Malang Post

Arema Sport

Meiga Turun di Piala Presiden

Share
Kurnia Meiga mulai bergabung latihan dan pemain-pemain Arema latihan fitness.

Kondisi 70 Persen, Mulai Gabung Latihan
MALANG – Arema Cronus melanjutkan sesi latihan meskipun baru menggelar pertandingan lawan Gresik United. Kamis (27/8) pagi kemarin, Singo Edan melahap materi latihan fitness di UB fitness center belakang @MX Mall. Seluruh skuad asuhan pelatih Joko “Gethuk” Susilo hadir, tak terkecuali kiper utama Kurnia Meiga Hermansyah.
“Pemain mendapat materi latihan fitness dan fokus di strength atau kekuatan. Kita sudah susun dan menjalankan program sesuai jadwal. Setelah pertandingan, mereka langsung diberi materi latihan fitness. Singkat, tidak lama, tapi tetap efektif untuk jaga kondisi pemain,” kata Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
I Made Wardana dkk cukup antusias melahap materi latihan fitness. Sebab, para penggawa Arema akan segera menghadapi Piala Presiden pada 1 September 2015. Tim-tim tamu pun segera tiba di Malang, tiga hari lagi. Kabarnya, 30 Agustus, Persela-Sriwijaya FC-PSGC Ciamis bakal masuk Malang untuk persiapan hadapi Piala Presiden.
Kehadiran Kurnia Meiga memberi suntikan energi buat tim pelatih. Sebab, amunisi kiper Arema bertambah lagi. “Kurnia Meiga sudah ikut latihan. Kondisinya 70 persen. Saya optimis dia akan siap main satu atau dua hari lagi. Dia pun mengaku siap untuk turun di Piala Presiden,” sambung pelatih asal Cepu tersebut.
Setelah memberi materi fitness, tim pelatih akan kembali menjadwalkan latihan hari ini. Gethuk menyebut, latihan Arema digelar di Stadion Kanjuruhan pada pukul 15.30 WIB. Selama persiapan, Gethuk bakal mempersiapkan tim untuk menghadapi lawan perdananya, yakni Persela Lamongan.
“Agenda latihan kita di Stadion Kanjuruhan semua. Hari Jumat dan Sabtu latihan sore. Minggu tim libur. Lalu, hari Senin kita akan latihan lagi sore hari. Persela saya rasa hampir sama dengan Gresik United, mereka akan tampil dengan pertahanan rapat. Kita harus antisipasi itu dengan memanfaatkan waktu latihan yang ada,” kata Gethuk.
Pelatih berlisensi B AFC ini juga menyebut, tidak akan ada agenda ujicoba lagi sebelum lawan Persela. Sebab, Arema tidak mau mengambil risiko cedera pemain sebelum laga perdana. “Kita pastikan tak ada ujicoba lagi, karena terlalu berisiko. Kita tidak mau memaksakan pemain,” tutup Gethuk.(fin/feb)
comments

Parkir Bus, Berbuah Imbang

Share
Strategi menumpuk pemain membuat Arema kesulitan menembus pertahanan Gresik United, kemarin.

Arema 0 v Gresik United 0
KEPANJEN–Laga tribute to Suharno antara Arema Cronus kontra Gresik United berakhir dengan skor imbang 0-0, kemarin sore. Laga ini, hanya disaksikan ratusan penonton. Singo Edan sejak awal kesulitan mencari gol ke gawang skuad Laskar Joko Samudro yang sangat defensif dan mengandalkan serangan balik.
Sejatinya, Arema selalu punya peluang untuk menyerang skuad asuhan Liestiadi. Belum genap lima menit, Arema punya peluang lewat tendangan pojok. Ahmad Bustomi sebagai penendang, memberi umpan lambung yang disambar oleh Samsul Arif. Sayang, tandukan Samsul bisa ditangkap M Ridwan, kiper GU.
Menit 6, giliran gelandang serang enerjik, Ferry Aman Saragih yang mengancam gawang skuad pujaan Ultras Gresik. Berawal dari assist manis Cristian “El Loco” Gonzales, FAS berhadapan dengan kiper saat menendang bola ke arah gawang. Bola tendangan kiri FAS, tertangkap oleh kiper GU.
Bimasakti dkk tidak mau membiarkan Arema berkreasi di depan gawangnya. Fitra Ridwan, mencoba membuat peluang di menit 14. Upayanya membobol gawang I Made Wardana belum membuahkan hasil. Setelah 15 menit berjalan, permainan mulai membosankan. Gresik sangat defensif dan tak mau ambil risiko kecolongan duet Samsul-Arif “Keceng” Suyono.
Baru 15 menit berikutnya, ada peluang emas buat Arema. Berawal dari kombinasi satu dua antara Johan Ahmad Farizi dan El Loco, Farizi menyodorkan bola crossing mendatar kepada kapten Ahmad Bustomi. Sayang sekali, taktik bertahan parkir bus ala Jose Mourinho membuat Bustomi hanya punya sedikit ruang tembak.
Bola mengarah langsung kepada kiper M Ridwan. Peluang ini tak berbuah gol. Empat peluang Arema di 15 menit terakhir sebelum turun minum, juga melenceng dari gawang Gresik United. FAS menit 36 berawal dari umpan Samsul, meleset dari gawang. Begitu juga, peluang Samsul Arif menit 37 dari umpan Bustomi juga tak berbuah gol.
Menit 41, FAS bahkan sempat melakukan solo run untuk melewati pertahanan Gresik United. Meski lolos, bola tendangannya melambung jauh. Dua menit sebelum wasit Iwan Sukoco meniup peluit berakhirnya babak pertama, Fabiano Beltrame overlap dan mencoba membuat peluang.
Sayang, sontekan Fabiano menit 43 bisa ditepis kiper M Ridwan dan mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0. Babak kedua, Arema mencoba menyuguhkan pertandingan yang lebih menarik. Duo Akademi Arema, Dendi Santoso-Sunarto cukup on fire sore kemarin. Dendi dengan permainan taktisnya, sedangkan Sunarto menunjukkan kecerdikannya lepas dari jebakan offside Gresik United.
Meski demikian, Arema malah mendapat serangan gencar dari M Kamri dan Herman Dzumafo di menit 59. Kadek Wardana berjibaku menepis tendangan dari dua pemain ini, untuk menyelamatkan gawang Arema. Menit 62, I Gede Sukadana membalas lewat tendangan kerasnya, namun hanya jadi tendangan gawang.
Begitu juga, aksi Samsul Arif yang menipu dua bek lawan sebelum melancarkan tendangan yang ditangkap M Ridwan. Aksi Dendi-Sunarto terjadi di menit 68. Sunarto lolos dari penjagaan Supriono dkk, lalu melancarkan crossing lambung yang disambut sundulan Dendi. Bola hanya jadi off goal, namun membuat ratusan Aremania di Kanjuruhan bersorak.
Suasana makin seru, saat Sunarto yang mendapat peluang empuk di depan gawang menit 70, menendang bola chop untuk mengelabui M Ridwan. Bola tertangkap kiper sebelum masuk ke gawang Arema. Sunarto, lagi-lagi membuat peluang menit 75 meski dihadang kiper Gresik. Hingga menit akhir, belum ada peluang-peluang emas Sunarto dkk yang berbuah gol.
Joko “Gethuk” Susilo, pelatih Arema, menyebut hasil ini bukan ukuran. “Tidak apa-apa kita imbang. Ini malah jadi pelajaran karena kita akan menghadapi tim-tim yang bertahan seperti Gresik United. Misi kita sudah tercapai. Semua pemain dapat pengalaman bertanding, sekaligus belajar menghadapi tim yang defensif seperti ini,” tutur Gethuk.(fin/ary)
comments

Gresik United Beri Pelajaran

Share
Arema Cronus hanya bermain imbang melawan Gresik United dalam laga ujicoba di Stadion Kanjuruhan, kemarin sore.

KEPANJEN – Joko “Gethuk” Susilo pelatih Arema Cronus menanggapi santai hasil imbang 0-0 lawan Gresik United, sore kemarin di Stadion Kanjuruhan. Menurutnya, Arema tidak mencari kemenangan dalam laga ujicoba lawan Gresik United. Gethuk menyebut laga lawan Laskar Joko Samudro malah jadi bahan pelajaran yang bagus buat Dendi Santoso dkk.
“Tidak ada masalah sama sekali dengan hasil. Seperti yang kita bilang, kita tidak akan pernah melihat hasil dari pertandingan ujicoba. Sebab, laga lawan Gresik bukanlah tujuan utama. Misi kita adalah persiapan Piala Presiden yang kurang dari dua minggu,” kata Gethuk kepada Malang Post, usai pertandingan, sore kemarin.
Menurutnya, Arema akan menghadapi lawan-lawan dengan kecenderungan defensif di laga Piala Presiden. Kecuali PSGC Ciamis, Sriwijaya FC dan Persela Lamongan menunjukkan kecenderungan permainan defensif itu, saat menghadapi Arema. Jarang sekali, kata Gethuk, ada tim yang mau main terbuka lawan Cristian Gonzales dkk.
Sejak era Rahmad Darmawan (RD), Arema menjadi tim yang ditakuti karena kekuatan lini depannya. Kecuali tim-tim besar yang punya reputasi seperti Persib-Persipura, tim-tim manapun yang menghadapi Arema, pasti punya kecenderungan untuk bertahan dan main serangan balik. Praktis, Arema terus berbenah untuk mencari cara efektif membongkar parkir bus lawan.
“Kita bukannya tanpa peluang kok di laga lawan Gresik United. Banyak juga yang bisa bikin peluang emas di depan gawang meski tak jadi gol. Itu akan jadi bahan evaluasi untuk latihan kita terhadap semua pemain, tentang memanfaatkan peluang dan tidak terburu-buru di depan gawang,” sambung Gethuk.
Tak heran, pelatih asal Cepu itu tidak akan memberi libur latihan untuk Arif Suyono dkk. Hari ini, rencananya skuad Arema akan mendapat menu latihan sore dari para pelatih Arema. Menurut Gethuk, waktu Arema tinggal sedikit lagi sebelum pertandingan perdana lawan Persela Lamongan di Piala Presiden.
“Waktu kita tinggal sedikit, karena itu sebelum kick off Piala Presiden di Malang, kita akan manfaatkan sebaik mungkin demi meningkatkan performa pemain,” tutup Gethuk.(fin/jon)
comments

Duel Arema-GU untuk Pak Once

Share
MALANG - Tim Arema Cronus, sore ini akan menghadapi laga persahabatan melawan Gresik United di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Laga ini, selain untuk persiapan tim menghadapi Piala Presiden nanti, sekaligus sebagai penghormatan terakhir untuk almarhum Head Coach Arema Cronus, Suharno. Kebetulan kemarin, adalah tujuh hari meninggalnya Once.
Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji mengatakan, laga persahabatan melawan Gresik United ini, akan kick off pukul 15.30. Sebelum pertandingan uji coba melawan Gresik United, akan digelar laga penghormatan untuk 'Once' Suharno. Yaitu mempertemukan Arema All Star melawan jurnalis Malang Raya.
"Laga Arema All Star melawan jurnalis ini, akan digelar pukul 13.30. Tim Arema All Star, akan diisi legenda Arema. Seperti Joko 'Gethuk' Susilo, Kuncoro, Singgih Pitono, I Putu Gede serta Siswantoro," ujar Sudarmaji.
Sebelum laga persahabatan dan laga penghormatan, menurut Sudarmaji juga akan diadakan doa bersama untuk almarhum Once Suharno. Doa bersama ini, akan diikuti seluruh pemain Arema Cronus, manajemen serta pemain Gresik United.
"Laga melawan Gresik United ini, juga sebagai persiapan tim sebelum turun di Piala Presiden. Karena Arema Cronus tidak mau sekadar lewat dalam kompetisi itu. Apalagi dalam babak penyisihan, Arema Cronus menjadi tuan rumah," tutur Sudarmaji.
Dipilihnya Gresik United, karena baik Arema Cronus dan Gresik United sebelumnya pernah sama-sama dilatih oleh Coach Once Suharno. Kedua tim ingin mengenang dan memberikan penghormatan terakhir untuk Once Suharno. Karena semuanya telah merasa kehilangan sosok pelatih yang selalu dekat dengan siapapun.
"Laga persahabatan melawan Gresik United ini, untuk tiket ekonomi sebesar Rp 20 ribu, VIP sebesar Rp 50 ribu dan VVIP sebesar Rp 75 ribu. Kami harapkan semua Aremania bisa hadir menyaksikan laga persahabatan ini," paparnya.
Direktur Arema Cronus Ruddy Widodo, dikonfirmasi soal pemain baru Arema yang nantinya akan bertanding di Piala Presiden, mengatakan bahwa dua pemain tersebut sudah dipastikan datang. Hanya Ruddy masih enggan menyebut siapa dua pemain baru yang akan memperkuat Arema Cronus di Piala Presiden.
"Tunggu saja sampai hari pertandingan, siapa pemainnya. Jika tidak ada halangan, pada pertandingan persahabatan melawan Gresik United dua pemain akan hadir. Atau paling lambat Kamis mereka sudah datang dan bergabung dengan tim," jelas Ruddy Widodo.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Arema Cronus akan menambah dua pemain baru untuk menghadapi Piala Presiden nanti. Dua pemain ini, sebelumnya pernah bergabung dengan Sriwijaya FC. Keduanya adalah Morimakan Koita dan Lancine Kone.(agp/ary)
comments

Kone dan Koita Gabung Arema

Share
MALANG – Irsyad Maulana dan Ronald Fagundes rupanya tak diminati manajemen Arema Cronus. Pasalnya, sudah ada dua pemain lain yang siap membela Singo Edan di Piala Presiden, kick off 1 September di Stadion Kanjuruhan. Dari penelusuran Malang Post, dua nama pemain asing baru yang terdaftar di skuad Arema, adalah Morimakan Koita dan Lancine Kone.
Kemarin siang, Malang Post mendapat informasi bahwa dua nama tersebut, sudah ada dalam list pemain yang akan membela Arema di Piala Presiden. Morimakan Koita adalah gelandang playmaker yang membela Sriwijaya FC di QNB League yang terhenti awal tahun 2015. Dia pernah bermain untuk Stade Malien, tim profesional Premier League di negara Mali.
Pemain yang masih berusia 24 tahun ini, lahir di Bamako Mali pada 25 Desember, tepat saat hari Natal. Lalu, tahun 2008, dia berkostum Stade Malien hingga 2014. Dari catatan karir profesionalnya, Koita sudah mencetak 54 gol dari 154 penampilannya bersama Stade Malien. Pada tahun 2014, dia bergabung dengan Sriwijaya FC asuhan Benny Dollo, sebelum akhirnya terhenti karena kisruh PSSI-Menpora.
Dari data yang dihimpun, Morimakan Koita masuk timnas Mali pada Kejuaraan African Nations 2014. Dia membantu timnya masuk perempat final, sebelum kalah dari Zimbabwe. Dia juga pernah masuk timnas Mali U-15, U-16 dan U-23, serta sukses meraih gelar juara saat membela tiga generasi timnas Mali ini.
Pada level klub Stade Malien, Koita mempersembahkan tiga gelar juara berturut-turut, pada 2012, 2013 dan 2014. Sementara itu, Lancine Kone bukanlah nama asing untuk sepak bola Indonesia. Kone sudah malang melintang menjajal kerasnya kompetisi sepak bola nasional sejak membela Deltras Sidoarjo pada 2011.
Klub Indonesia yang pernah dibela Kone selain Deltras, adalah Persisam Putra Samarinda dan Sriwijaya FC. Keduanya, dikabarkan siap membela Arema untuk Piala Presiden. Meski demikian, manajemen Arema belum membenarkan tentang kedatangan dua pemain ini, meski pun namanya sudah tertera dalam list pemain untuk Piala Presiden.
Direktur Arema, Ruddy Widodo masih menunggu hingga pemain-pemain yang bersangkutan sudah masuk lapangan dan latihan bersama Alfarizi dkk. “Ditunggu saja pemain yang akan masuk skuad Arema. Kita tunggu sampai benar-benar di lapangan dan ikut latihan Arema,” tutup Ruddy.(fin/ary)
 
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL