Malang Post

You are here: Home

Arema Sport

Tarik Kuasa Hukum dari PN

Share
MALANG POST – Sengketa hak cipta (kepemilikan) logo Arema, tampaknya bakal berjalan lebih seru lagi. Pasalnya, Rabu kemarin, Arema Cronus secara resmi telah menarik seluruh kekuatan kuasa hukumnya yang beracara di di PN Niaga Surabaya.
Bentuk penarikan dibuktikan dengan telah diserahkannya Surat Pencabutan Kuasa yang diberikan Iwan Budianto, selaku CEO Arema Cronus kepada H Rudi Hariyanto, per 26 November 2014. ‘’Hari ini saya datang ke PN Niaga Surabaya bukan untuk mengikuti sidang lanjutan. Melainkan, hanya menyerahkan surat pencabutan kuasa hukum Arema Cronus ke panitera,’’ kata H Rudi Hariyanto kepada Malang Post di Gedung PN Niaga Surabaya, Rabu siang.
Secara panjang lebar, Rudi kemudian menjelaskan ihwal terbitnya surat pencabutan sebagai kuasa hukum dari Arema Cronus untuk dirinya. Pencabutan yang dilakukan Iwan Budianto bukan disebabkan ketidakpercayaan terhadap kepiawaian dirinya mendampingi Arema Cronus melawan Winarso (penggugat). Sebaliknya, keputusan itu dinilai sebagai langkah tepat Arema Cronus keluar dari masalah yang ditudingkan kubu Winarso di PN Niaga Surabaya. Dengan kata lain, gugatan Winarso dianggap salah kamar.
‘’Karena saya sudah tidak lagi memiliki hak dan kuasa untuk mendampingi Arema Cronus di pengadilan, usai menyerahkan surat pencabutan kuasa, saya langsung pulang. Kalau saya di situ (PN Niaga) terus, lha saya mewakili siapa,’’ kata Rudi bernada tanya.
Menurut Rudi, alasan Iwan Budianto mencabut surat kuasa yang diberikan kepadanya pada 8 November 2014 lalu, karena dua poin utama. Pertama, setelah mempelajari mendalam, Iwan Budianto menganggap Arema Cronus bukanlah lembaga atau badan hukum berbentuk PT (Perseroan Terbatas) seperti yang tertuang dalam gugatan kubu Winarso.
Sebaliknya, Iwan Budianto  menganggap Arema Cronus  adalah klub sepak bola sehingga ia  berpendapat tidak perlu meladeni atau melayani gugatan Winarso, yang dipandegani Erphin Yuliono SH sebagai kuasa hukum. “Karena saya sadari bahwa saat ini, kami bukanlah tergugat sebagai badan hukum seperti yang tersebut dalam bukti perkara nomor 06/HKI.Hak Dipta/2014/PN.Niaga.Sby,’’ kata Iwan Budianto dalam surat pencabutan yang dibacakan Rudi.
Poin kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah alamat relas (panggilan) dari PN Niaga Surabaya dianggap salah. Klub sepak bola Arema Cronus selama ini berkantor di Jl Kertangera nomor 7 dan bukan Jl Kertangera nomor 10 seperti yang disebutkan pengadilan. ‘’Dasar pengiriman relas dari pengadilan menggunakan Jl. Kertanegara nomor 10 bersumber dari gugatan yang didaftarkan kubu Winarso dengan menyebut PT Arema Cronus yang berkedudukan di Jalan Kertanegara no 10 Malang,’’ papar Rudi.
Sementara itu dari pantauan Malang Post di PN Niaga Surabaya, kemarin siang, urung digelar sidang lanjutan yang semula diagendakan penyerahan AD/ART dari masing-masing pihak. Hingga pukul 13.00 WIB, Malang Post hanya bertemu dengan pihak penggugat yang diwakili Erphin Yuliono dan berbincang dengan panitera Erlin.
Sayangnya ketika ditemui Malang Post, Erphin enggan diwawancara lebih jauh terkait gugatan yang dilayangkannya ke kubu Arema Cronus. ‘’Nanti saja kita ketemu usai sidang,’’ elak Erphin sembari meninggalkan Malang Post.
Dihubungi secara terpisah, Aristo MA Pangaribuan, Legal Director PSSI (tergugat II) menyebutkan, penilaian yang dilakukan Arema Cronus sebenarnya sama dengan yang diperkirakan PSSI. Status PSSI sebagai turut tergugat dalam perkara Winarso vs Iwan Budianto di PN Niaga Surabaya adalah salah kamar. Sebab PSSI tidak cocok dan atau bukan lembaga yang mengurusi hak cipta terkait logo Arema.
‘’PSSI hanya ngurusi klub saja, tidak ngurus soal logo klub. Makanya, kami heran kok kami dibawa-bawa dalam persoalan hak cipta,’’ kata Aristo kepada MP melalui saluran ponselnya, Rabu sore. (has/han)
comments

Hanya Lima Pemain Ikut Pra Latihan

Share
MALANG–Arema Cronus menggelar pra latihan mulai kemarin (26/11). Skuad berjuluk Singo Edan, melaksanakan pra latihan di Champion Futsal Tidar, sore mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Latihan pemanasan sebelum sesi resmi 1 Desember 2014, diikuti oleh lima pemain.
Dendi Santoso, Juan Revi Auriqto, Johan Ahmad Farizi, Sunarto dan Utam Rusdiana hadir di lapangan. Sedangkan, pemain lokal lain yang berdomisili di Malang, seperti Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi dan Hendro Siswanto, tidak menampakkan batang hidungnya.
Tim pelatih tidak memberikan materi berat untuk para penggawa klub berlogo singa. Diawasi secara santai oleh Suharno dan Joko “Gethuk” Susilo, para pemain yang hadir dalam pra latihan, bertanding futsal melawan para ofisial, dokter tim, masseur dan ball boy Arema.
Selama satu jam, para pemain Arema menikmati sesi futsal yang menyenangkan dan guyub. Sebab, dua tim pelatih, Kuncoro dan Joko Susilo, ikut bermain futsal bersama para pemain serta ofisial. Joko Susilo mengapresiasi pemain yang hadir dalam pra latihan.
“Kita tidak memaksa. Kita membebaskan pemain untuk datang atau tidak. Tapi, kita pra latihan juga punya tujuan, yakni mengawasi kondisi fisik pemain. Sejauh ini, kita sudah dapat gambaran awal tentang program latihan yang akan dibuat,” kata Gethuk kepada Malang Post, usai latihan kemarin.
Setelah satu kali pra latihan, Gethuk meliburkan sesi hari ini, Kamis (27/11). Pra latihan berikutnya akan digelar lagi di Champion Futsal pada 28 November 2014, hari Jumat, sore hari. “Kita akan gelar pra latihan lagi di futsal pada Jumat sore. Kami harap, pemain yang datang bisa makin bertambah,” tutupnya.(fin/jon) 
comments

Wanggai Lepas

Share
MALANG – Imanuel Wanggai lepas dari genggaman Arema Cronus. Gelandang bertahan tersebut kabarnya tetap bertahan di Persipura Jayapura. Pasalnya, dari informasi yang dihimpun Malang Post, manajemen Mutiara Hitam, kebakaran jenggot ketika mendengar Arema dekat dengan Manu, sapaan akrabnya.
Bahkan, demi mengamankan gelandang garang tersebut, Persipura rela berangkat ke hotel timnas Indonesia di Vietnam, untuk menyodorkan kontrak perpanjangan buat Manu.
“Salah satu manajemennya, Rudy Maswi, berangkat sendiri ke Vietnam, dan menyodorkan kontrak perpanjangan, Manu menerimanya,” terang narasumber internal manajemen Arema, kepada Malang Post, kemarin (26/11).
Perkembangan terbaru ini tentu bertolak belakang dengan pemberitaan terakhir soal Manu. Gelandang berusia 26 tahun ini kabarnya telah menyiapkan istrinya untuk sekolah tinggi di Batu. Bahkan, uang panjar 25 persen untuk membela Arema, juga sudah diterima oleh Manu.
Tidak heran, manajemen Arema kabarnya kecewa dengan sikap tanpa komitmen dari pemain kelahiran Jayapura tersebut. Uang panjar 25 persen untuk membela Arema musim depan, diminta kembali.
“Soal uang panjar, itu sudah diminta kembali oleh manajemen Arema. Urusannya sudah antar bos dari kedua klub,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Arema menanggapi santai kabar perpanjangan kontrak Wanggai di Persipura. Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan bahwa sampai saat ini memang tak ada hitam di atas putih antara Manu Wanggai dan Arema.
“Tidak ada hitam di atas putih alias resmi kontrak dengan pemain bersangkutan. Bukankah pemain timnas yang akan membela Arema, baru diumumkan setelah Arema memastikan hitam di atas putih? Masih banyak pemain lain,” sambung Sudarmaji, kepada Malang Post, dikonfirmasi.
“Lagipula, Arema sebenarnya telah memiliki banyak gelandang lokal yang berkualitas dan tidak kalah dengan pemain klub lain. Mungkin saja, tidak akan ada penambahan gelandang lokal, kita lihat saja nanti saat latihan perdana,” tutup mantan wartawan tersebut.(fin/jon) 
comments

Terima Tantangan Malaysia

Share
MALANG – Arema Cronus menerima tantangan UiTM FC, tim divisi utama Liga Malaysia. Manajemen Singo Edan, memastikan diri berlaga ujicoba lawan tim negeri jiran di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang. Hal ini dibenarkan oleh Direktur Arema, Ruddy Widodo, kemarin.
“Kita menerima tantangan dari UiTM FC tim divisi utama Liga Malaysia. Kita akan bertanding melawan mereka di Stadion Kanjuruhan, sesuai dengan tanggal yang diminta, yakni tanggal 26 Desember 2014,” terang Ruddy kepada Malang Post, di Champion Futsal Tidar.
Pria 43 tahun tersebut mengungkapkan, tim UiTM FC adalah lawan ujicoba yang ideal untuk Arema jelang kompetisi ISL 2014. Pada awal Desember, 80 persen pemain Arema bakal berkumpul dan memulai latihan persiapan kompetisi tahun depan.
“Lalu, akhir bulan Desember, sebelum pertandingan, insyaallah pemainnya sudah 99,99 persen lengkap. Tinggal satu pemain saja yang akan masuk bulan Januari. Ujicoba lawan tim Malaysia pas untuk menguji kekuatan kita,” tandas pria berkacamata tersebut.
Sejatinya, bukan hanya tim Malaysia saja yang bernafsu menghadapi Arema di laga ujicoba. Kabarnya, Arema juga diundang ikut dalam Piala Walikota Aceh yang digelar pada 6 Desember 2014. Namun, karena waktunya mendadak, tim pelatih dan manajemen menolak undangan ini.
“Selain Malaysia, kita juga diundang Piala Walikota Aceh. Dua uji coba ini sudah masuk secara resmi ke manajemen lewat surat. Tapi, karena mepet, kita terpaksa menolak undangan Piala Walikota Aceh. Kita pilih Malaysia di akhir bulan,” sambung Ruddy.
Manajemen juga tak menghiraukan angin surga Pemberi Harapan Palsu (PHP) dari Ninesport. “Sampai sekarang, kita tidak menerima surat apapun dari Ninesport soal ujicoba di Dubai. Kita pilih  yang pasti-pasti saja,” tutup Ruddy.(fin/jon)
comments

Pikir Ulang Gaet Pemain Timnas

Share
MALANG – Manajemen Arema Cronus berpikir ulang untuk menggaet pemain yang kini sedang membela timnas. Kekalahan memalukan 0-4 dari Filipina, membuat manajemen Singo Edan mempertimbangkan lagi komitmen serta kesungguhan para pemain incarannya di timnas senior.
Direktur Arema, Ruddy Widodo, sempat kecewa dengan permainan timnas yang anti klimaks dan jauh dari harapan masyarakat bola Indonesia.
“Ya akhirnya, diakui atau tidak, seperti itulah kualitas timnas kita. Mungkin saja, ada pertimbangan ulang untuk menggaet pemain baru dari timnas saat ini. Karena, kekalahan telak dari Filipina, dipengaruhi banyak faktor,” terang Ruddy kepada Malang Post, ditemui di Champion Futsal Tidar, kemarin.
Setelah kabar kegagalan Arema menggaet Imanuel Wanggai merebak, buruan skuad berlogo singa itu hanya tinggal satu pemain. Yakni, Muhammad Roby. Sayangnya, M Roby adalah aktor utama pembuat blunder gol pertama Filipina ke gawang Kurnia Meiga.
Menit 14, M Roby gagal melakukan back pass ke Meiga. Bola melaju lemah, dan direbut oleh Misagh Bahadoran. Pemain Filipina sudah one on one dengan Meiga, sebelum Firman Utina menjatuhkan Bahadoran di kotak terlarang. Blunder M Roby berbuah penalti, yang jadi gol pertama Filipina.
Setelah itu, mental bertanding timnas anjlok dan tampil di bawah form. Hal inilah yang kini dipikirkan secara matang oleh manajemen dan tim pelatih. Apakah manajemen ingin mengikat kontrak dengan pemain yang melakukan blunder dan mudah lengah?
Media Officer Arema, Sudarmaji, membenarkan bahwa manajemen berpikir ulang untuk menggaet pemain yang membela timnas senior. “Kita tentu tidak gegabah dan buru-buru. Harus dipikir ulang untuk tambah pemain dari timnas, terutama setelah kekalahan telak itu,” sambung Sudarmaji.
Namun, manajemen menegaskan kepada seluruh pemain timnas yang memang ingin berkostum Arema musim depan, agar punya komitmen dan prinsip. “Kalau mau main di Arema, harus komitmen dulu. Punya prinsip dan kemauan. Baru setelah itu bicara kontrak,” tutupnya.(fin/jon) 
comments

Page 1 of 305

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Klasemen ISL