke Solo tidak akan memakan waktu seharian. Apabila jalanan lancar, Arema sudah bisa tiba siang hari di kota markas Pasoepati tersebut. Jadwal Arema di Solo, cukup mepet. Usai mengambil napas sejenak di hotel tempat singgah, Arema langsung persiapan uji lapangan Stadoin Manahan Solo.
“Kalau perjalanan tidak terganggu, kita bisa menuju Solo sesua jadwal dan program yang sudah disusun. Mas Harno (Suharno) pun akan gabung dengan kita di Solo. Lalu, kita langsung siap-siap uji lapangan. Besoknya, pemain sudah bisa fokus untuk pertandingan lawan Persis,” sambung Gethuk.
Mantan pemain Persikaba Blora ini berharap pertandingan di Solo juga tak kalah menghibur dan seru seperti di Sleman. Karena itu, ia menginstruksikan skuadnya untuk beristirahat dengan baik selama perjalanan maupun persiapan pertandingan. Usai laga semalam, Arema juga tidak langsung bertolak ke Solo.
“Kita beri pemain waktu istirahat sehari. Baru setelah itu, kita langsung fokus ke pertandingan lawan Persis Solo. Stadion Manahan bukan stadion yang asing buat Arema. Suporter di Solo luar biasa. Baik Pasoepati maupun Aremania, punya sejarah silaturahmi yang baik,” sambung pelatih berlisensi B AFC ini.(fin/jon)
comments

Revi Sempat Gabung Sleman Selection

Share
SLEMAN – Juan Revi Auriqto menyebut bahwa Sleman Selection bukan tim yang bisa diremehkan. Meskipun pertandingan sudah selesai semalam, Revi masih menyanjung mantan timnya di era sebelum berkostum Arema. Menurut pemain domisili Gadang tersebut, Sleman adalah lawan berat.
Pasalnya, pemain 28 tahun tersebut sempat melahap sesi latihan bersama Sleman All Stars sebelum gabung dengan Arema di Sleman. Revi telah menjalani latihan tiga hari untuk menghadapi Seme Derby, tim asal Malaysia yang dikabarkan bakal memeriahkan ultah PSS Sleman 21 Mei lalu.
Sayang, pertandingan lawan mantan tim Sengbah Kennedy itu batal, meski Revi sudah tiga hari ikut latihan.
“Sudah terbukti, Sleman adalah lawan berat. Meskipun baru kumpul bareng, mereka adalah tim dengan pemain yang berpengalaman. Tidak sulit untuk membangun kerjasama dalam waktu singkat,” tutur Revi, kemarin.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu menyebut, Sleman Selection merupakan gabungan para pemain Arema yang punya kualitas setara tim ISL. Agung Suprayogi, Wahyu Gunawan, Waluyo, Monieaga Bagus hingga Rasmoyo juga ikut memperkuat tim perayaan ultah PSS Sleman ini.
Bahkan, ada nama defender kawakan Nova Arianto, yang jadi pilar pertahanan Sleman Selection di Stadion Maguwoharjo, semalam. Vava, sapaan akrabnya, masih terdaftar sebagai defender senior sekaligus asisten pelatih Persipasi Bandung Raya (PBR) yang dikomandoi pelatih asing Dejan Antonic.
Penampilan super ngotot yang dipertontonkan oleh Sleman Selection, membuat Arema ikut tampil bersemangat semalam. Menurut Revi, situasi Sleman hampir sama dengan Malang.
Sebab, Sleman juga punya banyak suporter fanatik yang sangat kreatif dalam mendukung tim pujaannya.
Revi menganggap Stadion Maguwoharjo cukup sulit untuk ditaklukkan. Rumput lapangan yang terlalu tebal, mempengaruhi cara main skuad pujaan Aremania. Revi pun punya penilaian sama terkait kondisi lapangan Maguwoharjo. Meski bagus, kondisi rumputnya menghambat laju bola umpan.
“Stadion Maguwoharjo memang punya lapangan yang bagus. Rumputnya berkualitas. Tapi, kalau sudah mencoba sendiri, saya merasakan rumputnya agak tebal. Kalau tidak terbiasa menggiring dan mengumpan di kondisi ini, pasti pergerakan jadi terasa berat,” tutupnya.(fin/jon)
comments

Bang Ocha Pilih Mundur

Share
SLEMAN – Arema Cronus kehilangan anggota tim dokter yang cukup vital dalam urusan recovery cedera pemain. Harmun Agussocha, sport therapist sekaligus recovery trainer Singo Edan, mengundurkan diri dari skuad karena situasi bola yang makin tak menentu. Dokter tim, dr Indrawan Dwantoro yang dikonfirmasi kemarin, membenarkan bahwa Ocha, sapaan akrabnya, mundur dari posisinya di tim dokter.
“Bang Ocha pulang kampung ke Jakarta. Dia mencari pekerjaan lain yang lebih pasti. Dia sudah pamit kepada manajemen dan kepada skuad juga. Ya mau gimana lagi. Memang kondisinya sedang sulit seperti sekarang. Kalau ada staf yang mundur, tentu tidak bisa dihalangi,” tutur dr Indra kepada Malang Post.
Sebagai recovery trainer dan sport therapist, Ocha yang sudah fokus jadi recovery trainer dan sport therapist, cukup diandalkan oleh para pemain. Materi recovery training dan pemulihan cedera yang diberikan Ocha, membantu percepatan pemulihan kondisi pemain. Apalagi, alumnus Universitas Negeri Jakarta Jurusan Olahraga itu, telah terbukti memiliki kualitas baik secara praktis maupun teori.
Begitu Arema kehilangan Ocha, tim dokter sekarang hanya berduet dengan tim masseur Ahmad Saliq dan Samsul. “Bang Ocha punya usaha klinik di Jakarta. Memang, dia mulai dari nol. Tapi, lebih prospektif daripada mempertahankan kerja di sepakbola yang makin tidak tentu,” sambung dr Indra.
Setelah pergi meninggalkan Arema, Ocha tidak lagi memantau perkembangan penyembuhan cedera Kurnia Meiga. Sebaliknya, dr Indra yang berwenang penuh dalam memngawasi terapi cedera kiper nomor 1 Arema ini. Dengan ketidakpastian kompetisi, keputusan Ocha sendiri cukup masuk akal.
Apalagi, Ocha sudah menggali begitu banyak ilmu dalam sepakbola. Keahlian penyembuhan cedera pemain, serta perawatan untuk pemulihan paska cedera selama bertahun-tahun, membuat Ocha percaya diri untuk bikin klinik sendiri.(fin/jon)
comments

Arema Hanya Kalah 17 Menit

Share
SLEMAN - Harapan masyarakat Sleman untuk menang atas Arema Cronus hanya bertahan 17 menit. Usai Busari mencetak gol pembuka skor untuk Elang Jawa di Stadion Maguwoharjo semalam, Cristian Gonzales langsung membungkam puluhan ribu Slemania yang ingin melihat kemenangan dengan gol penyeimbang menit 25. Gol cantik Arif Suyono (45'+) dan Dendi Santoso (53',89') menambah suram ultah PSS Sleman dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan Singo Edan.
Babak pertama, Sleman Selection masih tampil penuh tenaga. Dimotori pemain seperti Waluyo, Monieaga Bagus dan Nova Arianto, Sleman Selection berusaha mendominasi permainan. Lewat skema serangan balik, Busari membobol gawang I Made "Kadek" Wardana menit 8 untuk memperpanjang asa menang atas skuad pujaan Aremania.‎ Sayangnya, Sleman akhirnya takluk oleh sosok Arif Keceng Suyono. Pemain asli Malang itu mendobrak lini pertahanan Sleman Selection.
Setelah melewati beberapa pemain, Keceng langsung memberi umpan silang yang disambut oleh tendangan Cristian Gonzales menit 25. Gol, Arema mengimbangi Sleman Selection 1-1. Keceng tampil ciamik karena penetrasinya membuat pemain Sleman kocar-kacir. Sunarto ikut mendorong lini depan Arema semakin mepet ke gawang Sleman Selection. Menit 34, Sunarto menendang bola mendatar yang masih melebar di sebelah gawang Sleman Selection. Beruntung, Arema memiliki Keceng yang sedang panas.
Menit 45, Keceng menunjukkan kapasitasnya sebagai striker kelas nasional dengan giringan individu menawan. Dia mempermainkan dua defender Sleman Selection sebelum menceploskan gol keunggulan Arema. Tim pujaan Aremania akhirnya memimpin 2-1. Memasuki babak kedua, Arema tampil lebih segar. Tujuh pemain baru turun menggantikan penggawa yang telah terforsir di babak pertama. Dendi Santoso, Yao Rudy, Sengbah Kennedy, Samsul Arif, Ferry Aman Saragih, Purwaka Yudhi, Victor Igbonefo, Ahmad Kurniawan dan Gilang Ginarsa, memperlebar perbedaan fisik Arema dan Sleman Selection.
‎Namun, Arema harus menunggu hingga menit 53 sebelum selebrasi lagi. Dendi Santoso, membobol gawang Sleman Selection dengan gol spektakuler. Tendangan geledek jarak jauhnya menyisir tanah. Bola tendangan Dendi tak terjangkau. Arema makin menjauh dengan skor 3-1 atas Sleman Selection. Jika Keceng adalah man of the match babak pertama, maka Dendi adalah man of the match babak kedua. Sebab, dia kembali mencetak gol yang mengakhiri perlawanan Sleman Selection di menit 89. Arema menang 4-1, dan pulang dengan suasana positif.
Pelatih Arema, Joko Gethuk Susilo menyebut bahwa Arema sudah tampil sesuai perkiraan. "Kita sudah memprediksi kondisi mental,kondisi fisik serta rasa grogi ketika pertama kali turun menit pertama. Gol yang terjadi ke gawang kita pun karena kena serangan balik. Selebihnya, anak-anak sudah main sesuai perkiraan tim pelatih," tutur Gethuk.(fin/ary)
 
comments

Jajaki Main di Cepu dan Madiun

Share
Rombongan tim Arema saat berangkat dari Stasiun Kota Baru menuju Jogjakarta, kemarin untuk menjalani uji coba melawan Sleman Selection.

SLEMAN – Arema Cronus tidak akan menganggur hingga awal bulan Juni. Setelah menghadapi Sleman Selection malam hari ini, Singo Edan akan menghadapi serangkaian uji coba lain. Setelah deal dengan Persis Solo untuk laga uji coba hari Senin di Stadion Manahan, skuad berlogo singa juga tengah berkomunikasi dengan Madiun dan Cepu.
Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo menyebut bahwa tim pelatih dan pengurus masih terus berkomunikasi untuk beberapa rangkaian uji coba.
“Kita masih terus komunikasi. Semoga saja program bisa terlaksana. Setelah lawan Sleman dan Solo, kita harap ada satu atau dua uji coba lagi,” tutur Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Meskipun tak ada agenda yang jelas dari PT Liga Indonesia sebagai regulator, Arema tetap harus berimprovisasi agar kondisi Samsul Arif dkk tidak merosot. Tak heran, Arema terus mempertimbangkan beberapa rencana uji coba. Tak terkecuali, mampir ke Madiun atau Cepu. Menurut Gethuk, Arema bisa mendapat manfaat ganda bila sukses menggaet satu-dua tim lagi di tur Jawa Tengah kali ini.
“Kita sangat beruntung bila sukses memanfaatkan uji coba dua kali di Jawa Tengah ini. Apalagi, kalau ada satu atau dua klub lagi yang bisa kita ajak uji coba. Kita bisa pulang ke Malang dengan pengalaman tanding yang mumpuni dan siap untuk turnamen besar di awal Juni,” tutur pelatih domisili Sawojajar 2 itu.
Gethuk menerangkan, ia bakal merasa senang apabila ada tim Cepu yang mau menerima Arema di tanah kelahirannya. Sebab, sudah lama ia tidak bersua dengan kampung halamannya. Apabila ada skuad Cepu yang mau berujicoba, Arema tergolong sukses menjalani tur Jawa Tengah yang jadi tur pertama usai pembatalan kompetisi ini.
“Dengan situasi yang seperti sekarang, kita akan sangat beruntung dengan memperbanyak uji coba dan eksibisi. Itu bisa jadi persiapan kita untuk menghadapi undangan-undangan dari tim-tim besar, seperti Persib dan Bali United. Kita harap, Arema semakin siap dengan uji coba ini,” tutur Gethuk.
Sementara itu, laga uji coba lawan Sleman Selection malam ini, adalah laga ultah PSS Sleman ke-39. Tiket box pun sudah dibuka oleh panpel Sleman. Untuk tribun barat, suporter dipatok harga Rp 40 ribu. Tribun timur, dihargai Rp 30 ribu. Sedangkan, tribun utara-selatan dibanderol Rp 15 ribu.(fin/jon)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL