Malang Post

Arema Sport

Manajemen Apresiasi Perjuangan Aremania

Share
Hari ini manajemen Arema Cronus, bersama 17 klub sepak bola lainnya, termasuk Persebaya Surabaya, akan menemui Menpora Imam Nahrawi. Mereka akan memenuhi undangan Menpora, yang sebelumnya mengundang 16 klub peserta kompetisi. Keputusan ini diambil, setelah hasil rapat koordinasi 18 klub peserta sepak bola di kantor PSSI.
"Hasil pertemuan 18 klub sore ini tadi (kemarin, red) bahwa kami semua (18 klub) akan mendatangi Menpora untuk memenuhi undangan. Meskipun dalam undangan Menpora sebelumnya Arema Cronus dan Persebaya Surabaya tidak diundang. Tetapi dari pertemuan di PSSI, semua sepakat untuk bersama-sama menemui Menpora," terang Media Officer Arema, Sudarmaji.
Disinggung apakah memang Arema Cronus mendapat undangan dari Menpora ? Sudarmaji mengatakan bahwa dalam pemberitaan di media sosial kemarin pagi, mengatakan bahwa Deputi Menpora mengirim surat undangan kepada Arema. Tetapi surat undangan tersebut belum diterimanya, baik berupa fax ataupun email.
"Meskipun belum ada undangan, tetapi berdasarkan keputusan rapat di PSSI, kami semuanya 18 klub akan datang memenuhi undangan. Dari Arema Cronus, ada tiga orang yang akan berangkat untuk menemui Menpora, yaitu CEO Arema Iwan Budianto, Direktur Arema Ruddy Widodo serta saya," tuturnya.
Soal aksi Aremania, manajemen memberikan apresiasi positif kepada Aremania. Dikatakan Sudarmaji, bahwa aksi Aremania karena mereka telah rindu dengan kompetisi sepak bola. Sehingga diharapkan Menpora dan pihak kepolisian bisa kembali memberikan izin pertandingan, sehingga aksi Aremania tidak terus berkelanjutan.
"Aksi Aremania ini tidak hanya mendapat apresiasi dari manajemen. Suporter lain juga memberikan apresiasi, dengan meniru yang dilakukan Aremania. Suporter Persebaya juga melakukan aksi dengan bermain sepak bola di jalan. Dan jika dalam pertemuan besok (hari ini, red) dengan Menpora tidak ada keputusan, maka suporter sepak bola lainnya juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Aremania," paparnya.
Sedangkan di Jakarta, 18 klub menyatakan tetap solid untuk menggelar dengan formasi klub yang sudah ditetapkan. Padahal sebagaimana yang diputuskan hasil verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).    
Pertemuan yang digagas klub bersama PT Liga Indonesia (LI) di Hotel Sultan, Jakarta kemarin (26/4) digelar untuk menyatukan suara. Di mana menghasil keputusan bahwa mereka masih solid.
"Untuk pertemuan besok dengan Kemenpora pun kami juga akan datang dengan dua saudara kami, Arema Cronus dan Persebaya Surabaya," ujar Aidil Fitri, General Manajer Pusamania Borneo FC (PBFC) yang mewakili 18 klub lainnya dalam konferensi press selesai pertemuan.    
Keinginan 18 klub tersebut sejatinya riskan mengingat hanya 16 klub plus PT LI selaku operator liga yang mendapatkan undangan dari Kemenpora. Pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, hampir tiga jam waktu yang dihabiskan untuk menentukan sikap klub LI. "Besok, kami berharap kepada Menpora, Imam Nahrawi untuk ketemu dengan kami secara langsung," lanjut Aidil.    
Ditempat yang sama, Joko Driyono, CEO PT LI kepada wartawan menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima surat tersebut. Selanjutnya PT LI akan mendampingi klub ISL untuk bertemu dengan Kemenpora hari ini. "Harapannya memang agar kompetisi ini bisa segera bergulir kembali," tegasnya.(agp/nap/jpnn/ary)
comments

Aremania Kembali Turun ke Jalan

Share
MALANG - Perjuangan Aremania terus berlanjut. Kemarin ribuan suporter Singo Edan ini kembali turun jalan. Sesuai janjinya, Aremania sukses memadati jalanan di Malang Raya.
"Menpora bisa menghentikan kami dan sepak bola, kenapa kami (Aremania, red) tidak bisa menghentikan jalanan," teriak beberapa Aremania saat melakukan aksi dengan turun jalan, sebagai bentuk protes terhadap keputusan Imam Nahrawi, yang mencoret Arema Cronus dari peserta kempetisi.
Ribuan Aremania ini datang dari seluruh penjuru Malang Raya. Mereka melakukan aksi tanpa dikoordinir. Suporter berbaju biru ini datang atas panggilan hati nurani sebagai Aremania, dan kecintaannya terhadap tim Arema.
Aksi Aremania ini dimulai pukul 11.00. Beberapa titik menjadi lokasi berkumpulnya Aremania. Salah satunya di depan Stasiun Kota Baru Malang. Selain terus bernyanyi dengan iringan musik drum, Aremania juga bermain bola dengan menutup jalan.
Setelah ribuan Aremania berkumpul, dibagi menjadi beberapa rombongan mereka melakukan konvoi dengan melakukan penutupan jalan. Aremania sengaja membuat jalanan di Malang macet, agar aspirasi mereka didengar oleh Menpora termasuk Presiden RI.
Di bundaran Jalan Panglima Sudirman, ratusan Aremania melakukan aksi dengan membentangkan beberapa sepanduk selebar badan jalan. Mereka melakukan long march menuju Jalan Bengawan Solo Malang sampai Jalan Sulfat dan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Malang.
Tak ayal akibat aksi Aremania ini, jalanan macet. Pengendara dari arah berlawanan terpaksa memutar balik.
Begitu pula di simpang tiga Karanglo Singosari. Ribuan Aremania melakukan aksi dengan penutupan jalan selama beberapa jam. Aremania menjadikan jalanan sebagai tempat bermain sepak bola.
Imbasnya jalur keluar masuk Kota Malang dan Batu pun macet total. Dari pantauan Malang Post, kemacetan kendaraan sampai sekitar 5 kilometer lebih. Mulai dari pertigaan Karanglo sampai Jalan Kedawung Malang. Sedangkan dari arah Surabaya, macet sampai Lawang.
"Saya terjebak macet seperti ini sejak jam 13.00, sampai sekarang (pukul 16.00) masih belum bisa jalan," tutur salah satu pengguna jalan yang mengaku hendak ke arah Surabaya.
Setelah melakukan aksi beberapa jam dan sukses membuat jalanan macet, Aremania kembali melakukan aksi. Sebagian besar meneruskan aksi ke Kota Batu, sedangkan sebagian lagi kembali ke depan Stasiun Kota Malang bergabung dengan suporter Aremania lainnya.
Yuli Sumpil, Dirijen Aremania mengatakan aksi Aremania ini akan terus berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan. Aksi Aremania ini murni dari dalam hati, tidak ada memprovokasi, sehingga mereka tidak bisa dihentikan sampai Menpora mencabut kembali keputusannya mencoret Arema.
"Kami (Aremania) melakukan aksi karena terpanggil hati sebagai arek Malang dan pecinta sepak bola. Tidak ada yang memprovokasi ataupun korlap dalam aksi ini. Sehingga tidak bisa ditentukan sampai kapan aksi kami ini akan berhenti," terang Yuli.
Sementara itu, pantauan Malang Post hingga petang kemarin aksi Aremania belum berakhir. Aremania terus melakukan aksi di depan Stasiun Kota Baru Malang, dan konvoi di jalanan.(fin)
comments

Menpora Janjikan Rekomendasi

Share
MALANG - Menpora Imam Nahrawi benar-benar memberikan lampu hijau bagi Singo Edan. Singo Edan untuk direkomendasi terjun ke kompetisi Liga Indonesia musim 2015. Rekomendasi itu bisa turun jika Arema menyerahkan surat hitam di atas putih terkait penyelesaian dualisme. Manajemen Arema, semalam langsung ke Jakarta untuk menyerahkan surat yang diminta Menpora.
"Kalau Arema menyerahkan surat resmi hitam di atas putih, maka kami akan membuat keputusan baru agar mereka bisa ikut berkompetisi," tegas Nahrawi, kemarin (26/4).        
Sikap Nahrawi tersebut didasari oleh niat baik manajemen tim yang selama ini berupaya melakukan rekonsiliasi. Langkah tersebut dipandang Menpora sebagai respon positif bagi penyelesaian masalah yang membelit Arema. Sesuai dengan hasil verifikasi BOPI, Arema dinilai bermasalah dalam hal legalitas. Karena itu, mereka pun tidak direkomendasi tampil di Liga Indonesia 2015.      
"Masalah Arema ini kan ada di manajemen mereka. Maka mereka harus duduk bersama untuk menyelesaikannya. Setelah itu serahkan dokumennya hitam di atas putih kepada kami," terang Nahrawi.            
Tanpa penyelesaian masalah legalitas tersebut, maka Menpora tidak akan mengubah keputusannya. Tapi, kalau Arema mampu menyelesaikannya dan menyerahkan buktinya hitam di atas putih, Menpora tidak akan lagi "menghalangi" mereka untuk berkompetisi.             
Lalu bagaimana dengan Persebaya? Sama seperti dengan Arema, Menpora menegaskan kalau Persebaya juga harus segera menyelesaikan masalahnya. Hanya saja, penyelesaian masalah Persebaya ini sepertinya bakal memakan waktu yang tidak pendek. Sebab, resistensi di Surabaya berbeda dengan di Malang. Masalah Persebaya juga lebih pelik.             
"Di Surabaya kan ada gugatan di pengadilan, maka itu harus diselesaikan dulu," kata Nahrawi. Jalan lain yang bisa ditempuh menurut Nahrawi adalah semua pihak yang berkaitan dengan sepak bola Surabaya duduk bersama. Mereka harus mengembalikan Persebaya kembali ke jalur yang semestinya.             
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa turun tangan. Mereka bisa mempertemukan kedua belah pihak dan mengambil alih Persebaya. "Yang memungkinkan dilakukan juga adalah mengembalikan Persebaya kepada klub-klub asalnya seperti Assyabab, Suryanaga, dan lain-lainnya. Mereka harus duduk bersama dan bersatu kembali," ujar Nahrawi.
Tanpa itu semua Menpora dan BOPI tidak bakal memberikan rekomendasi bagi Persebaya berlaga di Liga Indonesia 2015.
Sementara itu,  pihak   Arema Cronus   di Malang tadi malam menyambut gembira pernyataan Menpora Imam Nahrawi tersebut. CEO Arema Cronus Iwan Budianto menyatakan sudah mengetahui adanya statement mantan Sekjen DPP PKB tersebut.
‘’Hal  ini kami anggap  merupakan  titik terang dan segera kami tindaklanjuti. Malam ini juga kami berangkat ke Jakarta guna membawa persyaratan yang diminta Menpora. Semoga besok (hari ini,red) kami sudah bisa menyerahkan secara langsung persyaratan tersebut kepada Menpora,’’  tegas IB,sapaan akrabnya,kepada Malang Post.
Persyaratan yang dimaksud adalah surat hitam di atas putih terkait penyelesaian masalah  soal dualisme Arema yang selama beberapa waktu  terakhir  terjadi dan sudah diupayakan penyelesaiannya secara maksimal oleh Yayasan Arema. Termasuk melakukan pertemuan rekonsiliasi di rumah Presiden Kehormatan Arema Cronus HM Rendra Kresna  dan serangkaian pertemuan lain baik di Malang maupun di Surabaya.
‘’Kami minta  doa restu masyarakat dan Aremania dimanapun berada agar titik terang yang sekarang sudah ada kedepannya dapat terus lancar.Sehingga Arema tetap dapat mengikuti  kompetisi Liga Indonesia musim tahun 2015,sebagaimana yang sangat diharapkan oleh semua pihak.Khususnya rekan-rekan Aremania,’’ tandas IB.
Pengusaha properti ini juga minta maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu jika sejak hari Sabtu lalu terjadi aksi Aremania turun ke jalanan sekaligus bermain bola sebagai bentuk protes suporter tim kebanggaan arek-arek Malang ini  kepada Menpora dan BOPI.Mereka menilai Menpora dan BOPI selama ini merugikan Arema Cronus termasuk pembatalan laga Arema Cronus lawan  Persipasi Bandung yang seharusnya digelar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen,Sabtu malam lalu.
 ‘’Kami mohon maaf. Walau sebagai arek asli Malang saya  juga sangat bisa memahami aksi tersebut semata-mata  ekspresi kekecewaan Aremania karena menilai Menpora dan BOPI menjegal Arema berlaga dalam kompetisi Liga Indonesia musim tahun 2015,’’  seru mantan Anggota Exco PSSI ini.
IB  berharap upaya menyerahkan berkas yang disyaratkan Menpora hari ini di Jakarta dapat membuahkan hasil maksimal. Ia juga berharap agar pernyataan Menpora tersebut dapat dituangkan dalam suatu keputusan resmi yang dapat dijadikan  bukti bagi Arema bahwa mereka dapat segera  kembali berlaga dalam kompetisi Liga Indonesia musim tahun 2015 ini. ‘’Sekali lagi,semoga perjuangan kami dapat membuahkan hasil maksimal.Untuk itu,kami mohon doa masyarakat dan rekan-rekan Aremania semuanya,’’ demikian IB.(fim/jpnn/nug/ary)
comments

Libur Sampai Waktu yang Tidak Ditentukan

Share
MALANG - Tim pelatih Arema Cronus langsung meliburkan pemainnya, setelah ada keputusan penghentian kompetisi. Ahmad Bustomi dkk, diberi waktu libur sepuasnya, sampai waktu yang tidak ditentukan.
"Kami sudah mengumumkan kepada pemain dan dihadapan manajemen, bahwa latihan kami liburkan mulai Sabtu lalu. Libur pemain sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan," terang pelatih Arema Cronus, Suharno.
Pelatih asal Klaten ini menambahk, Juan Revi dkk akan dihubungi lagi untuk bergabung dengan tim setelah ada kabar bagus tentang kompetisi. Jika ada kejelasan bahwa kompetisi akan diputar lagi, seluruh pemain akan dihubungi lagi secara personal.
"Jika ada perkembangan bagus, secepatnya pemain akan kami hubungi untuk berkumpul di Malang melakukan latihan sebagai persiapan. Namun jika tidak kejelasan pemain tetap libur sambil menunggu pemanggilan dari manajemen," tutur Suharno.
Namun demikian, selama libur latihan pemain tetap diminta untuk menjaga kondisi dengan latihan sendiri di rumah. Suharno tidak mau kondisi fisik pemain menurun, ketika nantinya kembali bergabung latihan.
"Semua pemain sudah kami beritahu untuk tetap menjaga fisik dan kondisi. Sehingga jika sewaktu-waktu dihubungi, mereka sudah siap," paparnya.
Selama waktu libur latihan, pemain dipersilahkan untuk pulang kampung ataupun melakukan aktivitas lainnya. Namun Suharno tetap berharap agar pemain latihan sendiri. "Saya tidak menghalangi pemain mau kemana. Jika yang mau pulang kampung kami persilahkan, atau tetap mau di Malang juga tidak apa-apa," sambungnya.(agp/jon)
comments

Duduk Bersama dan Kompetisi pun Jalan

Share
SIDOARJO- Pembekuan PSSI bukanlah penghancuran sepak bola Indonesia. Bagi Menpora Imam Nahrawi itu justru untuk mengangkat harkat sepak bola dan bangsa Indonesia. Pun demikian dengan kompetisi. Pemerintah tidak ingin menghentikan kompetisi. Tapi, Menpora ingin kompetisi tetap berjalan dengan sehat.
Karena itu, Menpora meminta klub-klub sore ini (27/4) datang memenuhi undangan duduk bersama di Kantor Kemenpora, Jakarta. "Kami ingin masalah yang ada segala terurai. Untuk itu, besok sore (sore ini, red) kami undang seluruh klub dan PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi. Kami harap semua datang," kata Nahrawi saat ditemui di Alun-Alun Sidoarjo, kemarin pagi (26/4).
Yang diundang bukan hanya kontestan Indonesia Super League (ISL), tapi juga kesebelasan-kesebelasan Divisi Utama. Khusus klub ISL, tidak ada nama Arema Malang dan Persebaya dalam undangan. Hal itu lantaran kedua tim tersebut tidak lolos verifikasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan tidak direkomendasi terjun di kompetisi.
Melalui pertemuan sore ini, Menpora ingin menjelaskan segala hal terkait dengan keputusan yang telah diambilnya. Selama ini Menpora memang belum pernah mempaparkan secara langsung alasan dan langkah-langkahnya terkait dengan keputusan pembekuan PSSI kepada para pengelola klub. Demikian juga tentang kelanjutan kompetisi.
"Dalam pertemuan besok sore (sore ini, red) kami akan jelaskan semuanya. Dari pertemuan itu kami ingin tegaskan kalau setelah itu kompetisi harus jalan, termasuk Liga Nusantara," papar Nahrawi.    
Pria asal Bangkalan, Madura itu menegaskan kalau pemerintah tidak ingin "membunuh" kompetisi. Sebab, kompetisi merupakan salah satu urat nadi sepak bola. Kalau pemerintah berniat jelek dengan menghentikan kompetisi, pemerintah tidak mungkin tetap memberi lampu hijau kepada kepolisian untuk mengeluarkan izin pertandingan bagi Persipura Jayapura dan Persib Bandung di AFC Cup.
Ya, kemarin (26/4) polisi menerbitkan surat izin pertandingan Persipura kontra klub Singapura Warriors FC dalam lanjutan AFC Cup di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa besok (28/4).  Hanya untuk Liga Indonesia, Menpora tetap bersikap sama karena PT Liga Indonesia masih memainkan Arema dan Persebaya yang tidak direkomendasi BOPI.
"Apa yang kami lakukan ini semata-mata demi prestasi sepak bola Indonesia. Malu rasanya kalau rangking kita kalah dengan Timor Leste. Kami ingin kompetisi kembali berjalan, tapi jalannya sehat sehingga kita bisa menjadi Macan Asia," ujar Nahrawi. (fim/jpnn/jon)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL